7 Cara Mengusir Belalang dari Tanaman Sayur, Ampuh Bikin Daun Tidak Habis Dimakan

Belalang bikin daun sayur habis dimakan? Coba 7 cara mengusir belalang dari tanaman sayur dengan trik sederhana agar tanaman tetap subur dan daunnya tidak rusak

Diterbitkan 01 Oktober 2026, 08:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Belalang menjadi salah satu hama yang cukup menyebalkan ketika mulai menyerang tanaman sayur di pekarangan rumah. Hewan ini terutama menyukai daun yang masih muda dan dapat meninggalkan banyak lubang pada daun dalam waktu relatif singkat. Jika populasinya semakin banyak, tanaman bisa kehilangan sebagian besar permukaan daun yang dibutuhkan untuk melakukan fotosintesis.

Masalahnya, belalang sering sulit dikendalikan hanya dengan mengambil beberapa ekor yang terlihat. Belalang lain bisa datang kembali dari area rumput, semak, atau tanaman di sekitar rumah. Karena itu, selain mengurangi belalang yang sudah berada di tanaman, penting juga membuat lingkungan kebun menjadi kurang menarik bagi hama tersebut.

Ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk melindungi tanaman sayur tanpa langsung mengandalkan pestisida. Lantas bagaimana saja cara mengusir belalang dari tanaman sayur yang ampuh bikin daun tidak habis dimakan? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (1/10/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Ambil Belalang yang Terlihat Secara Manual

Cara paling sederhana untuk mengurangi belalang adalah mengambilnya secara manual ketika hama tersebut sedang berada di tanaman. Metode ini cukup masuk akal diterapkan pada kebun sayur rumahan yang jumlah tanamannya tidak terlalu banyak. Belalang biasanya lebih mudah ditemukan pada pagi hari ketika aktivitasnya belum terlalu tinggi.

Periksa bagian bawah daun, pucuk tanaman, batang, serta area di sekitar pot. Jangan hanya mengambil belalang yang sedang berada di atas daun karena beberapa ekor dapat bersembunyi di bagian tanaman yang lebih rimbun. Lakukan pemeriksaan secara rutin sehingga jumlah belalang yang berkembang di sekitar tanaman dapat ditekan.

Cara manual juga memiliki keuntungan karena tidak meninggalkan residu bahan apa pun pada tanaman. Setelah belalang diambil, periksa kembali tanaman beberapa jam kemudian. Jika masih ditemukan banyak belalang, lakukan pengambilan ulang sambil mencari kemungkinan tempat belalang datang atau bersembunyi.

2. Pasang Jaring Pelindung di Atas Tanaman

Jika tanaman sayur berada di area yang sering didatangi belalang, jaring pelindung dapat menjadi penghalang fisik yang cukup praktis. Jaring bisa dipasang menggunakan rangka sederhana dari bambu, pipa kecil, atau material lain yang tersedia di rumah. Pastikan jaring menutupi tanaman dengan cukup rapat sehingga belalang tidak mudah masuk dari sisi samping.

Metode ini cocok untuk tanaman sayur yang masih muda dan berukuran relatif pendek. Kangkung, sawi, bayam, pakcoy, selada, serta beberapa sayuran lain dapat diberi perlindungan ketika pertumbuhannya masih rentan. Pilih jaring dengan ukuran lubang yang sesuai agar belalang tidak dapat melewatinya.

Perhatikan juga bagian bawah jaring. Jika ada celah yang cukup besar antara jaring dan permukaan tanah atau pot, belalang tetap dapat masuk dari bawah. Karena itu, perlindungan sebaiknya dibuat menyeluruh. Jaring juga perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan tidak robek atau terlepas.

3. Bersihkan Rumput dan Semak di Sekitar Kebun

Belalang tidak selalu datang langsung dari jauh. Rumput liar, semak, dan vegetasi yang tumbuh terlalu lebat di sekitar kebun dapat menjadi tempat berlindung bagi berbagai serangga, termasuk belalang. Ketika area tersebut berada dekat dengan tanaman sayur, belalang lebih mudah berpindah ke daun yang sedang dibudidayakan.

Karena itu, bersihkan rumput liar dan semak yang tumbuh berlebihan di sekitar area tanaman. Jangan sampai lingkungan kebun menjadi terlalu rimbun sehingga sulit untuk memantau keberadaan hama. Area yang lebih tertata juga membuat belalang lebih mudah terlihat ketika sedang mendekati tanaman sayur.

Namun, kebersihan kebun tidak berarti semua tanaman di sekitar harus dicabut. Tanaman pendamping atau vegetasi yang memang sengaja dipelihara tetap bisa dipertahankan. Fokus utamanya adalah menghilangkan pertumbuhan liar yang terlalu dekat dengan tanaman sayur dan berpotensi menjadi tempat persembunyian hama.

4. Gunakan Penanaman yang Lebih Rapat dengan Tetap Memberi Ruang

Penataan tanaman juga dapat membantu mengurangi kerusakan akibat hama. Tanaman sayur yang ditanam dalam area teratur akan lebih mudah diperiksa dibandingkan tanaman yang tumbuh tanpa pola. Dengan begitu, keberadaan belalang dan kerusakan pada daun bisa diketahui lebih cepat.

Buat jarak tanam sesuai kebutuhan masing-masing jenis sayuran. Jangan menanam terlalu rapat hanya dengan tujuan membuat tanaman tampak rimbun. Sirkulasi udara yang buruk justru dapat memunculkan persoalan lain pada tanaman. Sebaliknya, jarak yang terlalu lebar juga membuat area kosong di sekitar tanaman semakin banyak.

