Liputan6.com, Jakarta Mungkin Anda pernah melihat tanaman ubi jalar yang daunnya rimbun, tetapi umbinya kecil dan sedikit saat digali. Kondisi ini sering dialami penanam pemula, dan solusinya ada pada cara menanam ubi jalar agar berbuah lebat yang memperhatikan tanah, bibit, dan pupuk.
Singkatnya, ubi jalar butuh tanah gembur, sinar matahari penuh, jarak tanam yang lega, dan pupuk rendah nitrogen. Kalau keempat syarat ini terpenuhi, cara menanam ubi jalar agar berbuah lebat bisa Anda praktikkan di pekarangan sempit sekalipun.
Mengacu pada publikasi UGA Extension, ubi jalar ditanam untuk akarnya yang bisa dimakan, yang sering keliru disebut umbi seperti kentang. Padahal, bagian yang dimakan dari ubi jalar adalah akar sejati yang terus membesar selama tanaman masih tumbuh. Jadi, "berbuah lebat" pada ubi jalar artinya akar penyimpanannya banyak dan besar.
Advertisement
1. Siapkan Tanah Gembur dan Guludan yang Tinggi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379489/original/029787100_1792635097-HL.jpg)
Langkah pertama dalam cara menanam ubi jalar agar berbuah lebat adalah menyiapkan ruang tumbuh di bawah tanah. Umbi hanya bisa membesar kalau tanahnya longgar, tidak becek, dan bebas batu. Tanah yang padat membuat umbi kecil dan bentuknya bengkok.
Dilansir dari Sow True Seed,tanah gembur yang bebas tanah liat dan batu membuat umbi bisa membesar tanpa hambatan, sehingga hasil panennya lebih tinggi. Situs yang sama menambahkan bahwasemakin luas ruang bawah tanah yang tersedia, semakin kuat pertumbuhan ubi jalar.
Pilih lokasi yang terkena matahari penuh: Ubi jalar adalah tanaman yang suka panas. Pilih lahan terbuka yang tidak tertutup pohon atau bangunan, karena sinar matahari penuh termasuk syarat utama untuk umbi besar.
Gemburkan tanah cukup dalam: Untuk tanah yang berat atau banyak liatnya, gali sedalam sekitar 45 cm (18 inci) agar bahan organik dan pasir benar-benar tercampu. Buang juga sisa akar gulma dan batu.
Bentuk guludan atau bedengan tinggi: Guludan membuat air cepat turun dan tanah tetap gembur. Anda juga bisa membuat gundukan di atas tanah supaya kedalamannya bertambah, cara ini cocok untuk lahan yang sering tergenang saat musim hujan.
Cek dan sesuaikan pH tanah: Lakukan uji tanah sebelum menanam, lalu jaga pH di kisaran 5,5 sampai 6,5 . Alat uji pH sederhana bisa dibeli di toko pertanian.
Hati-hati mencampur pasir ke tanah liat: Jangan menambahkan pasir dalam jumlah banyak ke tanah liat tanpa bahan organik Campuran ini dikhawatirkan malah mengeras seperti beton, jadi selalu tambahkan kompos bersama pasirnya.
Tips singkat: kalau lahan Anda tanah liat berat, guludan tinggi dengan campuran kompos biasanya lebih praktis daripada mengganti seluruh tanah.
Advertisement
2. Pilih Bibit Sehat dan Atur Jarak Tanam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379490/original/035923500_1792635097-1.jpg)
Kualitas bibit sangat menentukan hasil panen. Bibit yang lemah sejak awal jarang bisa menghasilkan umbi besar, jadi bagian ini termasuk inti cara menanam ubi jalar agar berbuah lebat. Bibit bisa berupa stek batang atau slip, yaitu tunas yang tumbuh dari umbi.
Pengelola situs Harvest to Table, yang sudah puluhan tahun menanam ubi jalar di Sonoma Valley, dikutip dari Harvest to Table menyatakan, "
Dari pengalaman saya, panen terkuat selalu berasal dari slip yang kokoh dengan 3-5 daun dan batang yang kuat. Slip yang lemah tidak pernah bisa mengejar."
Ambil stek dari tanaman induk yang sehat: Pilih batang hijau segar yang bebas hama, lalu potong sepanjang 20-25 cm dengan minimal 3-4 ruas. Panduan lengkapnya bisa Anda baca di artikel tentang menanam ubi jalar dengan batangnya.
