Liputan6.com, Jakarta Cara menanam ubi jalar dengan batangnya dilakukan dengan memotong stek batang sehat sepanjang 20-25 cm, lalu menancapkannya miring ke tanah gembur. Teknik perbanyakan vegetatif ini lebih praktis dan hemat biaya dibandingkan menanam dari umbi.
Agar berhasil, batang stek sebaiknya memiliki minimal 3-4 ruas dan dibiarkan berakar lebih dulu sebelum dipindahkan ke lahan. Dengan perawatan yang tepat, cara menanam ubi jalar dengan batangnya dapat menghasilkan panen hanya dalam waktu sekitar 3-4 bulan.
Ubi jalar (Ipomoea batatas) merupakan tanaman iklim hangat yang menyukai sinar matahari penuh dan suhu sekitar 21-27 derajat Celsius. Berbeda dengan kentang biasa, tanaman ini umumnya diperbanyak melalui stek batang atau stek pucuk, bukan dari biji, sehingga prosesnya cepat dan mudah ditiru di pekarangan rumah.
Advertisement
Cara Menanam Ubi Jalar dengan Batangnya dari Pemilihan Stek hingga Tanam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479310/original/008776400_1768974070-unnamed__24_.jpg)
Keberhasilan cara menanam ubi jalar dengan batangnya sangat ditentukan oleh kualitas stek dan teknik penanamannya. Ikuti langkah-langkah berikut agar batang cepat berakar, tumbuh kuat, dan menghasilkan umbi yang melimpah.
-
Pilih Batang Induk yang Sehat: Ambil batang berwarna hijau cerah, bebas hama dan penyakit, dari tanaman induk berusia sekitar 2-3 bulan. Potong stek sepanjang 20-25 cm dan pastikan setiap potongan memiliki minimal 3-4 ruas agar peluang tumbuh lebih tinggi.
-
Potong Stek dengan Alat Tajam dan Steril: Gunakan pisau atau gunting tajam yang bersih, lalu potong tepat di bawah ruas daun. Buang daun pada dua pertiga bagian bawah batang dan sisakan beberapa daun muda di pucuk untuk mengurangi penguapan.
-
Rangsang Perakaran Terlebih Dahulu: Rendam pangkal stek dalam air selama 1-2 jam, atau akarkan dengan mencelupkan sepertiga bagian bawah batang ke dalam gelas berisi air bersih. Sebagaimana dikutip dari Empress of Dirt, slip ubi jalar dapat membentuk akar di setiap ruas daun, sehingga batang panjang bisa dipotong menjadi beberapa stek sekaligus.
-
Angin-anginkan di Tempat Teduh: Sebelum ditanam, simpan stek di tempat teduh selama 1 hari hingga luka potong mengering, atau hingga beberapa hari untuk stek yang baru dipotong. Langkah ini mengurangi risiko pembusukan saat batang masuk ke tanah.
-
Siapkan Lahan atau Media Tanam Gembur: Olah tanah hingga gembur, kaya bahan organik, dan berdrainase baik dengan pH sekitar 5,5-6,5. Buat guludan atau bedengan, lalu singkirkan batu dan gulma agar akar serta umbi leluasa berkembang.
-
Tanam Stek dengan Posisi Miring: Buat lubang sedalam sekitar 10 cm, lalu tancapkan stek miring sekitar 45 derajat sehingga 2-3 ruas terbenam di dalam tanah. Posisi ini mempercepat pertumbuhan akar yang akan menjadi cikal bakal umbi.
-
Atur Jarak Tanam yang Tepat: Beri jarak antartanaman sekitar 30-40 cm dan jarak antarbaris 80-100 cm. Mengutip Clemson Cooperative Extension, stek ditanam dalam barisan berjarak sekitar 90 cm dengan jarak 20-30 cm antartanaman pada kedalaman 8-10 cm.
-
Siram Secukupnya Setelah Tanam: Segera siram lahan setelah penanaman untuk menjaga kelembapan dan membantu stek beradaptasi. Pada 1-2 minggu pertama, siram lebih sering hingga batang mulai berakar dengan kuat.
Jika ingin lebih aman, Anda bisa mengakarkan stek di dalam air sebelum dipindahkan ke tanah. Angela Judd dari Growing in the Garden, dikutip dari Dengarden, menjelaskan, "Tancapkan tunas ke dalam toples berisi air tersendiri, dan begitu akarnya tumbuh setidaknya beberapa sentimeter, tunas itu siap ditanam."
Salah satu kelebihan menanam ubi jalar dari batang adalah kemudahannya berakar. Tony O'Neill, pendiri Simplify Gardening, dikutip dari Simplify Gardening, menyatakan, "Tidak seperti kebanyakan stek lain, slip ubi jalar tidak memerlukan hormon perangsang akar; batangnya mudah berakar di sepanjang ruas sulurnya."
