Liputan6.com, Jakarta - Tumbler stainless menjadi pilihan praktis untuk membawa air minum saat beraktivitas, baik di rumah, kantor, maupun ketika bepergian. Namun, pemakaian sehari-hari bisa meninggalkan noda kopi, bekas teh, aroma tidak sedap, hingga lapisan licin di bagian dalam botol jika tidak dibersihkan dengan benar.
Membersihkan tumbler stainless tidak harus menggunakan produk khusus yang mahal. Dengan sabun cuci piring, sikat botol, dan bahan sederhana seperti baking soda, tumbler bisa dirawat agar tetap bersih dan nyaman digunakan. Bagian tutup, sedotan, serta karet penyegel juga perlu diperhatikan karena sisa minuman dan kelembapan dapat tertinggal di celah-celahnya.
Berikut cara bersihkan tumbler stainless yang bisa dilakukan secara rutin agar kebersihannya terjaga dan masa pakainya lebih panjang, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (18/10).
Advertisement
1. Siapkan Alat dan Bahan Pembersih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295986/original/016512600_1783998695-cropped-f9167605-46ca-45a9-ab82-390ac9813467.jpg)
Sebelum mulai membersihkan tumbler stainless, siapkan perlengkapan yang diperlukan agar proses pencucian lebih mudah. Anda tidak harus membeli cairan pembersih khusus karena beberapa bahan sederhana di rumah sudah bisa digunakan untuk membersihkan sisa minuman dan kotoran.
Peralatan yang perlu disiapkan antara lain sabun cuci piring lembut, spons halus, sikat botol bergagang panjang, serta sikat kecil untuk membersihkan sedotan. Baking soda dan cuka putih juga bisa disiapkan untuk membantu mengatasi bau atau noda tertentu.
Hindari spons kawat dan sikat berbulu kasar karena dapat menggores permukaan stainless maupun lapisan warna pada bagian luar tumbler. Sebaiknya, periksa juga petunjuk perawatan dari produsen untuk memastikan bahan dan metode pembersihan yang digunakan sesuai dengan jenis tumbler.
Advertisement
2. Cuci Tumbler dengan Sabun setelah Digunakan
Cara paling sederhana untuk menjaga tumbler tetap bersih adalah mencucinya setiap selesai digunakan. Jangan membiarkan sisa kopi, teh, susu, atau minuman manis mengendap terlalu lama karena dapat meninggalkan noda dan aroma yang sulit dihilangkan.
Bilas bagian dalam tumbler menggunakan air hangat, kemudian tambahkan sedikit sabun cuci piring. Gunakan sikat botol untuk membersihkan dinding bagian dalam hingga ke dasar wadah, termasuk area yang sulit dijangkau dengan spons biasa.
Setelah itu, bilas tumbler sampai tidak ada sisa sabun yang tertinggal. Jika tumbler digunakan untuk membawa minuman selain air putih, sebaiknya segera cuci setelah selesai agar sisa minuman tidak menempel terlalu lama.
3. Bersihkan Tutup, Sedotan, dan Karet Penyegel
Bagian tutup dan sedotan tumbler sering luput dari perhatian saat dicuci. Padahal, celah kecil pada kedua bagian tersebut bisa menahan sisa minuman dan kelembapan sehingga memunculkan bau tidak sedap.
Lepaskan tutup, sedotan, dan karet penyegel atau seal jika desain tumbler memungkinkan. Cuci setiap komponen menggunakan air dan sabun lembut. Untuk sedotan, gunakan sikat khusus berukuran kecil agar bagian dalamnya dapat dibersihkan secara menyeluruh.
Bilas seluruh komponen hingga bersih, lalu pastikan semuanya kering sebelum dipasang kembali. Jika karet penyegel mulai getas, berubah bentuk, atau robek, pertimbangkan untuk menggantinya agar tumbler tetap berfungsi dengan baik.
Advertisement
4. Gunakan Baking Soda untuk Menghilangkan Bau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5120522/original/080311500_1738661141-Baking_soda.jpg)
Jika tumbler mulai berbau meski sudah dicuci menggunakan sabun, baking soda bisa menjadi pilihan untuk membantu menetralkan aroma yang tertinggal. Bahan ini juga dapat membantu membersihkan residu ringan pada permukaan bagian dalam botol.
Caranya, isi tumbler dengan air hangat, kemudian tambahkan satu hingga dua sendok teh baking soda. Diamkan selama 15–30 menit, lalu sikat bagian dalam tumbler dan bilas sampai bersih.
Untuk bau yang masih tertinggal, periksa juga bagian tutup, sedotan, dan karet penyegel. Membersihkan badan tumbler saja belum tentu cukup jika sumber aroma berasal dari komponen tersebut. Setelah dicuci, keringkan tumbler dalam keadaan terbuka.
5. Manfaatkan Cuka Putih untuk Mengatasi Noda Membandel
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5167806/original/054892000_1742370479-ecologiacal-products-concept-with-copy-space.jpg)
Noda kopi, teh, atau endapan mineral dari air terkadang sulit hilang hanya dengan sabun. Dalam kondisi ini, larutan cuka putih dan air dapat membantu melonggarkan sebagian noda yang menempel pada permukaan tumbler stainless.
Campurkan sedikit cuka putih dengan air hangat, lalu masukkan larutan tersebut ke dalam tumbler. Diamkan selama sekitar 20–30 menit, kemudian bersihkan dengan sikat lembut dan bilas hingga tidak ada sisa larutan maupun aroma cuka.
