Liputan6.com, Jakarta Salah satu kunci dari cara menata peralatan dapur agar rapi adalah mengurangi perkakas yang tidak terpakai. Sebab, tumpukan perkakas yang tidak terpakai hanya akan membuat dapur tampak penuh dan sumpek. Setelah itu, tempatkan setiap alat di dekat dengan area pemakaiannya.
Kelompokkan alat sejenis, bagi dapur ke dalam zona kerja, lalu manfaatkan laci dan dinding. Dengan urutan ini, cara menata peralatan dapur agar rapi jadi lebih gampang kamu jalankan, bahkan di dapur kecil.
Menurut Stephanie King, organizer profesional dan pendiri Soulstice Living, langkah pertama mengatur dapur seharusnya adalah decluttering , alias menyingkirkan barang yang tidak perlu. Untuk lebih jelasnya, simak panduan lengkap berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (3/11/2026).
Advertisement
1. Sortir dan Kelompokkan Peralatan Dapur Sebelum Mulai Menata
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365019/original/016644000_1791095210-53a8950a-84b4-45be-96cb-df83256b4f58.jpg)
Banyak orang berpikir bahwa membeli rak atau wadah baru merupakan solusi utama agar dapur menjadi lebih rapi. Padahal, cara menata peralatan dapur agar rapi justru paling efektif kalau dimulai dari memilah isi dapur. Kalau barangnya terlalu banyak, serapi apa pun wadahnya, laci dan kabinet paling mahal pun tetap akan terasa sesak. Langkah pertama memahami penataan dapur adalah mengetahui dulu apa saja yang sebenarnya kamu miliki dan yang paling sering kamu gunakan.
Dilansir dari Homes & Gardens, salah satu cara terbaik untuk menilai semua barang adalah mengeluarkan semuanya ke tempat terbuka lalu mengelompokkannya berdasarkan jenis dan kategori, yang dikenal sebagai metode decluttering chaos. Memang dapur akan berantakan untuk sementara waktu, tapi kamu jadi bisa melihat isi dapur secara utuh.Â
Courtney Kowalske dari Organized Acourtingly, dikutip dari Real Homes, menyatakan, "Menyeragamkan jenis peralatan makan yang sama, alih-alih menyimpan banyak set yang tidak serasi, itu sangat penting. Semuanya jadi jauh lebih pas dan menyisakan ruang untuk peralatan penting lainnya."
Simak langkah-langkah menyortir peralatan dapur:
- Keluarkan semua isi laci dan wadah: Mulailah dari satu area dulu, misalnya laci alat masak. Bentangkan semua isinya di meja yang bersih supaya kamu bisa melihat jumlah barang yang ternyata kembar atau sudah tidak berfungsi.
- Kelompokkan berdasarkan fungsi: Pisahkan spatula, sendok sayur, dan penjepit dalam satu kelompok, lalu pisau dan gunting dalam kelompok lain. Alat ukur, parutan, dan pengupas juga sebaiknya punya kelompok sendiri.
- Tanyakan apakah barang itu benar-benar dipakai: Untuk setiap alat, tanyakan pada diri sendiri apakah kamu masih memakainya dan masih menyukainya. Kalau jawabannya tidak, sumbangkan atau buang sesuai kondisinya.
- Kurangi duplikat yang tidak perlu: Simpan satu atau dua alat terbaik untuk setiap fungsi. Duplikat hanya layak disimpan untuk alat yang dipakai setiap hari, misalnya spatula cadangan saat yang satu sedang dicuci.
- Bagi berdasarkan frekuensi pakai: Tandai mana alat harian, mingguan, dan musiman. Pembagian ini nantinya menentukan di mana setiap alat akan disimpan.
- Siapkan tempat untuk alat musiman: Alat yang hanya dipakai setahun sekali, seperti cetakan kue untuk hari raya atau panggangan besar, tidak harus memenuhi kabinet dapur. Kamu bisa memindahkannya ke gudang atau lemari lain.Â
Soal alat khusus yang jarang dipakai, Ben Soreff, organizer profesional dari House to Home Organizing, dikutip dari Livingetc menyatakan, "Kamu mungkin menemukan peralatan khusus yang sangat jarang dipakai sehingga sebaiknya disimpan di area luar dapur saat tidak digunakan, demi mengurangi kekacauan visual di dapur."
Tips singkat: Jangan menyortir seluruh dapur dalam satu hari kalau waktumu terbatas. Kerjakan satu laci atau satu rak per sesi supaya hasilnya terlihat dan kamu tidak cepat kehabisan semangat.
