Liputan6.com, Jakarta - Tanaman cabai yang pertumbuhannya lambat tidak selalu harus diberi pupuk mahal. Beberapa bahan yang biasanya tersisa di dapur ternyata dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik sederhana untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman.
Air cucian beras dan kulit pisang menjadi dua bahan yang cukup mudah diolah. Keduanya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tambahan selama dibuat dan diberikan dengan cara yang tepat. Penggunaan pupuk dapur juga bisa menjadi alternatif untuk memanfaatkan limbah rumah tangga.
Namun, pupuk dari bahan dapur tidak boleh diberikan sembarangan. Larutan yang terlalu pekat atau bahan organik yang belum terurai justru dapat mengganggu kondisi media tanam. Karena itu, proses pembuatan, pengenceran, hingga waktu pemberiannya perlu diperhatikan.
Advertisement
Berikut cara membuat pupuk dapur untuk tanaman cabai, dirangkum Liputan6.com, Kamis (24/9/2026).
Bahan Pupuk Dapur untuk Tanaman Cabai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329595/original/027172700_1787285448-XOTs5yFm7aNWN9xhj9HQomBsE1tTyGlLXq9uHwe3.jpg)
Sebelum membuat pupuk dapur untuk tanaman cabai, siapkan bahan yang mudah ditemukan di rumah. Tidak perlu mencampurkan terlalu banyak jenis bahan sekaligus karena setiap bahan memiliki karakteristik yang berbeda.
- 1 liter air cucian beras.
- 2–3 lembar kulit pisang.
- 1 liter air bersih.
- Wadah atau botol yang bersih.
- Gunting atau pisau untuk memotong kulit pisang.
Jika ingin membuat pupuk dari sisa sayuran, gunakan bagian sayuran yang belum tercampur minyak, garam, santan, atau bumbu masakan. Hindari memasukkan sisa makanan matang ke dalam pupuk tanaman.
Advertisement
Cara Membuat Pupuk dari Air Cucian Beras
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5545325/original/011432000_1775181407-Siram_dengan_Air_Bersih_atau_Air_Leri__Air_Cucian_Beras_.jpg)
Air cucian beras merupakan bahan yang paling praktis digunakan karena tidak membutuhkan proses pengolahan yang rumit. Agar lebih mudah digunakan, air tersebut dapat diencerkan sebelum diberikan ke tanaman cabai.
- Tampung sekitar 1 liter air cucian beras dalam wadah bersih.
- Diamkan selama beberapa jam agar partikel yang terlalu besar mengendap.
- Jika ingin melakukan fermentasi, simpan dalam wadah yang tidak ditutup terlalu rapat selama beberapa hari.
- Encerkan kembali larutan dengan air bersih sebelum digunakan pada tanaman.
- Siramkan larutan ke media tanam di sekitar tanaman cabai, bukan langsung ke batang.
Untuk penggunaan pertama, sebaiknya gunakan larutan yang lebih encer. Amati kondisi tanaman selama beberapa hari sebelum menentukan apakah pemberian perlu diulang.
Cara Membuat Pupuk dari Kulit Pisang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5442219/original/044669400_1765531382-Ilustrasi_Pupuk_Cair_Kulit_Pisang.jpg)
Kulit pisang juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik. Bahan ini sering digunakan dalam pembuatan pupuk rumahan karena mengandung mineral, termasuk kalium, yang dibutuhkan tanaman dalam proses pertumbuhan dan pembentukan buah.
- Cuci kulit pisang hingga bersih.
- Potong kulit pisang menjadi bagian kecil.
- Masukkan potongan kulit pisang ke dalam wadah berisi sekitar 1 liter air.
- Tutup wadah dan simpan di tempat teduh selama beberapa hari.
- Saring airnya sebelum digunakan.
- Encerkan larutan dengan air bersih sebelum disiramkan ke media tanam.
Jangan menggunakan larutan kulit pisang yang sudah berbau busuk menyengat. Kondisi tersebut menunjukkan proses pembusukan yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dan sebaiknya tidak langsung diberikan ke tanaman.
Advertisement
Pupuk Sisa Sayuran untuk Media Tanam Cabai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4813154/original/025902700_1714054513-top-view-trash-cooking-concept__2_.jpg)
Sisa sayuran juga dapat dimanfaatkan, tetapi cara penggunaannya berbeda dengan air cucian beras. Sisa sayuran lebih tepat dijadikan bahan kompos agar terurai terlebih dahulu sebelum diberikan ke tanaman.
Potong sisa sayuran menjadi bagian kecil, kemudian campurkan dengan bahan kering seperti daun kering. Jaga kelembapannya dan biarkan proses penguraian berlangsung hingga bahan berubah menjadi kompos yang matang.
