Cara Menghilangkan Kerak Putih di Keran Air dengan Bahan Dapur agar Tak Menumpuk

Kerak putih di keran mengganggu? Simak cara menghilangkan kerak putih di keran air dengan bahan dapur yang mudah dilakukan di rumah.

Diterbitkan 01 Oktober 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kerak putih pada keran air sering muncul setelah air mengering dan meninggalkan sisa mineral di permukaan. Jika dibiarkan, lapisan tersebut dapat menumpuk di sekitar mulut keran, sambungan, atau bagian yang sering terkena air. Cara menghilangkan kerak putih di keran air dengan bahan dapur dapat dilakukan tanpa harus membeli cairan pembersih khusus.

Kerak pada keran bukan hanya membuat permukaan terlihat berbeda dari sebelumnya. Lapisan yang menumpuk juga dapat membuat aliran air dari ujung keran tidak merata. Kondisi ini kerap terjadi di area yang menggunakan air dengan kandungan mineral tinggi, terutama jika permukaan keran jarang dikeringkan setelah digunakan.

Beberapa bahan yang tersedia di dapur dapat digunakan untuk membantu melepaskan kerak tersebut. Cuka, perasan lemon, soda kue, dan garam dapat menjadi pilihan sesuai kondisi kerak. Berikut ini adalah langkah cara menghilangkan kerak putih di keran air dengan bahan dapur yang dapat dilakukan di rumah, dilansir Liputan6.com dari berbagai (1/10/2026).

1. Gunakan Cuka untuk Melunakkan Kerak

Cuka dapat digunakan ketika kerak menempel pada bagian keran dan sulit dibersihkan hanya dengan air. Kandungan asam dalam cuka membantu melonggarkan lapisan mineral yang menempel di permukaan. Sebelum digunakan, bersihkan keran dari debu dan sisa sabun agar cuka dapat mengenai bagian yang tertutup kerak.

Tuangkan cuka secukupnya ke dalam wadah. Basahi kain atau tisu dengan cuka, lalu tempelkan pada bagian keran yang memiliki kerak. Diamkan selama 15–30 menit agar kerak melunak. Untuk bagian kecil seperti ujung keran, kain dapat dililitkan supaya cairan tetap menempel pada permukaan.

Setelah didiamkan, lepaskan kain dan gosok bagian tersebut menggunakan spons atau sikat gigi bekas. Jangan menggunakan benda tajam karena dapat membuat permukaan keran tergores. Bilas dengan air sampai tidak ada sisa cuka, kemudian lap menggunakan kain kering agar air tidak kembali meninggalkan bekas.

2. Manfaatkan Perasan Lemon

Lemon dapat menjadi pilihan ketika tidak ingin menggunakan cuka. Peras lemon ke dalam wadah, kemudian gunakan airnya untuk membasahi bagian keran yang memiliki kerak. Kandungan asam pada lemon dapat membantu melepaskan mineral yang menempel sehingga permukaan lebih mudah dibersihkan dengan bantuan kain atau spons.

Untuk kerak yang berada di bagian tertentu, potongan lemon dapat langsung digosokkan pada permukaan keran. Setelah itu, diamkan selama sekitar 10–15 menit. Waktu tersebut memberi kesempatan pada cairan lemon untuk bekerja pada lapisan yang menempel. Jangan membiarkan cairan mengering karena permukaan akan kembali terkena sisa cairan.

Setelah waktu tersebut, gosok keran dengan spons yang tidak kasar atau sikat gigi bekas. Berikan perhatian pada celah di sekitar mulut keran dan sambungan. Bilas menggunakan air bersih, lalu keringkan dengan kain. Jika kerak masih terlihat, ulangi langkah tersebut daripada menggosok permukaan dengan tenaga berlebihan.

