Panduan Praktis Menanam Ubi Jalar, Rahasia Hasil Panen Lebih Melimpah

Pelajari cara menanam ubi jalar dengan tepat untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah. Panduan lengkap mulai dari persiapan hingga pemanenan.

Diterbitkan 11 September 2025, 13:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ubi jalar merupakan salah satu tanaman pangan yang banyak digemari di Indonesia karena rasanya lezat, bergizi tinggi, dan bisa diolah menjadi berbagai hidangan. Selain itu, ubi jalar juga menjadi komoditas penting yang bernilai ekonomi karena permintaannya terus meningkat, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun industri makanan. Tak heran, banyak orang tertarik menanamnya, baik dalam skala kecil di pekarangan maupun dalam skala besar untuk usaha pertanian.

Dikutip dari buku Pemuliaan dan Budidaya Ubi Jalar Madu karya Agung Karuniawan (2020), Indonesia merupakan pusat keanekaragaman ubi jalar kedua setelah Amerika Latin dan hasilnya banyak dimanfaatkan masyarakat. Meski dikenal sebagai tanaman yang relatif mudah tumbuh, ubi jalar tetap membutuhkan teknik penanaman dan perawatan yang tepat agar hasil panennya melimpah. 

Artikel ini akan mengulas panduan praktis menanam ubi jalar, mulai dari persiapan lahan, pemilihan bibit, teknik penanaman, hingga tips perawatan yang sederhana namun efektif. Dengan memahami langkah-langkah ini, pembaca bisa mendapatkan hasil panen yang lebih banyak, berkualitas, dan tentunya lebih menguntungkan.

Mengenal Tanaman Ubi Jalar

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) adalah tanaman merambat yang termasuk dalam keluarga Convolvulaceae. Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah dan telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Ubi jalar memiliki daun berbentuk hati atau segitiga dan menghasilkan umbi yang dapat dimakan.

Di Indonesia, terdapat tiga jenis ubi jalar yang umum dibudidayakan:

  • Ubi jalar putih-coklat
  • Ubi jalar merah
  • Ubi jalar ungu

Masing-masing jenis memiliki varietas unggul dengan karakteristik dan keunggulan tersendiri. Beberapa varietas populer di Indonesia antara lain Cilembu, Ibaraki, Lampeneng, Georgia, Borobudur, Prambanan, Mendut, dan Kalasan.

Syarat Tumbuh Ubi Jalar

Sebelum memulai penanaman, penting untuk memahami syarat tumbuh ubi jalar agar tanaman dapat berkembang dengan optimal. Berikut adalah beberapa faktor yang perlu diperhatikan:

1. Iklim

Ubi jalar tumbuh baik di daerah tropis dengan iklim panas dan lembab. Suhu ideal untuk pertumbuhan ubi jalar berkisar antara 21-27°C. Tanaman ini membutuhkan paparan sinar matahari yang cukup, sekitar 11-12 jam per hari.

2. Curah Hujan

Curah hujan yang optimal untuk budidaya ubi jalar berkisar antara 750-1500 mm per tahun. Meskipun tahan terhadap kekeringan, tanaman ubi jalar tetap membutuhkan kelembaban tanah yang cukup, terutama pada fase awal pertumbuhan.

3. Ketinggian Tempat

Ubi jalar dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga ketinggian 500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Meskipun demikian, tanaman ini masih bisa dibudidayakan di dataran tinggi hingga 1000 mdpl, namun dengan masa panen yang lebih lama dan hasil yang cenderung lebih rendah.

4. Jenis Tanah

Tanah yang ideal untuk budidaya ubi jalar adalah tanah yang gembur, kaya bahan organik, dan memiliki drainase yang baik. pH tanah yang optimal berkisar antara 5,5-7,5. Tanah yang terlalu padat atau becek dapat menghambat perkembangan umbi dan meningkatkan risiko pembusukan.

Persiapan Lahan untuk Menanam Ubi Jalar

Persiapan lahan yang baik merupakan kunci keberhasilan dalam budidaya ubi jalar. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan:

1. Pembersihan Lahan

Bersihkan lahan dari gulma, sisa-sisa tanaman sebelumnya, dan batu-batuan. Hal ini penting untuk mencegah persaingan nutrisi dan memudahkan pertumbuhan akar ubi jalar.

