Liputan6.com, Jakarta Cara membuat greenhouse dari bambu pada dasarnya terdiri dari empat tahap: menyiapkan dan mengawetkan bambu, merakit rangka, menutup rangka dengan plastik UV dan paranet, lalu menata bagian dalamnya. Bahan yang dibutuhkan cukup sederhana, yaitu bambu, plastik UV, paranet, tali, paku, dan baut.
Bambu banyak dipilih petani karena paling murah dan mudah ditemukan. Supaya cara membuat greenhouse dari bambu ini memberi hasil yang awet, kuncinya ada pada pengawetan bambu dan rancangan yang menjaga bambu tetap kering.
Biaya greenhouse bambu memang bisa sangat murah. Ada contoh greenhouse yang seluruh strukturnya dibuat hanya dari tiga bahan: bambu, daun palem, dan plastik greenhouse yang dibeli. Perkiraan seluruh greenhouse itu menghabiskan sekitar 20 dolar AS, dan melihat banyaknya bibit yang bisa disemai petani di dalamnya, modalnya kemungkinan sudah kembali dalam beberapa minggu pertama.
Advertisement
1. Cara Menyiapkan Lokasi, Bahan, dan Mengawetkan Bambu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392342/original/068473900_1794038975-9cc95743-d482-4166-8adc-0e9bd50657f3__1_.jpg)
Langkah pertama dalam cara membuat greenhouse dari bambu adalah persiapan, dan di tahap inilah umur bangunan banyak ditentukan. Bambu adalah bahan alami yang gampang rusak kalau tidak diolah dulu sebelum dipakai.
Jo Scheer, praktisi bangunan bambu, dikutip dari Green Home Building menyatakan, "Bambu yang tidak diawetkan mungkin hanya bertahan sekitar setahun. Sangat cepat dimakan organisme atau membusuk."
- Pilih lokasi yang tepat: Pertimbangkan luas lahan, kontur tanah, iklim, dan jarak ke sumber air. Richman-Zonka, dikutip dari Sierra Club, menyarankan agar greenhouse diletakkan di lahan yang drainasenya baik dan menghadap ke arah yang paling banyak terkena sinar matahari. Hindari juga daerah yang sering dilanda angin kencang.
- Tentukan ukuran dan bentuk: Pilih model atap pelana (seperti rumah) atau model lengkung (tunnel). Di daerah tropis, model rumah dengan banyak ventilasi di atap lebih cocok. Ukuran bangunan juga membantu kamu menghitung kebutuhan bahan, dan makin besar bangunannya, makin besar pula biayanya.
- Siapkan bahan dan alat: Kamu butuh batang bambu berdiameter besar untuk tiang utama dan yang lebih kecil untuk balok penghubung, plastik UV, paranet, semen, paku, baut, dan tali. Alat yang diperlukan antara lain gergaji, bor, golok, palu, dan staples tembak.
- Awetkan bambu dengan larutan boraks: Rendam bambu dalam larutan campuran boraks dan asam borat. Sebagaimana dilaporkan ScienceDirect, perlakuan bambu dengan boraks dan asam borat memberi perlindungan efektif terhadap pelapukan putih maupun cokelat. Dilansir dari ECHOcommunity, bambu sebaiknya direndam minimal dua minggu.
- Keringkan bambu sampai benar-benar kering: Setelah direndam, tiriskan bambu dan jemur di tempat teduh sampai kering sebelum dirakit. Bambu yang masih basah lebih mudah berjamur dan menyusut setelah bangunan berdiri.
Tips:Â Menurut ECHOcommunity, bambu yang diberi perlakuan borat dilaporkan bisa bertahan 15 sampai 20 tahun atau lebih. Bandingkan dengan bambu tanpa perlakuan yang umumnya hanya kuat 2-3 tahun.
Advertisement
2. Cara Membuat Rangka Greenhouse Bambu dari Pondasi hingga Atap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392343/original/071119300_1794038975-f02b0fc0-68f3-4f00-89f7-d68f604f1fcb.webp)
Setelah bahan siap, bagian inti dari cara membuat greenhouse dari bambu adalah merakit rangka. Rangka yang kokoh membuat greenhouse tahan angin dan tidak mudah miring.
Contoh sederhananya, bayangkan rangka greenhouse seperti kerangka rumah panggung kecil: tiang di setiap sudut, balok di bagian bawah dan atas, lalu kuda-kuda atap di puncaknya.
- Tandai area bangunan: Ukur dan tandai bentuk dasar greenhouse dengan patok dan tali. Pastikan setiap sudutnya siku agar rangka berdiri lurus.
- Buat dudukan beton untuk tiang utama: Mengacu pada panduan Premeditated Leftovers, galilah lubang sedalam sekitar 2 kaki (kurang lebih 60 cm) di setiap sudut, lalu isi lubang dengan adukan semen. Dudukan beton juga mencegah pangkal bambu bersentuhan langsung dengan tanah lembap.