Akarkan bibit sebelum ditanam: Pilih slip yang baru dipotong, lembap, dan tidak layu, lalu tanam secepatnya. Kalau belum bisa langsung ditanam, rendam di air sampai akar putih kecil muncul.
Tanam saat tanah hangat: Ubi jalar suka panas, dan pembentukan umbinya melambat di bawah 21 derajat Celsius . Di Indonesia, waktu yang sering dipilih adalah awal musim kemarau agar tanah tidak terlalu basah.
Benamkan beberapa ruas ke dalam tanah:Kubur slip cukup dalam sampai beberapa ruasnya tertutup, karena setiap ruas yang terkubur bisa menghasilkan akar dan umbi . Tanam miring supaya lebih banyak ruas yang masuk ke tanah.
Beri jarak tanam yang lega: Jarak tanam yang terlalu rapat membuat umbi lebih kecil dan risiko penyakit naik. Beri jarak 30-45 cm antartanaman dalam barisan yang berjarak sekitar 90 cm.
Hindari asal pakai ubi dari pasar swalayan: Pakar University of Maryland Extension mengingatkan bahwamemperbanyak ubi jalar dari supermarket berisiko, karena umbinya bisa membawa penyakit tanpa gejala yang terlihat . Lebih aman memakai bibit dari petani atau penjual bibit tepercaya.
3. Pakai Pupuk Rendah Nitrogen dan Atur Air dengan Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479309/original/085512700_1768974069-unnamed__23_.jpg)
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah memberi pupuk nitrogen berlebihan. Dalam praktiknya, cara menanam ubi jalar agar berbuah lebat justru menekan nitrogen dan menambah kalium, lalu mengatur air supaya umbi tidak pecah.
Sebagaimana disampaikan ICL Growing Solutions, nitrogen yang terlalu banyak membuat tanaman sibuk menumbuhkan sulur daripada akar, sehingga hasil panen turu. Lembaga ini juga menyebut bahwakebutuhan kalium ubi jalar lebih tinggi dibanding nitrogen atau fosfor.
Berikan pupuk dasar rendah nitrogen: Pupuk awal seperti 5-10-10 atau 3-12-12 cocok untuk ubi jalar. Kalium berperan pada ukuran umbi, kualitas kulit, dan daya simpannya.
Beri pupuk susulan di minggu ke-3 sampai ke-4: Berdasarkan panduan The Old Farmer's Almanac, beri pupuk 5-10-10 di samping tanaman 3 sampai 4 minggu setelah tanam. Taburkan agak jauh dari batang, lalu tutup tipis dengan tanah.
Hentikan pemupukan setelah minggu ke-8:Jangan memupuk lagi setelah minggu ke-8, karena nitrogen yang diberikan terlambat memicu pertumbuhan sulur dan memperlambat pematangan.
Siram dalam, jangan sekadar membasahi permukaan: Menyiram dalam setiap beberapa hari lebih baik daripada menyiram sedikit setiap hari. Satu patokan yang bisa dipakai adalah sekitar 2,5 cm (1 inci) air per minggu selama musim tanam.
Kurangi air menjelang panen: Kurangi penyiraman pada 3-4 minggu terakhir sebelum panen agar rasanya lebih enak dan umbi tidak retak.
Angkat sulur agar tidak berakar di sembarang tempat:Angkat sulur pelan-pelan sesekali supaya tidak menumbuhkan akar di sepanjang batang. Kalau dibiarkan, hasil panen bisa turun hampir nol. Di lahan sempit, pangkas sulur agar tetap dalam radius sekitar 90 cm dari tanaman utama.
Panen sesuai umur dan tanda tanaman: Linda P., Advanced Master Gardener Volunteer dari Michigan State University Extension, dikutip dari Ask Extension menyatakan, "Indikator terbaik untuk memanennya adalah saat daun mulai menguning atau sulur mulai mengering"
Tips singkat: kalau sulur sangat subur tetapi umbinya belum terbentuk, hentikan pupuk nitrogen dan ganti dengan pupuk yang lebih tinggi kaliumnya.
Advertisement
Penyebab Ubi Jalar Rimbun tapi Umbinya Sedikit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570575/original/015269500_1777531639-ub.jpg)
Masalah daun lebat tetapi umbi sedikit sangat sering terjadi. Kalau Anda tahu penyebabnya, perbaikannya bisa dilakukan sebelum musim tanam berikutnya. Berikut penyebab yang paling umum beserta cara mengatasinya.