2. Pengolahan Tanah

Olah tanah hingga gembur dengan cara mencangkul atau membajak. Kedalaman pengolahan tanah sebaiknya mencapai 20-30 cm. Pengolahan tanah yang baik akan memudahkan perkembangan umbi dan meningkatkan aerasi tanah.

3. Pembuatan Guludan

Buat guludan atau bedengan dengan lebar 60-100 cm dan tinggi 30-40 cm. Jarak antar guludan sebaiknya 70-100 cm. Guludan berfungsi untuk mencegah genangan air dan memberikan ruang yang cukup bagi perkembangan umbi.

4. Pemberian Pupuk Dasar

Berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang atau kompos dengan dosis 20-30 ton per hektar. Campurkan pupuk tersebut dengan tanah saat membuat guludan. Jika pH tanah kurang dari 5,5, tambahkan kapur dolomit sebanyak 5 ton per hektar dan diamkan selama 15 hari sebelum penanaman.

Pemilihan dan Persiapan Bibit Ubi Jalar

Pemilihan bibit yang tepat sangat penting untuk mendapatkan hasil panen yang optimal. Berikut adalah cara memilih dan mempersiapkan bibit ubi jalar:

1. Sumber Bibit

Bibit ubi jalar dapat diperoleh dari stek batang atau stek pucuk. Stek batang diambil dari tanaman yang berumur lebih dari 2 bulan, sedangkan stek pucuk diambil dari tanaman yang telah berumur 3-4 bulan.

2. Kriteria Bibit yang Baik

Pilih bibit yang sehat, bebas dari hama dan penyakit. Batang yang digunakan sebaiknya memiliki ruas-ruas yang rapat dan buku-buku yang tidak berakar. Panjang stek ideal adalah 20-25 cm.

3. Persiapan Bibit

Setelah dipotong, biarkan stek di tempat yang teduh selama 1-7 hari. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penguapan dan merangsang pertumbuhan akar. Sebelum ditanam, buang beberapa daun di bagian bawah stek untuk mengurangi penguapan lebih lanjut.

4. Rotasi Penggunaan Bibit

Penggunaan stek secara terus-menerus dapat menurunkan kualitas tanaman. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan rotasi penggunaan bibit setiap 3-5 generasi penanaman. Setelah itu, gunakan bibit baru yang berasal dari umbi untuk mempertahankan kualitas tanaman.

Teknik Penanaman Ubi Jalar

Setelah lahan dan bibit siap, saatnya untuk melakukan penanaman. Berikut adalah langkah-langkah penanaman ubi jalar:

1. Waktu Tanam

Waktu tanam yang ideal untuk ubi jalar berbeda-beda tergantung kondisi lahan. Untuk lahan kering, penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Sedangkan untuk lahan bekas sawah, penanaman dapat dilakukan pada awal musim kemarau setelah panen padi.

2. Cara Tanam

Tanam stek ubi jalar dengan posisi agak miring (sekitar 45 derajat) di atas guludan. Benamkan sekitar 2/3 bagian stek ke dalam tanah, sisakan 1/3 bagian di atas permukaan tanah. Pastikan minimal 2-3 buku (node) terbenam dalam tanah untuk merangsang pertumbuhan akar.

3. Jarak Tanam

Jarak tanam yang ideal untuk ubi jalar adalah 25-30 cm antar tanaman dalam satu baris, dan 70-100 cm antar baris. Dalam satu guludan, biasanya terdapat dua baris tanaman.

4. Penyiraman Awal

Setelah penanaman, lakukan penyiraman secukupnya untuk menjaga kelembaban tanah. Penyiraman ini penting untuk membantu stek beradaptasi dan mulai tumbuh.

Perawatan Tanaman Ubi Jalar

Perawatan yang tepat sangat penting untuk mendapatkan hasil panen ubi jalar yang optimal. Berikut adalah beberapa aspek perawatan yang perlu diperhatikan:

1. Penyiraman

Meskipun ubi jalar cukup tahan terhadap kekeringan, tanaman ini tetap membutuhkan air yang cukup, terutama pada fase awal pertumbuhan. Lakukan penyiraman secara rutin, terutama jika tidak ada hujan. Namun, hindari penyiraman yang berlebihan karena dapat menyebabkan pembusukan umbi.

