Liputan6.com, Jakarta Monstera menjadi salah satu tanaman hias tropis yang paling diburu karena daunnya lebar, mengilap, dan berlubang unik. Cara merawat tanaman monstera sebenarnya sederhana, yaitu cukup penuhi kebutuhan cahaya, air, dan media tanam yang tepat.
Tanaman ini tergolong tangguh serta mudah beradaptasi di dalam maupun luar ruangan. Dengan rutinitas yang konsisten, cara merawat tanaman monstera bisa dilakukan siapa saja, bahkan seorang pemula sekalipun.
Monstera merupakan tanaman asli hutan hujan tropis Meksiko dan Amerika Tengah yang secara alami merambat naik ke batang pohon besar untuk meraih cahaya. Sebagaimana diungkapkan David Trinklein, ahli dari University of Missouri, nama genus Monstera diambil dari kata Latin yang berarti "monstrous" atau tidak biasa, merujuk pada daunnya yang penuh lubang dan sobekan alami. Lembaga National Garden Bureau bahkan menetapkannya sebagai tanaman hias unggulan sepanjang tahun 2025.
Advertisement
Cara Merawat Tanaman Monstera dari Pencahayaan dan Penyiraman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307618/original/019203100_1785051209-2.jpeg)
Fondasi utama cara merawat tanaman monstera terletak pada keseimbangan antara cahaya dan air, sebab dua faktor ini saling terkait erat. Cahaya yang memadai mendorong daun cepat membelah, sementara penyiraman yang terukur menjaga akar tetap sehat dan bebas dari pembusukan.
Monstera paling menyukai cahaya terang yang tidak langsung, mirip sinar matahari tersaring di bawah kanopi hutan asalnya. Rachel Bull, Head of Gardens, dikutip dari Homes & Gardens, menyatakan, "Mereka tidak keberatan sedikit tersembunyi dari matahari, tetapi tetap akan menyukai ruang yang terang untuk hidup."
-
Letakkan di dekat jendela: Tempatkan monstera di area yang menerima cahaya terang tidak langsung, misalnya dekat jendela menghadap timur atau selatan, dan gunakan tirai tipis untuk menyaring sinar tengah hari yang terlalu terik.
-
Hindari sinar matahari langsung: Paparan matahari langsung, khususnya pada siang hari, dapat membakar daun hingga muncul bercak cokelat atau menguning.
-
Putar posisi pot: Putar pot sekitar seminggu sekali agar seluruh sisi tanaman mendapat cahaya merata dan pertumbuhannya tidak condong ke satu arah.
-
Siram saat media mulai kering: Periksa kelembapan dengan menekan jari ke media tanam, lalu siram hanya ketika lapisan atasnya terasa kering.
-
Siram hingga tuntas: Basahi media secara merata sampai air keluar dari lubang drainase, kemudian buang air yang menggenang di tatakan supaya akar tidak terendam.
-
Sesuaikan dengan musim: Kurangi frekuensi penyiraman saat cuaca dingin atau musim hujan karena media tanam lebih lama menyimpan air.
Sebagai panduan praktis, banyak ahli menyarankan aturan 75 persen, yakni memastikan dua sampai tiga sentimeter media bagian atas benar-benar kering sebelum menyiram lagi. Frekuensi idealnya sekitar 7 hingga 10 hari sekali, meski dapat berubah mengikuti suhu dan kelembapan ruangan.Â
Perlu diingat, batang yang memanjang kurus dengan daun kecil tanpa lubang adalah sinyal paling umum bahwa monstera kekurangan cahaya. Suhu paling nyaman baginya berada pada kisaran 18 hingga 30 derajat Celsius, dan pertumbuhannya melambat bila suhu turun di bawah 15 derajat Celsius.
Baca juga: cara merawat monstera di ruangan minim cahaya
Kesalahan penyiraman menjadi penyebab tersering monstera merana. Kenali dulu tanda tanaman kekurangan air, lalu waspadai juga gejala sebaliknya, yaitu tanda tanaman terlalu banyak disiram yang justru membuat akar cepat membusuk.
