8 Model Pintu Teralis Besi yang Aman dan Melindungi Rumah, Anti Maling

8 model pintu teralis besi untuk melindungi rumah dari pencurian bisa Anda pilih, simak desainnya yang mungkin cocok untuk hunian.

Diterbitkan 08 November 2026, 15:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pintu teralis besi bisa menjadi satu pilihan bagi pemilik rumah yang ingin mencegah risiko pencurian. Merujuk BUILD Australia dalam Security Screen Doors, pintu pengaman jenis ini penting karena memiliki dua fungsi, yakni menjadi penghalang tambahan untuk mencegah orang masuk tanpa izin sekaligus memungkinkan udara tetap mengalir ke dalam rumah.

Namun, sebelum memasangnya, Anda perlu mengenali berbagai model pintu teralis yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan hunian. Pilihannya beragam, mulai dari susunan garis vertikal, horizontal, pola kotak, motif silang, hingga model geser.

Selain bentuk, sistem penguncian dan cara pemasangan juga perlu diperhatikan agar teralis bisa berfungsi sebagai pelindung tambahan. Lantas, model seperti apa yang bisa Anda pertimbangkan untuk menambah perlindungan rumah? Berikut Liputan6.com hadirkan 8 pilihannya, Rabu (4/11).

1. Pintu Teralis Besi dengan Garis Vertikal

Model garis vertikal menggunakan susunan batang besi dari atas ke bawah. Bentuk ini banyak digunakan karena susunannya mudah dibuat dan bisa diterapkan pada berbagai ukuran pintu rumah.

Jarak antarbatang perlu diperhatikan agar orang tidak mudah menyelipkan tangan untuk menjangkau bagian dalam. Pastikan setiap batang terhubung pada rangka dan tidak mudah digoyangkan.

Anda bisa memilih model ini untuk pintu utama maupun pintu belakang. Tambahkan kunci pada bagian yang tidak mudah dijangkau dari luar agar teralis tidak bisa dibuka sembarangan.

2. Pintu Teralis Besi dengan Garis Horizontal

Model horizontal menggunakan batang besi yang disusun dari kiri ke kanan. Susunan tersebut membentuk garis mendatar yang bisa dipadukan dengan pintu kayu maupun pintu kaca.

Untuk kebutuhan keamanan, perhatikan jarak setiap batang dan sambungan pada bagian rangka. Hindari susunan yang memberikan pijakan bagi orang dari luar untuk memanjat atau menjangkau bagian pengunci.

Model ini bisa digunakan pada pintu depan maupun pintu menuju halaman belakang. Pastikan pemasangannya terhubung pada kusen atau bagian dinding sehingga tidak mudah dilepaskan.

3. Pintu Teralis Besi Pola Kotak-Kotak

Pola kotak-kotak dibentuk dari pertemuan batang besi secara vertikal dan horizontal. Susunannya menghasilkan beberapa bidang persegi yang saling terhubung dalam satu rangka pintu.

Model ini bisa menjadi pilihan apabila Anda ingin menggunakan teralis dengan susunan yang mudah dikenali. Setiap pertemuan batang perlu dilas agar tidak mudah terlepas ketika mendapat tekanan.

Anda juga bisa menggunakan pola kotak pada pintu yang memiliki dua lapisan, yaitu pintu utama dan pintu teralis. Dengan begitu, penghuni tetap bisa membuka pintu bagian dalam tanpa membuka akses langsung dari luar.

4. Pintu Teralis Besi Motif Silang

Model motif silang menggunakan batang besi yang disusun secara diagonal hingga membentuk pola menyerupai belah ketupat. Susunan ini bisa dibuat dengan ukuran dan jarak yang mengikuti kebutuhan pintu.

Pastikan bagian pertemuan besi memiliki sambungan yang kuat. Jangan hanya memperhatikan bentuk polanya karena perlindungan juga ditentukan oleh bahan, rangka, dan cara pemasangan.

Model pintu teralis besi ini bisa digunakan pada rumah yang ingin memadukan fungsi pengamanan dengan pola dekoratif. Anda bisa memilih ukuran motif yang tidak memberikan celah untuk menjangkau kunci dari luar.