Gunakan metode ini sesuai petunjuk perawatan tumbler karena tidak semua komponen memiliki ketahanan yang sama terhadap bahan asam. Jangan mencampurkan cuka dengan pemutih atau produk pembersih lain. Jika noda tetap membandel, hindari menggosoknya menggunakan benda tajam atau sikat kawat.
Advertisement
6. Gunakan Perasan Lemon untuk Menyegarkan Tumbler
![[Bintang] 6 Makanan Pereda Mual Saat Perjalanan Mudik Lebaran 2015](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/OWwEUpLDgpdd1OsGVtNYvk-8hVo=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/924856/original/009391000_1436512935-3_healthy-holistic_com.jpg)
Perasan lemon dapat digunakan sebagai alternatif untuk membantu menyegarkan aroma tumbler dan mengatasi noda ringan. Kandungan asamnya dapat membantu melonggarkan sebagian residu, meskipun hasilnya bergantung pada jenis dan tingkat keparahan noda.
Campurkan perasan lemon dengan air hangat, lalu tuangkan ke dalam tumbler. Diamkan sebentar, sikat bagian dalam secara perlahan, kemudian bilas sampai bersih. Jangan biarkan larutan asam terlalu lama berada di dalam tumbler, terutama jika petunjuk produsen tidak merekomendasikannya.
Pilih satu metode pembersihan sesuai kebutuhan, baik menggunakan baking soda, cuka putih, maupun lemon. Anda tidak perlu mencampurkan ketiganya sekaligus karena kombinasi bahan tersebut belum tentu meningkatkan efektivitas pembersihan.
7. Keringkan Tumbler sebelum Disimpan
Setelah dicuci, tumbler perlu dikeringkan dengan benar agar kelembapan tidak terperangkap di bagian dalam. Menutup botol ketika masih basah dapat membuat aroma tidak sedap lebih mudah muncul, terutama jika sisa air tertahan di celah tutup atau karet penyegel.
Letakkan tumbler dalam posisi terbalik dengan tutup dilepas agar sisa air dapat mengalir keluar dan udara bersirkulasi. Keringkan juga tutup, sedotan, serta komponen lainnya secara terpisah sebelum dirakit kembali.
Jika tumbler tidak akan digunakan dalam waktu dekat, simpan dalam keadaan bersih dan kering dengan tutup terbuka atau tidak dikencangkan sepenuhnya. Cara ini membantu mengurangi kelembapan yang terperangkap selama penyimpanan.
Advertisement
8. Hindari Bahan dan Cara Membersihkan yang Merusak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312831/original/019228100_1754975732-pexels-zero-promosi-3567653-12738019.jpg)
Selain mengetahui cara membersihkannya, penting juga untuk memahami hal-hal yang sebaiknya dihindari agar tumbler stainless tidak cepat rusak. Penggunaan bahan pembersih atau alat yang tidak sesuai dapat merusak permukaan botol maupun komponen insulasinya.
Hindari penggunaan pemutih berbahan klorin, spons kawat, dan sikat kasar karena dapat merusak permukaan atau meninggalkan goresan. Jangan merendam seluruh tumbler berinsulasi vakum terlalu lama, sebab air dapat masuk ke area tertentu yang seharusnya tetap terlindungi.
Penggunaan mesin pencuci piring juga perlu disesuaikan dengan petunjuk produsen. Tidak semua tumbler aman dicuci menggunakan mesin tersebut, terutama jika memiliki lapisan warna atau komponen penyegel tertentu. Tumbler stainless juga tidak boleh dimasukkan ke microwave atau freezer jika memang tidak dirancang untuk penggunaan tersebut.
Dengan membersihkan tumbler setiap selesai digunakan, merawat bagian tutup dan sedotan, serta mengeringkannya sebelum disimpan, kebersihan wadah minum dapat lebih terjaga. Perawatan sederhana ini juga membantu mempertahankan kondisi tumbler agar nyaman digunakan dalam jangka panjang.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Bersihkan Tumbler Stainless
Seberapa sering tumbler stainless harus dibersihkan?
Tumbler stainless sebaiknya dicuci setiap selesai digunakan, terutama jika berisi kopi, teh, susu, atau minuman manis. Tutup, sedotan, dan karet penyegel juga perlu dibersihkan secara rutin agar sisa minuman tidak menimbulkan bau.
Bagaimana cara menghilangkan bau tidak sedap pada tumbler stainless?
Anda bisa menggunakan baking soda yang dilarutkan dalam air hangat. Diamkan selama 15–30 menit, sikat bagian dalam tumbler, lalu bilas hingga bersih. Jangan lupa membersihkan tutup, sedotan, dan karet penyegel karena bau bisa berasal dari bagian tersebut.
Apakah tumbler stainless boleh dicuci menggunakan cuka?
Boleh, selama sesuai dengan petunjuk perawatan dari produsen. Larutan cuka putih dan air dapat membantu mengatasi sebagian noda membandel. Setelah digunakan, bilas tumbler hingga bersih dan hindari membiarkan larutan asam terlalu lama di dalamnya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375340/original/043230400_1792140162-Screenshot_2026-10-16_151345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364644/original/080112300_1791013312-IndonesiadangdutAwards2026Attire__ekotjandra_Hijab_stylist__suciaurelias_Makeup__riskymakeup__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490146/original/023335400_1624374674-Chatbot_WA_Cek_Fakta3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376137/original/043008800_1792309221-pexels-artempodrez-6466444.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376138/original/014597700_1792309367-hl2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376126/original/005841400_1792309179-SnapInsta-Ai_4004836956427180480_64652595883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376161/original/067742600_1792310924-hl.jpeg)