Ahli Jelaskan Beda Gempa M 7,4 di Kolombia dan yang Terjadi di Venezuela

Gempa M 7,4 di Kolombia dan gempa mematikan di Venezuela terjadi di kawasan lempeng tektonik yang sama, tetapi memiliki mekanisme berbeda.

Diterbitkan 11 Agustus 2026, 09:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026).

Gempa tersebut menjadi perhatian setelah menyebabkan kerusakan dan korban di sejumlah wilayah. CNN melaporkan, gempa berpusat di sekitar San Jose del Palmar dan dirasakan di sejumlah kota di Kolombia.

Gempa tersebut terjadi lebih dari sebulan setelah dua gempa bumi mengguncang Venezuela dan menewaskan lebih dari 6.300 orang. Meski sama-sama terjadi di kawasan lempeng tektonik yang sama, kedua peristiwa tersebut ternyata memiliki mekanisme yang berbeda.

Pakar geologi Gustavo Ortiz mengatakan konteks geologi dan geotektonik kedua gempa tersebut sangat berbeda.

“Konteks geologi dan geotektoniknya benar-benar berbeda,” kata Ortiz, doktor ilmu geologi dari Dewan Nasional Penelitian Ilmiah dan Teknis Argentina, kepada Rafael Romo seperti dilansir CNN.

Di wilayah barat Amerika Selatan, gempa bumi kerap terjadi ketika satu lempeng, dalam hal ini Lempeng Nazca di Samudra Pasifik, menunjam ke bawah Lempeng Amerika Selatan. Proses tersebut dikenal sebagai subduksi.

“Sebaliknya, pada gempa dahsyat di Venezuela tersebut, lempeng yang saling berinteraksi adalah Lempeng Amerika Selatan dan Lempeng Karibia, yang berada lebih ke utara. Dalam kasus itu, kedua lempeng bergerak secara lateral satu sama lain dan tidak terjadi subduksi,” ujar Ortiz.

Ortiz menjelaskan, gempa-gempa yang terjadi di Venezuela berlangsung relatif dekat dengan permukaan, yakni pada kedalaman kurang dari 20 kilometer.

Sementara itu, gempa yang mengguncang Kolombia pada Senin terjadi pada kedalaman lebih dari 100 kilometer. Perbedaan kedalaman tersebut menjadi salah satu faktor yang membedakan karakteristik kedua peristiwa gempa tersebu

Gempa Terbesar di Kolombia

Badan Geologi Kolombia menyatakan gempa magnitudo 7,4 pada Senin (10/8/2026) merupakan yang terkuat yang tercatat di negara itu pada Abad ke-21. Setelah gempa utama, tercatat 21 gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil. 

Mengutip laporan CNN, Asosiasi Ibu Kota Kolombia melaporkan sedikitnya 132 orang tewas dan 570 lainnya terluka akibat gempa.

Wilayah barat Kolombia di sekitar pusat gempa berada di kawasan Cincin Api, jalur rawan gempa yang mengelilingi Samudra Pasifik dan menjadi lokasi terjadinya sebagian besar gempa di dunia.

Kawasan Pasifik, terutama Choco, termasuk wilayah termiskin di Kolombia dan sebagian besar berupa hutan lebat. Banyak daerah di Choco hanya dapat dijangkau dengan perahu atau pesawat. Kondisi itu dapat menyulitkan pihak berwenang untuk mengetahui secara menyeluruh jumlah korban dan kerusakan akibat gempa.

Gempa tersebut membuat banyak warga Kolombia waswas setelah dua gempa beruntun meluluhlantakkan sejumlah wilayah di Venezuela pada akhir Juni. Bencana itu menghancurkan ratusan bangunan dan menewaskan lebih dari 6.300 orang.

Hingga Senin sore, warga mulai memasukkan nama anggota keluarga yang hilang ke dalam daftar daring, seperti yang dilakukan masyarakat Venezuela setelah gempa di negara tersebut.

Salah satu daftar memuat lebih dari 1.400 nama, sebagian besar dari Cali dan Pereira. Jumlahnya terus bertambah.

Di antara foto orang-orang yang dicari terdapat seorang ibu muda bersama bayinya di Pereira. Foto lain memperlihatkan seorang perempuan berusia 80 tahun di Cali yang masih dicari keluarganya setelah bangunan tempat tinggalnya runtuh.