5. Pintu Teralis Besi Minimalis

Model minimalis menggunakan susunan batang besi tanpa banyak ornamen. Bentuknya bisa berupa garis lurus atau kombinasi beberapa bidang yang mengikuti ukuran pintu utama.

Keamanan model ini bergantung pada bahan besi, sambungan, jarak antarbatang, dan sistem penguncian. Pilih rangka yang tidak mudah digerakkan serta pastikan bagian pemasangannya terhubung pada dinding.

Anda bisa menggabungkannya dengan pintu kayu atau kaca. Kombinasi tersebut memungkinkan teralis berfungsi sebagai penghalang tambahan ketika pintu utama dibuka untuk memasukkan udara.

6. Pintu Teralis Besi Dua Daun

Pintu teralis dua daun memiliki dua bagian yang bisa dibuka ke arah berlawanan. Model ini cocok untuk rumah dengan akses masuk yang membutuhkan ruang bukaan lebih lebar.

Setiap daun pintu perlu dilengkapi engsel dan pengunci yang terpasang pada rangka. Perhatikan juga bagian pertemuan kedua daun agar tidak menyisakan celah yang bisa dimanfaatkan untuk membuka kunci.

Model ini bisa dipertimbangkan untuk pintu utama yang sering digunakan penghuni. Pastikan salah satu atau kedua bagiannya mudah dibuka dari dalam ketika penghuni membutuhkan akses keluar.

7. Pintu Teralis Besi Geser

Pintu teralis geser menggunakan sistem bukaan dengan menggerakkan daun pintu ke samping. Model ini bisa menjadi pilihan untuk rumah yang memiliki teras atau area masuk dengan ruang terbatas.

Perhatikan jalur geser, roda, dan pengunci sebelum memasangnya. Pastikan seluruh bagian bisa bergerak tanpa hambatan serta tidak mudah dilepaskan dari rel oleh orang yang berada di luar.

Anda juga perlu memastikan pintu memiliki pengunci yang bisa digunakan dari dalam. Dengan begitu, penghuni tetap bisa mengatur akses masuk tanpa harus mengubah posisi perabot atau menggunakan ruang bukaan ke arah depan.

8. Pintu Teralis Besi Motif Klasik

Model klasik menggunakan batang besi yang dibentuk menjadi pola lengkungan, sulur, atau ornamen tertentu. Susunan tersebut bisa dibuat sesuai ukuran pintu dan kebutuhan rumah.

Meskipun memiliki banyak ornamen, keamanan tetap harus menjadi pertimbangan. Pastikan setiap bagian terhubung pada rangka, tidak menyisakan celah untuk menjangkau kunci, dan menggunakan sistem penguncian yang bisa diandalkan.

Anda bisa memilih model ini untuk rumah dengan pintu utama yang memiliki unsur dekorasi. Periksa pula bagian sambungan dan lapisan pelindung besi secara berkala agar tidak mudah berkarat akibat paparan air dan udara.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Model Pintu Teralis Besi yang Aman dan Melindungi Rumah

1. Apa fungsi pintu teralis besi pada rumah?

Pintu teralis besi berfungsi sebagai pengaman tambahan untuk menghalangi akses masuk dari luar sekaligus memungkinkan udara melewati celah antarbatang.

2. Bahan apa yang bagus untuk pintu teralis rumah?

Besi dan baja bisa dipertimbangkan karena digunakan untuk membuat rangka pengaman. Perhatikan ketebalan bahan, sambungan, dan kualitas pemasangannya.

3. Apakah pintu teralis besi bisa mencegah maling?

Teralis bisa menghambat akses masuk dan menambah lapisan perlindungan, tetapi tidak menjamin rumah sepenuhnya bebas dari pencurian.

4. Berapa jarak ideal antarbatang teralis pintu?

Jaraknya perlu dibuat agar orang tidak bisa memasukkan tangan atau tubuh melalui celah. Ukurannya juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan keamanan dan kondisi rumah.

5. Apakah pintu teralis besi perlu menggunakan kunci tambahan?

Ya. Gunakan pengunci yang terpasang pada rangka dan bisa dioperasikan dari dalam. Pastikan pintu tetap bisa dibuka sebagai akses keluar ketika terjadi keadaan darurat.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6