Kantor Bupati Intan Jaya Empat Kali Dibobol Maling

Polisi menyelidiki pencurian, perusakan, dan percobaan pembakaran di Kantor Bupati Intan Jaya yang terjadi empat kali sepanjang 2026.

Diterbitkan 31 Oktober 2026, 16:58 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polres Intan Jaya tengah menyelidiki kasus perusakan, pencurian, dan percobaan pembakaran yang terjadi di Kantor Bupati Intan Jaya.

Kasat Reskrim Polres Intan Jaya Ipda Andi Awaludin Arham Putra mengatakan, jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) telah melakukan sejumlah langkah awal untuk mengungkap kasus perusakan, pencurian, dan percobaan pembakaran aset negara tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 28 Oktober 2026.

“Kita telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta mendata barang-barang yang hilang dan aset yang dibakar maupun dirusak,” kata Andi, dikutip dari Antara, Sabtu (31/10/2026).

Dia menjelaskan, setelah menerima informasi kejadian, personel Satreskrim langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi guna mengumpulkan petunjuk terkait pihak yang bertanggung jawab.

Penyidik turut mendata barang-barang yang dilaporkan hilang serta sejumlah aset yang mengalami kerusakan maupun diduga menjadi sasaran pembakaran.

Berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, aksi pencurian di lingkungan Kantor Bupati Intan Jaya telah terjadi sebanyak empat kali sepanjang 2026. Peristiwa tersebut tercatat pada 3 Maret, 25 Juli, 19 Oktober, dan terakhir pada 28 Oktober 2026.

Meski belum menerima laporan polisi secara resmi terkait kejadian tersebut, kepolisian tetap melakukan penyelidikan untuk menindaklanjuti peristiwa itu.

Dalam proses pengungkapan kasus, polisi menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya minimnya saksi yang mengetahui secara langsung kejadian tersebut.

 

CCTV Rusak

Selain itu, kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi dilaporkan dalam kondisi rusak. Akibatnya, polisi belum dapat memanfaatkan rekaman kamera untuk membantu mengidentifikasi pelaku.

“Sejauh ini kami belum bisa memastikan siapa pelakunya karena minimnya saksi dan kondisi CCTV di lokasi yang rusak. Namun, kami tidak akan berhenti dan akan terus berupaya mengumpulkan bukti serta informasi untuk mengungkap kasus ini,” ujarnya.

Andi mengimbau masyarakat dan seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya untuk membantu proses penyelidikan dengan memberikan informasi apabila mengetahui atau melihat hal-hal yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Polres Intan Jaya menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti setiap tindak pidana di wilayah hukumnya sesuai prosedur hukum yang berlaku. Upaya tersebut juga dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif.