6 Cara Membuat Tempat Berteduh Hewan Peliharaan di Pekarangan Rumah, Nyaman dan Hemat Biaya

Panduan komprehensif untuk membuat tempat berteduh aman dan nyaman bagi hewan peliharaan di pekarangan, meliputi perencanaan lokasi, pemilihan material, serta a

Diterbitkan 11 Oktober 2026, 11:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat tempat berteduh hewan peliharaan di pekarangan rumah bisa dimulai dengan memanfaatkan barang-barang sederhana yang tersedia, seperti meja bekas, kain lebar, kayu, hingga kardus tebal. Tempat berteduh membantu kucing dan anjing beristirahat di luar ruangan tanpa terus-menerus terpapar sinar matahari.

Pekarangan yang nyaman untuk hewan peliharaan tidak harus luas atau dilengkapi bangunan permanen. Hal terpenting adalah menyediakan area teduh dengan sirkulasi udara baik, lantai yang tidak panas, serta perlindungan dari hujan dan angin. Bentuk tempat berteduh juga perlu disesuaikan dengan ukuran, kebiasaan, dan kebutuhan hewan.

Panduan dari People's Dispensary for Sick Animals (PDSA) menunjukkan bahwa tempat berteduh sederhana dapat dibuat menggunakan meja atau kursi yang ditutupi kain, asalkan udara tetap mengalir. Berikut sejumlah ide yang bisa diterapkan untuk menciptakan tempat istirahat hewan peliharaan di pekarangan rumah. Berikut ulasan Liputan6.com, Minggu (11/10/2026).

1. Memanfaatkan Meja atau Kursi Bekas sebagai Tempat Berteduh

Salah satu cara paling praktis adalah menggunakan meja kecil, bangku, atau kursi bekas sebagai kerangka tempat berteduh. Cara ini cocok bagi pemilik rumah yang memiliki pekarangan terbatas dan ingin membuat area istirahat tanpa mengeluarkan banyak biaya.

PDSA dalam panduan How to Make a DIY Outdoor Sun Shelter for Your Pet yang diterbitkan pada 22 Juli 2021, menyarankan penggunaan benda sederhana seperti kursi, meja, bangku, atau payung taman sebagai dasar pelindung dari matahari.

Untuk membuatnya, pilih meja atau kursi yang kokoh dan tidak mudah terguling. Bentangkan kain lebar atau handuk tipis di bagian atas hingga sebagian sisi tertutup. Pastikan kain terpasang kuat agar tidak mudah tertiup angin. Sisakan bagian depan dan belakang terbuka sehingga kucing atau anjing bisa masuk dan keluar dengan leluasa.

Hindari menggunakan selimut fleece atau kain yang terlalu tebal karena dapat menahan panas. Periksa pula apakah ada bagian meja yang tajam, berkarat, atau mudah patah. Tempatkan pelindung di area teduh dan pindahkan jika posisi matahari berubah.

Cara ini lebih sesuai untuk perlindungan dari sinar matahari daripada hujan deras. Ketika cuaca memburuk, hewan tetap perlu memiliki tempat berlindung yang lebih kokoh dan kering.

2. Membuat Rumah Kucing Mini dari Kayu

 

Rumah kucing mini dari kayu bisa menjadi pilihan bagi pemilik yang menginginkan tempat berteduh lebih permanen. Bentuknya dapat berupa kotak sederhana dengan atap miring, pintu masuk di bagian depan, dan ruang istirahat yang cukup untuk kucing berbaring serta berbalik badan.

Siapkan papan kayu yang masih kuat, sekrup, alat pertukangan, dan bahan atap tahan air. Rangkai papan menjadi dinding dan lantai, kemudian pasang atap miring agar air hujan mudah mengalir. Buat pintu masuk yang sesuai dengan ukuran tubuh kucing, tetapi jangan terlalu sempit sehingga menyulitkan pergerakannya.

Rumah sebaiknya memiliki ventilasi yang cukup dan tidak tertutup rapat. Letakkan di atas alas yang stabil serta sedikit terangkat dari tanah untuk mengurangi risiko lantai lembap akibat rembesan air. Pastikan konstruksi tidak memiliki paku menonjol atau celah yang dapat menjepit kaki.

Prinsip penataan pekarangan ramah hewan dalam panduan LawnStarter, 11 Dog-Friendly Landscaping Tips for Your Backyard, juga menekankan pentingnya menyediakan area teduh dan memperhatikan keamanan lingkungan. Prinsip tersebut dapat diterapkan saat menentukan lokasi rumah kucing, termasuk menjauhkannya dari jalur kendaraan dan area yang sering tergenang.

Agar lebih nyaman, gunakan alas yang mudah dicuci dan dikeringkan. Periksa rumah secara berkala untuk memastikan tidak ada kebocoran, jamur, atau serangga yang mengganggu.