Baca juga: cara menanam singkong dari stek batang yang sehat
Baca juga: perbedaan ubi jalar ungu, kuning, dan putih
Advertisement
Cara Merawat Ubi Jalar agar Umbi Besar dan Panen Melimpah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570575/original/015269500_1777531639-ub.jpg)
Setelah memahami cara menanam ubi jalar dengan batangnya, perawatan rutin menjadi kunci berikutnya untuk mendapatkan umbi yang besar dan panen yang melimpah. Berikut langkah-langkah perawatan yang perlu Anda lakukan secara berkala.
-
Penyiraman Teratur: Jaga kelembapan tanah, terutama pada fase awal pertumbuhan, karena ubi jalar membutuhkan air cukup agar umbinya membesar. Namun, hindari genangan air yang dapat memicu pembusukan akar dan umbi.
-
Penyiangan Gulma: Bersihkan gulma secara berkala, khususnya pada 1-2 bulan pertama, karena gulma bersaing dengan tanaman dalam memperebutkan air, unsur hara, dan sinar matahari. Setelah sulur merambat lebat, pertumbuhan gulma akan tertekan dengan sendirinya.
-
Pembumbunan dan Pengangkatan Sulur: Timbun kembali tanah pada guludan sambil menggemburkannya untuk merangsang pembentukan umbi. Sesekali angkat sulur yang menjalar agar ruas-ruasnya tidak ikut berakar di tanah, sehingga energi tanaman tetap terfokus pada umbi utama.
-
Pemupukan Berimbang: Berikan pupuk susulan, terutama yang kaya kalium, pada umur sekitar 2 bulan untuk mendukung pembesaran umbi. Pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang matang juga membantu menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.
-
Pengendalian Hama dan Penyakit: Waspadai hama penggerek seperti boleng (Cylas sp.) serta penggerek batang yang dapat merusak umbi. Lakukan pengecekan rutin dan gunakan pengendalian hayati atau pestisida organik bila diperlukan.
-
Kurangi Penyiraman Menjelang Panen: Pada 2-3 minggu sebelum panen, kurangi atau hentikan pengairan agar umbi tidak mudah busuk dan kadar airnya menurun. Tahap ini membuat umbi lebih tahan ketika disimpan.
Faktor suhu sangat menentukan keberhasilan budidaya ubi jalar. Gail Pothour, Master Gardener sekaligus pakar sayuran, dikutip dari Garden Basics, menyatakan, "Kalau Anda menanamnya terlalu dini, Anda akan menghadapi masalah, jadi Anda perlu menunggu."
Bagi yang memiliki lahan terbatas, ubi jalar juga bisa ditanam di dalam pot atau wadah besar, bahkan memanfaatkan galon bekas sebagai media. Mengacu pada panduan Home Depot, sebaiknya tanam hanya satu stek ubi jalar per ember berukuran 5 galon agar akar memiliki cukup ruang untuk membentuk umbi.
Baca juga: langkah menanam ubi jalar dalam wadah di teras
Baca juga: bahan alami untuk menyuburkan tanaman
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Menanam Ubi Jalar dengan Batang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552768/original/070287300_1775827619-Ubi_Jalar__Ipomoea_batatas_.jpg)
Meski terbilang mudah, ada sejumlah kesalahan yang kerap membuat hasil panen tidak maksimal. Memahami poin-poin berikut akan menyempurnakan cara menanam ubi jalar dengan batangnya yang sudah Anda praktikkan.
Merujuk USU Extension, setiap tanaman ubi jalar dapat menghasilkan sekitar 0,5-1 kg umbi pada musim tumbuh yang panjang, sehingga menanam beberapa stek sekaligus dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi maupun penyimpanan.
-
Menanam di Tanah yang Terlalu Dingin: Ubi jalar adalah tanaman tropis yang menyukai panas. Menanam saat tanah masih dingin membuat stek lambat berakar dan umbi gagal berkembang dengan baik.
-
Menggunakan Stek Terlalu Pendek: Stek tanpa cukup ruas sulit membentuk akar dan tunas. Pastikan panjangnya 20-25 cm dengan minimal 3-4 ruas.
-
Kelebihan Pupuk Nitrogen: Nitrogen berlebih membuat daun tumbuh rimbun, tetapi umbinya justru kecil. Seimbangkan dengan unsur kalium dan fosfor.
-
Lahan Berbatu atau Padat: Tanah yang keras dan berbatu menghambat pembentukan umbi serta membuat bentuknya benjol. Gemburkan tanah minimal sedalam 15-30 cm sebelum menanam.
-
Jarak Tanam Terlalu Rapat: Penanaman yang terlalu padat memicu persaingan nutrisi dan menghasilkan umbi berukuran kecil. Patuhi jarak tanam yang dianjurkan.
