Cara Menanam Ubi Jalar dari Bibit Stek hingga Panen agar Umbi Besar dan Melimpah

Cara menanam ubi jalar dari penyiapan bibit stek, pengolahan lahan, perawatan rutin, hingga panen dan penyimpanan agar umbi tumbuh besar dan hasil melimpah.

Diterbitkan 22 Oktober 2026, 10:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara menanam ubi jalar tergolong mudah karena tanaman ini diperbanyak dari stek batang atau tunas umbi, bukan dari biji. Ubi jalar (Ipomoea batatas) menyukai iklim hangat, tanah gembur, dan sinar matahari penuh sehingga cocok dibudidayakan di banyak wilayah Indonesia.

Secara garis besar, cara menanam ubi jalar meliputi penyiapan bibit dan lahan, penanaman stek pada guludan, perawatan rutin, hingga pemanenan setelah umbi matang. Dengan teknik yang tepat, satu tanaman mampu menghasilkan umbi berukuran besar dalam waktu sekitar tiga sampai empat bulan, seperti yang dibahas dalam panduan menanam ubi jalar agar umbi besar dan subur.

Ubi jalar sebenarnya termasuk keluarga morning glory dan berasal dari kawasan tropis Amerika, bukan tergolong yam sejati. Berdasarkan panduan Old Farmer's Almanac, tanaman tropis ini membutuhkan setidaknya empat bulan cuaca hangat dan tanah yang hangat, tetapi tahan kekeringan serta minim gangguan hama dan penyakit.

Cara Menyiapkan Bibit dan Lahan untuk Menanam Ubi Jalar

Persiapan yang matang menjadi fondasi utama dalam cara menanam ubi jalar yang benar. Bibit yang sehat, lokasi berjemur penuh, dan tanah yang gembur akan sangat menentukan besar kecilnya umbi saat panen, apalagi jika Anda ingin memanfaatkan lahan belakang rumah yang menganggur.

  1. Pilih bibit stek unggul: Gunakan stek batang atau stek pucuk sepanjang 20-30 cm dari tanaman induk sehat berumur dua bulan atau lebih, dengan ruas rapat dan buku-buku yang belum berakar. Charmaine Peters, direktur pertanian di Arden, dikutip dari AOL menyatakan, "Pilih yang keras tanpa tanda kerusakan atau penyakit."

  2. Buat tunas dari umbi: Jika tidak punya stek, tancapkan tusuk gigi pada umbi lalu rendam separuhnya dalam gelas berisi air, atau benamkan umbi dalam media semai lembap di tempat hangat hingga muncul tunas. Dalam dua sampai empat minggu tunas akan tumbuh, dan setelah panjangnya sekitar 15-20 cm tunas dipelintir lepas dari umbi bersama akar kecil di pangkalnya.

  3. Tentukan lokasi tanam: Pilih lahan terbuka yang menerima sinar matahari penuh 6-8 jam sehari dengan drainase baik. Ubi jalar juga bisa ditanam di pot berukuran besar bagi yang memiliki lahan terbatas.

  4. Uji dan olah tanah: Ubi jalar menyukai tanah gembur berpasir dengan tingkat keasaman (pH) sekitar 5,5-6,5. Cangkul atau bajak tanah sedalam 20-25 cm, bersihkan dari gulma dan batu, lalu tambahkan kompos agar tekstur semakin remah.

  5. Bentuk guludan atau bedengan: Buat guludan setinggi 30-40 cm dengan jarak antar guludan 70-100 cm. Gundukan tinggi membuat umbi berkembang leluasa, tanah lebih cepat hangat, dan air tidak menggenang di sekitar perakaran.

Kualitas media tanam sangat berpengaruh pada hasil akhir. Sebagaimana dilaporkan Old Farmer's Almanac, tambahkan kompos, perlit, atau serabut kelapa untuk membangun tanah subur dan gembur hingga kedalaman sekitar 20-25 cm, serta hindari pupuk kandang segar karena dapat membuat umbi tumbuh kurus atau ternoda.

