Liputan6.com, Jakarta Cara menanam cabai jawa dari biji untuk pemula dimulai dari memilih buah yang benar-benar matang, lalu mengambil bijinya dan merendamnya sebelum disemai. Setelah itu, benih ditanam dangkal di media yang lembap, hangat, dan teduh sampai bertunas.
Kuncinya ada pada kesabaran, karena biji cabai jawa butuh waktu lebih lama untuk berkecambah dibanding cabai biasa. Begitu bibit cukup kuat, tanaman dipindahkan ke pot atau lahan dan diberi tiang rambatan supaya tumbuh subur.
Cabai jawa atau Piper retrofractum sering juga disebut cabai jamu, dan banyak dipakai untuk jamu serta bumbu dapur. Tanaman ini termasuk keluarga lada. Cabai jawa tumbuh liar mulai dari Thailand, Indo-China, Malaysia, dan Filipina sampai Maluku, dan juga dibudidayakan di bagian utara Semenanjung Malaysia serta di Jawa. Tak heran tanaman rempah ini makin banyak dilirik pencinta urban gardening yang ingin punya kebun mini bernilai guna di rumah.
Advertisement
1. Menyiapkan Biji Cabai Jawa yang Berkualitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568091/original/007967200_1777349644-penyemaian.jpg)
Semuanya berawal dari benih yang bagus, jadi tahap ini menentukan berhasil atau tidaknya cara menanam cabai jawa dari biji untuk pemula. Benih bisa diambil sendiri dari buah yang matang di pohon, mirip dengan kebiasaan para penanam cabai rumahan yang suka membuat benih sendiri.
Pilih buah yang matang sempurna: Gunakan buah cabai jawa yang sudah berwarna merah tua dan teksturnya padat. Buah yang masih hijau biasanya bijinya belum siap tumbuh.
Rendam buah untuk memisahkan biji: Merujuk pada panduan budidaya organik lada dari Naturland, biji didapat dengan merendam buah yang sudah matang penuh di dalam air selama 2-3 hari, lalu daging buahnya dibuang dan bijinya dikeringkan di tempat teduh.
Bersihkan biji dari sisa daging buah: Sisa daging buah bisa memicu jamur saat biji disemai. Para penanam juga menyarankan membilas biji dengan larutan hidrogen peroksida encer supaya tidak cepat busuk selama berkecambah.
Rendam ulang sebelum disemai: Rendam biji dalam air hangat selama sekitar 24 jam. Cara ini membantu melunakkan kulit biji agar lebih cepat berkecambah.
Advertisement
2. Menyemai Biji hingga Berkecambah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333593/original/071349500_1787797825-bibit_cabai.jpeg)
Tahap menyemai adalah bagian yang paling menguji kesabaran. Banyak penghobi tanaman menyebut fase ini sebagai inti dari cara menanam cabai jawa dari biji untuk pemula, karena suhu dan kelembapan harus dijaga stabil.
-
Siapkan media semai yang gembur: Campurkan tanah humus dengan cukup banyak pasir supaya air mudah meresap. Bisa juga memakai media semai siap pakai atau campuran tanah, kompos, dan arang sekam yang biasa dipakai untuk menanam cabai bagi pemula.
-
Tanam biji secara dangkal: Letakkan biji di permukaan media lalu tutup tipis dengan tanah halus. Biji cabai jawa berukuran sangat kecil, jadi jangan ditanam terlalu dalam.
-
Jaga suhu tetap hangat: Suhu yang ideal untuk perkecambahan berkisar 25-30 derajat Celsius. Taruh wadah semai di tempat terang tapi tidak terkena matahari langsung.
-
Pertahankan kelembapan: Semprot media dengan air secukupnya agar selalu lembap, tapi jangan sampai becek. Wadah bisa ditutup plastik bening supaya kelembapan terjaga.
-
Bersabar menunggu tunas: Perkecambahan biji cabai jawa umumnya tidak serempak dan bisa makan waktu beberapa minggu sampai bulanan. Panduan Naturland mencatat biji biasanya mulai berkecambah setelah sekitar 30 hari.
Meski perbanyakan melalui biji memungkinkan pada beberapa spesies dalam genus Piper, tingkat keberhasilannya dapat berbeda-beda. Karena itu, informasi mengenai metode perbanyakan sebaiknya merujuk pada spesies yang dibudidayakan
3. Memindahkan Bibit dan Merawat Tanaman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8457648/original/059542500_1782356220-Bibit_cabai_realistis__1_.jpg)
Setelah bibit punya beberapa helai daun dan akarnya kuat, saatnya pindah ke rumah barunya. Di tahap ini, cara menanam cabai jawa dari biji untuk pemula berfokus pada lokasi tanam, tiang rambatan, dan perawatan rutin.