2. Pemupukan

Pemupukan susulan dapat dilakukan sekitar 1 bulan setelah tanam. Gunakan pupuk NPK dengan dosis yang sesuai, misalnya campuran 8 kg SP-36 dan 4 kg NPK Phonska yang dilarutkan dalam 200 liter air. Aplikasikan pupuk ini setiap 2 minggu sekali.

3. Penyiangan dan Pembumbunan

Lakukan penyiangan secara rutin untuk menghilangkan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan ubi jalar. Bersamaan dengan penyiangan, lakukan pembumbunan untuk menggemburkan tanah di sekitar tanaman dan menutupi umbi yang mungkin terekspos.

4. Pemangkasan

Setelah tanaman berumur 2 bulan, lakukan pemangkasan batang secara rutin setiap bulan. Pangkas batang yang terlalu panjang (lebih dari 1 meter) untuk mengoptimalkan energi tanaman dalam pembentukan umbi.

5. Pengendalian Hama dan Penyakit

Awasi tanaman secara rutin untuk mendeteksi adanya serangan hama atau penyakit. Beberapa hama yang sering menyerang ubi jalar antara lain hama boleng (Cylas formicarius) dan tikus. Untuk pengendalian, gunakan metode yang ramah lingkungan seperti penggunaan perangkap atau pestisida nabati.

Pemanenan Ubi Jalar

Pemanenan yang tepat waktu dan dengan cara yang benar akan menghasilkan ubi jalar berkualitas tinggi. Berikut adalah panduan untuk pemanenan ubi jalar:

1. Waktu Panen

Ubi jalar umumnya siap dipanen setelah berumur 3,5-4 bulan untuk varietas genjah, atau 4,5-5 bulan untuk varietas dalam. Tanda-tanda ubi jalar siap panen antara lain daun mulai menguning dan mengering, serta kulit umbi yang sudah mengeras.

2. Cara Panen

Langkah-langkah pemanenan ubi jalar adalah sebagai berikut:

  • Potong batang dan daun ubi jalar sekitar 15 cm di atas permukaan tanah.
  • Gali tanah di sekitar tanaman dengan hati-hati menggunakan cangkul atau garpu tanah.
  • Angkat umbi dengan perlahan untuk menghindari kerusakan.
  • Bersihkan umbi dari tanah yang menempel.
  • Pisahkan umbi berdasarkan ukuran dan kualitas.

3. Penanganan Pasca Panen

Setelah dipanen, ubi jalar perlu ditangani dengan baik untuk menjaga kualitasnya:

  • Bersihkan umbi dari tanah dan kotoran yang menempel.
  • Keringkan umbi di tempat yang teduh dan berventilasi baik.
  • Sortasi umbi berdasarkan ukuran dan kualitas.
  • Simpan ubi jalar di tempat yang kering dan sejuk untuk menghindari pembusukan.

Varietas Unggul Ubi Jalar

Pemilihan varietas yang tepat dapat mempengaruhi keberhasilan budidaya ubi jalar. Berikut adalah beberapa varietas unggul ubi jalar yang populer di Indonesia:

1. Cilembu

Varietas ini terkenal dengan rasanya yang manis dan tekstur yang lembut. Cilembu memiliki kulit berwarna kuning kecoklatan dan daging umbi berwarna kuning.

2. Borobudur

Ubi jalar Borobudur memiliki kulit berwarna merah dan daging umbi berwarna oranye. Varietas ini memiliki kandungan beta-karoten yang tinggi.

3. Prambanan

Varietas ini memiliki kulit berwarna ungu tua dan daging umbi berwarna ungu. Ubi jalar Prambanan kaya akan antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan.

4. Kidal

Ubi jalar Kidal memiliki kulit berwarna merah dan daging umbi berwarna kuning. Varietas ini tahan terhadap hama boleng dan memiliki produktivitas tinggi.

Manfaat dan Kandungan Gizi Ubi Jalar

Ubi jalar bukan hanya lezat, tetapi juga kaya akan nutrisi dan manfaat kesehatan. Berikut adalah beberapa kandungan gizi dan manfaat ubi jalar:

1. Sumber Karbohidrat Kompleks

Ubi jalar merupakan sumber karbohidrat kompleks yang baik, menjadikannya alternatif yang sehat untuk nasi atau kentang.