-
Membiarkan Sulur Berakar di Mana-mana: Ruas sulur yang menyentuh tanah akan membentuk akar baru dan menyedot energi tanaman. Angkat sulur secara berkala agar umbi utama tetap besar.
-
Melukai Umbi Saat Panen: Kulit ubi jalar tipis dan mudah lecet. Gali dengan hati-hati menggunakan garpu atau sekop agar umbi tidak rusak dan tahan lama disimpan.
Baca juga: panduan praktis menanam ubi jalar dan syarat tumbuhnya
Baca juga: cara menanam ubi jalar agar berbuah lebat
Advertisement
Panen, Curing, dan Penyimpanan Ubi Jalar agar Tahan Lama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4829513/original/025874600_1715525167-Ipomoea_batatas_-_Tubers.jpg)
Ubi jalar dari stek batang umumnya siap dipanen pada umur 3-4 bulan, ditandai dengan daun yang mulai menguning dan layu. Dilansir dari The Old Farmer's Almanac, ubi jalar dipanen 85 hingga 120 hari setelah tanam tergantung varietasnya. Varietas genjah dapat dipanen lebih cepat, sedangkan varietas dalam membutuhkan waktu yang lebih panjang.
Saat memanen, gali tanah di sekitar tanaman dengan hati-hati menggunakan garpu agar umbi tidak terluka, lalu kumpulkan dan bersihkan dari sisa tanah. Gordon Johnson, spesialis sayur dan buah, dikutip dari University of Delaware, menjelaskan bahwa ubi jalar paling baik digali ketika suhu tanah masih relatif tinggi dan tanah dalam keadaan agak kering; akar akan rusak di bawah 13 derajat Celsius.
Setelah dipanen, ubi jalar sebaiknya melalui proses curing sebelum disimpan. Berdasarkan panduan Iowa State University Extension, ubi jalar di-curing selama satu minggu pada suhu sekitar 27-29 derajat Celsius dengan kelembapan 90 persen untuk menyembuhkan luka dan memperpanjang masa simpan. Proses yang disebut curing digunakan untuk mengencangkan kulit ubi jalar dan menyembuhkan luka goresan, curing juga membuat ubi lebih manis karena pati berubah menjadi gula dalam prosesnya.
Usai proses curing, simpan ubi jalar di tempat sejuk dan berventilasi baik dengan suhu sekitar 13-16 derajat Celsius. Pada kondisi yang tepat, umbi dapat bertahan hingga 4-6 bulan atau bahkan lebih. Sebaiknya hindari menyimpan ubi di lemari pendingin karena suhu yang terlalu rendah justru merusak tekstur dan rasanya.
Baca juga: ide kebun gantung untuk ubi jalar agar panen lebih bersih
Baca juga: ide kebun kombinasi umbi-umbian lokal untuk cadangan pangan
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Ubi Jalar
Berapa lama ubi jalar dari stek batang bisa dipanen?
Ubi jalar dari stek batang umumnya dapat dipanen pada umur sekitar 3-4 bulan atau 90-120 hari setelah tanam, tergantung varietas dan kondisi perawatannya. Tanda umbi siap panen adalah daun yang mulai menguning dan layu.
Apakah batang ubi jalar harus direndam dulu sebelum ditanam?
Perendaman pangkal stek dalam air selama 1-2 jam atau pengakaran di dalam gelas air sangat dianjurkan untuk merangsang pertumbuhan akar. Namun, stek yang sehat juga tetap bisa langsung ditanam di tanah gembur yang lembap.
Berapa jarak tanam yang ideal untuk ubi jalar?
Jarak tanam ideal untuk ubi jalar sekitar 30-40 cm antartanaman dan 80-100 cm antarbaris. Jarak ini memberi ruang bagi umbi untuk membesar dan memudahkan perawatan seperti penyiangan serta pemupukan.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, mulai dari pemilihan stek, penanaman, perawatan, hingga curing, Anda bisa membudidayakan ubi jalar sendiri di rumah dengan hasil yang memuaskan. Selain umbinya yang bergizi dan baik untuk kesehatan, daun ubi jalar pun bisa dimanfaatkan sebagai lalapan sehat, bahkan menjadi sumber karbohidrat alternatif yang terjangkau bagi keluarga.
Baca juga: manfaat ubi jalar sebagai pengganti nasi
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2844337/original/009156800_1562219838-20190704-Ma_ruf-Amin-Temui-Jusuf-Kalla-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5574810/original/022790400_1777980787-Ubi_Jalar__Keledek___Bonus_Dua_Manfaat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479621/original/000370000_1768982794-Untitled_design__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370854/original/045178000_1791701756-foyer_5.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345078/original/065368100_1789017882-Gemini_Generated_Image_ckz6apckz6apckz6.jpg)