Liputan6.com, Jakarta - Rasa bimbang dan khawatir saat harus mengambil keputusan besar adalah kondisi yang sangat manusiawi. Terlebih ketika pilihan tersebut menyangkut masa depan, seperti menentukan pasangan hidup, memilih jurusan kuliah, atau memutuskan arah karier
Dalam situasi seperti ini, akal manusia sering kali merasa tidak cukup untuk menembus tabir ketidakpastian. Islam memberikan solusi melalui Sholat Istikharah, ibadah sunnah dua rakaat yang secara khusus ditujukan untuk memohon petunjuk dan pilihan terbaik kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW mengajarkan Sholat Istikharah kepada para sahabat dalam segala urusan penting. Dalam hadis riwayat Jabir bin Abdullah, Nabi SAW bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian berniat dalam suatu urusan, hendaklah ia shalat dua rakaat selain shalat wajib, kemudian berdoa…” (HR. Bukhari).
Advertisement
Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menegaskan bahwa shalat istikharah sangat dianjurkan (sunah) pada semua perkara yang memiliki beberapa alternatif, di mana seorang hamba memiliki hak untuk memilih antara mengerjakan atau meninggalkan. Sementara itu, Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa istikharah adalah sarana memohon petunjuk terbaik dalam dua perkara bagi siapa saja yang menginginkan salah satunya.
Istikharah juga berlaku secara umum, baik untuk perkara besar maupun kecil, karena betapa banyak perkara kecil yang melahirkan sesuatu yang besar. Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah tata cara sholat Istikharah secara lengkap, mulai dari niat, bacaan, doa, hingga keutamaannya.
Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat Istikharah Lengkap
Sholat Istikharah dikerjakan sebanyak dua rakaat dengan satu kali salam, dan dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada waktu-waktu yang dilarang untuk shalat. Berikut adalah tata cara lengkapnya:
1. Membaca Niat
Niat dibaca di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Berikut redaksi niat Sholat Istikharah:
Arab: أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Ushallii sunnatal istikhaarati rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
Artinya: “Aku berniat shalat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta'ala.”
2. Takbiratul Ihram dan Doa Iftitah
Mengucapkan takbiratul ihram, kemudian membaca doa iftitah sebagaimana shalat pada umumnya.
3. Rakaat Pertama
Membaca Surah Al-Fatihah, kemudian dianjurkan membaca Surah Al-Kafirun. Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin menjelaskan bahwa membaca Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua adalah anjuran yang baik.
4. Ruku', I'tidal, Sujud, dan Duduk di Antara Dua Sujud
Melaksanakan rukun-rukun shalat seperti biasa hingga berdiri kembali untuk rakaat kedua.
5. Rakaat Kedua
Membaca Surah Al-Fatihah, kemudian dianjurkan membaca Surah Al-Ikhlas.
6. Tasyahud Akhir dan Salam
Melakukan tasyahud akhir, membaca shalawat, kemudian salam.
7. Membaca Doa Istikharah
Setelah salam, dianjurkan untuk membaca doa istikharah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Doa ini juga boleh dibaca di dalam shalat, misalnya pada sujud terakhir, namun lebih utama dibaca setelah salam.
Doa Setelah Sholat Istikharah untuk Meminta Petunjuk
Berikut adalah teks lengkap doa istikharah beserta latin dan artinya:
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ (sebutkan hajat) خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ. وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي بِهِ.
Latin: Allaahumma innii astakhiiruka bi 'ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as'aluka min fadhlikal 'azhiim, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta'lamu wa laa a'lamu, wa anta 'allaamul ghuyuub. Allaahumma in kunta ta'lamu anna haadzal amra (sebutkan hajat) khairun lii fii diinii wa ma'aasyii wa 'aaqibati amrii, faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarik lii fiihi. Wa in kunta ta'lamu anna haadzal amra syarrun lii fii diinii wa ma'aasyii wa 'aaqibati amrii, fashrifhu 'annii wash rifnii 'anhu, waqdur liyal khaira haitsu kaana tsumma ardhiniibi.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu, dan aku memohon kekuasaan-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaan-Mu. Aku memohon kepada-Mu sesuatu dari anugerah-Mu Yang Mahaagung. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa; Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahui, dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (sebutkan pilihan/hajat) lebih baik dalam agamaku, kehidupanku, dan akibatnya terhadap diriku, maka takdirkanlah untukku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Tapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, kehidupan, dan akibatnya terhadap diriku, maka singkirkan persoalan tersebut dan jauhkan aku darinya, takdirkan kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaan-Mu padaku.”
