Liputan6.com, Jakarta Cara menanam daun bawang di rumah tergolong mudah dan tidak memerlukan lahan luas. Cukup manfaatkan batang sisa dapur, biji, atau bibit muda, lalu letakkan di lokasi yang cukup sinar matahari.
Daun bawang bisa tumbuh di gelas berisi air, pot, maupun polybag dengan media tanah gembur. Dengan perawatan sederhana, tanaman bumbu dapur ini dapat dipetik berkali-kali sepanjang tahun.
Daun bawang atau bunching onion (Allium fistulosum) sendiri termasuk keluarga Allium bersama bawang merah dan bawang putih. Sebagaimana diungkapkan University of Minnesota Extension, batang hijau dan putihnya tidak membentuk umbi besar seperti bawang bombai, sehingga cara menanam daun bawang relatif cepat memberi hasil dan cocok untuk pemula.
Advertisement
Cara Menanam Daun Bawang dari Batang Sisa Dapur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350642/original/017747800_1789626190-0e94f8dc-2a80-4320-a0ce-2d8685b98256.jpg)
Metode paling praktis dan hemat adalah memanfaatkan pangkal daun bawang yang biasanya terbuang. Bagian putih beserta akarnya masih menyimpan cadangan makanan sehingga bisa bertunas kembali. Karena itu, cara menanam daun bawang dari batang sisa ini bisa dilakukan di gelas berisi air maupun langsung di media tanah.
-
Pilih pangkal yang sehat: Sisakan sekitar 2-3 cm bagian putih daun bawang lengkap dengan akarnya. Makin banyak dan segar akarnya, makin cepat tunas baru tumbuh.
-
Rendam akar dalam air: Masukkan pangkal ke gelas bening, lalu isi air secukupnya sehingga hanya akar yang terendam dan pangkal tidak seluruhnya tenggelam agar tidak mudah busuk.
-
Letakkan di tempat terang: Simpan gelas di lokasi yang terkena sinar matahari, misalnya ambang jendela dapur, agar fotosintesis berjalan optimal.
-
Ganti air secara rutin: Sebagaimana disampaikan Food Network, air rendaman sebaiknya diganti setiap satu hingga dua hari agar tetap segar dan bebas bau.
-
Pindahkan ke tanah (opsional): Setelah tunas hijau mencapai 3-4 cm dan akar baru tumbuh, pindahkan ke pot berisi tanah supaya tanaman lebih kuat dan tahan lama.
-
Panen dan tumbuhkan lagi: Potong daun sesuai kebutuhan dan biarkan pangkalnya tetap di media agar terus bertunas.
Mengacu pada uji coba America's Test Kitchen, cadangan nutrisi pada pangkal putih hanya cukup untuk menumbuhkan daun satu hingga dua kali sebelum tanaman melemah. Yang perlu diingat bahwa daun bawang cenderung menjadi lebih kurus setiap kali ditumbuhkan ulang berulang kali.
Dilansir dari Reader's Digest, tunas hijau daun bawang bisa tumbuh kembali mendekati ukuran semula hanya dalam waktu sekitar satu minggu. Bila ingin membandingkan teknik lain, tersedia pula panduan menanam di air tanpa tanah maupun dari sisa potongan di rumah.
Baca juga: Cara Menanam Daun Bawang dari Sisa Bahan Dapur.
Advertisement
Cara Menanam Daun Bawang dari Biji
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301548/original/072401000_1784473647-Gemini_Generated_Image_ioyeoqioyeoqioye.jpg)
Menanam dari benih memang perlu kesabaran lebih, tetapi tanaman yang dihasilkan cenderung lebih kuat, tahan penyakit, dan rimbun. Meski begitu, cara menanam daun bawang dari biji tetap mudah diikuti asalkan penyemaian dan pemindahan bibit dilakukan dengan benar.
-
Siapkan benih dan media semai: Gunakan benih berkualitas, lalu isi tray semai atau polybag kecil dengan campuran tanah gembur dan pupuk kandang perbandingan 1:1.
-
Tabur benih: Buat lubang dangkal, isi 1-2 biji per lubang, kemudian tutup tipis dengan tanah sedalam sekitar 0,5-1 cm dan siram halus.
-
Jaga kelembapan: Pertahankan media tetap lembap tetapi tidak becek. Benih daun bawang biasanya berkecambah dalam satu hingga dua minggu.
-
Beri cahaya matahari pagi: Tempatkan wadah semai di lokasi terang agar bibit tidak tumbuh kurus dan pucat.