3. Buat Pasta dari Soda Kue

Soda kue dapat digunakan untuk membantu membersihkan kerak yang tersisa setelah proses perendaman atau pembasahan. Campurkan soda kue dengan sedikit air sampai membentuk pasta. Jangan menambahkan terlalu banyak air karena campuran perlu menempel pada permukaan keran agar dapat digunakan pada bagian yang memiliki kerak.

Oleskan pasta soda kue pada bagian yang berkerak menggunakan jari yang sudah dilapisi sarung tangan atau kain. Diamkan selama beberapa menit, kemudian gosok perlahan menggunakan spons atau sikat gigi bekas. Cara ini dapat digunakan pada area yang memiliki bentuk atau celah sehingga sulit dibersihkan hanya dengan kain.

Setelah selesai digosok, bilas keran sampai pasta tidak tersisa. Periksa bagian sekitar sambungan dan ujung keran karena soda kue dapat tertinggal di celah. Jika masih ada kerak, ulangi proses dengan jumlah pasta yang sama. Hindari menggosok menggunakan kawat atau alat keras yang dapat meninggalkan goresan.

4. Gunakan Garam untuk Membantu Menggosok

Garam dapat digunakan sebagai bahan tambahan ketika kerak sudah melunak tetapi masih meninggalkan lapisan di permukaan. Campurkan sedikit garam dengan air sampai menjadi campuran yang dapat dioleskan. Gunakan kain atau spons untuk menggosok bagian yang berkerak secara perlahan dan terarah.

Cara ini lebih sesuai untuk kerak yang sudah melalui proses pembasahan sebelumnya. Jika kerak masih keras, jangan langsung menggosok menggunakan garam karena butiran dapat membuat permukaan tertentu mengalami goresan. Basahi bagian tersebut terlebih dahulu dengan air atau cuka, kemudian lanjutkan dengan campuran garam.

Setelah digosok, bilas permukaan keran dengan air bersih. Pastikan tidak ada butiran garam yang tertinggal di sekitar sambungan atau mulut keran. Lap menggunakan kain sampai kering. Jika masih terdapat bagian yang tertutup kerak, gunakan kembali metode cuka atau lemon untuk melunakkannya sebelum menggosok.

5. Bersihkan Ujung Keran Secara Terpisah

Bagian ujung keran sering menjadi tempat kerak berkumpul karena terus terkena air. Jika ujung keran dapat dilepas, buka bagian tersebut sesuai arah ulirnya. Rendam komponen dalam wadah berisi cuka selama beberapa menit untuk membantu melonggarkan kerak yang menempel pada bagian dalam dan luar.

Setelah direndam, gunakan sikat gigi bekas untuk membersihkan bagian yang dapat dijangkau. Periksa lubang keluarnya air karena kerak dapat mengganggu aliran. Jangan menusuk lubang menggunakan benda logam yang tajam. Gunakan sikat kecil atau kain untuk mengangkat sisa kerak yang sudah terlepas.

Bilas komponen dengan air sebelum memasangnya kembali. Pastikan bagian ulir sudah bebas dari sisa kerak dan kotoran. Setelah terpasang, buka keran dan biarkan air mengalir selama beberapa saat. Langkah ini membantu mengeluarkan sisa bahan yang mungkin masih berada di dalam bagian ujung keran.

6. Lap Keran Sampai Kering Setelah Dicuci

Membersihkan kerak tidak berhenti setelah lapisan yang menempel berhasil diangkat. Air yang tertinggal di permukaan keran dapat mengering dan meninggalkan mineral kembali. Kebiasaan mengelap keran setelah digunakan dapat membantu mengurangi sisa air yang menempel, terutama pada bagian sekitar mulut dan sambungan.

Gunakan kain yang dapat menyerap air untuk mengusap seluruh permukaan keran. Perhatikan bagian bawah mulut keran karena air sering tertinggal di sana. Kain juga dapat digunakan untuk mengeringkan bagian sambungan setelah keran dibersihkan. Tidak perlu menggunakan banyak bahan pembersih jika permukaan belum memiliki kerak.

