6 Cara Membuat Pupuk Organik Sisa Dapur untuk Menyuburkan Tanaman

Cara membuat pupuk organik sisa dapur dengan memanfaatkan limbah sayur, buah, kulit telur, dan bahan organik lain untuk menyuburkan tanaman.

Diterbitkan 23 September 2026, 12:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat pupuk organik sisa dapur bisa menjadi solusi sederhana untuk mengurangi sampah rumah tangga. Sisa sayuran, buah, kulit telur, dan ampas kopi dapat diolah menjadi pupuk alami yang bermanfaat bagi tanaman. Prosesnya pun mudah.

Pengolahan limbah dapur menjadi pupuk dapat dilakukan melalui pengomposan atau fermentasi. Cara ini membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA sekaligus menyediakan nutrisi alami untuk tanaman di rumah. Hasil olahannya dapat dimanfaatkan dengan baik.

Pupuk dari sisa dapur juga dapat mendukung kesuburan tanah dan kebun rumahan. Dengan memanfaatkan bahan yang tersedia, limbah organik dapat diolah secara praktis sekaligus membantu menjaga lingkungan tetap bersih. Metode ini juga sederhana dan mudah diterapkan. Simak 6 caranya berikut ini, dirangkum Liputan6.com pada Rabu (23/9/2026).

1. Cara Membuat Kompos Padat dari Sisa Dapur

Kompos padat dapat dibuat dari sisa sayuran, kulit buah, cangkang telur, dan limbah organik lain yang mudah terurai.

  • Siapkan ember atau wadah komposter yang memiliki lubang aerasi dan drainase.
  • Potong sisa dapur menjadi bagian kecil agar lebih cepat terurai, lalu hancurkan cangkang telur.
  • Letakkan sekam atau bahan kering sebagai lapisan dasar, kemudian tambahkan sisa dapur dan tutupi dengan tanah atau bahan coklat seperti daun kering.
  • Ulangi pelapisan hingga bahan habis dengan perbandingan bahan basah dan kering sekitar 1:2.
  • Jaga campuran tetap lembap, tetapi tidak terlalu basah.
  • Aduk kompos sekitar seminggu sekali agar mendapat cukup udara.
  • Setelah beberapa minggu hingga matang, kompos akan berubah menjadi cokelat kehitaman, bertekstur remah, dan beraroma seperti tanah.

2. Cara Membuat Pupuk Organik Cair (POC) dari Sisa Dapur

POC dapat dibuat dengan memanfaatkan sisa sayuran, kulit buah, atau buah yang sudah terlalu matang.

  • Siapkan wadah tertutup, air bersih, gula merah atau molase, serta EM4 atau bioaktivator.
  • Potong kecil seluruh limbah organik agar proses penguraian berlangsung lebih cepat.
  • Masukkan bahan ke dalam wadah, kemudian tambahkan air hingga seluruh bahan terendam.
  • Masukkan sekitar 5 sendok makan gula atau molase dan bioaktivator sesuai petunjuk produk.
  • Jangan mengisi wadah sampai penuh karena proses fermentasi dapat menghasilkan gas.
  • Tutup wadah dan simpan di tempat teduh.
  • Fermentasi dapat berlangsung sekitar 2–4 minggu, tergantung bahan dan kondisi.
  • Sesekali buka tutup untuk mengeluarkan gas.
  • Setelah matang, saring cairannya dan encerkan dengan air sebelum digunakan sebagai pupuk untuk tanaman.

3. Cara Membuat POC dari Kulit Pisang

Kulit pisang dapat dimanfaatkan sebagai bahan POC karena mudah difermentasi dan mengandung berbagai unsur mineral yang dibutuhkan tanaman.

  • Untuk membuatnya, siapkan sekitar 10–15 kulit pisang, air bersih, serta botol atau wadah tertutup.
  • Cuci kulit pisang jika diperlukan, kemudian potong menjadi bagian kecil agar lebih mudah terurai.
  • Masukkan potongan kulit pisang ke dalam botol, lalu tambahkan air hingga bahan terendam.
  • Sisakan sedikit ruang di bagian atas wadah untuk menampung gas hasil fermentasi.
  • Tutup wadah dan simpan di tempat teduh selama sekitar tiga hari sesuai metode sederhana ini.
  • Setelah fermentasi selesai, saring cairannya untuk memisahkan potongan kulit pisang.
  • Sebelum diaplikasikan, encerkan POC dengan air agar konsentrasinya tidak terlalu kuat bagi tanaman.
  • Gunakan secukupnya pada media tanam.

4. Cara Membuat Pupuk dari Nasi Basi

Nasi basi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membantu proses penguraian bahan organik.