Advertisement
Cara Merawat Tanaman Monstera lewat Media Tanam, Pemupukan, dan Repotting
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5424003/original/015149600_1764129367-pexels-fotios-photos-1301856.jpg)
Selain cahaya dan air, cara merawat tanaman monstera juga sangat bergantung pada kualitas media tanam dan nutrisi. Media yang gembur serta pemupukan berkala membuat akar bernapas lega dan daun tumbuh besar mengilap.
Monstera menyukai media yang porous dan cepat meniriskan air, tetapi tetap mampu menyimpan sedikit kelembapan. Jane Dobbs, pakar berkebun dari Allan's Gardeners, dikutip dari Real Homes, menyatakan, "Pot tanah liat sangat ideal karena memungkinkan kelebihan air menguap sehingga mencegah pembusukan akar."
-
Racik media tanam yang gembur: Campurkan tanah dengan lumut gambut atau sabut kelapa dan perlit agar drainase lancar sekaligus tetap menahan kelembapan yang dibutuhkan akar.
-
Pilih pot berlubang drainase: Gunakan pot dengan lubang di bagian bawah agar air berlebih dapat keluar dan risiko busuk akar menurun drastis.
-
Beri pupuk saat masa aktif tumbuh: Berikan pupuk seimbang atau pupuk lepas lambat pada musim tumbuh, umumnya setiap empat hingga enam minggu sekali, lalu hentikan saat pertumbuhan melambat.
-
Pegang prinsip secukupnya: Jangan memupuk berlebihan karena kelebihan nutrisi justru membuat akar stres dan media cepat rusak.
-
Lakukan repotting berkala: Ganti pot sekitar setahun sekali atau saat akar mulai melingkar dan keluar dari lubang drainase, dengan memilih pot yang beberapa sentimeter lebih besar.
-
Bersihkan gulma di pot: Cabut gulma sampai ke akarnya agar tidak merebut air dan nutrisi yang seharusnya diserap monstera.
Nutrisi memang berperan besar dalam mempercepat pertumbuhan daun. Paige Tailyn, ahli tanaman hias, dikutip dari Dengarden, menyatakan, "Pertama-tama, mereka lapar, mereka sangat menyukai makanan."
Untuk racikan media, Anda bisa mempelajari berbagai media tanam terbaik untuk tanaman hias dan menambahkan pupuk organik alami dari bahan rumah tangga. Bila Anda menyukai perawatan minimalis, ada pula daftar tanaman yang paling sedikit membutuhkan pupuk sebagai pembanding. Untuk urusan ukuran pot saat repotting, panduan soal perawatan monstera secara lengkap bisa jadi acuan, begitu pula dasar-dasar cara menanam tanaman yang benar bagi pemula.
Cara Merawat Tanaman Monstera agar Rimbun dan Bebas Hama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8335078/original/028793800_1782205654-marc-blue-K-o_iBHQn7w-unsplash.jpg)
Agar tampil menawan, monstera membutuhkan penyangga, kelembapan yang cukup, serta daun yang bersih. Menjaga tanaman dari serangan hama juga menjadi bagian penting dari cara merawat tanaman monstera.
Monstera adalah tanaman merambat, sehingga membutuhkan tiang tegak untuk menopang pertumbuhannya ke atas. Justin Hancock, hortikulturis Costa Farms, dikutip dari Espoma, menyatakan, "Karena monstera berasal dari daerah tropis, ia menyukai banyak kelembapan di udara."
-
Pasang turus atau moss pole: Tancapkan tiang lumut atau tiang sabut kelapa di dekat batang utama agar akar udara menempel, tanaman tumbuh tegak, dan daun berpeluang menjadi lebih besar.
-
Ikat batang dengan lembut: Gunakan tali kain atau tali taman yang lentur untuk mengikat batang ke turus secara longgar tanpa melukai jaringan tanaman.
