Kasus Influenza A Muncul di Depok, Tujuh Warga Positif

Influenza A tidak menyebabkan kematian, namun memiliki gejala panjang.

Diterbitkan 01 Oktober 2026, 10:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kasus penularan influenza tipe A mulai terjadi di Kota Depok. Sebanyak tujuh warga berstatus positif influenza A. Informasi dihimpun, kasus terbesar influenza A berada di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

"Iya emang, kemarin dua minggu yang lalu tujuh ya, positif ya," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Devi Mayori, Kamis (1/10/2026).

Dinas Kesehatan Kota Depok mendapati warga terjangkit influenza A tidak melakukan pemeriksaan mandiri. Status kesehatan mereka diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan labaoratorium kesehatan.

"Ada tujuh orang yang terkonfirmasi lab ya," jelas Devi.

Devi mengingatkan, influenza A tidak menyebabkan kematian, namun memiliki gejala yang cukup panjang. Adapun masyarakat yang terkena influenza A akan memiliki gejala seperti demam tinggi.

"Dia (penderita) itu lebih lama gejalanya, terus ada demamnya, demamnya tinggi, sakit-sakit badan, ngantuk, capek yang luar biasa," terang Devi.

Influenza A dapat menyerang segala usia, baik anak-anak maupun dewasa yang mengalami penurunan kekebalan tubuh.

"Iya sih kalau anak-anak, tapi tidak menutup kemungkinan dewasa. Anak-anak kan rawan juga ya. Daya tahan tubuh," ucap Devi.

Devi menuturkan, masyarakat dapat mencegah influenza A dengan beristirahat yang cukup dan pola makan yang sehat dan bergizi. Selain itu, pentingnya aktivitas berolahraga untuk mejaga daya tahan tubuh.

"Bilamana ada sekitar kita yang batuk pilek mengarah ke influenza apapun lah, influenza biasa-biasa saja yang yang tidak superflu atau tipe A itu, ya kita harus memelihara diri kita supaya kita juga tidak tertular," tutur Devi.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan pemeriksaan terhadap 8.757 spesimen hingga minggu ke-38 2026. Dari pemeriksaan tersebut, 1.527 spesimen positif influenza dan 126 lainnya positif Covid-19.

"Jadi, untuk kasus influenza positif di tahun 2026 ada sebanyak 1.527," tutur Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, Senin (28/9/2026).

Angka kasus influenza 2026 lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Berdasarkan data hingga minggu yang sama pada 2025, ada 2.790 kasus positif influenza dari 11.805 spesimen yang diperiksa.

Mengenai varian yang mendominasi, Andi mengatakan influenza A(H1N1)pdm09 menjadi subtipe yang paling banyak ditemukan.

"Subtipe lineage itu sama terbanyak H1N1, kemudian diikuti H3N2 dan tipe B Victoria," kata Andi.

Mengenai sebaran, Andi mengatakan kasus influenza paling banyak ditemukan di DKI Jakarta disusul Jawa Barat dan Banten.

"Kalau kita lihat jumlah kasus dan proporsi daripada positivity rate yang terbanyak itu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten," ujar Andi.

Â