Keutamaan Sholat Istikharah
Sholat Istikharah memiliki banyak keutamaan yang dapat dirasakan oleh seorang hamba, di antaranya:
1. Memperkuat Ikatan Spiritual dengan Allah
Keutamaan utama istikharah adalah memperkuat hubungan seorang hamba dengan Tuhannya. Melalui istikharah, seseorang belajar untuk tidak hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri, tetapi juga melibatkan Allah dalam setiap urusan. Ibnu Hajar al-Asqalani menyebutkan bahwa istikharah adalah sarana untuk mencapai penghambaan sejati (‘ubudiyyah) kepada Allah dan memfokuskan hati hanya kepada-Nya, sehingga terbebas dari keterikatan kepada makhluk lain.
2. Meraih Ketenangan Hati dan Pikiran
Ketika seseorang menyerahkan keputusannya kepada Allah, akan muncul ketenangan dalam jiwa. Ini karena ia yakin bahwa pilihan yang Allah tetapkan adalah yang terbaik, meskipun pada awalnya mungkin tidak sesuai dengan keinginan. Imam Nawawi dalam Al-Adzkar menegaskan bahwa istikharah adalah bentuk ketundukan total seorang hamba yang menyadari keterbatasan ilmunya di hadapan pengetahuan Allah yang Maha Luas.
3. Terhindar dari Keputusan yang Tergesa-gesa dan Keliru
Dengan beristikharah, seseorang dilatih untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Ia diajak untuk berpikir, mempertimbangkan, dan kemudian memohon petunjuk Allah. Hal ini menghindarkan diri dari keputusan yang didasari oleh hawa nafsu semata.
4. Belajar Ikhlas dan Ridha terhadap Takdir
Istikharah mengajarkan seseorang untuk menerima hasil akhir dengan lapang dada. Jika pilihan yang diambil ternyata baik, ia bersyukur. Jika sebaliknya, ia belajar untuk ridha dan yakin bahwa Allah menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik. Ini sejalan dengan doa istikharah yang memohon agar Allah menjadikan hati ridha terhadap ketetapan-Nya.
5. Mendapatkan Pahala Ibadah Sunnah dan Sabar
Sholat Istikharah adalah ibadah sunnah yang tentu saja mendatangkan pahala. Selain itu, proses menunggu dan menerima hasil istikharah juga melatih kesabaran, yang merupakan salah satu kualitas iman yang tinggi. Dengan demikian, istikharah berbuah pahala sabar juga.
Pertanyaan Seputar Sholat istikharah
1. Apakah Sholat Istikharah harus menunggu mimpi?
Tidak. Tanda istikharah tidak harus berupa mimpi. Menurut Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari, tanda yang lebih sering muncul adalah kemudahan dalam melangkah atau ketenangan hati terhadap salah satu pilihan. Mimpi bisa menjadi salah satu cara Allah memberikan petunjuk, tetapi bukan satu-satunya dan tidak boleh dijadikan patokan mutlak.
2. Berapa kali Sholat Istikharah harus dilakukan?
Tidak ada batasan jumlah. Sholat Istikharah dapat dilakukan berulang kali sampai hati merasa mantap dengan pilihan yang akan diambil. Dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa Ibnu az-Zubair mengulang istikharahnya tiga kali sebelum bertekad menjalankan pilihannya.
3. Apakah Istikharah boleh dilakukan untuk perkara yang wajib atau haram?
Tidak. Menurut Imam Nawawi dalam Al-Adzkar, istikharah hanya dianjurkan pada perkara yang memiliki beberapa alternatif (mubah). Perkara wajib tidak perlu diistikharahi karena memang harus dikerjakan, dan perkara haram harus ditinggalkan.
4. Apa yang harus dilakukan setelah Sholat Istikharah jika hati masih ragu?
Setelah istikharah, hendaknya melakukan apa yang menentramkan hati. Jika masih ragu, shalat dapat diulang hingga muncul kecenderungan yang tenang. Ibnu Hajar al-Asqalani dan al-Nawawi berpandangan bahwa keputusan diambil berdasarkan kecenderungan hati setelah istikharah, bukan berdasarkan keinginan kuat yang sudah ada sebelumnya.
5. Apakah perempuan yang sedang haid boleh melakukan Istikharah?
Boleh, tanpa shalat. Bagi perempuan yang sedang berhalangan (haid, nifas, atau wiladah), cukup membaca doa istikharah tanpa melaksanakan shalat. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam berbagai panduan fikih yang kredibel, termasuk dalam buku Panduan Lengkap Shalat Istikharah karya Nasrudin Abd. Rohim.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360712/original/030827900_1790662146-cek_fakta_--_BLT_UMKM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490698/original/095003200_1770021594-bea_cukai_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4949090/original/063678200_1726832428-Apel1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4146859/original/058389500_1662357870-pexels-thirdman-7957068.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364599/original/046664900_1791011132-Desain_mushola_kecil_dalam_rumah_yang_sejuk_meski_tanpa_kipas_dan_bikin_ibadah_keluarganya_nyaman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386900/original/060641800_1793412432-IMG-20261031-WA0001-768x512.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/676835/original/Ilustrasi-Pemerkosaan2.jpg)