Liputan6.com, Ottawa - Sebuah planet lava yang berbatu yang dulu dianggap terlalu ekstrem untuk memiliki atmosfer, tampaknya kini diselimuti atmosfer yang terdiri dari lapisan awan mineral silikat yang menguap dan memantulkan cahaya, jenis senyawa yang sama dengan yang membentuk kuarsa dan pasir.
Dikutip dari Phys.org, Kamis (29/10/2026), Profesor Fisika dan Astronomi Universitas Waterloo Lisa Dang bersama para kolabolatornya menggunakan James Webb Space Telescope (JWST) untuk mengamati planet lava TOI-561 b salama 37 jam, sehingga berhasil merekam hampir empat putaran lengkap planet tersebut mengelilingi bintangnya.
Penelitian berjudul "A Highly Reflective Atmosphere on the Lava World TOI-561 b Revealed by JWST/NIRSpec Phase Curve"Â telah terbit dalam jurnal The Astronomical Journal.
Advertisement
"Kami mengukur bagaimana kecerahan dan panas planet tersebut berubah sepanjang orbitnya," tutur Dang. "Teknik ini, yang dikenal sebagai kurva fase, menunjukkan bahwa planet tersebut memantulkan sejumlah besar cahaya dari bintangnya, dan bahwa panas tersebut didistribusikan kembali ke seluruh permukaan planet, bukan hanya di sisi yang terkena matahari. Secara keseluruhan, temuan ini mengindikasikan adanya atmosfer."
Studi pertama menemukan bahwa sisi siang jauh lebih dingin daripada yang diperkirakan untuk sebuah batuan gelap tanpa lapisan yang berada sedekat itu dengan bintangnya. Panas yang hilang itu bisa saja berpindah ke sisi malam atau dipantulkan sebelum planet tersebut sempat menyerapnya.
Dengan mengamati orbit lengkapnya, tim peneliti berhasil melihat sisi malam, yang selalu menghadap jauh dari bintang, untuk pertama kalinya, dan menemukan bahwa sisi tersebut tidak cukup hangat untuk menjelaskan perbedaan tersebut. Sebaliknya, TOI-561 b tampaknya memantulkan sekitar tiga perempat cahaya bintang yang mengenai permukaannya, mirip dengan Venus.
Â
Adanya Tabir Surya untuk Planet
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352094/original/026093100_1789727009-boliviainteligente-il0se5enRwc-unsplash.jpg)
Untuk menjelaskan kecerahan tersebut, tim membandingkan hasil observasi dengan simulasi komputer tentang iklim planet tersebut. Hasil simulasi menunjukkan bahwa awan yang terbuat dari mineral silikat, termasuk silikon dioksida (SiO2) dan magnesium silikat (MgSiO3), dapat terbentuk di sisi siang planet tersebut dan berfungsi seperti tabir surya.
Dengan memantulkan cahaya bintang dan menjaga planet tetap lebih dingin, awan-awan tersebut mungkin membantu planet mempertahankan atmosfernya yang, jika tidak, akan terlepas.
Hasil penelitian ini memperkuat bukti sebelumnya oleh Dang dan rekan-rekannya bahwa TOI-561 b memiliki atmosfer yang tebal, yang kemungkinan besar diisi ulang oleh gas-gas yang dilepaskan dari bagian dalamnya yang cair.
Terbentuk dari apa atmosfer tersebut masih menjadi pertanyaan terbuka. Bisa jadi berupa lapisan tebal karbon dioksida, seperti versi Venus yang jauh lebih panas, atau bisa juga kaya akan sulfur dioksida, gas yang dilepaskan di bulan vulkanik milik Jupiter, Io.
Planet tersebut memiliki lautan batuan cair yang menutupi permukaannya, yang bisa berfungsi sebagai gunung berapi berskala planet yang terus menerus menyuplai atmosfernya.
"Pertanyaan besar selanjutnya yang akan kami coba untuk jawab adalah apakah atmosfer TOI-56 b mirip dengan Venus atau Io dalam kondisi ekstrem. Mengamati planet tersebut pada panjang gelombang yang lebih panjang menggunakan JWST dapat memberikan wawasan dan membantu menjelaskan bagaimana planet sepanas ini dapat mempertahankan atmosfernya selama miliaran tahun."
Penulis pertama studi tersebut bernama Samuel Boucher memulai proyek ini sebagai peserta magang penelitian sarjana di Trottier Institute for Research on Exoplanets, tempat Dang saat itu menjabat sebagai Peneliti Pascadoktoral Banting. Ia terus membimbing Boucher setelah bergabung dengan Universitas Waterloo sebagai seorang dosen, dan proyek magang tersebut berkembang menjadi sebuah studi JWST yang telah terbit.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385832/original/052292900_1793271387-Bimas_Hindu_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385643/original/061071200_1793262745-cek_fakta_bpjs_kopdes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321860/original/097207600_1786506941-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T105431.565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370073/original/043104200_1791549729-IMG-20261009-WA0111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384823/original/096395200_1793182275-James_Webb_Space_Telescope_2009_top.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3443022/original/030123800_1619674268-009576500_1519638929-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300812/original/049961600_1784384793-90-8.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8515103/original/072836300_1782439883-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3178896/original/007121800_1594697043-20200714-Komet-Neowise-di-Belarus-AP-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384760/original/027944500_1793181605-nick-fewings-odX7I9pFFTU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384752/original/043592200_1793180905-pablo-merchan-montes-wYOPqmtDD0w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385021/original/019995900_1793207668-download__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4991280/original/076615400_1730769791-20241105-Pemilu_AS-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383847/original/016816700_1793104969-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_15.38.00.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385433/original/078194700_1793257868-Untitled.jpg)