Liputan6.com, Jakarta - Pupuk ternyata mudah dibuat dari sisa sampah organik, salah satunya kulit pisang. Bagian buah yang sering dibuang setelah dikonsumsi ini masih bisa dimanfaatkan kembali untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman yang ditanam di area pekarangan.
Meski begitu, kulit pisang tidak bisa langsung digunakan begitu saja karena perlu diolah melalui proses fermentasi. Setelah ditutup selama beberapa waktu di dalam wadah, pupuk alami yang ramah lingkungan ini bisa langsung diaplikasikan.
Jadi, ingin tahu proses pembuatannya? Mari simak selengkapnya, dihadirkan Liputan6, Rabu (7/10).
Advertisement
Kulit Pisang Mengandung Zat yang Dibutuhkan Tanaman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5500547/original/085893600_1770869635-unnamed__13_.jpg)
Kulit pisang mengandung sejumlah unsur seperti kalium, fosfor dan nitrogen. Dari proses fermentasi, mikroorganisme pengurai (seperti EM4) akan memecah karbohidrat dan protein padat dalam kulit pisang menjadi cairan atau kompos yang kaya nutrisi.
Larutan hasil fermentasi sebaiknya digunakan dalam jumlah yang tidak berlebihan agar media tanam tetap terjaga.
Cairan pupuk organik ini bisa diberikan dengan mencampurkannya ke dalam 100 ml air. Lalu, siramkan sekitar 200 ml – 250 ml atau sewadah gelas kecil ketika dua minggu sekali. Waktu pemberiannya adalah pagi dan sore.
Advertisement
Siapkan Bahan dan Wadah
Proses pembuatannya sendiri sangatlah mudah. Mula-mula, siapkan kulit pisang, air, gula merah atau gula pasir, serta wadah yang memiliki penutup. Gunakan kulit pisang yang sudah dibersihkan dari sisa buah.
Langkah-langkah:
- Potong kulit pisang menjadi bagian kecil.
- Masukkan potongan ke dalam wadah.
- Tambahkan air secukupnya.
- Masukkan gula dengan perbandingan yang sesuai.
- Aduk bahan hingga tercampur.
Potong Kulit Pisang Sebelum Difermentasi
Pemotongan membuat bagian kulit pisang menjadi lebih kecil sehingga lebih mudah tercampur dengan air dan bahan lain. Tahap ini juga membantu proses penguraian berlangsung pada seluruh bagian bahan.
Kulit pisang sebaiknya dicuci terlebih dahulu untuk mengurangi kotoran yang menempel. Setelah itu, tiriskan sebelum dipotong agar air tambahan tidak terlalu banyak.
Langkah-langkah:
- Cuci kulit pisang.
- Tiriskan hingga tidak banyak air tersisa.
- Potong kecil-kecil.
- Masukkan ke wadah fermentasi.
- Sisakan ruang di dalam wadah.
Advertisement
Lakukan Fermentasi dengan Wadah Tertutup
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5520168/original/073863700_1772607989-Gemini_Generated_Image_rigw46rigw46rigw.jpeg)
Setelah bahan tercampur, wadah ditutup dan disimpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Selama proses berlangsung, bahan akan mengalami perubahan akibat aktivitas penguraian.
Wadah tidak perlu sering dibuka karena udara dari luar bisa masuk dan mengganggu proses yang sedang berlangsung. Jika tekanan di dalam wadah meningkat, buka tutup secara perlahan untuk mengeluarkan gas.
Langkah-langkah:
- Tutup wadah setelah semua bahan tercampur.
- Simpan di tempat teduh.
- Periksa wadah secara berkala.
- Keluarkan gas jika tekanan meningkat.
- Lanjutkan proses hingga fermentasi selesai.
Saring Larutan Sebelum Digunakan
Setelah proses selesai, bagian cair dan sisa kulit pisang perlu dipisahkan. Larutan yang sudah disaring bisa disimpan dalam wadah lain untuk digunakan sesuai kebutuhan tanaman.
Sisa kulit pisang tidak harus langsung dibuang. Bahan tersebut bisa dimasukkan ke kompos atau dikembalikan ke tanah setelah proses penguraian berlanjut.
Langkah-langkah:
- Siapkan saringan.
- Tuangkan hasil fermentasi secara perlahan.
- Pisahkan bagian cair dari ampas.
- Simpan larutan dalam wadah bersih.
- Beri label tanggal penyimpanan.
Advertisement
Encerkan Sebelum Diberikan ke Tanaman
Larutan hasil fermentasi sebaiknya tidak langsung dituangkan dalam jumlah banyak ke media tanam. Pengenceran dengan air membantu mengurangi konsentrasi larutan sebelum digunakan.
