Mau Bangun SD, Warga Malah Temukan Makam Berusia 7.000 Tahun

Penemuan ini disebut keberuntungan yang langka karena terdapat makam di pemukiman dan kerangka dalam kondisi baik.

Diterbitkan 21 Oktober 2026, 20:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Berlin - Para arkeolog yang menggali lokasi yang direncanakan untuk pembangunan sekolah dasar di Jerman menemukan kerangka berumur sekitar 7.000 tahun, menjadikannya makam tertua yang pernah ditemukan di kota tersebut. Awalnya, lokasi ini ditemukan oleh warga sekitar.

Dikutip dari Fox News, Rabu (21/10/2026), penemuan tersebut yang diumumkan oleh Kantor Arkeologi Negara Bagian Sachsen di akhir September, berlokasi di kota Leipzig, Jerman. Pihak berwenang mengungkapkan, para arkeolog dilibatkan sebelum pembangunan sekolah dimulai karena lokasi tersebut berada di situs arkeologi Zaman Perunggu yang sudah diketahui sebelumnya.

"Penemuan prasejarah juga memang sudah diperkirakan sebelumnya, semata-mata karena lokasi tersebut yang bebas banjir di dekat Sungai White Elster, di dalam Cekungan Dataran Rendah Leipzig yang subur, kawasan yang sangat kaya akan penemuan arkeologis," tambah mereka.

Alih-alih artefak biasa, penggalian tersebut mengungkap sisa-sisa pemukiman Neolitikum kuno, termasuk makam yang diperkirakan berumur sekitar 7.000 tahun. Menurut pihak berwenang, makam tersebut berasal dari masa ketika masyarakat sedang beralih dari berburu dan meramu ke kehidupan di pemukiman tetap, bertani, dan berternak.

Orang yang terkubur di sana diyakini adalah bagian dari budaya Tembikar Linear, yang dinamai berdasarkan pola spiral dan bergelombang yang khas yang menghiasi tembikarnya.

Para arkeolog juga menemukan sisa-sisa dari rumah kayu berukuran 30 meter dan bukti keberadaan setidaknya dua rumah lainnya.

"Penemuan makam di dalam pemukiman sungguh mengejutkan," tutur pihak berwenang. "Ini adalah keberuntungan yang langka karena di sebagian besar wilayah Sachsen, kondisi pelestarian tulang sangat buruk sehingga makam hanya bisa diidentifikasi berdasarkan benda-benda yang diletakkan di dalamnya dan bentuk lubang pemakaman."

 

Posisi Kerangka Saat Ditemukan

Walaupun para ahli belum mengidentifikasi jenis kelamin atau di umur berapa kerangka tersebut meninggal, mereka mengungkapkan kerangka tersebut ditemukan dalam posisi berbaring miring ke kiri, dengan kedua kaki ditekuk ke arah tubuh. Makam ini tidak berisi barang-barang pendamping, benda yang dikubur bersama jenazah, tapi para arkeolog bisa memperkirakan usianya berdasarkan posisi kerangka yang meringkuk dan keterkaitan makam tersebut dengan pemukiman di dekatnya dan salah satu rumah di pemukiman tersebut.

Pernyataan tersebut menyebutkan, "Dalam hal ini, posisi tubuh yang meringkuk, ditambah dengan hubungan stratigrafi langsung antara makam tersebut dengan pemukiman dan salah satu rumah di dalamnya, memungkinkan penanggalan pemakaman tersebut ke dalam masa budaya Tembikar Linear Neolitikum, walaupun tidak ditemukan barang-barang pendamping."

"Ini berarti bahwa makam yang berusia sekitar 7.000 tahun ini adalah makam tertua yang pernah ditemukan hingga saat ini di wilayah kota Leipzig."

Penggalian akan tetap dilakukan hingga pertengahan bulan ini, ketika Kantor Arkeologi Negara Bagian Sachsen diperkirakan akan memulai analisis ilmiahnya.

Arkeolog negara bagian Regina Smolnik menekankan pentingnya melakukan penyelidikan arkeologi bahkan di kawasan yang sudah sangat padat pembangunan.

"Penelitian kami di Leipzig-Mockern menunjukkan dengan sangat jelas pentingnya peran arkeologi, bahkan di kawasan perkotaan," ujar Smolnik dalam sebuah pernyataan.

"Walaupun situs-situs seperti itu sudah lama menjadi bagian dari lanskap perkotaan dan telah tertutup bangunan selama bertahun-tahun, bukti-bukti penting tentang pemukiman prasejarah dan awal sejarah masih bisa didokumentasikan di sana."

Situs-situs pemakaman kuno lainnya juga telah ditemukan di penjuru Eropa. Tahun lalu, para arkeolog di Polandia menemukan sebuah makam dari abad ke-11 yang pernah dibuka kembali lebih dari 1.000 tahun yang lalu, tampaknya oleh orang-orang yang hidup di masa Abad Pertengahan.

Pada musim semi ini, para arkeolog di Kroasia mengumumkan penemuan makam-makam Romawi kuno di bawah kota pesisir Zadar, yang mengungkap sebuah situs pemakaman yang digunakan selama hampir 500 tahun.

Â