Liputan6.com, Jakarta Cara mengatasi bau ternak lele di ember budikdamber yang paling penting adalah mengurangi pakan berlebih dan rutin membuang kotoran di dasar ember. Setelah itu, ganti sebagian air secara berkala supaya amonia tidak menumpuk.
Bau menyengat biasanya muncul karena sisa pakan dan kotoran lele membusuk di dalam air. Jadi, cara mengatasi bau ternak lele di ember budikdamber selalu dimulai dari sumber limbahnya, bukan cuma menutupi baunya.
Dilansir dari Aquatic Experts, bau yang sering disebut "amis" sebagian besar berasal dari amonia. Hampir semua makhluk hidup menghasilkan amonia sebagai limbah, termasuk ikan. Di ember budikdamber yang volumenya kecil, penumpukan limbah ini jauh lebih cepat terasa dibanding di kolam besar.
Advertisement
1. Atur Jumlah dan Jadwal Pemberian Pakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376541/original/060723300_1792379750-fadb4cb2-b25a-4f40-a5f7-328e2fe88de7.jpg)
Langkah pertama memahami cara mengatasi bau ternak lele di ember budikdamber adalah melihat seberapa banyak pakan yang kamu berikan. Lele termasuk ikan yang mencari makan di dasar, jadi sisa pelet sering tidak kelihatan dan diam-diam membusuk.
Mengacu pada panduan pakan Sigma Aquaculture, kolam lele sangat sensitif terhadap pakan berlebih karena lele hidup di dasar, sehingga pakan tenggelam yang tidak termakan membusuk tanpa terlihat dan menaikkan amonia dalam semalam.
- Beri pakan secukupnya: Berikan pelet sedikit demi sedikit, lalu amati. Begitu lele mulai tidak antusias menyambar, hentikan pemberian pakan.
- Terapkan aturan 1-2 menit: Sebagaimana dikutip dari Petco, berikan pakan hanya sebanyak yang bisa dihabiskan ikan dalam 1-2 menit, dua kali sehari.
- Sesuaikan dengan cuaca: Saat cuaca dingin atau hujan terus-menerus, nafsu makan lele turun. Kurangi porsinya supaya pakan tidak tersisa.
- Puasakan sementara saat bau tajam: Kalau air sudah berbau menyengat, hentikan pakan selama 1-2 hari agar beban limbah berkurang.
Sebagaimana disampaikan UF/IFAS Extension dalam panduan amonia untuk budidaya: "Hal pertama yang harus dilakukan ketika ada amonia di kolam atau wadah adalah mengurangi atau menghentikan pemberian pakan."
Mengurangi atau menghentikan pakan dalam waktu singkat (misalnya 1-3 hari) umumnya tidak berdampak buruk bagi ikan, kecuali untuk benih.
Advertisement
2. Ganti Air Sebagian Secara Rutin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472722/original/080393900_1768374192-budidaya_ikan_konsumsi_di_rumah_2.jpg)
Dalam praktiknya, mengganti sebagian air adalah bagian dari cara mengatasi bau ternak lele di ember budikdamber yang paling cepat terasa hasilnya. Kuncinya, jangan menguras total karena bakteri baik ikut terbuang.
Pada budikdamber, umumnya ember dibuatkan keran kecil untuk penggantian air di bagian bawah samping. Saluran ini sangat membantu karena kotoran paling banyak mengendap di dasar.
- Buka keran bawah: Alirkan air dari bagian dasar ember sampai air keruh dan endapan kotoran ikut keluar.
- Buang sekitar seperempat volume: Sebagai patokan, Swell UK menyarankan bahwa jika amonia terdeteksi, lakukan penggantian air dalam jumlah besar dan hentikan pemberian pakan. Untuk perawatan rutin, cukup ganti sebagian kecil.
- Siapkan air pengganti yang sudah diendapkan: Air sumur atau PAM sebaiknya didiamkan dulu agar suhunya mirip dengan air di ember dan kaporitnya berkurang.
- Isi kembali perlahan: Tuang pelan-pelan supaya lele tidak kaget dengan perubahan suhu.
Tips: Jangan menyikat ember sampai bersih total setiap kali ganti air. Lapisan bakteri di dinding ember ikut membantu mengurai amonia.
3. Buang Bangkai dan Sisa Pakan di Dasar Ember
Bau busuk yang mirip telur busuk biasanya menandakan ada bahan organik yang membusuk. Karena itu, cara mengatasi bau ternak lele di ember budikdamber juga harus mencakup pengecekan bangkai ikan dan endapan sisa pakan.
Berdasarkan panduan Agrinovo, sisa pakan, ikan mati, alga mati, dan kotoran ikan semuanya membusuk, dan proses pembusukan itu melepaskan amonia.
- Cek jumlah lele secara berkala: Contoh sederhananya, bayangkan satu lele mati tersembunyi di dasar ember. Dalam satu-dua hari, baunya bisa menyebar ke seluruh air.
- Angkat bangkai segera: Gunakan serokan kecil untuk mengambil ikan mati begitu terlihat.