Advertisement
2. Bagi Dapur ke dalam Zona Kerja Sesuai Alur Memasak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365012/original/079144500_1791095209-361501b1-c9f1-48d0-917a-f6b32f70f888.jpg)
Setelah barang tersortir, langkah berikutnya adalah menentukan setiap kategori alat dapur ini akan ditempatkan. Sangat disarankan untuk menyimpan barang di dekat tempat kamu memakainya, bukan di mana saja yang masih kosong. Dalam praktiknya, zona kerja digunakan untuk memangkas langkah bolak-balik saat memasak dan membuat setiap barang mudah dikembalikan di tempatnya.Â
Pertimbangkan membuat zona di dapur berdasarkan fungsi, misalnya alat masak dekat kompor, perlengkapan baking di satu area, dan perlengkapan kopi dekat mesin kopi. Cara ini memudahkan kamu menemukan barang tanpa harus menyeberangi dapur berkali-kali.
- Tentukan zona utama: Minimal, dapur punya tiga zona, yaitu zona persiapan, zona memasak, dan zona mencuci. Kalau ruang memungkinkan, tambahkan zona penyimpanan bahan makanan dan zona penyajian.
- Isi zona persiapan: Letakkan talenan, pisau, mangkuk adonan, dan wadah bahan di dekat meja kerja. Area ini idealnya berada di antara kulkas dan kompor agar bahan bisa langsung diolah.
- Isi zona memasak: Simpan spatula, sendok sayur, minyak, dan bumbu harian dalam jangkauan tangan dari kompor. Panci dan wajan cukup diletakkan di kabinet bawah dekat kompor karena bentuknya besar dan berat.
- Isi zona mencuci: Spons, sabun, sikat, dan rak pengering piring sebaiknya berkumpul di sekitar bak cuci. Piring dan gelas harian juga lebih praktis disimpan tidak jauh dari area ini.
- Pakai satu baki per zona: Gabungkan barang kecil seperti botol bumbu atau minyak dalam satu baki. Saat membersihkan meja, kamu cukup mengangkat bakinya tanpa memindahkan botol satu per satu.
- Sesuaikan dengan bentuk dapur: Dapur memanjang biasanya cocok dengan susunan satu garis, sedangkan dapur di sudut ruangan bisa memakai bentuk L untuk memisahkan area persiapan dan memasak.
Soal baki, Cathy Orr dari The Uncluttered Life juga menyarankan hal serupa. Kelompokkan barang fungsional, seperti tempat garam dan merica, di atas baki yang menarik. Ia menyebut setiap saran itu meningkatkan fungsi sekaligus daya tarik visual dapur.
Contoh sederhananya, bayangkan kamu sedang menumis sayur lalu harus berjalan ke ujung dapur hanya untuk mengambil sutil. Kalau sutil sudah disimpan di wadah tegak samping kompor, gerakanmu jadi lebih singkat dan sutil hampir pasti kembali ke tempat yang sama setelah dicuci. Ben Soreff juga menerapkan cara ini. Dikutip dari sumber yang sama, ia mengatakan timnya biasanya menyiapkan wadah di meja dekat kompor untuk barang harian.
3. Maksimalkan Laci, Kabinet, dan Ruang Vertikal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354713/original/015033200_1790060091-fbfddf9b-a4b4-46ff-a817-314e55deabd4.jpg)
Bagian ini sering jadi penentu apakah dapur tetap rapi dalam jangka panjang. Laci tanpa sekat, kabinet dalam yang isinya bertumpuk, dan dinding kosong adalah titik yang paling sering diabaikan saat orang mencari cara menata peralatan dapur agar rapi. Manfaat utama mengatur ruang ini bagi pengguna adalah meja dapur jadi lega dan setiap alat bisa diambil tanpa membongkar barang lain.
Kimberly Corey, organizer profesional bersertifikat dan pemilik Finely Sorted Organizing, dikutip dari Livingetc, menyatakan, "Peralatan dapur bisa diatur di dalam laci dengan sekat atau pembatas agar barang sejenis berkumpul dengan sejenisnya, dan kamu tahu jumlahnya."
- Pasang sekat di laci dangkal: Gunakan drawer divider atau baki bersekat untuk memisahkan sendok, garpu, pisau kecil, dan alat ukur. Kalau ukuran laci tidak standar, pilih sekat yang bisa dipanjangkan. Ukur laci sebelum membeli supaya sekatnya pas.
- Susun laci dalam berdasarkan frekuensi pakai: Di laci yang dalam, letakkan alat harian di bagian depan, alat musiman di tengah, dan alat khusus yang jarang dipakai di bagian belakang. Baki bertingkat atau riser membantu kamu melihat barang di lapisan belakang.