Takaran bisa disesuaikan dengan kondisi tanaman dan media tanam. Jika baru pertama kali menggunakan larutan tersebut, gunakan dalam jumlah kecil sambil melihat respons tanaman.
Pemberian juga tidak perlu dilakukan setiap hari. Perhatikan kondisi media tanam dan kebutuhan tanaman sebelum menentukan waktu penggunaan berikutnya.
Simpan dan Gunakan dengan Cara yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335550/original/031043000_1787995194-Panen_cabai.jpg)
Larutan fermentasi perlu disimpan dalam wadah tertutup dan ditempatkan jauh dari paparan matahari langsung. Perubahan bau, warna, atau kondisi larutan perlu diperhatikan sebelum digunakan.
Jika muncul tanda yang tidak biasa, sebaiknya larutan tidak langsung diberikan kepada tanaman. Gunakan hanya larutan yang prosesnya berjalan sesuai kondisi yang diharapkan.
Langkah-langkah:
- Simpan dalam wadah tertutup.
- Letakkan di tempat teduh.
- Hindari panas langsung.
- Encerkan sebelum penggunaan.
- Gunakan secukupnya pada media tanam.
Advertisement
Manfaatkan Sisa Kulit Pisang dari Dapur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5442219/original/044669400_1765531382-Ilustrasi_Pupuk_Cair_Kulit_Pisang.jpg)
Membuat pupuk kulit pisang fermentasi bisa menjadi cara untuk mengurangi sisa bahan makanan dari rumah. Kulit yang sebelumnya dibuang dapat dialihkan menjadi bahan yang masih bisa dimanfaatkan.
Kebiasaan ini juga bisa diterapkan bersama pengelolaan sampah dapur lainnya. Kulit buah, sisa sayuran, dan bahan organik tertentu dapat dipisahkan agar lebih mudah diolah.
Dengan cara tersebut, kegiatan merawat tanaman sekaligus bisa menjadi bagian dari kebiasaan mengurangi sampah rumah tangga. Prosesnya sederhana, tetapi tetap membutuhkan perhatian pada setiap tahap.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Pupuk Kulit Pisang Fermentasi
Apakah kulit pisang bisa dijadikan pupuk?
Bisa. Kulit pisang mengandung bahan organik yang dapat dimanfaatkan kembali melalui proses pengolahan sebelum diberikan kepada tanaman.
Berapa lama fermentasi kulit pisang?
Waktu fermentasi bergantung pada bahan dan kondisi penyimpanan. Proses perlu dipantau secara berkala sampai larutan siap digunakan.
Apakah air fermentasi kulit pisang bisa langsung digunakan?
Sebaiknya larutan diencerkan terlebih dahulu sebelum diberikan kepada tanaman. Penggunaan dalam jumlah kecil juga membantu melihat respons tanaman.
Apa manfaat kulit pisang untuk tanaman?
Kulit pisang mengandung bahan yang berasal dari jaringan tanaman sehingga bisa dimanfaatkan kembali setelah melalui proses pengolahan.
Apakah kulit pisang bisa dimasukkan ke kompos?
Bisa. Kulit pisang dapat menjadi salah satu bahan organik dalam pengomposan bersama sisa tanaman dan bahan dapur lain yang sesuai.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360581/original/027882600_1758710334-prabowo_anies.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367654/original/007339100_1791359633-HOAX__32_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367806/original/093780900_1791362859-purbaya_KPK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4998321/original/035227900_1731211487-cek_fakta_undian_bpd_bali.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3210305/original/068100500_1597540043-banana-614090_1920.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327771/original/017691600_1787123566-fdf06dd0-dd45-46e5-b374-3d469ecc6515.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5538165/original/033087200_1774504655-Gemini_Generated_Image_2f43dt2f43dt2f43.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570664/original/025574900_1777535687-Panen_Melon_Manis_di_Halaman_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329504/original/034569900_1787283654-6eunHKz8HMqw8JsnMBhc00QVYLR0sJSpAjxug68s.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339813/original/043317800_1788429733-IMG-20260903-WA0058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311876/original/021192100_1785466813-f2e8f81f-a184-4b73-8fe4-058661b7381c.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499735/original/071717800_1770793407-b102d1a1-50be-414a-a631-82831acb91f1.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335713/original/065393100_1788055132-22a03fb8-96dc-4553-afb7-e8b7261b5f4e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4114708/original/071154900_1659765780-drew-jemmett-qEcWgrTG578-unsplash_1_.jpg)