8 Desain Area Jemur Tersembunyi di Samping Rumah agar Tidak Terlihat dari Jalan

Buat rumah lebih rapi dengan desain area jemur tersembunyi di samping rumah. Ada pilihan dinding roster, tanaman rambat, dan rak jemur lipat.

Diterbitkan 31 Oktober 2026, 17:41 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Area jemur menjadi salah satu bagian rumah yang kerap kurang diperhatikan ketika merancang tampilan hunian. Padahal, penataan melalui desain area jemur tersembunyi di samping rumah dapat menjaga privasi keluarga sekaligus membuat fasad rumah terlihat lebih rapi dan menarik.

Bagian samping rumah sebenarnya memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai tempat mengeringkan pakaian tanpa mengganggu fungsi halaman utama.

Melansir dari Housing for Health – The Guide, area jemur idealnya mudah dijangkau dari ruang cuci, mendapatkan sinar matahari dan aliran udara yang cukup, serta terlindung dari pandangan langsung jalan. Berikut desain area jemur tersembunyi di samping rumah agar tidak terlihat dari jalan dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (31/10/2026).

1. Area Jemur dengan Dinding Roster Minimalis

Dinding roster dapat menjadi pembatas area jemur yang menarik karena memiliki lubang-lubang sebagai jalur masuk udara. Material ini cocok diterapkan pada rumah minimalis dengan lahan samping terbatas yang membutuhkan privasi tambahan.

Susunan roster dapat dibuat sepanjang sisi yang menghadap jalan untuk menghalangi pandangan dari luar. Pilih pola geometris dengan bukaan yang tidak terlalu besar agar pakaian tetap terlindungi tanpa membuat area terasa tertutup.

Melansir dari ArchDaily dalam artikel Jaali, Mashrabiya, Cobogó: The Lightest Skins in Architecture, elemen dinding berlubang dapat berfungsi sebagai penyaring pandangan, cahaya, dan udara sekaligus. Area jemur juga bisa dilengkapi lantai keramik kasar atau beton bertekstur agar tidak licin ketika terkena air cucian.

2. Area Jemur dengan Kisi-Kisi Kayu atau WPC

Kisi-kisi kayu vertikal memberikan tampilan hangat sekaligus membantu menyamarkan aktivitas mencuci dan menjemur pakaian. Desain ini cocok diterapkan pada rumah bergaya tropis, Japandi, maupun minimalis modern.

Bilah kayu dapat disusun secara vertikal dengan jarak yang diperhitungkan agar pakaian tidak terlihat dari arah jalan. Material WPC atau wood plastic composite juga bisa menjadi alternatif karena memiliki tampilan menyerupai kayu dan cocok digunakan sebagai elemen eksterior.

Pembatas dapat dipasang pada bagian depan dan sisi yang menghadap tetangga, sementara bagian atas dibiarkan terbuka untuk memasukkan cahaya. Gunakan rangka yang kokoh dan material tahan cuaca agar kisi-kisi tidak mudah rusak akibat hujan maupun paparan sinar matahari.

3. Area Jemur Tersembunyi dengan Dinding Berbentuk L

Dinding berbentuk L dapat menciptakan sudut khusus untuk menjemur pakaian tanpa harus membangun ruangan tertutup. Salah satu sisi dinding diarahkan menghadap jalan, sedangkan sisi lainnya menjadi pembatas dari halaman atau akses rumah.

Jemuran ditempatkan di bagian dalam sudut tersebut sehingga pakaian tidak langsung terlihat ketika seseorang melintas di depan rumah. Model ini juga membantu memanfaatkan area samping yang sebelumnya hanya digunakan sebagai jalur kosong.

Bagian atas dapat dibiarkan terbuka agar sinar matahari masuk selama beberapa jam setiap hari. Tambahkan lubang ventilasi pada bagian dinding yang tidak menghadap jalan supaya udara tetap bergerak dan pakaian tidak terlalu lama berada dalam kondisi lembap.

4. Area Jemur Tersembunyi dengan Taman Vertikal

Tanaman rambat dapat dimanfaatkan sebagai penyaring pandangan sekaligus elemen penghijauan di area samping rumah. Desain ini cocok bagi pemilik hunian yang ingin memiliki tempat menjemur pakaian dengan suasana lebih alami.

Rangka besi antikarat atau panel teralis dapat digunakan sebagai media rambat tanaman. Tanaman juga bisa ditempatkan dalam pot memanjang atau bak tanam permanen agar pertumbuhannya lebih mudah diarahkan.

Pilih tanaman yang sesuai dengan kondisi cahaya di area tersebut dan tidak terlalu rimbun hingga menghalangi aliran udara. Pemangkasan secara berkala diperlukan agar dedaunan tidak menyentuh pakaian, menghambat akses, atau membuat area jemur terlalu lembap.

5. Area Jemur Semi Terbuka dengan Kanopi Transparan

Kanopi transparan cocok untuk area samping rumah yang sering terkena hujan, tetapi tetap membutuhkan pencahayaan alami. Atap polikarbonat dapat dipasang memanjang mengikuti sisi bangunan dengan pembatas yang mampu menutup pandangan dari jalan.