- Pasang tiang dengan tinggi berbeda: Buat tiang di satu sisi lebih tinggi daripada sisi seberangnya. Dengan satu sisi lebih rendah sekitar dua kaki, atap greenhouse akan miring sehingga air hujan bisa mengalir turun. Tahan tiang dengan patok dan tali agar tetap tegak lurus selama semen mengering.
- Rakit balok bawah dan atas: Pasang bambu mendatar di bagian bawah dan atas tiang. Bor sambungannya lalu kunci dengan baut, atau ikat kuat dengan tali ijuk atau tali tambang supaya tidak bergeser.
- Atur jarak antartiang: Sebagaimana dikutip dari jurnal Revista Mexicana de Ciencias Agricolas di SciELO, jarak antarkolom harus diatur supaya tekanan angin tidak melebihi tegangan yang masih sanggup ditahan material rangka. Kalau lokasimu berangin, rapatkan jarak tiang.
- Bentuk rangka atap: Pasang kuda-kuda atau usuk bambu di bagian atap. Kalau memakai bambu belah, pasang sisi lengkungnya menghadap ke atas. Teknik ini juga dipakai pada greenhouse bambu di daerah tropis, dengan bambu atap dibelah dua dan sisi bulatnya menghadap ke plastik. Dengan begitu, plastik tidak tergores tepian bambu yang tajam.
- Pasang kusen pintu: Siapkan rangka pintu di salah satu sisi. Buat pintu yang cukup rendah dan rapat agar hama tidak mudah masuk.
Usahakan tinggi atap tidak berlebihan, kira-kira setinggi orang dewasa, supaya perawatan tanaman dan penangkapan hama yang masuk lebih mudah dilakukan.
3. Cara Memasang Penutup, Ventilasi, dan Finishing
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392344/original/073491200_1794038975-101e6093-24c6-4637-aa60-68a9bf0e2210.webp)
Tahap terakhir cara membuat greenhouse dari bambu adalah menutup rangka dan menata bagian dalamnya. Pemasangan penutup yang rapi menentukan apakah greenhouse benar-benar melindungi tanaman dari hujan, panas berlebih, dan serangga.
- Pasang plastik UV di atap: Gunakan plastik polietilen yang distabilkan UV. Panduan greenhouse bambu berbiaya rendah dari Filipina memakai film UV dengan ketebalan sekitar 0,125 mm. Bentangkan plastik dengan kencang, lalu jepit atau jepret pada rangka menggunakan bilah bambu kecil sebagai penjepit supaya tidak sobek.
- Tutup dinding dengan paranet atau screen: Paranet berfungsi menjaga sirkulasi udara, menyaring sinar matahari, dan menghalangi serangga dari luar. Pilih jaring yang rapat dan berwarna terang.
- Buat ventilasi atap: Untuk daerah tropis, ventilasi adalah komponen wajib. Seperti yang diberitakan Climapod Greenhouses, ventilasi alami bekerja dengan membiarkan udara hangat naik dan keluar lewat ventilasi atap, sementara udara luar yang lebih sejuk masuk dari ventilasi samping atau pintu yang terbuka.
- Pertimbangkan atap gulung: Pada model sederhana, kamu bisa memasang batang bambu panjang di tepi plastik supaya atap bisa digulung naik saat cuaca cerah dan diturunkan saat hujan.
- Tata bagian dalam: Buat rak bertingkat dari bambu, sekat tanaman, dan jalur pijakan. Penataan ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya untuk pembibitan, budidaya sayur, atau instalasi sistem hidroponik.
Tips: Kalau lahanmu sempit, kamu bisa melihat beberapa model greenhouse rumahan sebagai inspirasi, lalu menyesuaikannya dengan rangka bambu.
Advertisement
Tips Merawat Greenhouse Bambu agar Awet dan Tanaman Tetap Sehat
Greenhouse bambu yang sudah berdiri tetap perlu dirawat. Dalam praktiknya, ada dua hal yang paling sering bermasalah: bambu yang lapuk karena lembap dan udara dalam greenhouse yang terlalu panas atau pengap.
Berdasarkan panduan Backyard Discovery yang merujuk riset penyuluhan universitas, termasuk UF IFAS, kelembapan relatif 80 persen adalah ambang ketika risiko penyakit jamur naik tajam, dan perkembangannya makin cepat di atas 90 persen.
- Jauhkan bambu dari tanah lembap: Pastikan semua tiang berdiri di atas dudukan beton atau batu. Kontak terus-menerus dengan tanah basah adalah penyebab utama pangkal bambu cepat busuk.