-
Jarangkan bibit: Berdasarkan panduan Savvy Gardening, benih berukuran kecil ditabur dangkal lalu bibit dijarangkan sehingga tersisa satu tanaman terkuat tiap titik tumbuh.
-
Pindah tanam: Setelah bibit berumur 4-6 minggu atau tinggi 10-15 cm, pindahkan ke pot, polybag, atau bedengan yang lebih luas.
Kesabaran memang dibutuhkan pada tahap awal. Merujuk Almanac, daun bawang umumnya siap dipanen sekitar 10-12 minggu setelah semai, bahkan bisa 8 minggu saat puncak musim tumbuh.
Panduan lengkap menanam daun bawang dari biji cocok bagi yang ingin memulai dari awal, sementara metode praktis lain bisa dicoba karena tak perlu lahan luas untuk memulainya.
Baca juga: Cara Menanam Daun Bawang di Rumah agar Hemat Belanja.
Cara Menanam Daun Bawang di Pot atau Polybag serta Perawatannya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363007/original/005384100_1790837383-Cara_menanam_daun_bawang_welsh_dari_rumpun_di_pot_terpisah__diawali_dengan_membuat_lubang.jpg)
Bagi yang tinggal di perkotaan, pot dan polybag menjadi solusi paling fleksibel. Media yang gembur, penyiraman teratur, dan cahaya matahari penuh adalah kunci cara menanam daun bawang agar tumbuh subur di wadah yang terbatas.
-
Pilih wadah dan media tanam: Gunakan pot atau polybag berdiameter 15-30 cm yang berlubang drainase, lalu isi campuran tanah, kompos, dan arang sekam dengan perbandingan 2:1:1.
-
Tanam bibit dengan tegak: Buat lubang sedalam kurang lebih 10 cm, masukkan bibit tegak, tutup bagian pangkal umbi dengan tanah, lalu padatkan perlahan agar akar mencengkeram.
-
Tempatkan di lokasi terbuka: Daun bawang membutuhkan minimal enam jam sinar matahari langsung setiap hari agar pertumbuhannya optimal.
-
Siram teratur: Siram pagi dan sore pada awal tanam, jaga media tetap lembap, dan hindari genangan air supaya akar tidak busuk.
-
Berikan pupuk: Tambahkan kompos atau pupuk kandang pada minggu ke-4 dan ke-8, atau gunakan pupuk kaya nitrogen sesuai anjuran kemasan.
-
Waspadai hama dan penyakit: Periksa kutu daun, thrips, ulat tanah, serta lalat pengorok daun, dan jaga kebersihan area tanam untuk mencegah serangan.
-
Panen bertahap: Daun bawang bisa dipanen setelah sekitar 2,5 bulan dengan cara memotong daun dan menyisakan pangkalnya agar tumbuh kembali.
Daun bawang menyukai lokasi terbuka yang hangat dan terang. Tanam di tanah yang sudah digemburkan pada lokasi yang terang dan hangat, maka tanaman akan tumbuh dengan baik. Sebagaimana diungkapkan Epic Gardening, tanaman ini bahkan bisa dibudidayakan di dalam ruangan asalkan mendapat cahaya yang cukup, misalnya dengan bantuan lampu tanam.
Saat memanen, teknik potong-tumbuh sangat dianjurkan agar panen berkelanjutan. Jennifer Cassels dikutip dari The Kitchn menyarankan, "Saat memanen, sisakan kira-kira satu inci daun bawang di atas permukaan tanah untuk memudahkan siklus tumbuh kembali berulang."
Sebagaimana dikutip dari Sow True Seed, daun bawang bisa mulai dipetik ketika batangnya sebesar pensil, dan jika muncul tangkai bunga sebaiknya segera dipanen. Panen tanaman yang paling besar lebih dulu agar sisanya terus tumbuh dan masa panen menjadi lebih panjang.
Wadah terbatas seperti ini juga membuat daun bawang termasuk sayuran yang tidak membutuhkan banyak ruang. Anda bisa memakai teknik menanam bawang daun di polybag, mengikuti panduan menanam sayuran di pot atau polybag untuk pemula, mencoba sistem daun bawang hidroponik, atau menyiapkannya agar bisa dipanen sepanjang tahun.
Baca juga: Sayuran yang Paling Cepat Panen di Pot atau Polybag dan cara menanam sayuran di pagar rumah.