Sebagaimana dilaporkan jurnal BMC Plant Biology, pemberian nitrogen dan air yang tidak tepat membuat sulur ubi jalar tumbuh berlebihan. Sebaliknya, akar penyimpanan yang berkembang lebih awal membantu menahan pertumbuhan sulur yang berlebihan.
Musim tanam terlalu pendek: Merujuk penjelasan Burpee, ubi jalar butuh musim tanam panjang dan sebagian besar umbinya terbentuk di akhir musim. Tanaman ini juga butuh cuaca yang sangat hangat untuk berproduksi.
Kekurangan air: Kalau air kurang sepanjang musim tanam, tanaman bisa stres dan tidak membentuk umbi.
Kelebihan air: Air yang terlalu banyak juga bisa membuat tanaman stres sehingga tidak mampu menghasilkan akar.
Pupuk nitrogen berlebihan: Nitrogen yang terlalu banyak menghasilkan sulur yang lebat, tetapi umbinya hampir tidak ada.
Tanah terlalu berat: Kalau tanah tidak gembur dan mudah hancur, akar tidak bisa tumbuh dan membentuk umbi.
Daun sering dipetik atau dimakan hama: Daun yang berulang kali dimakan atau dipetik akan mengurangi ukuran umbi di dalam tanah. Kalau ingin memanen pucuknya untuk sayur, ambil secukupnya saja.
Tanaman terlalu rapat: Tanaman yang ditanam terlalu berdekatan tidak punya cukup ruang untuk membentuk umbi.
Â
| Gejala | Penyebab Umum | Solusi Praktis |
|---|---|---|
| Sulur lebat, umbi sedikit | Nitrogen berlebihan | Hentikan pupuk N, ganti pupuk tinggi kalium |
| Umbi kecil dan bengkok | Tanah padat atau berat | Gemburkan tanah, tambah kompos, buat guludan |
| Umbi kecil walau tanaman sehat | Jarak tanam terlalu rapat | Beri jarak 30-45 cm antartanaman |
| Umbi retak atau pecah | Hujan atau siraman berlebihan menjelang panen | Kurangi air 3-4 minggu sebelum panen |
| Banyak umbi mini di sepanjang sulur | Sulur berakar di ruas-ruasnya | Angkat sulur secara berkala dan pangkas |
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Ubi Jalar
Berapa lama ubi jalar bisa dipanen?
Umumnya ubi jalar dipanen pada umur sekitar 3,5-4 bulan setelah tanam, tergantung varietasnya. Sebagaimana dikutip dari Southern Exposure Seed Exchange, Anda bisa mencoba menggali satu tanaman ketika sudah mencapai umur tanam yang dianjurkan untuk varietasnya, biasanya 90-120 hari. Kalau umbinya masih kecil, tunggu beberapa minggu lagi.
Apakah ubi jalar bisa ditanam di pot agar tetap berbuah lebat?
Bisa, asalkan potnya cukup besar dan medianya gembur. Sebagai patokan, wadah 10 galon bisa menampung dua atau tiga tanaman, sedangkan wadah 20 galon bisa menampung empat sampai enam tanaman. Langkah lengkapnya bisa Anda lihat di panduan menanam ubi jalar di pot.
Apakah ubi jalar sama dengan yam?
Tidak, keduanya berasal dari famili tanaman yang berbeda. Ed Olsen, spesialis hortikultura konsumen di Virginia Cooperative Extension, dikutip dari Virginia Tech News menyatakan, "
Sebagian besar produk berlabel yam di supermarket kami sebenarnya adalah ubi jalar berdaging oranye." Olsen juga mengatakan, "Ada banyak jenis ubi jalar. Kulitnya bisa merah, oranye, bahkan ungu dengan daging putih, oranye, atau ungu, tetapi semuanya tetap ubi jalar."
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349533/original/006044400_1789532857-HOAX__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154533/original/085644700_1741401411-sweet-potato-5318960_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382785/original/072637300_1793009878-cek_fakta_-_bantuan_pupuk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372105/original/040807200_1791867680-01M4SRKWQJN543TCM0FHDB2VV8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377110/original/052815800_1792405850-01M59SBSRCGBTV6MS09SFANKGK.jpg)