3. Menggunakan Kardus Tebal untuk Tempat Berteduh Sementara

Kardus tebal bisa menjadi solusi darurat untuk kucing yang sering beristirahat di pekarangan, terutama ketika pemilik belum sempat membuat rumah permanen. Bahannya mudah ditemukan dan dapat dipotong sesuai kebutuhan.

Pilih kardus yang bersih, kokoh, dan ukurannya cukup untuk menampung kucing. Buat satu lubang masuk pada salah satu sisi, kemudian letakkan kardus di bawah meja, teras beratap, atau area lain yang terlindung dari hujan langsung.

Bagian bawah sebaiknya tidak bersentuhan langsung dengan tanah. Gunakan alas yang kering dan stabil untuk membantu mengurangi kelembapan. Jangan menempatkan kardus di atas permukaan yang mudah tergenang air atau di lokasi yang terkena panas matahari sepanjang hari.

Meski murah, kardus memiliki keterbatasan. Material ini mudah menyerap air, melemah saat lembap, dan tidak cukup kuat menghadapi hujan lebat. Karena itu, gunakan sebagai tempat berteduh sementara, bukan pengganti rumah hewan yang tahan cuaca.

Periksa kondisinya setiap hari dan segera ganti jika basah, berbau, atau mulai rusak. Untuk kenyamanan kucing, pilih lokasi yang tenang sehingga ia bisa beristirahat tanpa sering terganggu aktivitas penghuni rumah.

4. Membuat Kanopi Sederhana dengan Atap Tahan Air

 

Jika pekarangan sering terkena hujan, kanopi kecil bisa memberikan perlindungan yang lebih baik dibandingkan kain atau kardus. Struktur ini dapat dibuat menggunakan rangka kayu atau besi yang kokoh dengan penutup atap tahan air.

Tentukan area yang cukup luas untuk tempat tidur hewan dan wadah minumnya. Pasang atap dengan kemiringan agar air tidak menggenang, lalu pastikan aliran air hujan tidak mengarah ke tempat istirahat. Bila memungkinkan, sediakan satu atau dua sisi pelindung untuk mengurangi tampias tanpa menutup seluruh ruang.

Kanopi tidak boleh menghambat sirkulasi udara. Ruang yang tertutup rapat justru berisiko menjadi panas, terutama saat siang hari. Hindari material atap yang menghasilkan panas berlebihan di bagian bawah, dan pastikan rangka tidak mudah roboh saat diterpa angin.

LawnStarter merekomendasikan keberadaan area teduh, termasuk naungan alami dan payung taman, sebagai bagian dari pekarangan ramah anjing. Untuk kebutuhan yang lebih tahan cuaca, prinsip tersebut dapat dikembangkan menjadi kanopi kecil dengan konstruksi yang lebih stabil.

Di bawah kanopi, gunakan alas yang tidak licin dan mudah dibersihkan. Jika pekarangan memiliki masalah genangan, pilih bagian tanah yang lebih tinggi atau buat alas yang sedikit terangkat. Pastikan hewan tetap memiliki akses ke tempat yang lebih terlindung ketika hujan disertai angin kencang.

5. Memanfaatkan Pohon sebagai Peneduh Alami

Pekarangan yang memiliki pohon dapat dimanfaatkan sebagai lokasi tempat berteduh tanpa harus membangun struktur besar. Tajuk pohon membantu mengurangi paparan sinar matahari, sedangkan area di bawahnya bisa diatur menjadi tempat istirahat sederhana.

Amati arah matahari sepanjang hari sebelum menentukan lokasi. Area yang teduh pada pagi hari belum tentu tetap sejuk ketika matahari bergeser ke barat. Pilih lokasi yang mendapat naungan cukup lama, tetapi tetap memiliki sirkulasi udara yang baik.

Letakkan alas atau rumah kucing di permukaan yang relatif kering dan tidak mudah tergenang. Jika menggunakan bangku atau meja sebagai pelindung tambahan, pastikan konstruksinya stabil. Hindari menempatkan tempat istirahat tepat di bawah cabang yang rapuh atau berisiko patah.

LawnStarter menyebut pohon peneduh sebagai salah satu cara menciptakan area yang lebih sejuk bagi hewan di pekarangan. Namun, pemilik juga perlu memperhatikan keamanan tanaman. Hindari tanaman berduri di sekitar jalur masuk dan pilih jenis tanaman yang aman bagi hewan peliharaan.

Naungan alami tetap perlu dilengkapi tempat berlindung ketika hujan turun. Pohon tidak selalu mampu menahan tampias, sehingga rumah kucing atau kanopi tambahan dapat menjadi pelengkap yang bermanfaat.