-
Jaga kelembapan udara: Tingkatkan kelembapan hingga sekitar 60 persen dengan meletakkan pot di atas nampan berisi kerikil dan air, mengelompokkan tanaman, atau menggunakan pelembap ruangan.
-
Bersihkan daun dari debu: Lap permukaan daun secara berkala dengan kain lembut yang lembap agar debu tidak menghambat penyerapan cahaya dan proses fotosintesis.
-
Pangkas bagian yang rusak: Buang daun yang menguning, layu, atau kering menggunakan gunting bersih dan tajam untuk merangsang tunas baru yang lebih rimbun.
-
Periksa dan atasi hama: Pantau munculnya tungau laba-laba, kutu putih, atau thrips, lalu seka daun dengan kain basah dan aplikasikan sabun insektisida atau minyak neem bila diperlukan.
Untuk teras berukuran kecil, teknik menegakkan monstera pada turus penyangga di lahan sempit terbukti membuat tampilan lebih vertikal dan rapi. Rutin membersihkan daun monstera juga penting agar tetap mengilap. Bila daun mulai berubah warna, telusuri lebih dulu penyebab daun menguning atau layu, dan untuk serangan tungau, ikuti cara mengatasi tungau laba-laba yang efektif.
Baca juga: 7 kesalahan fatal pemula dalam merawat tanaman hias
Kalau monstera diletakkan di ruang ber-AC, pilihan tanaman hias indoor yang tahan AC dan minim cahaya bisa menjadi pendamping yang cocok di apartemen.
Advertisement
Mengenal Fenestrasi, Perbanyakan, dan Manfaat Tanaman Monstera
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562814/original/033717500_1776840715-monstera.jpg)
Salah satu daya tarik terbesar monstera adalah lubang dan sobekan pada daunnya yang disebut fenestrasi. Banyak pemilik baru bertanya-tanya mengapa daun monstera muda mereka masih utuh tanpa lubang sama sekali.
Jawabannya berkaitan dengan usia, cahaya, dan penyangga. Beatriz Garces, ahli dari Nature's Way Farms, dikutip dari Martha Stewart, menyatakan, "Daun akan mengembangkan lebih banyak lubang di lokasi dengan cahaya yang lebih terang."
-
Fenestrasi adalah tanda kedewasaan: Lubang dan belahan daun akan muncul seiring bertambahnya usia tanaman, ketersediaan cahaya terang tidak langsung, serta adanya penyangga untuk memanjat.
-
Lubang daun punya fungsi ekologis: Perforasi tersebut membantu memaksimalkan luas permukaan untuk menangkap cahaya sekaligus meloloskan air hujan agar daun tidak mudah rusak diterpa hujan deras.
-
Monstera butuh penyangga vertikal: Sebagaimana disampaikan Royal Horticultural Society, monstera merupakan tanaman pemanjat yang paling baik diikatkan pada tiang lumut yang lembap. Merujuk catatan Missouri Botanical Garden, tanpa penyangga tanaman ini cenderung tumbuh melebar secara horizontal.
-
Perbanyakan lewat stek bernode: Mengacu pada panduan University of Minnesota Extension, potongan batang harus memiliki node atau buku batang karena hanya di bagian itulah akar dan tunas baru dapat tumbuh. Potongan berisi daun tanpa node pada akhirnya akan membusuk.
-
Akar muncul dalam hitungan minggu: Setelah stek bernode direndam di air atau lumut sphagnum lembap, akar biasanya bermunculan dalam dua hingga empat minggu sebelum siap dipindahkan ke media tanam.
-
Beracun ringan bagi hewan peliharaan: Getah dan daun monstera dapat mengiritasi mulut serta saluran cerna kucing atau anjing jika tertelan, sehingga sebaiknya diletakkan jauh dari jangkauan hewan dan anak kecil.
-
Varietas variegata tumbuh lebih lambat: Monstera dengan corak putih atau krem cenderung tumbuh lebih pelan karena bagian daun yang tidak berklorofil kurang optimal dalam berfotosintesis.