- Simpan loyang dan talenan secara tegak: Talenan, loyang, dan nampan lebih mudah diambil kalau berdiri tegak dengan sekat vertikal. Cara ini juga mengurangi suara berisik dari tumpukan loyang yang ditarik.
- Manfaatkan dinding untuk alat harian: Pasang rel pengait, rak tempel, atau gantungan untuk spatula, sendok sayur, dan wajan ringan. Dinding yang kosong bisa menampung banyak barang tanpa memakan ruang meja.
- Gunakan strip magnet untuk pisau: Pasang strip magnet di dekat area memotong agar pisau bisa langsung diambil saat menyiapkan bahan. Cara ini juga lebih aman kalau di rumah ada anak kecil yang suka membuka laci.
- Optimalkan pintu kabinet dan kolong wastafel: Tambahkan kait kecil di bagian dalam pintu kabinet untuk sarung tangan oven, gunting dapur, atau sendok takar. Untuk kolong wastafel, pastikan areanya tidak lembap agar peralatan tidak cepat berkarat atau berjamur.
- Simpan barang jarang pakai di tempat tinggi: Rak paling atas, atas kulkas, atau atas kabinet cocok untuk barang yang jarang dipakai. Sebagaimana disampaikan Extra Space Storage, area di atas kulkas, di atas kabinet dapur, dan rak tertinggi memang lebih sulit dijangkau, sehingga cocok untuk menyimpan barang yang tidak sering dipakai, seperti piring koleksi, nampan saji, atau peralatan dapur kecil.
Soal pisau, Laura Price, organizer profesional sekaligus pendiri The Home Organization, dikutip dari Homes & Gardens menyatakan, "Strip magnet sangat bagus untuk menyimpan pisau. Pasang di dekat tempat kamu memotong dan menyiapkan makanan supaya bisa langsung diambil saat memasak."
Penyimpanan vertikal sangat membantu untuk dapur mungil. Kamu bisa melihat contoh penerapan lainnya dalam ulasan cara menata dapur kecil yang mengandalkan rak gantung dan rel pengait tanpa perlu renovasi besar.
Tips singkat: Pilih wadah dan rak dengan warna senada, misalnya putih atau kayu terang. Tampilan yang seragam membuat dapur terlihat lebih tenang, meskipun isinya cukup banyak.
Advertisement
Kebiasaan dan Kesalahan yang Menentukan Dapur Tetap Rapi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379827/original/087445300_1792648146-Inspirasi_desain_dapur_yang_rapi_dan_nyaman_sehingga_bikin_masak_jadi_satset_model_L_yang_memanfaatkan_sudut.jpg)
Dapur yang sudah tertata bisa kembali berantakan dalam hitungan minggu kalau kebiasaan sehari-harinya tidak ikut berubah. Karena itu, perhatikan kebiasaan kecil yang menjaga hasil penataan sekaligus kesalahan yang sering membuat dapur cepat penuh lagi. Kesalahan seperti ini juga banyak dibahas dalam ulasan tentang kesalahan menata dapur yang membuat ruangan terasa sempit.
Julie Peak, organizer profesional dan pemilik Precise Place, dikutip dari AOL menyatakan, "Saya sangat mengandalkan cara membiarkan ruang yang menentukan batas, dengan memakai ruang penyimpanan sebagai batas fisik."
Artinya, kalau laci sudah penuh, itu tanda kamu perlu mengurangi barang, bukan menambah wadah. Selain itu, praktikkan juga kebiasaan berikut ini:
- Kembalikan barang setelah dipakai: Ini kebiasaan paling sederhana tapi paling berpengaruh. Alat yang langsung dicuci dan dikembalikan tidak sempat menumpuk di meja atau di sekitar bak cuci.
- Cuci sambil memasak: Saat menunggu masakan matang, cuci mangkuk atau talenan yang sudah selesai dipakai. Begitu makanan siap disajikan, sisa cucian jadi jauh lebih sedikit.
- Rutin merapikan beberapa menit setiap hari: Luangkan lima menit setelah makan malam untuk mengembalikan barang yang keluar dari zonanya. Kebiasaan singkat ini mencegah kamu harus menata ulang seluruh dapur dari awal.
- Terapkan prinsip satu masuk, satu keluar: Setiap kali membeli alat baru, singkirkan satu alat lama yang fungsinya sama. Dengan begitu, rak dan laci tidak cepat penuh lagi.
- Jangan membeli wadah sebelum menyortir: Kesalahan umum adalah membeli organizer lebih dulu. Hasilnya, wadah baru justru menambah tumpukan karena ukurannya tidak sesuai dengan barang yang tersisa.
