Liputan6.com, Jakarta Cara bertani tanpa lahan adalah menanam sayur, buah, atau rempah di wadah, di dinding, atau di dalam air bernutrisi, jadi Anda tidak butuh kebun tanah. Yang Anda perlukan cuma tempat yang cukup terkena matahari, wadah yang tepat, dan perawatan rutin.
Metode paling populer adalah menanam di pot atau polybag, vertikultur, hidroponik, dan microgreens di jendela. Siapa pun yang tinggal di rumah kontrakan, apartemen, atau rumah padat bisa mempraktikkan cara bertani tanpa lahan ini.
Menurut Farmers' Almanac, berkebun dalam wadah memungkinkan Anda menanam sayuran segar di ambang jendela, teras, balkon, atau depan pintu tanpa perlu halaman . Kuncinya ada pada cahaya matahari yang cukup, ukuran wadah yang pas, media tanam yang baik, dan penyiraman yang teratur .
Advertisement
1. Bertani dengan Pot, Polybag, dan Barang Bekas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6824935/original/076884200_1779613702-3247967099881135468.jpeg)
Kalau Anda baru mulai mencari cara bertani tanpa lahan, menanam di pot atau polybag adalah titik awal paling gampang. Contohnya, bayangkan teras sempit di depan rumah kontrakan. Beberapa polybag berisi cabai, tomat, atau kangkung saja sudah bisa memenuhi sebagian kebutuhan dapur. Wadahnya pun tidak harus dibeli, karena botol plastik, ember bekas cat, dan toples bisa dipakai ulang.
-
Pilih wadah yang punya lubang drainase: Pakai pot plastik, polybag, ember bekas, atau botol besar yang sudah dibelah. Lubangi bagian bawahnya agar kelebihan air bisa keluar dan akar tidak membusuk.
-
Siapkan media tanam campuran: Campuran yang umum dipakai adalah tanah, kompos atau pupuk kandang, dan sekam bakar atau cocopeat dengan perbandingan 1:1:1. Sekam bisa Anda dapat dengan harga murah dari tempat penggilingan padi.
-
Tentukan lokasi yang cukup cahaya: Sebagian besar tanaman sayur butuh sekitar 6-8 jam sinar matahari langsung setiap hari. Wadah bisa dipindah, jadi Anda bebas menggesernya mengikuti arah matahari.
-
Pilih tanaman yang mudah tumbuh: Untuk pemula, sawi, kangkung, bayam, cabai, dan tomat cocok ditanam di wadah. Pilih varietas yang ukurannya kompak supaya tidak cepat kebesaran untuk potnya.
-
Siram secukupnya, jangan berlebihan: Biasanya tanaman disiram pagi dan sore, tapi sesuaikan dengan kondisi media. Pastikan tanah terasa seperti spons yang lembap, bukan sampai tergenang.
-
Beri pupuk secara berkala: Tambahkan kompos atau pupuk cair dari sisa dapur setiap 2-4 minggu agar nutrisi di dalam wadah tetap tercukupi.
Mareeam Ahmed dari kelompok aksi iklim Sustainably Muslim, dikutip dari Hyphen, menyarankan herba sebagai titik awal paling mudah.
Advertisement
2. Menanam Secara Vertikal atau Vertikultur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483468/original/009348600_1769394789-Ide_Kebun_Cabai_Pakai_Kompos_Dapur_yang_Cocok_untuk_Pemula_Model_Vertikal_di_Botol_Plastik_Bekas.jpg)
Vertikultur artinya menanam ke atas, bukan melebar ke samping, sehingga cocok untuk lahan yang sangat sempit. Dalam praktiknya, cara bertani tanpa lahan yang satu ini memanfaatkan dinding, pagar, rak bertingkat, atau pipa paralon yang ditegakkan. Dalam satu meter persegi, Anda bisa menanam jauh lebih banyak tanaman dibanding pot biasa.
- Pilih bidang vertikal yang aman: Pastikan dinding, pagar, atau rak cukup kuat menahan beban media tanam basah dan tetap terkena cahaya matahari.
- Siapkan wadah bertingkat: Anda bisa memakai pipa paralon yang dilubangi, rak bertingkat berisi pot, kantong tanam yang digantung di dinding, atau botol bekas yang disusun berjajar.
- Isi media tanam dan bibit: Masukkan media tanam campuran ke setiap lubang atau kantong, lalu tanam bibit kangkung, seledri, sawi, atau stroberi.
- Siram dari bagian paling atas: Untuk sistem pipa, alirkan air dari atas supaya merembes ke tingkat di bawahnya. Kalau perlu, pasang irigasi tetes sederhana agar penyiraman lebih rata.
