Cara Membuat Pupuk dari Daun Kering, 3 Metode Mudah di Rumah

Cara membuat pupuk dari daun kering dengan tumpukan kompos, karung, dan bioaktivator. Lengkap dengan langkah, rasio bahan, dan tips agar cepat matang.

Diterbitkan 06 November 2026, 09:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara membuat pupuk dari daun kering pada dasarnya cukup mudah. Kumpulkan daun, cacah, basahi, lalu biarkan mikroba menguraikannya. Prosesnya akan lebih cepat kalau daun dicampur bahan hijau seperti sisa sayuran atau potongan rumput.

Daun kering kaya karbon, jadi bahan ini adalah "bahan cokelat" yang penting dalam kompos. Dengan cara membuat pupuk dari daun kering yang tepat, sampah halaman bisa berubah menjadi pupuk gembur berbau tanah.

Sebagaimana dilaporkan NPR, daun mengandung banyak nutrisi, termasuk nitrogen, fosfor, dan kalium. Di Amerika Serikat, sekitar 8 juta ton daun berakhir di tempat pembuangan sampah setiap tahunnya.

1. Cara Membuat Pupuk dari Daun Kering dengan Tumpukan Kompos

Metode tumpukan adalah cara membuat pupuk dari daun kering yang paling umum dipakai. Daun kering dipakai sebagai sumber karbon, lalu dicampur bahan hijau yang kaya nitrogen supaya mikroba bekerja lebih cepat.

Mengacu pada panduan Virginia Cooperative Extension, volume bahan cokelat sebaiknya sama dengan atau hingga tiga kali lipat bahan hijau di dalam tumpukan. Berdasarkan lembar fakta Ohio State University Extension, rasio C:N 30:1 ideal untuk aktivitas mikroba kompos, sedangkan daun memiliki rasio sekitar 50:1.

  • Pilih lokasi teduh: Siapkan area datar yang tidak terkena hujan langsung, atau gunakan tong atau kotak kayu sebagai wadah.
  • Buat lapisan dasar: Letakkan ranting kecil atau bahan kasar di bagian bawah supaya udara bisa mengalir dan air tidak menggenang.
  • Tambahkan daun kering: Taburkan lapisan daun kering yang sudah dicacah, lalu siram sampai lembap.
  • Selingi dengan bahan hijau: Tambahkan sisa sayuran, kulit buah, ampas kopi, atau potongan rumput segar, lalu taburi sedikit tanah atau kompos matang sebagai sumber mikroba.
  • Ulangi dan aduk berkala: Susun berlapis sampai tumpukan cukup tinggi, lalu balik tumpukan setiap satu sampai dua minggu supaya oksigen tetap tercukupi.

Sarah Vogel, horticulture educator University of Illinois Extension, dikutip dari Illinois Extension menyatakan, "Ilmu di balik pengomposan mungkin terdengar teknis, tetapi sesederhana melempar daun dan sisa makanan ke dalam tumpukan lalu memindahkannya dengan sekop."

Matthew Stevens, horticulturist di Pitt County Cooperative Extension, dikutip dari WITN menyatakan, "Pengomposan adalah proses yang digerakkan oleh panas, jadi prosesnya lebih cepat saat bulan-bulan panas."

2. Cara Membuat Pupuk Daun Kering dalam Karung

Kalau lahan kamu sempit, cara membuat pupuk dari daun kering dengan karung atau kantong besar bisa jadi pilihan. Hasilnya biasa disebut leaf mold, yaitu daun lapuk yang gembur dan sangat baik untuk memperbaiki tanah.

Dilansir dari Gardenary, pada metode ini jamurlah yang menguraikan daun, bukan bakteri, dan setelah sekitar 12 bulan daun akan terurai menjadi kompos yang remah. Kamu juga bisa membaca contoh cara membuat kompos dalam karung yang menggabungkan daun kering dengan sampah dapur.

  • Kumpulkan daun: Sapu daun kering dari halaman dan buang ranting besar, plastik, atau daun yang terlihat sakit.
  • Cacah daun: Potong kecil-kecil memakai gunting, mesin pemotong rumput, atau injak-injak di dalam karung.
  • Basahi secukupnya: Merujuk Garden Betty,
  • jangan merendam daun, cukup tambahkan air secukupnya hingga meresap tanpa menggenang di dasar kantong.
  • Tutup dan beri lubang: Ikat karung, lalu buat beberapa lubang kecil supaya udara tetap masuk.
  • Simpan dan tunggu: Letakkan di tempat teduh, kocok atau balik karung sesekali, lalu tambahkan air jika isinya mulai kering.

