Astronom Temukan 2 Planet Raksasa yang Sangat Ringan

Keduanya termasuk jenis planet langka yang dikenal sebagai super-puff.

Diterbitkan 26 Juni 2026, 18:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Para astronom menemukan sepasang planet raksasa yang ukurannya hampir sebesar Jupiter, tetapi kepadatannya bahkan lebih rendah daripada gulali kapas (cotton candy).

Kedua planet tersebut termasuk jenis planet super-puff, yakni planet berukuran besar dengan massa yang sangat ringan dibandingkan ukurannya.

Keduanya mengorbit sebuah bintang yang berjarak sekitar 1.110 tahun cahaya dari Bumi. Temuan ini menjadikan keduanya sebagai eksoplanet terbesar yang pernah ditemukan dengan kepadatan serendah itu.

"Di antara planet-planet yang berukuran sebesar itu, keduanya merupakan yang paling ringan yang pernah ditemukan," kata George Dransfield dari University of Oxford, seperti dilansir Associated Press.

"Kedua planet ini memiliki kepadatan yang sebanding dengan segumpal busa cukur yang baru keluar dari kaleng."

Dransfield bersama timnya melaporkan temuan tersebut pada Rabu (24/6) dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.

Menurut Dransfield, kedua planet itu kemungkinan tampak berwarna putih atau biru, bergantung pada kondisi awan di atmosfernya. Karena itu, warnanya diperkirakan bukan merah muda seperti gulali kapas.

Para peneliti juga menduga kedua planet tersebut sebagian besar tersusun atas hidrogen dan helium. Namun, dugaan itu masih perlu dipastikan melalui pengamatan menggunakan Teleskop Luar Angkasa Webb milik NASA.

Planet-planet tersebut ditemukan oleh satelit TESS milik NASA dalam satu dekade terakhir. Keduanya mengorbit sebuah bintang di konstelasi Volans di belahan langit selatan, yang dikenal sebagai ikan terbang.

Para peneliti kemudian menggunakan teleskop di Bumi untuk mempelajari orbit kedua planet tersebut dan menghitung kepadatannya. Kedua planet itu berada sekitar 1.110 tahun cahaya dari Bumi. Sebagai gambaran, satu tahun cahaya setara dengan hampir 6 triliun mil atau sekitar 9,7 triliun kilometer.

Sebagai perbandingan, Jupiter memiliki kepadatan hingga 35 kali lebih besar dibandingkan kedua planet tersebut.

Planet jenis super-puff tergolong langka di alam semesta. Para ilmuwan meyakini planet jenis ini terbentuk dari piringan gas dan debu yang mengelilingi bintang muda, di bagian yang kandungan gasnya jauh lebih banyak daripada debu. Seiring waktu, planet-planet tersebut kehilangan sebagian besar material penyusunnya sehingga kepadatannya menjadi sangat rendah.

Hingga saat ini, NASA telah mengonfirmasi hampir 6.300 planet di luar tata surya. Menurut Dransfield, kurang dari 40 di antaranya merupakan planet super-puff.

"Pada akhirnya, mempelajari sistem planet yang tidak biasa dan planet-planet langka seperti ini membantu kita memahami bagaimana planet terbentuk, sekaligus memberi gambaran yang lebih baik tentang tempat kita di alam semesta," ujar Dransfield.