Harga Emas Pegadaian 31 Oktober 2026: Galeri24, Antam dan Pegadaian Kembali Tertekan

Berikut daftar lengkap harga emas buatan Galeri24, Antam dan UBS di Pegadaian pada Sabtu, (31/10/2026).

Diterbitkan 31 Oktober 2026, 12:54 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas batangan buatan Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian kembali tertekan pada Sabtu, (31/10/2026). Dari tiga produk logam mulia, Antam masih mencatat harga tertinggi di Rp 2,58 juta per gram.

Mengutip laman Pegadaian saat dipantau pukul 12.29 WIB, harga emas buatan Galeri24 ditetapkan Rp 2.443.000 per gram. Harga emas buatan Galeri24 merosot Rp 35.000 dari perdagangan sebelumnya di Rp 2.478.000 per gram.

Koreksi harga emas juga dialami Antam. Harga emas Antam ditetapkan Rp 2.564.000 per gram pada akhir pekan ini. Harga emas Antam merosot Rp 21.000 dari perdagangan kemarin di Rp 2.585.000 per gram.

Demikian juga harga emas UBS alami koreksi. Harga emas UBS terpangkas Rp 34.000 menjadi Rp 2.467.000 per gram dari perdagangan kemarin Rp 2.501.000 per gram.

Harga ema situ dapat berubah sewaktu-waktu sehingga calon pembeli disarankan memeriksa kembali harga terbaru sebelum melakukan transaksi.

Di Pegadaian, produk emas yang ditawarkan dalam pilihan berat yang beragam.

Galeri24 dijual mulai dari ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara itu, emas UBS tersedia mulai 0,5 gram hingga 500 gram, sedangkan emas Antam dijual hingga ukuran 100 gram.

Perbedaan pilihan berat ini memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin membeli emas sesuai kebutuhan dan anggaran, baik untuk investasi maupun sebagai aset jangka panjang.

Berikut daftar lengkap harga emas Pegadaian pada Sabtu (31/10/2026):

Harga Emas Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.282.000
  • 1 gram: Rp 2.443.000
  • 2 gram: Rp 4.827.000
  • 5 gram: Rp 11.978.000
  • 10 gram: Rp 23.894.000
  • 25 gram: Rp 59.412.000
  • 50 gram: Rp 118.731.000
  • 100 gram: Rp 237.343.000
  • 250 gram: Rp 591.900.000
  • 500 gram: Rp 1.183.799.000
  • 1.000 gram: Rp 2.367.598.000
  •  

Harga Emas Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.333.000
  • 1 gram: Rp 2.564.000
  • 2 gram: Rp 5.067.000
  • 3 gram: Rp 7.575.000
  • 5 gram: Rp 12.592.000
  • 10 gram: Rp 25.127.000
  • 25 gram: Rp 62.689.000
  • 50 gram: Rp 125.297.000
  • 100 gram: Rp 250.515.000
  •  

Harga Emas UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.333.000
  • 1 gram: Rp 2.467.000
  • 2 gram: Rp 4.895.000
  • 5 gram: Rp 12.097.000
  • 10 gram: Rp 24.064.000
  • 25 gram: Rp 60.043.000
  • 50 gram: Rp 119.839.000
  • 100 gram: Rp 239.584.00
  • 250 gram: Rp 598.783.000
  • 500 gram: Rp 1.196.159.000.

Harga Emas Dunia

Sebelumnya, harga emas dunia jatuh ke level terendah dalam satu tahun pada Jumat, 30 Oktober 2026 (Sabtu pagi Jakarta). Sementara itu, harga perak merosot ke bawah US$ 50 per ons untuk pertama kali sejak November 2025. Kenaikan harga energi dan kekhawatiran yang terus berlanjut mengenai inflasi telah memperkuat harapan kalau suku bunga Amerika Serikat (AS) akan tetap tinggi.

Mengutip CNBC, Sabtu (31/10/2026), harga emas di pasar spot turun 2,7% menjadi US$ 3.910,53 per ons, level terendah sejak Oktober 2025. Kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Desember turun 2,8% menjadi US$ 3.919,60 per ons.

Harga logam mulia ini tercatat mengalami penurunan bulanan selama dua bulan berturut-turut, dengan akumulasi penurunan 5,9% sepanjang Oktober.

Harga perak di pasar spot turun 5,8% menjadi US$ 49,34 per ons, level terendah sejak November 2025.

"Kekhawatiran yang terus berlanjut mengenai inflasi membuat sejumlah bank sentral tetap mempertahankan sikap hawkish (cenderung menaikkan atau menahan suku bunga tinggi)," ujar wakil presiden sekaligus pakar strategi logam senior di Zaner Metals, Peter Grant.

Ia menuturkan, meskipun bank-bank sentral utama memutuskan untuk menahan suku bunga minggu ini, sinyal yang diberikan menunjukkan kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama masih akan berlanjut. “Hal ini menekan harga logam mulia,” ujar dia.

 

Sentimen The Fed

Bank-bank sentral utama memang menghentikan kenaikan suku bunga minggu ini, tetapi menegaskan siklus pengetatan kebijakan moneter belum berakhir. Bank Sentral AS (Federal Reserve) dan Bank Sentral Eropa (European Central Bank) sama-sama menyoroti risiko inflasi yang dipicu oleh lonjakan biaya energi.

Data yang dirilis pada Kamis menunjukkan inflasi AS meningkat pada September seiring dengan naiknya harga bensin dan barang-barang lainnya, yang memperkuat ekspektasi para ekonom akan adanya kenaikan suku bunga pada Desember.

Analis di Commerzbank mencatat faktor lain di balik penurunan harga ini adalah anjloknya harga saham sektor teknologi, yang kemungkinan memicu aksi jual paksa (forced selling) dan margin call.

"Kami menilai penurunan harga logam mulia ini berlebihan dan tetap memperkirakan akan terjadi pemulihan," ujar analis Commerzbank.

 

Harga Minyak Naik

Indeks Nasdaq yang didominasi oleh saham teknologi diperkirakan mengalami penurunan tajam pada pembukaan perdagangan Jumat, dipicu oleh kekhawatiran terkait pengeluaran di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Sementara itu, harga minyak justru naik dan mencatatkan kenaikan bulanan untuk bulan keempat berturut-turut. Harga energi yang lebih tinggi memperkuat ekspektasi akan periode suku bunga tinggi yang berkepanjangan, sehingga membuat aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik.

Di sisi lain, permintaan emas fisik di pasar-pasar utama Asia tetap lemah minggu ini; para pembeli di India menunda pembelian karena mengantisipasi penurunan harga lebih lanjut, sementara permintaan di China konsumen emas terbesar juga tetap lesu.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6