- Sediakan rambatan untuk tanaman merambat: Buncis, kacang panjang, dan timun bisa diarahkan ke turus bambu atau jaring di dinding.
Mengacu pada panduan Adventures in Botany, cara ini memaksimalkan ruang vertikal, memperbaiki sirkulasi udara di sekitar tanaman, dan menjauhkan tanaman dari tanah sehingga risiko hama dan busuk bisa berkurang.
3. Menanam dengan Sistem Hidroponik Sederhana
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384097/original/070906600_1793157031-682c828d-4d27-4170-b3d1-ba4dfae340bc.jpg)
Hidroponik adalah teknik menanam tanpa tanah, dengan air yang sudah dicampur nutrisi sebagai pengganti tanah. Banyak orang memilih metode ini sebagai cara bertani tanpa lahan karena tanamannya bersih, hemat air, dan bebas gulma. Untuk pemula, sistem sumbu (wick system) dan metode Kratky paling mudah karena tidak butuh pompa ataupun listrik. Panduan lengkapnya bisa Anda lihat di artikel cara menanam hidroponik untuk pemula.
- Semai benih di rockwool: Potong rockwool kira-kira 2,5 x 2,5 cm, basahi, lalu masukkan benih selada, sawi, atau kangkung. Begitu tunas muncul, pindahkan ke tempat yang kena cahaya agar batangnya tidak tumbuh kurus memanjang.
- Siapkan wadah dari botol bekas: Potong botol plastik besar menjadi dua bagian. Bagian atas dibalik dan dijadikan tempat tanaman, sedangkan bagian bawah menjadi tempat larutan nutrisi. Ikuti juga langkah menanam hidroponik di botol bekas agar hasilnya lebih rapi.
- Pasang sumbu kain flanel: Kain flanel menyalurkan air bernutrisi dari wadah bawah ke akar lewat daya kapilaritas, jadi Anda tidak perlu menyiram setiap hari.
- Larutkan nutrisi sesuai takaran: Pakai nutrisi hidroponik siap pakai, biasanya AB Mix, dan campurkan sesuai petunjuk di kemasan. Jangan menambah dosis sembarangan.
- Cek keasaman larutan: Larutan nutrisi umumnya dijaga pada pH 5,5-6,5. Kalau pH terlalu tinggi atau terlalu rendah, akar sulit menyerap nutrisi.
- Gunakan wadah yang tidak tembus cahaya: Bungkus botol bening dengan lakban atau cat bagian luarnya agar lumut tidak tumbuh di larutan.
Dikutip dari Ambitious Harvest, B.A. Kratky dari University of Hawaii, pengembang metode ini, menjelaskan bahwa seluruh larutan nutrisi dituang sebelum tanam. Saat tanaman menyerap air, permukaannya turun dan terbentuk celah udara yang memberi oksigen pada akar bagian atas. Satu tanaman selada biasanya siap panen dalam sekitar empat sampai enam minggu.
Advertisement
4. Menanam Microgreens dan Kecambah di Ambang Jendela
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5474015/original/041136400_1768464660-Kebun_Microgreens_di_Nampan.jpg)
Kalau Anda bahkan tidak punya teras atau balkon, microgreens bisa jadi cara bertani tanpa lahan yang paling realistis. Microgreens adalah tunas muda sayuran yang dipanen saat masih kecil, misalnya tunas sawi, lobak, bunga matahari, atau kacang polong. Cukup sediakan nampan kecil dan ambang jendela yang terang, lalu Anda bisa panen dalam hitungan hari.
- Rendam benih semalaman: Rendam benih di toples berisi air agar kulitnya melunak dan benih lebih cepat berkecambah.
- Tebar di nampan berisi media tipis: Isi nampan dengan kompos atau media semai setengah penuh, lalu tebar benih secara rapat dan merata.
- Tutup sementara: Tutupi nampan dengan kertas koran. Setelah beberapa hari, tunas akan berakar dan mulai mendorong kertas penutupnya.
- Pindahkan ke tempat terang: Buka penutup, lalu taruh nampan di dekat jendela yang terkena sinar matahari. Semprot air secukupnya agar media tetap lembap.
- Panen dengan gunting: Potong tunas hijau sedekat mungkin dengan permukaan media, lalu segera olah atau konsumsi selagi segar.
Sebagaimana dilaporkan Little Green Blog, tunas kacang polong hanya butuh 2-3 minggu untuk tumbuh, dan microgreens seperti kale atau lobak bisa dipanen dalam waktu sekitar satu minggu.