- Sedot endapan dasar: Pakai selang kecil untuk menyedot kotoran yang tidak keluar lewat keran.
- Perhatikan tanda pakan berlebih: Jika masih ada pelet mengambang lama setelah diberi makan, berarti porsinya terlalu banyak.
Advertisement
4. Optimalkan Tanaman Kangkung sebagai Penyaring Alami
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295591/original/066438300_1783933881-Untitledx.jpg)
Sistem budikdamber pada dasarnya adalah akuaponik sederhana. Manfaat utama tanaman bagi pengguna adalah menyerap sisa nutrisi dari limbah lele, sehingga cara mengatasi bau ternak lele di ember budikdamber jadi lebih ringan jika tanamannya tumbuh sehat.
Dalam sistem ini, tanaman di atas ember berperan menyerap limbah sehingga kualitas air lebih terjaga. Prosesnya mengikuti siklus nitrogen: bakteri mengubah amonia menjadi nitrit lalu nitrat, dan nitrat inilah yang dimanfaatkan tanaman.
-
Isi gelas tanam secara penuh: Pastikan semua gelas plastik di atas ember terisi bibit kangkung agar daya serap limbah maksimal.
-
Gunakan arang sebagai media: Arang di dalam gelas tanam membantu akar menempel sekaligus ikut menyaring partikel kotoran.
-
Panen kangkung secara bergiliran: Sisakan pangkal batang agar tanaman tumbuh lagi dan tetap menyerap nutrisi.
-
Ganti tanaman yang membusuk: Akar atau batang busuk justru menambah bau, jadi segera buang dan ganti dengan bibit baru.
Penyebab Umum Air Ember Lele Cepat Berbau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557713/original/016804300_1776387508-Budikdamber_Patin_dan_Genjer.jpg)
Mengetahui penyebabnya membantu kamu mencegah bau sebelum muncul. Seperti yang diberitakan For Fish Lovers, amonia atau nitrit di atas nol berarti sistem penyaringan tidak mampu mengimbangi atau sedang terganggu.
Berikut beberapa pemicu yang paling sering terjadi di budikdamber.
- Pakan berlebih: Sisa pelet yang tenggelam adalah sumber amonia paling umum di wadah kecil.
- Tebar benih terlalu padat: Semakin banyak lele dalam satu ember, semakin banyak kotoran yang dihasilkan setiap hari.
- Air jarang diganti: Limbah menumpuk dan tanaman tidak sanggup menyerap semuanya.
- Ikan mati tidak terdeteksi: Bangkai yang membusuk menghasilkan bau sangat tajam dalam waktu singkat.
- Tanaman kurang atau mati: Tanpa tanaman yang sehat, fungsi penyaringan alami budikdamber hilang.
- Pengurasan total: Air yang diganti seluruhnya menghilangkan bakteri baik, sehingga amonia mudah melonjak lagi.
- Ember terpapar panas terik: Suhu air yang tinggi mempercepat pembusukan bahan organik.
Tips: Letakkan ember di tempat teduh yang masih kena sinar matahari pagi, supaya kangkung tetap tumbuh tapi air tidak terlalu panas.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengatasi Bau Ternak Lele di Ember Budikdamber
Apakah bau di ember budikdamber berbahaya bagi lele?
Bau tajam biasanya menandakan amonia tinggi atau ada bahan organik yang membusuk. Kondisi ini bisa membuat lele stres, mudah sakit, dan nafsu makannya turun, jadi sebaiknya segera ditangani dengan mengganti sebagian air dan mengurangi pakan.
Berapa kali air ember budikdamber perlu diganti?
Tidak ada patokan yang sama untuk semua ember karena bergantung pada jumlah lele, banyaknya pakan, dan kondisi tanaman. Kalau air mulai keruh atau berbau, itu tanda paling mudah bahwa sebagian air perlu dibuang dan diganti.
Apakah bau ember lele bisa mengganggu tetangga?
Bisa, terutama jika ember diletakkan dekat pagar atau jendela tetangga. Dengan pakan yang terkontrol, kotoran dasar yang rutin dibuang, dan tanaman yang sehat, bau budikdamber umumnya bisa ditekan sampai hampir tidak tercium.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511150/original/031336900_1771895236-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-24T080652.405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353288/original/089120400_1789959015-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T094827.860.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354245/original/038987000_1790044500-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-22T093245.164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372085/original/001763100_1791867653-01M4SRH9MNWE6QCV26431Y47ND.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376523/original/064096000_1792379029-email-attachment_2026_10_19_ariefhakim-at-klyid_cak-imin-soroti-pemberdayaan-sektor-peternakan-jelang-dua-tahun-prabowo-gibran_1000478246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375293/original/007678000_1792138140-Gemini_Generated_Image_nmtzv5nmtzv5nmtz.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371448/original/048361500_1791789367-IMG_7755.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363319/original/010995100_1790850692-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357780/original/012492000_1790306028-Panen_padi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7326954/original/080715600_1780111921-sawo_manila.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5629939/original/023271600_1778227484-unnamed_-_2026-05-08T150237.446.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)