Cara Merawat Daun Bawang Saat Musim Hujan agar Tidak Busuk dan Tetap Subur

Cara merawat daun bawang saat musim hujan agar tidak busuk: atur drainase, pakai media porous, kurangi penyiraman, cegah jamur, hingga panen tetap segar.

Diterbitkan 26 Oktober 2026, 11:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Daun bawang mudah membusuk saat hujan terus mengguyur karena media tanam menjadi terlalu basah dan akar kekurangan oksigen. Inti cara merawat daun bawang saat musim hujan ada pada drainase yang lancar serta penyiraman yang dikurangi.

Selain itu, sirkulasi udara yang baik dan pencegahan jamur sama pentingnya agar tanaman tetap sehat. Dengan media porous dan pot yang ditinggikan, cara merawat daun bawang saat musim hujan menjadi jauh lebih sederhana, bahkan bagi Anda yang baru mulai menanam daun bawang di rumah.

Daun bawang termasuk tanaman berakar dangkal yang membutuhkan kelembapan stabil, tetapi sangat rentan membusuk bila terendam air berkepanjangan. Dilansir dari University of Minnesota Extension, tanaman bawang berakar dangkal, membutuhkan kelembapan yang konsisten, dan tumbuh paling baik pada tanah berdrainase baik dengan kandungan bahan organik yang tinggi serta pH 6,0 hingga 7,0.

Cara Merawat Daun Bawang Saat Musim Hujan agar Tidak Busuk

Mengacu pada Harvest to Table, di wilayah yang sering hujan atau bertanah lambat menyerap air, daun bawang sebaiknya ditanam pada bedengan yang ditinggikan karena media yang kaya bahan organik akan mengalirkan air dengan cepat.

Prioritas pertama dalam cara merawat daun bawang saat musim hujan adalah memastikan air cepat mengalir dan tidak menggenang di sekitar perakaran. Beberapa penyesuaian sederhana pada media, pot, dan jadwal siram sudah cukup untuk menyelamatkan tanaman dari pembusukan.

  1. Perbaiki drainase sejak awal: Pastikan pot atau polybag memiliki lubang pembuangan yang cukup, atau gunakan bedengan tinggi agar air hujan cepat mengalir. Prinsip memperbaiki drainase pada tanaman sejenis seledri juga berlaku untuk daun bawang.

  2. Pakai media tanam porous: Campur tanah dengan sekam bakar, cocopeat, perlit, atau pasir agar aliran air lancar dan udara tetap masuk ke akar. Hindari tanah kebun murni yang padat karena menahan air terlalu lama, seperti anjuran pada media tanam organik yang gembur.

  3. Kurangi frekuensi penyiraman: Saat media masih basah akibat hujan, hentikan dulu penyiraman dan cek kelembapan dengan jari. Siram hanya bila permukaan media mulai mengering, sejalan dengan panduan melindungi taman menjelang musim hujan.

  4. Tinggikan posisi pot: Angkat pot menggunakan kaki pot, bata, atau penyangga stabil agar air punya ruang keluar dan dasar pot tidak menempel ke genangan. Cara ini juga dipakai untuk tanaman pot outdoor tahan hujan lainnya.

  5. Teduhkan saat hujan deras: Pindahkan pot sementara ke teras beratap bila curah hujan sangat tinggi, tetapi jangan menutup tanaman dengan plastik secara rapat dalam waktu lama karena kondisi terlalu lembap justru meningkatkan risiko penyakit. Prinsip serupa berlaku untuk tanaman di teras saat musim hujan.

Cara Mencegah Busuk Akar dan Jamur pada Daun Bawang di Musim Hujan

Udara lembap dan daun yang terus basah adalah pemicu utama penyakit, sehingga pencegahan jamur wajib masuk dalam rangkaian cara merawat daun bawang saat musim hujan. Fokusnya adalah menjaga daun tetap kering, membuang sumber penyakit, dan merapikan jarak tanam.

Berdasarkan laporan Bayer, penyakit daun pada bawang umumnya muncul pada periode cuaca basah, meliputi downy mildew, purple blotch, dan Stemphylium leaf blight yang disebarkan angin serta percikan air hujan. Untuk mencegah busuk akar dan jamur pada daun bawang:

  1. Beri jarak dan sirkulasi udara: Jangan menanam terlalu rapat agar daun cepat kering setelah hujan. Hindari penanaman yang terlalu rapat, tata barisan searah arah angin dominan, dan jangan menanam di area yang berdrainase buruk. Kenali pula ragam hama dan penyakit tanaman sejak dini.

  2. Siram di pangkal pada pagi hari: Arahkan air ke media, bukan ke daun, dan lakukan di pagi hari agar permukaan cepat kering sebelum malam. Teknik fokus menyiram ke zona akar ini menekan penyebaran jamur.

  3. Buang daun busuk dan sisa tanaman: Segera pangkas daun yang menguning atau membusuk dan singkirkan serasah di sekitar media. Daun yang rusak atau bunga yang membusuk sebaiknya segera dibersihkan, dan materi tanaman bergejala penyakit jangan sembarangan dimasukkan ke kompos.

  4. Gunakan pelindung jamur bila perlu: Untuk serangan ringan, manfaatkan pestisida nabati seperti larutan bawang putih atau neem oil sebelum beralih ke fungisida. Merujuk Dixondale Farms, fungisida dapat diaplikasikan setiap 7 hingga 10 hari sebagai pencegahan, dan setiap 5 hingga 7 hari bila ujung daun mulai menguning atau mencokelat sebagai tanda awal penyakit. Resep sederhana bisa dilihat pada ulasan pestisida alami untuk tanaman.

