Detik-Detik Dapur Rumah Roboh Timpa Sekeluarga di Way Kanan

Tiga orang, termasuk balita berusia 1 tahun, terluka setelah tertimpa reruntuhan dapur rumah yang ambruk akibat hujan deras.

Diterbitkan 31 Oktober 2026, 13:36 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah bangunan di Kabupaten Way Kanan, Lampung, rusak pada Jumat, 30 Oktober 2026. Salah satu peristiwa paling mengkhawatirkan terjadi di Kampung Negeri Batin, Kecamatan Umpu Semenguk.

Bagian dapur rumah milik warga bernama Sugeng tiba-tiba ambruk saat keluarga tersebut berada di dalam bangunan. Akibatnya, Sugeng, istrinya Sri Larasati, serta seorang balita berusia 1 tahun bernama Revano tertimpa reruntuhan bangunan.

Ketiganya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Way Kanan, Sufrianto mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan tim ke lokasi setelah menerima laporan kejadian.

"Memang ditemukan kondisi dapur korban roboh akibat hujan dan angin. Kondisi bangunan dapur memang sudah lapuk," kata Sufrianto dikonfirmasi Liputan6.com, Sabtu (31/10).

Dia menjelaskan, ketiga korban mengalami luka ringan. Sugeng mengalami luka lecet di bagian kepala dan bahu, sedangkan Sri Larasati mengalami luka lecet di kepala. Sementara Revano mengalami luka lecet di bagian kepala dan wajah.

"Untuk korban sendiri sudah dilakukan penanganan secara medis. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah kampung dan kecamatan untuk memfasilitasi pengobatan lanjutan karena keluarga tersebut tidak memiliki BPJS," jelasnya.

Kapolres Way Kanan, AKBP Ramadhona menjelaskan, peristiwa rumah ambruk tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.

"Berdasarkan keterangan saksi, Sari Safitriani yang berada di dalam kamar mendengar suara keras dari arah dapur rumah korban," ujar Ramadhona.

Mendengar suara tersebut, saksi langsung berlari keluar untuk memastikan apa yang terjadi. Betapa terkejutnya dia ketika mendapati bagian dapur rumah sudah roboh dan menimpa tiga orang, yakni Sugeng, Sri Larasati, serta Revano yang masih berusia 1 tahun.

"Saksi kemudian bergegas menyelamatkan Sugeng dari tumpukan puing bangunan. Sementara Sri Larasati berusaha melepaskan diri dari reruntuhan atap untuk menyelamatkan Revano," tuturnya.

Seorang saksi lainnya, Ponirin, kemudian membawa balita tersebut ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

"Akibat kejadian tersebut, ketiga korban hanya mengalami luka ringan," katanya.

Selain menimbulkan korban luka, peristiwa itu menyebabkan bagian dapur rumah hancur tertimpa genteng dan kayu. Sejumlah perabotan dapur juga mengalami kerusakan.

 

Dua Rumah Rusak

Sufrianto mengungkapkan, rumah Sugeng bukan satu-satunya bangunan yang terdampak cuaca ekstrem di Way Kanan.

Pada hari yang sama sekitar pukul 19.00 WIB, pohon petai tumbang dan menimpa bagian dapur rumah milik Samin di Dusun 4 Tahmi Renik, Kampung Lebak Peniangan, Kecamatan Rebang Tangkas.

Peristiwa tersebut menyebabkan dua orang mengalami luka ringan, yakni Sarwah (70) yang mengalami luka lecet di bagian dahi dan Tedi (18) yang mengalami memar pada betis kaki kanan. Keduanya dalam kondisi sadar.

Selain itu, laporan kerusakan juga diterima dari Kampung Jaya Tinggi, Kecamatan Kasui. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan atap bangunan kandang milik koperasi desa mengalami kerusakan.

"Dari laporan yang kami terima, total ada dua rumah dan satu kandang yang terdampak akibat hujan deras dan angin kencang kemarin," jelas Sufrianto.

Sufrianto menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, kondisi dapur rumah Sugeng sebenarnya sudah tidak layak. Tiang penyangga dan bagian atap bangunan telah lapuk sehingga rentan roboh ketika diterjang angin.

"Ketika ada angin, walaupun tidak terlalu kuat, bangunan tersebut langsung roboh. Kondisi bangunannya memang sudah tidak layak," ungkapnya.

BPBD juga telah meminta pemerintah kampung membuat laporan tertulis sebagai persyaratan pengajuan bantuan rehabilitasi dapur rumah korban.

 

 

Warga Diminta Waspada

Memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan, BPBD Way Kanan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

Sufrianto meminta masyarakat rutin memantau informasi prakiraan cuaca dari BMKG. Warga yang memiliki pohon besar atau pohon lapuk di sekitar rumah juga diminta melakukan pemangkasan atau penanganan untuk mengantisipasi pohon tumbang.

Selain itu, masyarakat diimbau menghindari aktivitas di luar rumah ketika hujan deras disertai angin kencang maupun petir.

Warga yang beraktivitas di sekitar sungai juga diminta berhati-hati karena hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang berpotensi memicu banjir mendadak.

"Kalau terjadi keadaan darurat, segera menghubungi BPBD atau pihak-pihak terkait," imbau Sufrianto.