Advertisement
Manfaat Daun Bawang untuk Kesehatan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350644/original/046887500_1789626190-1999.jpg)
Selain mudah ditanam, daun bawang menyimpan beragam nutrisi yang sayang dilewatkan. Sayuran ini kerap menjadi pelengkap soto, martabak, hingga telur dadar, sekaligus menyumbang vitamin dan senyawa bermanfaat bagi tubuh.
Sebagai bagian keluarga Allium, daun bawang berkerabat dengan bawang putih dan bawang bombai yang juga dikenal kaya khasiat. Berikut sejumlah manfaat daun bawang yang perlu diketahui.
-
Sumber vitamin dan mineral: Daun bawang mengandung vitamin A, C, dan K serta mineral seperti kalsium, magnesium, dan kalium yang mendukung fungsi tubuh.
-
Rendah kalori: Satu batang utuh hanya menyumbang sedikit kalori sehingga aman menambah bobot dan rasa makanan tanpa membuat asupan melonjak.
-
Mengandung antioksidan: Kandungan quercetin pada daun bawang berperan sebagai antioksidan yang dikaitkan dengan kesehatan pembuluh darah.
-
Menjaga kesehatan mata: Senyawa lutein dan zeaxanthin membantu melindungi jaringan mata dari kerusakan oksidatif.
-
Mendukung kesehatan tulang: Kombinasi vitamin K, kalsium, dan magnesium bermanfaat menjaga kepadatan serta kekuatan tulang.
-
Membantu menjaga tekanan darah: Kandungan kalium dan senyawa aktifnya turut mendukung sistem kardiovaskular yang lebih sehat.
-
Memperkaya cita rasa masakan: Aroma dan rasa khasnya membuat hidangan terasa lebih sedap sekaligus menambah nilai gizi.
Beragam khasiat tersebut membuat sayuran ini layak selalu tersedia di dapur. Anda dapat menyimak ulasan bahwa daun bawang kaya vitamin, mengenal manfaat konsumsi daun bawang lainnya, hingga manfaat daun bawang untuk kecantikan.
Baca juga: Sayuran yang Paling Cepat Tumbuh di Polybag dan rahasia menanam bayam di polybag.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Daun Bawang
Berapa lama daun bawang dari batang mulai tumbuh?
Daun bawang dari batang biasanya mulai menumbuhkan tunas hijau hanya dalam beberapa hari dan dapat dipetik dalam waktu sekitar satu hingga dua minggu. Jika ditanam dari biji, panen umumnya baru bisa dilakukan sekitar 2,5 bulan setelah tanam.
Apakah daun bawang bisa ditanam hanya di air tanpa tanah?
Bisa, terutama untuk jangka pendek dengan merendam pangkal berakar di dalam air bersih. Namun, air saja tidak menyediakan cukup nutrisi dalam jangka panjang, sehingga tanaman sebaiknya dipindahkan ke media tanah agar tetap kuat dan produktif.
Mengapa daun bawang yang ditanam mudah busuk atau menguning?
Penyebab paling umum adalah media yang terlalu basah atau tergenang, kurang cahaya matahari, serta kekurangan nutrisi. Memperbaiki drainase wadah, memindahkan tanaman ke lokasi yang lebih terang, dan memberi pupuk secukupnya biasanya mampu mengatasi masalah ini.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548136/original/050648000_1775527655-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-07T090530.071.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5366712/original/012753800_1759284886-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__79_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511150/original/031336900_1771895236-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-24T080652.405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354839/original/008590000_1790065253-F6ttHXTVRt98D4i212wbCCLbzoYcqayR3OokjOt1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350641/original/007766700_1789626190-bf58f43e-8406-4538-878c-b9fbbb6de04c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344343/original/090895800_1788943164-5ff7cf82-730d-484b-b64f-3c8c838da061.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337336/original/087375700_1788242409-8becbc25-1f56-4164-9ee8-69f9ad80d77c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291440/original/003046700_1783562274-f7586dd2-0444-4d0f-bf38-52e24709157b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4043996/original/034839100_1654500854-vegetables-1939663_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304166/original/078523700_1784708968-d72a30bf-b15c-422e-beea-615b430d87a7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5459198/original/014118900_1767155704-kebun_daun_bawang_dari_botol_plastik_bekas_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305595/original/014033800_1784798301-e7a63793-05d4-4496-b7bf-d5b2f48ee7bd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4044057/original/051596000_1654504184-pexels-larisa-p-4965200.jpg)