30 September 1938: Penandatanganan Perjanjian Munich oleh Hitler, Ini Isinya

Ini alasan munculnya Perjanjian Munich pada 30 September 1938.

Diterbitkan 30 September 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Berlin - Salah satu perjanjian dalam sejarah, Pakta Munich, ditandatangani oleh pemimpin Nazi Adolf Hitler dan Perdana Menteri Neville Chamberlain dari Inggris serta Perdana Menteri Edourad Daladier dari Prancis pada 30 September 1938. Perjanjian ini mencegah pecahnya perang tapi menyerahkan Cekoslowakia ke tangan Jerman.

Dikutip dari History.com, Rabu (30/9/2026), di musim semi tahun 1938, Hitler mulai secara terbuka mendukung tuntutan warga yang bisa berbahasa Jerman yang tinggal di wilayah Sudeten, Cekoslowakia, untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan Jerman.

Belum lama dari situ, Hitler menganeksasi Austria ke dalam wilayah Jerman, dan penaklukan Cekoslowakia adalah langkah selanjutnya untuk mendirikan "Jerman Raya."

Pemerintah Cekoslowakia berharap Inggris dan Prancis bisa membantu apabila terjadi invasi Jerman, tapi Perdana Menteri Chamberlain bertekad untuk mencegah terjadinya perang. Ia melakukan perjalanan ke Jerman dua kali di bulan September dan menawarkan perjanjian yang menguntungkan pada Hitler tapi pemimpin Jerman tersebut terus menaikkan tuntutannya.

Pada 22 September, Hitler menuntut agar wilayah Sudetenland segera diserahkan kepada Jerman dan evakuasi penduduk Cekoslowakia paling lambat pada akhir bulan tersebut. Esok harinya, Cekoslowakia memerintahkan mobilisasi pasukan.

Perang terlihat tiak terhindari, dan Prancis sudah mulai melakukan mobilisasi parsial pada 24 September. Chamberlain dan Perdana Menteri Prancis Daladier, yang tidak siap menghadapi pecahnya pertempuran, berangkat ke Munich, di mana mereka menyerah kepada tuntutan Hitler pada 30 September.

 

 

Dokumen pun Ditandatangani

Daladier sangat membenci kebijakan penenteraman terhadap Nazi yang tertulis dalam Pakta Munich, tapi Chamberlain justru merasa senang dan bahkan tetap tinggal di Munich untuk menandatangani dokumen satu halaman bersama Hitler yang menurutnya menjamin perdamaian antara Inggris dan Jerman.

Kemudian di hari yang sama, Chamberlain terbang kembali ke Inggris, di mana ia berpidato di hadapan publik yang gembira di London dan memuji Perjanjian Munich karena sudah membawa "perdamaian dengan kehormatan" dan "perdamaian di zaman kita."

Esok harinya, Jerman mengambil wilayah Sudetenland dan pemerintah Cekoslowakia memilih untuk tunduk dibanding dihancurkan oleh Wehrmacht Jerman. Di bulan Maret 1939, Hitler menganeksasi wilayah Cekoslowakia yang tersisa dan negara tersebut pun lenyap.

Pada 1 September 1939, 53 divisi angkatan darat Jerman menginvasi Polandia walaupun Inggris dan Prancis mengancam akan ikut campur untuk membela negara tersebut. Dua hari kemudian, Chamberlain dengan tegas menyuruh Inggris untuk menyuarakan perang terhadap Jerman, dan Perang Dunia II pun dimulai.

Setelah delapan bulan kepemimpinan yang tidak efektif selama masa perang, Winston Churchill menggantikan Chamberlain sebagai Perdana Menteri.