 

Charles Dowding, pegiat kebun no-dig, dikutip dari AOL menyatakan, "Jika daunnya banyak, misalnya beberapa ember atau satu gerobak penuh, sebaiknya dikumpulkan di tumpukan terpisah agar terurai perlahan dan menjadi kompos leaf mold."

3. Cara Membuat Pupuk dari Daun Kering dengan Bioaktivator

Di Indonesia, banyak pekebun rumahan mempercepat proses dengan larutan nasi basi atau EM4. Cara membuat pupuk dari daun kering ini memanfaatkan mikroba tambahan agar penguraian berjalan lebih aktif.

Sebagaimana disampaikan University of Arkansas Cooperative Extension, jika rasionya lebih besar dari 30:1, nitrogen akan kurang dan bahan terurai lebih lambat. Karena itu, bioaktivator atau bahan hijau sangat membantu tumpukan yang isinya hampir semua daun.

  • Siapkan bahan: Sediakan satu karung daun kering, air, dan nasi basi atau EM4 yang sudah dilarutkan.
  • Siram larutan perlahan: Hamparkan daun di tanah, lalu siram air dan nasi basi yang sudah larut sambil diaduk sampai rata.
  • Masukkan ke karung:
  • Jika sudah lembap, masukkan kembali daun ke dalam karung yang sudah berisi setengah daun kering.
  • Ikat dan simpan:
  • Ikat dengan kencang dan simpan pupuk di tempat yang gelap, lalu diamkan selama seminggu.
  • Pantau hingga matang: Cek kelembapan secara berkala dan jauhkan dari sinar matahari langsung. Dalam panduan yang beredar, kompos jenis ini disebut siap dipakai sekitar minggu keempat.

Tips Agar Pupuk Daun Kering Cepat Matang dan Berkualitas

Gagal atau berhasilnya kompos daun biasanya ditentukan oleh hal-hal kecil, mulai dari jenis daun sampai tingkat kelembapan. Mengutip Extension Gardener Handbook dari NC State, daun maple punya rasio karbon-nitrogen yang pas sehingga bisa terurai dalam beberapa minggu, sedangkan daun ek mengandung tanin tinggi yang tahan terhadap pelapukan.

  • Cacah sekecil mungkin: Stephanie Turner, Clemson Extension Horticulture Agent, dikutip dari Yahoo menyatakan, "Semakin kecil potongan awal, semakin cepat proses pengomposan berjalan."
  • Jaga kelembapan: Tumpukan idealnya
  • memiliki kelembapan 40 sampai 60 persen, atau terasa seperti spons yang sudah diperas.
  • Waspadai daun tertentu: Sebagaimana diungkapkan Epic Gardening, kamu perlu
  • mengetahui tanaman yang mengandung senyawa herbisida seperti juglone.
  • Jangan langsung membenamkan daun mentah:
  • Rasio karbon-nitrogen yang tinggi menjadi alasan mengapa daun tidak disarankan langsung dicampur ke dalam tanah.
  • Hindari daun berlapis lilin: Daun yang tebal dan mengilap biasanya jauh lebih lama terurai, jadi campurkan sedikit saja.
  • Tambahkan bahan hijau: Sisa sayuran atau rumput segar menyumbang nitrogen yang dibutuhkan mikroba.
  • Kenali tanda kompos matang: Kompos siap pakai berwarna gelap, remah, dan berbau seperti tanah hutan.

Amanda Webb, Head Gardener di Windy Hill Farm and Preserve, dikutip dari Parade menyatakan, "Daun adalah salah satu bahan terbaik untuk tumpukan kompos karena menyediakan bahan kaya karbon yang menyeimbangkan sisa dapur dan potongan rumput segar."

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pupuk dari Daun Kering

Berapa lama pupuk dari daun kering bisa dipakai?

Waktunya tergantung metode yang kamu pakai. Kompos dengan bahan hijau dan bioaktivator bisa matang dalam hitungan minggu sampai beberapa bulan, sedangkan leaf mold dalam karung biasanya butuh enam bulan hingga satu tahun.

Apakah semua jenis daun kering bisa dijadikan pupuk?

Hampir semua daun bisa dikomposkan, tetapi kecepatan terurainya berbeda. Daun tipis lebih cepat lapuk, sedangkan daun tebal, berlilin, atau berpenyakit sebaiknya dipisahkan atau dicacah dulu.

Kenapa kompos daun kering tidak terasa hangat?

Biasanya tumpukan kekurangan nitrogen atau air, atau ukurannya terlalu kecil. Tambahkan bahan hijau, siram sampai lembap, lalu aduk supaya mikroba kembali aktif.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6