  5. Waspadai hama penyuka lembap: Musim hujan mengundang siput, bekicot, dan lalat tanah (fungus gnats) yang betah di media basah. Lalat kecil yang beterbangan dari media adalah tanda tanah terlalu basah, sebab larvanya hidup di media yang terus lembap, sehingga perlu dibiarkan mengering di bagian atas. Atasi juga siput dan bekicot di pot saat musim hujan dan serangan ulat daun.

Cara Pemupukan dan Perawatan Lanjutan Daun Bawang di Musim Hujan

Setelah akar aman dari genangan, langkah berikutnya dalam cara merawat daun bawang saat musim hujan adalah menjaga nutrisi dan kebersihan tanaman. Pemupukan yang pas membuat daun tetap hijau tanpa membuat tanaman rentan penyakit.

  1. Pupuk nitrogen secukupnya: Daun bawang menyukai nitrogen untuk pertumbuhan daun, tetapi jangan berlebihan. Terlalu banyak nitrogen justru membuat tanaman lambat matang, berleher besar yang sulit kering, dan berkualitas simpan buruk. Anda bisa memakai pupuk organik dari sisa dapur dengan dosis tipis.

  2. Rajin bersihkan gulma: Gulma bersaing merebut hara dan menjaga area tetap lembap. Permukaan tanah yang lembap mengundang siput, lintah, dan penyakit akar, sehingga kebersihan media penting dijaga.

  3. Panen dengan cara memotong: Petik daun bagian luar atau potong di atas pangkal agar tunas baru terus tumbuh. Memanen dengan memotong bagian atasnya saja membuat daun bawang dapat dipanen hingga beberapa kali. Pelajari pola menumbuhkan daun bawang di rumah dan dari menanam daun bawang dari batang.

  4. Jaga hasil panen tetap kering: Keringkan daun bawang sebelum disimpan karena kelembapan berlebih mempercepat pembusukan. Simak teknik menyimpan daun bawang agar awet dalam kondisi kering.

  5. Rotasi dan ganti media bermasalah: Bila satu rumpun pernah busuk, jangan langsung menanam ulang daun bawang di media yang sama. Tanaman yang sudah membusuk tidak dapat diselamatkan, cukup diangkat dan dibuang, sedangkan tanah menjadi sumber masalah karena patogen pembusuk bertahan di media.

Kesalahan yang Sering Membuat Daun Bawang Gagal di Musim Hujan

Banyak kegagalan merawat daun bawang bukan karena bibit jelek, melainkan karena kebiasaan keliru yang membuat akar terlalu basah. Mengenali kesalahan berikut akan menghemat waktu sekaligus menyelamatkan tanaman dari pembusukan.

  • Menyiram padahal media masih basah: Kebiasaan menyiram rutin tanpa mengecek kelembapan membuat akar terendam. Busuk akar biasanya berkembang ketika tanah tetap basah terlalu lama sehingga memberi kondisi ideal bagi jamur, maka biarkan media sedikit mengering lebih dulu.

  • Memakai pot tanpa lubang atau media padat: Pot tanpa lubang pembuangan yang berfungsi, atau media berat yang menahan air seperti spons, akan membusukkan akar meski penyiraman hati-hati, karena air harus mengalir keluar, bukan menggenang.

  • Menanam terlalu rapat: Jarak yang terlalu dekat menghambat sirkulasi udara dan memperlama daun tetap basah, memudahkan jamur menyebar.

  • Membiarkan daun busuk menumpuk: Serasah dan daun membusuk menjadi sarang penyakit serta rumah bagi siput dan bekicot.

  • Membungkus tanaman dengan plastik rapat: Perlindungan dari hujan deras berbeda dengan menutup tanaman tanpa sirkulasi; udara yang terperangkap memicu kelembapan berlebih.

  • Memberi pupuk nitrogen berlebihan: Pemupukan nitrogen berlebih memperbanyak kanopi daun dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit.

  • Menanam ulang di media bekas yang pernah busuk: Patogen busuk akar bertahan di media lama, sehingga sebaiknya ganti atau sterilkan media terlebih dahulu.

Sebagaimana dilaporkan MasterClass, daun bawang butuh banyak kelembapan dan sirkulasi udara, sehingga media harus dijaga lembap tetapi tetap berdrainase baik untuk menghilangkan peluang busuk akar. Mengutip Epic Gardening, kelembapan berlebih dapat memicu beberapa bentuk busuk akar pada daun bawang, sehingga kadar air perlu dijaga secukupnya.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Perawatan Daun Bawang di Musim Hujan

Berapa kali menyiram daun bawang saat musim hujan?

Kurangi frekuensi penyiraman dan andalkan air hujan yang sudah membasahi media. Cek dulu dengan jari, dan siram hanya bila permukaan media mulai kering; bila hujan sudah cukup membasahi, hentikan penyiraman agar akar tidak tergenang.

Kenapa daun bawang cepat busuk saat musim hujan?

Penyebab utamanya adalah air yang menggenang akibat drainase buruk sehingga akar kekurangan oksigen dan memicu jamur pembusuk. Karena daun bawang berakar dangkal, kondisi media yang terus becek membuat pangkal dan akar cepat lunak lalu membusuk.

Apakah daun bawang perlu dipindahkan saat hujan deras?

Jika ditanam di pot, sebaiknya pindahkan sementara ke tempat terlindung seperti teras beratap saat hujan sangat deras. Pastikan lubang drainase lancar dan pot ditinggikan, serta hindari membungkus tanaman dengan plastik rapat karena justru menahan kelembapan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6