- Lindungi bambu dari hujan langsung: Boraks larut dalam air sehingga bisa luntur kalau bambu sering kehujanan. Karena itu, pastikan seluruh rangka berada di bawah naungan plastik dan buat tritisan atap yang cukup lebar.
- Buka ventilasi sejak pagi: Merujuk Better Garden Guide, buka ventilasi lebih awal sebelum suhu naik dan dahulukan ventilasi atap, karena udara panas naik dan paling cepat keluar lewat atap.
- Jangan andalkan pendingin evaporatif di cuaca lembap: Banyak orang mengira menyemprotkan air selalu bisa mendinginkan greenhouse. Padahal, cara ini kurang efektif ketika udara luar sudah lembap, kondisi yang lazim di Indonesia, sehingga aliran udara jauh lebih penting.
- Siram langsung ke media tanam: Hindari membasahi daun berlebihan, terutama sore hari. Air yang menempel semalaman di daun memicu jamur.
- Periksa sambungan dan ikatan secara berkala: Tali bisa kendur dan baut bisa longgar karena bambu menyusut dan memuai. Kencangkan kembali setiap beberapa bulan, apalagi setelah angin kencang.
- Ganti plastik yang mulai rusak: Plastik UV yang sudah buram, getas, atau sobek tidak lagi meneruskan cahaya dengan baik. Tambal sobekan kecil segera sebelum melebar.
- Bersihkan sisa tanaman dan gulma: Daun kering dan gulma bisa menjadi sarang hama. Kebersihan juga penting karena bambu sendiri rentan dijadikan tempat bersarang hama.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Greenhouse dari Bambu
Berapa lama greenhouse dari bambu bisa bertahan?
Tanpa pengawetan, rangka bambu umumnya hanya tahan sekitar 2-3 tahun, bahkan bisa lebih cepat rusak kalau sering terkena tanah lembap dan hujan. Dengan perendaman larutan boraks, dudukan beton, dan atap yang melindungi seluruh rangka, umurnya bisa jauh lebih panjang.
Apa penutup terbaik untuk greenhouse bambu di daerah tropis?
Kombinasi yang paling umum adalah plastik UV untuk atap dan paranet atau screen untuk dinding. Plastik UV melindungi tanaman dari hujan, sedangkan paranet menjaga sirkulasi udara dan menahan serangga masuk.
Apakah greenhouse bambu cocok untuk pemula?
Cocok, karena bahannya murah, mudah didapat, dan bisa dirakit dengan alat pertukangan sederhana. Mulailah dari ukuran kecil untuk pembibitan atau sayuran rumahan, lalu perbesar setelah kamu terbiasa merawatnya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385238/original/034787500_1793247276-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359577/original/013031200_1790564633-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-28T100252.716.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391176/original/070792400_1793875895-Screenshot_2026-11-05_170652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259592/original/057928600_1781507421-guru_sekolah_rakyat_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391954/original/072137000_1793958689-Vertical_500x656_-_Dayatana.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345690/original/067748100_1789050705-WhatsApp_Image_2026-09-10_at_21.02.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344472/original/056989200_1788947104-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_4.34.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329986/original/052581700_1787307659-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_17.03.26.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308204/original/009529000_1785132477-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_12.46.15_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304577/original/005200700_1784721544-WhatsApp_Image_2026-07-22_at_18.12.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291253/original/086637400_1783510555-WhatsApp_Image_2026-07-08_at_17.07.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290264/original/065273200_1783441564-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.36.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290208/original/083376600_1783432448-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.29.47.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290170/original/059488200_1783429797-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_19.50.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9271167/original/049315200_1783170039-WhatsApp_Image_2026-07-04_at_17.30.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8974535/original/013451500_1782983178-1106e511-c5ef-46a5-8b74-de1fd75e92f8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262336/original/070728700_1781780140-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_17.41.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1588019/original/097014900_1538998899-PG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392062/original/015622700_1793969928-WhatsApp_Image_2026-11-06_at_12.54.23_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385466/original/098159300_1793258487-01M635NT0W328YDQQDQRK90H96.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385457/original/016376900_1793258478-01M635HMJMACVQ68R6RPCSVNZT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386365/original/086039300_1793345488-01M65H341D42B2C7QDSRKXSFJR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303029/original/062236000_1784616358-404042e6-155d-443a-9424-f2837a47de62.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385462/original/040497900_1793258483-01M635FR5PFE4G9C74AEY99XCS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368232/original/081270000_1791424201-carol-gauthier-a0a9t1VcuUY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388355/original/019790500_1793610265-159d5c5c-ef56-4fe1-aaab-594e52ddbcb4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384778/original/077840700_1793181681-01M60WY7M84P3C5FF9K6R26D0C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154533/original/085644700_1741401411-sweet-potato-5318960_1280.jpg)