Pilih lokasi yang teduh sebagian: Menurut panduan budidaya Vikaspedia, cabai jawa (Piper longum) membutuhkan iklim panas dan lembap serta dapat tumbuh pada ketinggian 100–1.000 mdpl. Tanaman ini juga cocok dibudidayakan sebagai tanaman sela di kebun kelapa atau pinang dengan intensitas naungan sekitar 20–25 persen.
Siapkan pot atau polybag besar: Gunakan wadah dengan lubang drainase yang cukup, seperti yang biasa dipakai saat menanam cabai di polybag. Media tanam sebaiknya subur dengan pH sekitar 6,0 sampai 7,0.
Pasang tiang rambatan: Cabai jawa adalah tanaman merambat. Menurut PROSEA melalui basis data Pl@ntUse, tanaman cabai jawa (Piper retrofractum) dapat dirambatkan pada penyangga buatan maupun pohon hidup, seperti dadap (Erythrina spp.) dan kelor (Moringa oleifera). Pemangkasan secara rutin juga diperlukan untuk membantu merangsang pembungaan dan pembuahan.
Siram secukupnya: Jaga tanah tetap lembap tapi tidak tergenang, karena air yang berlebih bisa membuat akar busuk.
Beri pupuk organik berkala: Tambahkan kompos atau pupuk kandang yang sudah matang setiap beberapa minggu sekali untuk mendukung pertumbuhan daun dan buah.
Pangkas agar rajin berbuah: Cabai jawa merambat dengan kuat, tetapi jarang berbunga bila tidak dipangkas teratur; jika tingginya dijaga sekitar 5 meter, tanaman bisa berbunga dan berbuah sepanjang tahun.
Â
Advertisement
Tips Tambahan agar Cabai Jawa Tumbuh Optimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307885/original/061434100_1785119529-Pemilik_sedang_mengambil_ulat_di_tanaman_cabai.jpg)
Menanam cabai jawa dari biji memang butuh waktu, tapi hasilnya sepadan karena tanaman ini bisa dipanen bertahun-tahun. Menurut penelitian Amin Zuchri dalam jurnal Agrovigor Universitas Trunojoyo Madura, proses pematangan buah cabai jawa (Piper retrofractum) berlangsung sekitar 1,5–2 bulan. Selama periode tersebut, buah mengalami perubahan warna secara bertahap hingga mencapai kematangan. Supaya perjalanan berkebun lebih lancar, beberapa tips berikut bisa diterapkan.
- Siapkan rencana cadangan: Menurut TopTropicals, tanaman cabai jawa (Piper retrofractum) dapat diperbanyak melalui biji maupun stek batang. Metode stek batang dinilai lebih praktis sehingga dapat menjadi alternatif bagi pembudidaya yang ingin memperbanyak tanaman.
- Semai lebih banyak biji: Karena tingkat perkecambahannya tidak menentu, menyemai lebih banyak biji memperbesar peluang mendapat bibit yang sehat.
- Tanam di awal musim hujan: Bibit yang dipindahkan saat cuaca lembap biasanya lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya.
- Beri jarak tanam yang lega: Kalau ditanam di lahan, beri jarak sekitar 1,5 sampai 2 meter antartanaman agar rambatannya leluasa.
- Jaga sirkulasi udara: Daun yang terlalu rimbun bisa mengundang jamur, jadi buang cabang yang rusak atau terlalu rapat.
- Gunakan mulsa saat kemarau: Lapisan mulsa dari jerami atau daun kering membantu menjaga kelembapan tanah di sekitar akar.
- Rajin cek hama: Periksa bagian bawah daun secara berkala supaya serangan hama bisa ditangani sejak awal.
Â
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cabai Jawa
Berapa lama biji cabai jawa berkecambah?
Biji cabai jawa umumnya butuh beberapa minggu sampai sekitar satu bulan atau lebih untuk berkecambah. Lamanya bergantung pada kualitas biji, suhu, dan kelembapan media semai.
Apakah cabai jawa bisa ditanam di pot?
Bisa. Gunakan pot berukuran besar dengan drainase yang baik dan pasang tiang rambatan, lalu letakkan di tempat yang cukup terang tapi tetap teduh sebagian.
Mana yang lebih mudah, menanam dari biji atau stek?
Stek batang umumnya lebih cepat dan hasilnya lebih seragam. Meski begitu, menanam dari biji tetap bisa dicoba pemula yang ingin merasakan serunya merawat tanaman sejak awal.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360712/original/030827900_1790662146-cek_fakta_--_BLT_UMKM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490698/original/095003200_1770021594-bea_cukai_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4949090/original/063678200_1726832428-Apel1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386974/original/081155600_1793418492-6ca3c73e-2e6b-436b-97b7-c8bca1f4150e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374094/original/006145900_1792035659-01M4WRR8E3QD6P0EG9V5PYFQDP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5164514/original/045883700_1742182261-girl-playing-videogame-with-controller.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383071/original/084442000_1793068664-membersihkan_lem_korea_5.jpeg)