Viral, Menu Makanan Penutup Baru di China Pakai Topping Kecoak

Ternyata, menu makanan penutup kumbang air memiliki gizi yang bermanfaat.

Diterbitkan 29 Oktober 2026, 19:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Sebuah restoran di Shunde, Guangdong, China, menjadi perbincangan di internet lantaran makanan penutup baru yang aneh, tart telur dengan hiasan kumbang air renyah yang bentuknya persis seperti kecoak raksasa.

Shunde adalah kota yang terkenal dengan masakan Kantonnya dan diakui sebagai Kota Kreatif Gastronomi oleh UNESCO.

Dikutip dari South China Morning Post, Kamis (29/10/2026), pada awal bulan Oktober, restoran tersebut memperkenalkan menu baru "tart telur kumbang air" yang mereka jual dengan harga 28 yuan (Rp 76 ribu) untuk tiga buah. Foto-foto dari hidangan penutup tersebut yang menampilkan seekor serangga besar bertengger di atas setiap tart dengan cepat menjadi viral di media sosial.

Namun, pemilik resto yang bernama Pan berkata bahwa meskipun namanya "kecoak air," serangga ini bukanlah kecoak, tapi kumbang penyelam. Ia mengatakan serangga ini dapat dimakan dan memiliki nilai gizi dan khasiat obat.

Kumbang ini juga digunakan dalam pengobatan tradisional China (TCM), di mana dipercaya dapat menutrisi kulit dan ginjal, meningkatkan sirkulasi darah, membantu mengatasi stasis darah, dan memperkuat otot dan tulang.

Pan mengaku bahwa menyiapkan tart telur kecoak air membutuhkan ketelitian. Pertama, ia menghilangkan bau kumbang tersebut, lalu menggorengnya pada suhu yang dikontrol dengan baik hingga renyah, dengan tetap membiarkan sayapnya menempel demi menambah cita rasa dan efek visual.

Hasilnya dikatakan memadukan rasa manis dan gurih, dengan taburan yang mirip "lapisan keripik kentang renyah di atas tart telur."

 

Reaksi Warga Internet

Pemilik restoran bercerita beberapa pelanggan datang dari Guangzhou dan Hong Kong untuk mencicipi makanan penutup tersebut. Ia menjual sekitar 20 paket setiap harinya.

Di media sosial China, banyak orang mengatakan bahwa mereka merasa tidak nyaman dengan makanan penutup tersebut.

Salah satu pengguna berkomentar, "Saya saja tidak berani melihatnya, apalagi mencobanya." Ada juga yang menyebutkan walaupun itu kumbang penyelam atau kecoak air, tapi hewan tersebut tetaplah kecoak dan ia tidak akan menerimanya sebagai makanan.

"Saya belum pernah mencobanya, tapi saya tahu kecoa air digunakan dalam terapi makanan China. Mereka juga membutuhkan air yang sangat bersih untuk berkembang biak, dan kini semakin langka serta harganya semakin mahal," ujar pengguna ketiga.

Pan mengungkapkan ia akan tetap menjual produk tersebut terlepas dari komentar negatif yang ia terima.

Ia menambahkan akan terus mengembangkan hidangan inovatif yang memiliki manfaat terapi gizi. Produk tersebut juga menarik perhatian karena Guangdong, tempat Shunde berada, terkenal dengan kecoak-kecoak besar yang bisa terbang, sebuah reputasi yang sering dijadikan bahan lelucon oleh orang-orang di wilayah China lain.

Walaupun mereka bukan jenis serangga yang sama dengan kumbang air, beberapa kecoak, termasuk kecoak Amerika, juga digunakan di TCM. Kecoa-kecoa tersebut diyakini bisa membantu mengatasi stasis darah dan mendetoksifikasi tubuh.

Sebagai contoh, obat paten China bernama Kangfuxin Liquid atau Cairan Kangfuxin yang terbuat dari kecoak amerika dan sering digunakan untuk mengobati perut dan sariawan di mulut.

Â