Lakukan pengeringan setelah membersihkan wastafel atau area sekitar keran. Jika dilakukan secara rutin, kerak tidak mudah menumpuk dalam waktu singkat. Ketika mulai terlihat lapisan putih, segera bersihkan sebelum mengeras. Cara tersebut juga mengurangi kebutuhan untuk menggosok keran dengan tenaga besar.

Tips Mencegah Kerak Putih Muncul Kembali

Kerak dapat muncul kembali ketika air terus mengering di permukaan keran. Pencegahannya dapat dimulai dari kebiasaan setelah menggunakan wastafel. Beberapa langkah berikut dapat dilakukan tanpa menambah banyak pekerjaan saat membersihkan area dapur atau kamar mandi.

- Keringkan Keran Setelah Digunakan: Lap sisa air menggunakan kain setelah mencuci tangan, peralatan, atau membersihkan wastafel. Perhatian utama dapat diberikan pada bagian mulut keran dan sambungan karena air sering tertinggal di area tersebut.

- Bersihkan Seminggu Sekali: Luangkan waktu untuk mengelap seluruh permukaan keran setidaknya satu kali dalam seminggu. Pembersihan rutin membantu mengangkat sisa air dan kotoran sebelum membentuk lapisan yang sulit dibersihkan.

- Jangan Biarkan Sabun Mengering: Sisa sabun yang bercampur dengan air dapat menempel pada permukaan keran. Setelah menggunakan wastafel, bilas area sekitar keran dan lap sampai tidak ada cairan yang tertinggal.

- Bersihkan Bagian Ujung Keran: Periksa ujung keran secara berkala, terutama jika aliran air mulai berubah arah. Bagian tersebut dapat menampung sisa mineral sehingga perlu dibersihkan sebelum lapisan menumpuk dan mengganggu keluarnya air.

- Hindari Alat Gosok Keras: Gunakan kain, spons, atau sikat gigi bekas untuk membersihkan kerak. Alat dengan permukaan keras dapat meninggalkan goresan pada keran, sehingga pembersihan berikutnya perlu dilakukan dengan lebih hati-hati.

Pertanyaan Seputar Cara Menghilangkan Kerak Putih di Keran Air

Apa bahan dapur yang bisa menghilangkan kerak putih di keran?

Cuka, lemon, soda kue, dan garam dapat digunakan untuk membantu membersihkan kerak. Cuka dan lemon digunakan untuk membantu melunakkan kerak, sedangkan soda kue dan garam dapat digunakan dalam tahap pembersihan setelah kerak mulai terlepas.

Apakah cuka bisa menghilangkan kerak pada keran?

Cuka dapat membantu melunakkan kerak yang berasal dari sisa mineral air. Caranya dengan membasahi kain menggunakan cuka, menempelkannya pada bagian yang berkerak, lalu mendiamkannya selama beberapa menit sebelum digosok dan dibilas.

Bagaimana cara membersihkan kerak putih di ujung keran?

Jika bagian ujung keran dapat dilepas, rendam dalam cuka selama beberapa menit. Setelah itu, bersihkan menggunakan sikat gigi bekas, bilas dengan air, lalu pasang kembali. Jika tidak dapat dilepas, tempelkan kain yang sudah dibasahi cuka pada bagian tersebut.

Apakah soda kue bisa membersihkan kerak pada keran?

Soda kue dapat digunakan untuk membantu membersihkan sisa kerak setelah permukaan dibasahi. Campurkan soda kue dengan sedikit air sampai menjadi pasta, oleskan pada bagian yang berkerak, kemudian gosok perlahan dan bilas sampai bersih.

Bagaimana agar kerak putih tidak muncul lagi di keran?

Kerak dapat dikurangi dengan mengeringkan keran setelah digunakan dan membersihkannya secara rutin. Sisa air yang dibiarkan mengering di permukaan dapat meninggalkan mineral. Mengelap bagian mulut dan sambungan keran menjadi salah satu kebiasaan yang dapat dilakukan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6