  • Salah satu cara sederhana adalah membentuk nasi basi menjadi bola-bola kecil, kemudian menempatkannya dalam wadah yang sesuai untuk proses fermentasi.
  • Alternatif lainnya, nasi basi dapat dicampurkan dengan tanah agar bahan tidak terlalu padat dan memiliki sirkulasi udara yang lebih baik.
  • Jika digunakan bersama bahan organik lain, potong sisa sayuran atau buah menjadi bagian kecil terlebih dahulu.
  • Campurkan bahan secara merata dan pastikan kondisinya lembap, bukan terlalu basah.
  • Wadah kemudian ditutup, tetapi tetap perlu memperhatikan sirkulasi udara dan gas yang mungkin terbentuk selama proses penguraian.
  • Setelah bahan terurai dan tidak lagi berbau menyengat, hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik untuk tanah atau campuran kompos.

5. Cara Membuat Kompos dengan Metode Bokashi

Bokashi merupakan salah satu metode pengolahan sampah organik dengan bantuan mikroorganisme untuk mempercepat proses fermentasi.

  • Sisa sayuran dan buah dapat digunakan sebagai bahan utama, kemudian dicacah menjadi potongan kecil. Siapkan wadah yang dapat ditutup dan tambahkan bahan organik secara bertahap.
  • Setiap lapisan dapat dicampur atau ditaburi bahan fermentasi seperti dedak yang telah diberi larutan bioaktivator.
  • Tekan bahan agar cukup padat, kemudian tutup wadah untuk menciptakan kondisi fermentasi.
  • Pastikan kelembapannya cukup tanpa membuat bahan terlalu basah.
  • Selama proses, wadah sebaiknya tidak terlalu sering dibuka agar kondisi fermentasi tetap terjaga.
  • Setelah proses selesai, bokashi biasanya belum sepenuhnya menyerupai kompos matang.
  • Hasil fermentasi dapat dicampurkan ke tanah dan dibiarkan mengalami penguraian lanjutan sebelum digunakan sebagai media tanam.

6. Cara Membuat Kompos melalui Lubang Biopori

Lubang biopori dapat menjadi pilihan untuk mengolah sisa dapur secara langsung di lingkungan rumah.

  • Siapkan lubang biopori pada area tanah yang sesuai, kemudian masukkan sisa sayuran, kulit buah, daun, atau bahan organik lain yang mudah terurai.
  • Sebelum dimasukkan, potong bahan menjadi bagian kecil agar lebih cepat mengalami penguraian.
  • Hindari memasukkan minyak, makanan bersantan, daging, atau bahan yang dapat mengundang hama dan menimbulkan bau.
  • Masukkan limbah organik secukupnya ke dalam lubang dan biarkan mikroorganisme tanah menguraikannya secara alami.
  • Tambahkan sisa dapur secara berkala ketika sebagian bahan mulai menyusut.
  • Selain membantu mengurangi sampah organik rumah tangga, metode ini dapat menghasilkan bahan organik yang kembali ke tanah.
  • Lubang biopori juga membantu meningkatkan resapan air sehingga memiliki manfaat tambahan bagi lingkungan sekitar rumah.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Pupuk Organik Sisa Dapur

Apa itu pupuk organik dari sisa dapur?

Pupuk organik dari sisa dapur adalah pupuk alami yang dihasilkan dari proses pengomposan atau fermentasi limbah organik rumah tangga seperti sisa sayuran, buah, kulit telur, dan ampas kopi.

Apa manfaat utama membuat pupuk organik dari sisa dapur?

Manfaat utamanya meliputi pengurangan sampah (sekitar 1-2 kg per minggu per rumah tangga), penghematan biaya pupuk, tanaman lebih sehat karena unsur hara lengkap, ramah lingkungan dengan mengurangi emisi metana, serta peningkatan pertumbuhan tanaman.

Bahan sisa dapur apa saja yang bisa digunakan untuk pupuk organik?

Bahan yang bisa digunakan antara lain sisa sayuran dan buah, kulit pisang, ampas kopi dan sisa teh, cangkang telur, air cucian beras, sisa nasi basi, sisa ikan atau tulang ikan, kulit bawang, dan kulit kacang.

Bahan sisa dapur apa yang harus dihindari?

Hindari daging, susu, minyak, bahan yang mengandung garam atau protein hewani, serta sayuran yang mengandung sisa minyak atau bumbu dapur seperti santan, karena dapat menimbulkan bau busuk, menarik hama, atau mengganggu proses dekomposisi.

Berapa lama proses fermentasi untuk membuat Pupuk Organik Cair (POC)?

Proses fermentasi untuk POC biasanya memerlukan waktu antara 2 hingga 4 minggu, meskipun beberapa sumber menyebutkan dapat matang dalam 7-14 hari.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6