Cara Menanam Ubi Jalar dengan Stek Batang

Setelah bibit dan lahan siap, tahap inti dari cara menanam ubi jalar adalah menancapkan stek pada guludan dengan posisi, kedalaman, dan jarak yang tepat. Anda dapat mengikuti prinsip yang sama seperti pada panduan praktis menanam ubi jalar berikut ini.

  1. Tentukan waktu tanam: Tanam saat tanah sudah hangat. Di lahan kering, waktu terbaik adalah awal musim hujan (sekitar Oktober) atau awal kemarau (Maret), sedangkan di sawah dilakukan setelah panen padi. Secara umum stek ditanam setelah tanah menghangat minimal 18 derajat Celsius, atau lebih baik 21 derajat Celsius, biasanya sekitar dua minggu setelah cuaca dingin berlalu. Seorang pakar hortikultura, dikutip dari Ask Extension, menyatakan, "panas dan kelembapan sangat penting bagi keberhasilan tanaman ini."

  2. Atur jarak tanam: Beri jarak antar tanaman sekitar 25-30 cm dalam satu barisan, atau 30-40 cm agar umbi leluasa membesar. Jarak yang cukup mencegah tanaman saling berebut unsur hara dan sinar matahari.

  3. Tanam stek secara miring: Benamkan sekitar dua per tiga bagian stek ke dalam tanah sehingga beberapa ruas terbenam, sisakan bagian berdaun di atas permukaan. Padatkan tanah di sekitar pangkal stek agar bibit berdiri kokoh.

  4. Berikan pupuk dasar: Tambahkan pupuk kandang matang atau NPK sesuai dosis anjuran di kiri-kanan lubang tanam. Ubi jalar sangat responsif terhadap unsur kalium (K) yang berperan besar dalam pembentukan umbi.

  5. Siram hingga lembap: Airi guludan segera setelah tanam hingga tanah cukup basah, lalu jaga kelembapannya sampai muncul tanda pertumbuhan baru. Jangan cemas bila sebagian daun rontok di awal karena stek umumnya akan pulih.

Menanam dalam wadah pun bisa mengikuti langkah serupa dengan penyesuaian ukuran pot. Menurut para pakar berkebun, ubi jalar tumbuh optimal dengan jarak 30-45 cm, ditanam pada lubang sedalam 10-15 cm, dengan daun tetap berada di atas tanah dan seluruh akar tertutup media. Bagi pemula, prinsip sederhana perlu dipegang, dan Kyle, pekebun sayur profesional, dikutip dari Piedmont Master Gardeners menyatakan, "Mulailah dari yang kecil dan amati." Jika ingin memaksimalkan ruang, cobalah teknik pada tujuh langkah menanam ubi jalar dalam wadah di teras atau cara menanam ubi jalar agar berbuah lebat.

Cara Merawat, Memanen, dan Menyimpan Ubi Jalar

Perawatan rutin sangat menentukan keberhasilan panen, dan bagian ini melengkapi seluruh rangkaian cara menanam ubi jalar hingga umbi siap disimpan. Karena tanaman ini merambat dengan sulur yang panjang, pengaturan pertumbuhan menjadi penting sebagaimana dibahas pada ide para-para untuk rambatan kebun ubi.

  1. Penyiraman teratur: Jaga tanah tetap lembap terutama pada 1-2 bulan pertama, dengan kebutuhan air setara sekitar 2,5-4 cm per minggu. Hentikan penyiraman sekitar dua minggu menjelang panen dan biarkan tanah sedikit mengering agar umbi tidak mudah pecah.

  2. Penyiangan dan pembumbunan: Bersihkan gulma secara berkala sampai kanopi daun menutup tanah. Timbunkan kembali tanah guludan (pembumbunan) ke pangkal tanaman, karena penimbunan tanah di pangkal batang ini mendorong pembentukan umbi sehingga hasil lebih banyak.

  3. Pemupukan susulan: Berikan pupuk tinggi kalium saat tanaman mulai membentuk umbi dan batasi nitrogen berlebih. Nitrogen yang terlalu tinggi hanya menyuburkan daun tetapi membuat umbi kecil.

  4. Pengendalian hama: Waspadai hama boleng (Cylas formicarius) yang melubangi umbi, serta tikus dan hewan pengerat. Daun yang lebat juga digemari kelinci dan hama daun sehingga kebersihan lahan wajib dijaga.