-
Fungsi dekoratif dan penyegar ruangan: Selain estetis, monstera kerap dipakai sebagai tanaman pembatas ruangan tanpa sekat dan menjadi bagian dari koleksi tanaman indoor penyegar kualitas udara.
Jika ingin menambah koleksi, pelajari cara memperbanyak tanaman monstera melalui stek batang maupun stek air. Referensi klasik seperti 6 cara merawat tanaman monstera agar subur tetap relevan untuk pemula. Sebagai alternatif berbiaya ringan, ada pula trik membuat daun sirih gading tampak seperti monstera yang sedang populer.
Monstera juga bisa dirawat tanpa tanah dengan menaruhnya di media air dalam wadah kaca, sehingga cocok untuk sudut kerja. Bagi yang ingin mengombinasikannya, tersedia banyak inspirasi tanaman hias indoor pembersih udara, deretan tanaman hias indoor yang mudah dirawat, hingga pilihan tanaman hias indoor berdaun warna-warni yang membuat interior makin hidup.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Monstera
Berapa kali tanaman monstera perlu disiram dalam seminggu?
Umumnya monstera cukup disiram satu hingga dua kali seminggu, atau saat dua sampai tiga sentimeter media tanam bagian atas sudah terasa kering. Yang terpenting bukan jadwal kaku, melainkan kondisi media, sehingga hindari menyiram ketika media masih basah agar akar tidak membusuk.
Apakah tanaman monstera boleh terkena sinar matahari langsung?
Sebaiknya tidak, terutama sinar matahari siang yang terik karena dapat menghanguskan daun hingga muncul bercak cokelat. Monstera lebih ideal ditempatkan pada cahaya terang tidak langsung, misalnya di dekat jendela berlapis tirai tipis, sedangkan sedikit matahari pagi masih dapat ditoleransi.
Kenapa daun monstera tidak berlubang?
Daun yang belum berlubang umumnya terjadi pada tanaman muda yang belum dewasa, atau karena kekurangan cahaya dan kelembapan. Solusinya adalah memberikan cahaya terang tidak langsung yang cukup, menambah penyangga agar tanaman memanjat, serta bersabar menunggu daun-daun baru yang lebih besar tumbuh.
Pada akhirnya, cara merawat tanaman monstera bermuara pada konsistensi dalam memenuhi cahaya, air, dan media tanam yang tepat, lalu menyesuaikan perlakuan sesuai respons daunnya. Dengan penyangga yang kokoh, kelembapan yang terjaga, serta pemupukan berkala, monstera di rumah Anda akan tumbuh subur, rimbun, dan menghadirkan nuansa tropis yang menyegarkan setiap sudut ruangan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379757/original/085510100_1792646189-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__4_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4976748/original/009737400_1729605432-WISUDA_AKBAR_TAHFIDZ_QURAN_PELAJAR_TANGERANG_MENGAJI_-PJ_WALIKOTA_11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379636/original/087884800_1792642017-Screenshot_2026-10-22_104742.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548136/original/050648000_1775527655-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-07T090530.071.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288684/original/041810200_1783330611-Taman_Kering_dengan_Jalur_Batu_dan_Monstera.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367532/original/076720000_1791353020-SnapInsta-Ai_2499253408504246426_279948745.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379790/original/009342200_1792647660-9d06c822-0fcb-4019-bb3e-39407e0526de.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379778/original/055961900_1792647525-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359589/original/049606800_1790565087-Untitled2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321737/original/060703300_1786501343-Kereta_Api_Pandanwangi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354839/original/008590000_1790065253-F6ttHXTVRt98D4i212wbCCLbzoYcqayR3OokjOt1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321015/original/052454100_1786423967-Kedung_Sepur_SMT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379671/original/010868300_1792643648-2b4394cd-c761-4e08-8814-f491bcd346ad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379645/original/085109800_1792642700-Gemini_Generated_Image_2df5t62df5t62df5.jpg)