Tips agar Bertani Tanpa Lahan Lebih Berhasil
Memilih metode saja belum cukup, karena hasil panen sangat bergantung pada perencanaan dan perawatan sehari-hari. Berikut beberapa tips praktis yang bisa Anda terapkan.
-
Mulai dari skala kecil: Tanam dulu satu atau dua jenis tanaman yang paling sering Anda masak, misalnya cabai dan sawi. Setelah perawatannya terasa mudah, baru tambah jenis tanaman lain.
-
Kelompokkan tanaman dengan kebutuhan serupa: Letakkan tanaman yang sama-sama butuh banyak air dan cahaya dalam satu area supaya penyiraman lebih efisien.
-
Jangan langsung menjemur bibit baru: Bibit yang baru dipindah ke wadah sebaiknya diadaptasikan dulu di tempat teduh agar tidak stres.
-
Lindungi dari hujan deras: Terutama untuk hidroponik, letakkan tanaman di tempat yang terkena matahari tapi tidak langsung kena air hujan, karena hujan bisa mengencerkan larutan nutrisi.
-
Manfaatkan sampah dapur: Sisa sayur dan kulit buah bisa diolah jadi kompos, sementara biji cabai atau tomat dari dapur bisa disemai sebagai benih alternatif yang hemat.
-
Kendalikan hama secara alami: Periksa daun secara rutin dan gunakan semprotan dari bawang putih atau air sabun encer untuk mengusir hama ringan.
-
Tambah drainase kapan pun perlu: Kalau air sering menggenang, tambahkan lubang di dasar wadah. Tidak ada kata terlambat untuk mengebor lubang tambahan.Â
Dari semua metode di atas, cara bertani tanpa lahan yang paling cocok untuk Anda bergantung pada ruang, waktu, dan anggaran yang ada. Mulailah dari satu wadah, amati pertumbuhannya, dan panen kecil pertama biasanya akan membuat Anda ingin menanam lebih banyak.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Bertani Tanpa Lahan
1. Apakah bisa bertani tanpa memiliki lahan?
Bisa. Anda dapat menanam sayuran, buah, dan rempah menggunakan pot, polybag, rak vertikal, sistem hidroponik, atau nampan microgreens di dalam rumah.
2. Tanaman apa yang cocok ditanam tanpa lahan?
Beberapa tanaman yang mudah dibudidayakan tanpa lahan adalah kangkung, bayam, sawi, selada, cabai, tomat, seledri, dan berbagai jenis herba seperti mint serta kemangi.
3. Bagaimana cara bertani di rumah yang sempit?
Manfaatkan pot atau polybag di teras, rak bertingkat di dinding, botol bekas sebagai wadah hidroponik, atau nampan kecil di dekat jendela. Pilih tanaman yang tidak membutuhkan banyak ruang dan sesuaikan dengan intensitas cahaya matahari.
4. Apakah bertani tanpa lahan membutuhkan biaya besar?
Tidak. Anda bisa memanfaatkan botol plastik, ember bekas, toples, dan wadah daur ulang lainnya. Biaya utama biasanya berasal dari pembelian benih, media tanam, pupuk, atau nutrisi hidroponik.
5. Apa metode bertani tanpa lahan yang paling mudah untuk pemula?
Menanam menggunakan pot atau polybag merupakan metode paling mudah untuk pemula karena perawatannya sederhana dan tidak membutuhkan peralatan khusus. Jika tidak memiliki teras atau halaman, microgreens di dekat jendela juga bisa menjadi pilihan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388160/original/000171000_1793603790-HOAX__54_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320072/original/053154100_1786333844-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-10T104516.679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354245/original/038987000_1790044500-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-22T093245.164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387917/original/059774100_1793588866-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-11-02T100620.704.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384778/original/077840700_1793181681-01M60WY7M84P3C5FF9K6R26D0C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387072/original/079395900_1793430283-5e5b635a-116e-411c-95c6-6b9c1ab207ff.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382785/original/072637300_1793009878-cek_fakta_-_bantuan_pupuk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372105/original/040807200_1791867680-01M4SRKWQJN543TCM0FHDB2VV8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377110/original/052815800_1792405850-01M59SBSRCGBTV6MS09SFANKGK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372085/original/001763100_1791867653-01M4SRH9MNWE6QCV26431Y47ND.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376349/original/050854000_1792332974-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376523/original/064096000_1792379029-email-attachment_2026_10_19_ariefhakim-at-klyid_cak-imin-soroti-pemberdayaan-sektor-peternakan-jelang-dua-tahun-prabowo-gibran_1000478246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375293/original/007678000_1792138140-Gemini_Generated_Image_nmtzv5nmtzv5nmtz.jpg)