- Hindari menumpuk barang terlalu tinggi: Tumpukan piring atau panci yang terlalu tinggi menyulitkan pengambilan dan membuat barang di bawahnya jarang tersentuh. Gunakan rak susun kecil di dalam kabinet untuk membagi tumpukan.
- Batasi alat dengan satu fungsi: Alat khusus seperti pemotong apel atau pengupas nanas sering hanya dipakai sekali. Pertimbangkan apakah pisau biasa sudah cukup sebelum membelinya.
- Cek ulang susunan secara berkala: Setiap beberapa bulan, periksa isi laci dan kabinet. Singkirkan piring yang retak, wadah tanpa tutup, atau alat yang ternyata tidak pernah dipakai.
- Jangan terpaku pada satu sistem: Kebutuhan setiap dapur berbeda, jadi wajar kalau kamu perlu mencoba beberapa cara sebelum menemukan yang paling cocok.
Amanda Polton, pemilik OrganizePro, dikutip dari The Kitchn menyatakan, "Terkadang kamu harus terus mencoba berbagai sistem yang berbeda."
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menata Peralatan Dapur
Q: Apa langkah pertama yang paling penting saat menata peralatan dapur?
A: Langkah pertama yang paling penting adalah menyortir. Keluarkan isi laci dan kabinet, kelompokkan alat berdasarkan fungsinya, lalu singkirkan barang rusak, duplikat, dan alat yang tidak pernah dipakai. Setelah jumlah barang berkurang, barulah kamu menentukan tempat simpan dan membeli wadah jika memang dibutuhkan.
Q: Bagaimana cara menata peralatan dapur di dapur kecil tanpa kitchen set?
A: Untuk dapur kecil tanpa kitchen set, manfaatkan dinding dengan rak tempel, rel pengait, dan strip magnet. Area bawah meja bisa diisi rak besi bertingkat atau lemari plastik, lalu ditutup tirai kain agar terlihat rapi. Simpan alat harian di posisi yang paling mudah dijangkau, sedangkan barang yang jarang dipakai di rak paling bawah atau paling atas.
Q: Lebih baik menyimpan alat masak di laci atau di atas meja?
A: Keduanya bisa dipakai, tergantung seberapa sering alat itu digunakan. Alat harian seperti spatula dan sendok sayur praktis disimpan di wadah tegak dekat kompor. Alat lain sebaiknya masuk laci bersekat supaya permukaan meja tetap lega dan lebih mudah dibersihkan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391176/original/070792400_1793875895-Screenshot_2026-11-05_170652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259592/original/057928600_1781507421-guru_sekolah_rakyat_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4586406/original/086311500_1695517878-BNI_naikan_tarif.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385758/original/059031500_1793267863-Desain_rumah_kecil_di_lahan_sempit_dengan_dapur_belakang_yang_cocok_untuk_pengantin_baru_model_dengan_area_cuci_terpadu_di_belakang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391954/original/072137000_1793958689-Vertical_500x656_-_Dayatana.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345690/original/067748100_1789050705-WhatsApp_Image_2026-09-10_at_21.02.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344472/original/056989200_1788947104-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_4.34.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329986/original/052581700_1787307659-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_17.03.26.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308204/original/009529000_1785132477-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_12.46.15_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304577/original/005200700_1784721544-WhatsApp_Image_2026-07-22_at_18.12.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291253/original/086637400_1783510555-WhatsApp_Image_2026-07-08_at_17.07.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290264/original/065273200_1783441564-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.36.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290208/original/083376600_1783432448-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.29.47.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290170/original/059488200_1783429797-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_19.50.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9271167/original/049315200_1783170039-WhatsApp_Image_2026-07-04_at_17.30.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8974535/original/013451500_1782983178-1106e511-c5ef-46a5-8b74-de1fd75e92f8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262336/original/070728700_1781780140-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_17.41.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1588019/original/097014900_1538998899-PG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392062/original/015622700_1793969928-WhatsApp_Image_2026-11-06_at_12.54.23_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154066/original/023634500_1741330260-top-view-spices-wooden-background.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384143/original/018909000_1793159445-01M600WVTCBY3NYBE2CYHD6BDT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382199/original/007907200_1792980460-10274ec6-ae45-4ffe-b32b-610aa0cc6ff8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381792/original/089396100_1792894210-23105876-0f47-4b7b-8aa1-d4261012684e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3299923/original/041047000_1605693165-serrano-peppers-1353233_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352043/original/003818800_1789724006-e0fc77ad-3fd8-434e-a714-2fb047360a37.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376137/original/043008800_1792309221-pexels-artempodrez-6466444.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491417/original/009157300_1770095714-kompor_kotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375020/original/016934200_1792120214-Gemini_Generated_Image_2q1oz12q1oz12q1o.jpg)