  5. Panen tepat waktu: Panen varietas genjah pada umur 3-4 bulan dan varietas dalam pada 4,5-5 bulan, ditandai daun mulai menguning. Sebagian besar varietas membutuhkan sekitar 90 hingga 120 hari untuk matang. Gali sekitar 30 cm dari pangkal batang menggunakan garpu tanah agar umbi tidak tergores.

  6. Curing dan penyimpanan: Sembuhkan (curing) umbi setelah panen agar luka pulih dan rasa lebih manis. Mengacu pada Alabama Cooperative Extension System, umbi diperam pada suhu sekitar 29 derajat Celsius dengan kelembapan 90-95 persen selama 4-7 hari, lalu disimpan pada 13-16 derajat Celsius sehingga bisa awet 4-7 bulan.

Proses curing bukan sekadar mengawetkan, melainkan mengubah rasa. Merujuk University of Massachusetts Amherst, ubi jalar yang baru dipanen terasa lebih bertepung daripada manis, dan selama curing serta penyimpanan pati diubah menjadi gula sehingga cita rasanya meningkat, bahkan disarankan menunggu setidaknya tiga minggu sebelum dikonsumsi. Perlu diingat, jika sulur terkena suhu terlalu dingin segera gali umbinya, sebab suhu tanah di bawah 10 derajat Celsius dapat menyebabkan kerusakan dingin (chilling injury). Untuk menjaga stok tetap segar, terapkan pula cara menyimpan ubi agar tidak cepat busuk, dan hindari menaruhnya di lemari es. Untuk hasil panen yang lebih bersih, banyak pekebun kini mencoba ide kebun gantung untuk ubi jalar maupun model kebun pot skala rumahan.

Manfaat Ubi Jalar untuk Kesehatan

Selain relatif mudah dibudidayakan, ubi jalar dikenal sebagai sumber karbohidrat sehat yang kaya nutrisi. George Washington Carver, ilmuwan yang meneliti ubi jalar, dikutip dari Fine Gardening menyatakan, "Ubi jalar, ubi jalar, apa sebenarnya dirimu?" Rasa ingin tahu itu mengantarnya menemukan lebih dari seratus kegunaan umbi ini.

Studi gizi secara umum menunjukkan umbi ini padat vitamin, mineral, serta antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Berikut sejumlah manfaat utama ubi jalar yang membuatnya layak masuk menu harian, dan bisa Anda dalami pula lewat ulasan 15 manfaat ubi jalar untuk kesehatan.

Fred Hoffman, pegiat kebun, dikutip dari Garden Basics menyatakan, "ubi jalar adalah tanaman tropis, kerabat dekat morning glory ketimbang kentang putih." Dengan memahami karakter tropis ini, Anda tinggal menyesuaikan waktu tanam, kehangatan tanah, dan perawatan agar panen maksimal.

Hasil umbi segar pun bisa langsung disulap menjadi aneka hidangan, mulai dari ubi jalar rebus yang manis alami hingga olahan ubi jalar selain direbus yang bernilai jual.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Ubi Jalar

Berapa lama ubi jalar bisa dipanen sejak ditanam?

Varietas genjah umumnya siap panen pada umur 3-4 bulan, sedangkan varietas dalam sekitar 4,5-5 bulan. Tanda umbi siap dipanen adalah daun yang mulai menguning dan layu serta ukuran umbi yang sudah membesar saat dicek.

Apakah ubi jalar bisa ditanam di pot atau polybag?

Bisa, asalkan menggunakan wadah berukuran besar dengan lubang drainase yang baik dan media tanam yang gembur. Cukup tanam 1-2 stek per wadah, tempatkan di lokasi yang terkena sinar matahari penuh, dan jaga media tetap lembap tetapi tidak tergenang.

Kenapa daun ubi jalar lebat tetapi umbinya kecil atau sedikit?

Kondisi ini biasanya disebabkan kelebihan pupuk nitrogen, kurangnya sinar matahari, atau tanah yang terlalu padat dan basah. Solusinya adalah mengurangi pupuk nitrogen, memperbanyak unsur kalium, memastikan penyinaran penuh, serta melakukan pembumbunan dan menjaga drainase.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6