Kompos yang matang dapat dicampurkan sedikit demi sedikit ke media tanam cabai. Cara ini lebih aman daripada mengubur potongan sayuran segar langsung di dekat akar tanaman.
Waktu yang Tepat Memberikan Pupuk Dapur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347254/original/023222300_1789288131-watermarked_img_11836520581723426035.jpg)
Pupuk cair dari bahan dapur sebaiknya diberikan ketika kondisi media tanam tidak terlalu kering dan tanaman tidak sedang mengalami stres berat. Pagi atau sore hari dapat menjadi waktu yang lebih praktis untuk melakukan penyiraman.
Jangan langsung memberikan pupuk dalam jumlah banyak. Mulailah dengan larutan encer dan perhatikan perubahan pada daun, batang, serta pertumbuhan tanaman.
Tanaman cabai yang sehat tetap membutuhkan nutrisi yang seimbang. Pupuk dapur sebaiknya diposisikan sebagai pupuk tambahan, bukan satu-satunya sumber nutrisi untuk tanaman.
Advertisement
Kesalahan Saat Membuat Pupuk Dapur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309064/original/066327000_1785218010-1d2ff26b-ccc9-4cb0-b641-7cd1bbb266e9.jpg)
Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan ketika memanfaatkan limbah dapur sebagai pupuk. Kesalahan ini justru dapat membuat media tanam menjadi tidak nyaman bagi akar tanaman.
- Menggunakan larutan pupuk terlalu pekat.
- Memberikan bahan yang mengandung garam atau minyak.
- Mengubur sisa makanan matang langsung di sekitar tanaman.
- Menggunakan bahan yang sudah membusuk dan berbau menyengat.
- Memberikan pupuk terlalu sering tanpa memperhatikan kondisi tanaman.
- Menganggap pupuk dapur dapat menggantikan seluruh kebutuhan nutrisi cabai.
Cara Menggunakan Pupuk Dapur agar Cabai Tetap Sehat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309063/original/059032100_1785218010-pexels-prathsnap-13220059.jpg)
Kunci penggunaan pupuk dapur adalah tidak berlebihan. Larutan yang encer dan diberikan secara bertahap lebih mudah dipantau efeknya dibandingkan langsung menggunakan larutan pekat.
Selain pemupukan, pastikan tanaman cabai mendapatkan sinar matahari yang cukup, media tanam memiliki drainase baik, dan penyiraman tidak menyebabkan air menggenang. Pertumbuhan cabai dipengaruhi banyak faktor sehingga pupuk saja tidak menjamin tanaman langsung subur dan berbuah lebat.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Pupuk Dapur untuk Tanaman Cabai
Apakah air cucian beras bisa digunakan untuk cabai?
Bisa digunakan sebagai pupuk tambahan. Namun, air cucian beras tidak dapat dianggap sebagai pupuk lengkap yang memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi tanaman cabai.
Apakah kulit pisang bisa membuat cabai cepat berbuah?
Kulit pisang dapat menjadi sumber tambahan mineral seperti kalium, tetapi tidak ada jaminan bahwa penggunaannya sendiri akan membuat cabai cepat berbuah. Pertumbuhan dan pembuahan juga dipengaruhi cahaya, air, kondisi akar, varietas, dan kecukupan nutrisi lainnya.
Apakah pupuk dapur harus difermentasi?
Tidak semua bahan harus difermentasi. Air cucian beras dapat digunakan setelah diencerkan, sedangkan bahan seperti sisa sayuran lebih baik dikomposkan terlebih dahulu agar terurai sebelum digunakan pada media tanam.
Apakah pupuk dapur bisa diberikan setiap hari?
Sebaiknya tidak. Pemberian setiap hari tidak diperlukan dan penggunaan larutan organik secara berlebihan justru dapat mengganggu kondisi media. Gunakan secara berkala dengan konsentrasi yang ringan sambil mengamati respons tanaman.
Pupuk dapur apa yang cocok untuk tanaman cabai?
Air cucian beras dan olahan kulit pisang dapat digunakan sebagai pupuk tambahan yang sederhana. Sementara itu, sisa sayuran lebih baik diolah menjadi kompos sebelum digunakan sebagai bahan organik untuk media tanam.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261105/original/086134600_1781680485-BSU_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357131/original/047451800_1790234905-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356940/original/051953100_1790227062-HOAX__20_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356963/original/076849000_1790227753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-24T122607.841.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327771/original/017691600_1787123566-fdf06dd0-dd45-46e5-b374-3d469ecc6515.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5538165/original/033087200_1774504655-Gemini_Generated_Image_2f43dt2f43dt2f43.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570664/original/025574900_1777535687-Panen_Melon_Manis_di_Halaman_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329504/original/034569900_1787283654-6eunHKz8HMqw8JsnMBhc00QVYLR0sJSpAjxug68s.jpg)