2. Kaya Serat

Kandungan serat yang tinggi pada ubi jalar baik untuk kesehatan pencernaan dan dapat membantu mengontrol kadar gula darah.

3. Sumber Vitamin A

Ubi jalar, terutama yang berwarna oranye, kaya akan beta-karoten yang dapat diubah menjadi vitamin A dalam tubuh. Vitamin A penting untuk kesehatan mata dan sistem kekebalan tubuh.

4. Antioksidan

Ubi jalar, terutama varietas ungu, mengandung antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan kuat untuk melawan radikal bebas dalam tubuh.

5. Vitamin dan Mineral Lainnya

Ubi jalar juga mengandung vitamin C, vitamin B6, potassium, dan mangan yang penting untuk berbagai fungsi tubuh.

Tantangan dalam Budidaya Ubi Jalar

Meskipun ubi jalar relatif mudah dibudidayakan, ada beberapa tantangan yang mungkin dihadapi oleh petani:

1. Serangan Hama

Hama utama yang sering menyerang ubi jalar adalah hama boleng (Cylas formicarius) yang dapat merusak umbi. Selain itu, tikus juga dapat menjadi ancaman serius bagi tanaman ubi jalar.

2. Penyakit Tanaman

Beberapa penyakit yang dapat menyerang ubi jalar antara lain busuk umbi yang disebabkan oleh jamur dan virus mosaic yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

3. Kondisi Tanah

Tanah yang terlalu padat atau becek dapat menghambat perkembangan umbi dan meningkatkan risiko pembusukan.

4. Cuaca Ekstrem

Cuaca yang terlalu kering atau terlalu basah dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil panen ubi jalar.

Inovasi dalam Budidaya Ubi Jalar

Untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, beberapa inovasi telah dikembangkan dalam budidaya ubi jalar:

1. Penanaman dalam Polibag

Metode ini cocok untuk lahan terbatas dan dapat menghasilkan panen yang lebih tinggi dibandingkan penanaman konvensional. Penanaman dalam polibag juga dapat mengurangi serangan hama tanah.

2. Sistem Tumpang Sari

Ubi jalar dapat ditanam bersama dengan tanaman lain seperti kacang tanah untuk meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan memperbaiki kondisi tanah.

3. Penggunaan Mulsa

Penggunaan mulsa organik atau plastik dapat membantu menjaga kelembaban tanah, mengurangi pertumbuhan gulma, dan meningkatkan suhu tanah untuk pertumbuhan umbi yang optimal.

4. Teknologi Pasca Panen

Pengembangan teknologi pasca panen seperti pengolahan ubi jalar menjadi tepung atau pati dapat meningkatkan nilai ekonomi dan daya simpan ubi jalar.

People Also Ask (FAQ)

1. Kapan waktu terbaik untuk menanam ubi jalar?

Waktu terbaik adalah pada awal musim hujan atau saat tanah cukup lembap. Ubi jalar membutuhkan curah hujan moderat dan sinar matahari penuh agar tumbuh optimal.

2. Jenis tanah apa yang cocok untuk menanam ubi jalar?

Ubi jalar tumbuh baik di tanah gembur, berpasir, dan kaya bahan organik. Tanah yang tidak terlalu liat memudahkan umbi berkembang besar dan tidak bengkok.

3. Bagaimana cara menanam ubi jalar agar cepat tumbuh?

Gunakan stek batang sehat sepanjang 20–30 cm, tanam miring ke dalam tanah, dan beri jarak tanam sekitar 30–40 cm. Pastikan tanah tetap lembap pada awal penanaman agar akar cepat tumbuh.

4. Apa perawatan penting untuk ubi jalar selama masa tanam?

Perawatan meliputi penyiraman teratur, penyiangan gulma, serta pemupukan tambahan dengan kompos atau pupuk kandang. Ubi jalar juga perlu dibalik batangnya agar umbi tidak tumbuh di permukaan.

5. Kapan ubi jalar siap dipanen?

Ubi jalar biasanya siap dipanen setelah 3,5–5 bulan tergantung varietasnya. Tanda siap panen adalah daun mulai menguning dan umbi terasa keras saat digali.