6. Mengubah Sudut Teras Menjadi Area Istirahat yang Nyaman

 

Bagi pemilik rumah dengan pekarangan sempit, sudut teras bisa dimanfaatkan sebagai tempat berteduh tanpa mengambil banyak ruang. Area ini biasanya lebih mudah dijangkau penghuni rumah sehingga kondisi hewan dapat dipantau secara berkala.

Mulailah dengan memilih sudut teras yang terlindung dari matahari langsung dan tidak mengganggu akses keluar-masuk rumah. Letakkan rumah kucing kecil, bangku rendah, atau alas istirahat yang mudah dibersihkan. Berikan ruang yang cukup agar hewan bisa bergerak bebas.

Tempatkan wadah air bersih di dekat area istirahat, tetapi jangan sampai mudah tersenggol atau terkena cipratan air hujan. Jika ingin menambahkan tanaman hias, pastikan jenisnya tidak beracun bagi kucing maupun anjing. Hindari pula penggunaan pestisida atau bahan kimia taman di area yang sering dijelajahi hewan.

PDSA mengingatkan bahwa menjaga hewan tetap sejuk tidak cukup hanya dengan menyediakan naungan di luar rumah. Saat cuaca sangat panas, hewan sebaiknya berada di dalam ruangan yang sejuk, memiliki aliran udara yang baik, dan mendapatkan air bersih yang cukup.

Karena itu, sudut teras sebaiknya menjadi fasilitas tambahan, bukan satu-satunya tempat berlindung. Pastikan hewan bisa masuk ke rumah ketika suhu meningkat, hujan deras datang, atau kondisi pekarangan tidak lagi aman.

Tips agar Tempat Berteduh Hewan Peliharaan Tetap Aman

Apa pun desain yang dipilih, tempat berteduh perlu diperiksa dan dibersihkan secara berkala. Cuci alas tidur, buang kotoran, ganti air minum, dan periksa kemungkinan munculnya jamur atau serangga. Pastikan pula tidak ada kabel listrik, bahan kimia, atau benda tajam di sekitar lokasi.

PDSA menekankan pentingnya menghindarkan hewan dari panas berlebihan. Naungan membantu mengurangi paparan sinar matahari, tetapi tidak menjamin hewan terbebas dari risiko kepanasan. Sediakan air bersih setiap saat dan pindahkan hewan ke dalam ruangan yang sejuk ketika cuaca sangat panas. Jangan pernah meninggalkan hewan di tempat berteduh yang pengap.

Pada akhirnya, cara membuat tempat berteduh hewan peliharaan di pekarangan rumah tidak harus rumit. Meja bekas, rumah kayu mini, kardus sementara, kanopi, pohon peneduh, hingga sudut teras dapat menjadi pilihan sesuai kondisi rumah dan kebutuhan hewan. Utamakan keamanan, sirkulasi udara, perlindungan dari cuaca, serta kemudahan membersihkan tempat tersebut agar hewan merasa nyaman.

Pertanyaan Seputar Tempat Berteduh Kucing

1. Apakah kucing membutuhkan tempat berteduh di pekarangan rumah?

Ya. Tempat berteduh membantu kucing menghindari sinar matahari langsung dan menyediakan ruang untuk beristirahat. Namun, kucing juga harus memiliki akses ke dalam rumah atau tempat terlindung yang aman ketika cuaca terlalu panas, hujan deras, atau kondisi lingkungan tidak mendukung.

2. Apa bahan paling murah untuk membuat tempat berteduh kucing?

Kardus tebal, meja bekas, kursi, dan kain lebar bisa dimanfaatkan untuk membuat tempat berteduh sederhana. Kardus cocok untuk penggunaan sementara di area kering, sedangkan meja atau kursi dengan penutup kain dapat digunakan untuk menciptakan naungan dari matahari.

3. Bagaimana cara membuat rumah kucing agar tidak panas?

Gunakan desain dengan ventilasi yang memadai, atap yang tidak menahan panas berlebihan, serta lokasi yang terlindung dari matahari langsung. Jangan menutup semua sisi rumah secara rapat. Sediakan air bersih dan pindahkan kucing ke ruangan sejuk saat suhu terlalu tinggi.

4. Apakah rumah kucing di luar ruangan harus tahan hujan?

Jika digunakan secara rutin di pekarangan, rumah kucing sebaiknya memiliki atap tahan air, lantai yang tidak mudah lembap, dan lokasi yang tidak tergenang. Untuk rumah dari kardus atau tempat berteduh berbahan kain, penggunaannya perlu dibatasi pada kondisi kering dan terlindung.

5. Di mana lokasi terbaik untuk menempatkan tempat berteduh kucing?

Pilih sudut pekarangan yang teduh, tenang, memiliki sirkulasi udara baik, dan tidak mudah tergenang. Hindari area dekat kendaraan, bahan kimia, tanaman beracun, atau benda yang berpotensi melukai kucing. Pastikan lokasinya mudah dijangkau untuk pemeriksaan dan pembersihan rutin.

 

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6