Penataan yang baik memungkinkan pemilik kebun melakukan pemeriksaan rutin. Perhatikan terutama daun muda dan pucuk karena bagian tersebut sering menjadi sasaran serangga pemakan daun. Begitu terlihat gigitan atau lubang baru, segera cari penyebabnya dan lakukan pengendalian sebelum kerusakan meluas.

5. Buat Larutan Semprot Berbahan Alami dengan Hati-Hati

Bahan-bahan beraroma kuat terkadang digunakan oleh pekebun rumahan sebagai bagian dari upaya mengganggu keberadaan serangga. Salah satu pendekatan yang umum adalah membuat larutan semprot dari bahan seperti bawang putih yang kemudian diencerkan dengan air. Larutan tersebut dapat disemprotkan pada permukaan tanaman sebagai percobaan pengendalian sederhana.

Namun, larutan buatan sendiri tidak selalu aman untuk semua jenis tanaman. Konsentrasi yang terlalu tinggi dapat menyebabkan daun mengalami bercak atau kerusakan. Karena itu, jangan langsung menyemprot seluruh tanaman. Uji terlebih dahulu pada sebagian kecil daun dan amati reaksinya selama beberapa waktu.

Jika tanaman menunjukkan tanda seperti daun terbakar, berubah warna, atau layu setelah penyemprotan, hentikan penggunaan. Hindari menyemprot saat matahari sedang sangat terik karena permukaan daun yang basah dapat lebih rentan mengalami kerusakan. Untuk tanaman yang akan dikonsumsi, pastikan bahan yang digunakan memang aman dan tanaman dicuci dengan baik sebelum dikonsumsi.

6. Periksa Tanaman Secara Rutin, Terutama Pagi dan Sore

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah baru melakukan pengendalian ketika daun tanaman sudah rusak parah. Padahal, pemeriksaan rutin dapat membantu menemukan serangan sejak awal. Luangkan beberapa menit untuk melihat kondisi tanaman dan mencari tanda-tanda keberadaan belalang.

Periksa lubang pada daun, bagian daun yang terkikis, kotoran serangga, serta belalang yang bersembunyi di antara dedaunan. Perhatikan pula tanaman di sekelilingnya. Jika satu tanaman sudah mengalami kerusakan, bukan tidak mungkin belalang juga mulai berpindah ke tanaman lain.

Pemeriksaan rutin juga membantu menentukan apakah metode pengendalian yang digunakan cukup efektif. Jika setelah beberapa hari jumlah belalang masih tinggi, kombinasikan dengan cara lain seperti memasang jaring dan membersihkan rumput di sekitar kebun. Pengendalian hama biasanya lebih efektif jika dilakukan secara konsisten daripada hanya sekali.

7. Lindungi Tanaman dengan Kombinasi Beberapa Cara

Tidak ada satu cara yang selalu cocok untuk setiap kondisi kebun. Jika jumlah belalang hanya sedikit, pengambilan manual dan pemeriksaan rutin mungkin sudah cukup. Namun, ketika tanaman terus-menerus mengalami kerusakan, diperlukan perlindungan tambahan seperti jaring dan penataan lingkungan sekitar.

Kombinasikan beberapa langkah yang sederhana dan realistis dilakukan. Misalnya, mulai dengan membersihkan rumput liar, kemudian mengambil belalang yang terlihat, lalu memasang jaring pada tanaman yang paling sering diserang. Dengan cara tersebut, sumber persembunyian dikurangi sekaligus mencegah belalang baru masuk ke tanaman.

Yang tidak kalah penting, jangan menunggu sampai seluruh daun rusak sebelum melakukan tindakan. Daun merupakan bagian penting bagi tanaman untuk menghasilkan energi melalui fotosintesis. Semakin cepat serangan diketahui dan dikendalikan, semakin besar kesempatan tanaman sayur untuk melanjutkan pertumbuhan dengan baik.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Mengusir Belalang dari Tanaman Sayur

1. Apakah belalang bisa merusak tanaman sayur?

Ya. Belalang merupakan serangga pemakan tumbuhan yang dapat memakan bagian daun tanaman. Jika jumlahnya banyak, kerusakan pada daun dapat menjadi cukup luas dan mengganggu pertumbuhan tanaman.

2. Apa cara paling sederhana mengusir belalang dari tanaman sayur?

Untuk kebun kecil, belalang dapat diambil secara manual sambil melakukan pemeriksaan tanaman secara rutin. Jika serangan terus terjadi, cara tersebut dapat dikombinasikan dengan jaring pelindung dan membersihkan rumput di sekitar kebun.

3. Apakah jaring bisa mencegah belalang masuk ke tanaman?

Jaring dapat menjadi penghalang fisik agar belalang tidak mudah mencapai tanaman. Namun, pemasangannya harus cukup rapat dan tidak menyisakan celah besar di bagian samping maupun bawah.

4. Apakah bawang putih bisa digunakan untuk mengusir belalang?

Larutan berbahan bawang putih kerap digunakan sebagai salah satu cara rumahan untuk mengganggu serangga, tetapi efektivitasnya dapat berbeda-beda. Jika ingin mencobanya, gunakan larutan yang telah diencerkan dan uji terlebih dahulu pada sebagian kecil daun untuk melihat reaksi tanaman.

5. Mengapa belalang sering datang ke tanaman sayur?

Tanaman sayur menyediakan daun yang dapat menjadi sumber makanan bagi belalang. Lingkungan sekitar yang memiliki banyak rumput, semak, atau vegetasi juga dapat menjadi tempat belalang berlindung sebelum berpindah ke tanaman sayur.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6