Bagian samping tidak perlu ditutup seluruhnya agar angin tetap bisa masuk dan membantu mengeringkan pakaian. Material atap transparan atau translusen juga dapat meneruskan cahaya sehingga area tidak terlalu gelap ketika digunakan pada siang hari.

Melansir dari Housing for Health – The Guide, tempat jemur di wilayah dengan curah hujan tinggi sebaiknya berada di area terlindung yang tetap memiliki ventilasi. Lengkapi kanopi dengan talang air dan lantai yang memiliki kemiringan menuju saluran pembuangan agar air hujan tidak menggenang.

6. Area Jemur dengan Pergola dan Tirai Outdoor

Pergola bisa menjadi pilihan untuk membuat area jemur yang terlihat menyatu dengan desain rumah. Struktur berupa rangka kayu, baja ringan, atau aluminium dapat dipasang di samping bangunan dengan penutup atas berupa bilah-bilah berjarak.

Tirai luar ruang atau outdoor roller blind dapat ditambahkan pada sisi yang menghadap jalan. Tirai tersebut bisa diturunkan ketika pakaian sedang dijemur dan dibuka kembali saat area membutuhkan lebih banyak aliran udara.

Pilih tirai berbahan tahan cuaca yang tetap memungkinkan udara bergerak, bukan penutup rapat yang membuat area menjadi pengap. Desain ini cocok untuk rumah dengan halaman samping cukup lebar yang ingin menghadirkan tempat jemur sekaligus ruang servis lebih tertata.

7. Area Jemur dengan Rak Lipat dan Lemari Penyimpanan

Rumah dengan lahan samping sempit dapat memanfaatkan rak jemur lipat yang dipasang pada dinding. Rak hanya dibuka ketika dibutuhkan sehingga jalur samping rumah tetap bisa digunakan untuk berjalan atau membawa perlengkapan rumah tangga.

Untuk menyamarkan perlengkapannya, tambahkan lemari servis atau panel penutup dengan warna senada dinding bangunan. Keranjang pakaian, penjepit jemuran, dan peralatan kebersihan juga dapat disimpan di dalamnya agar tidak terlihat dari luar.

Pilih rak dengan engsel dan rangka yang kuat untuk menahan beban pakaian basah. Model ini lebih sesuai untuk kebutuhan rumah tangga berukuran kecil hingga sedang, terutama jika penghuni lebih sering menjemur pakaian harian daripada seprai berukuran besar.

8. Area Jemur di Balik Pintu Servis yang Menyatu dengan Pagar

Pintu servis yang menyatu dengan desain pagar dapat menjadi solusi untuk menyembunyikan area jemur dari pandangan pengguna jalan. Bagian depan menggunakan panel pintu dengan warna dan material serupa pagar utama sehingga keberadaan ruang servis tidak terlalu mencolok.

Di balik pintu tersebut, pemilik rumah dapat membuat lorong khusus untuk menjemur pakaian dengan jemuran permanen atau model tarik. Bagian atas tetap bisa diberi bukaan ventilasi agar udara dan cahaya masuk tanpa membuat pakaian terlihat dari luar.

Desain ini cocok untuk rumah yang berada di tepi jalan atau memiliki area samping dengan akses langsung dari luar. Pastikan pintu dilengkapi sistem pengunci yang aman serta tersedia penerangan dan jalur lantai yang tidak licin untuk memudahkan aktivitas sehari-hari.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Area Jemur Tersembunyi

1. Bagaimana cara membuat area jemur tidak terlihat dari jalan?

Area jemur dapat ditempatkan di bagian samping rumah dengan tambahan pembatas berupa dinding roster, kisi-kisi kayu, pagar tanaman, atau dinding berbentuk L. Pastikan posisi jemuran tidak berada dalam garis pandang langsung dari trotoar atau jalan di depan rumah.

2. Apakah area jemur samping rumah harus menggunakan atap?

Penggunaan atap tidak selalu wajib, terutama jika area tersebut mendapatkan sinar matahari dan terlindung dari hujan. Kanopi transparan atau atap sebagian bisa menjadi pilihan apabila rumah berada di wilayah dengan curah hujan tinggi.

3. Apa material terbaik untuk menyembunyikan area jemur?

Material yang dapat digunakan antara lain roster beton, kisi-kisi aluminium, WPC, kayu eksterior, dan panel besi berlubang. Pemilihannya perlu mempertimbangkan ketahanan terhadap cuaca, kebutuhan privasi, perawatan, serta kemampuan material mempertahankan sirkulasi udara.

4. Bagaimana agar pakaian tetap cepat kering meskipun area jemur tertutup?

Pastikan terdapat bukaan udara yang cukup dan sinar matahari dapat masuk ke area jemur pada waktu yang tepat. Berikan jarak antarpakaian ketika digantung agar udara dapat mengalir di antara kain dan membantu proses pengeringan.

5. Apakah area jemur tersembunyi cocok untuk rumah minimalis?

Desain ini sangat cocok untuk rumah minimalis karena memanfaatkan lahan samping yang sering tidak digunakan secara optimal. Rak jemur lipat, panel kisi-kisi, dan dinding roster dapat membantu menciptakan area fungsional tanpa membutuhkan halaman yang luas.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6