Liputan6.com, Vatikan - Paus Leo XIV, pemimpin Gereja Katolik pertama yang lahir di Amerika Serikat, menggunakan hak pilihnya dalam pemilu paruh waktu AS. Peristiwa ini menjadi yang pertama kali diketahui terjadi dalam sejarah, yakni seorang paus memberikan suara dalam pemilihan politik.
Pemimpin 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia itu memberikan suara melalui surat atau mail-in ballot di Chicago. Vatikan mengonfirmasi hal tersebut pada Jumat (30/10).
Dalam pernyataannya, Vatikan mengatakan Paus Leo XIV telah menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara Amerika Serikat setiap kali memenuhi persyaratan untuk memberikan suara. Ia juga meyakini bahwa partisipasi dalam proses demokrasi merupakan hak sekaligus kewajiban warga negara.
Advertisement
“Bapa Suci telah menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara Amerika Serikat setiap kali ia memenuhi syarat untuk melakukannya,” demikian pernyataan Vatikan.
Vatikan juga menegaskan bahwa Leo XIV percaya pada “hak dan kewajiban warga negara untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi”.
Paus Leo XIV Pernah Berselisih dengan Trump
Keputusan Paus Leo XIV menggunakan hak pilihnya terjadi di tengah hubungannya yang sempat memanas dengan Presiden AS Donald Trump.
Perselisihan keduanya menjadi sorotan dunia pada awal tahun ini. Leo XIV berulang kali mengkritik tindakan keras pemerintah AS terhadap imigrasi serta perang terhadap Iran. Trump kemudian menyebut Paus Leo XIV lemah dalam penegakan hukum dan buruk dalam kebijakan luar negeri.
Menanggapi ketegangan tersebut, Paus Leo XIV menegaskan bahwa dirinya tidak takut kepada Trump.
Pada April, setelah Trump mengancam akan menghancurkan Iran, Leo XIV menyerukan agar semua pihak berkontribusi untuk mewujudkan perdamaian. Ia meminta masyarakat menghubungi para pejabat dan pemimpin politik, termasuk anggota Kongres, untuk mendorong perdamaian serta menolak perang dan kekerasan.
“Hubungi pihak berwenang—para pemimpin politik, anggota Kongres—untuk meminta mereka, menyampaikan kepada mereka, agar bekerja demi perdamaian serta menolak perang dan kekerasan,” kata Leo XIV.
Pemilu paruh waktu AS yang menjadi sorotan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 3 November.
Paus Ajak Umat Terlibat dalam Peristiwa Politik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5455303/original/090641400_1766644470-6.jpg)
Pada September, Paus Leo XIV juga menyerukan kepada umat agar tidak bersikap pasif atau acuh tak acuh terhadap berbagai peristiwa yang terjadi saat ini.
“Kita tidak bisa tetap menjadi penonton yang tidak terlibat. Sebaliknya, kita harus mendengarkan dengan hati, membiarkan diri kita ditantang, dan ikut terlibat,” ujarnya dalam audiensi umum mingguan di Lapangan Santo Petrus.
Sebelum terpilih sebagai paus, Leo XIV dikenal dengan nama Robert Francis Prevost. Menurut laporan The New York Times yang mengutip catatan pemerintah negara bagian dan daerah, Prevost pernah memberikan suara dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat pada 2008 dan 2010, serta dalam tiga pemilihan pendahuluan Partai Republik pada tahun-tahun berikutnya.
Dalam pemilihan pendahuluan di Illinois, pemilih dapat memilih surat suara dari partai mana pun saat memberikan suara di tempat pemungutan suara. Menurut laporan tersebut, Prevost pernah memilih surat suara dari partai yang berbeda.
Prevost menghabiskan hampir dua dekade sebagai misionaris di Peru. Ia memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat dan Peru.
Vatikan juga mengonfirmasi bahwa selama tinggal di Peru, Leo XIV menggunakan hak pilihnya setiap kali memenuhi persyaratan untuk memberikan suara.
“Bapa Suci juga telah mengonfirmasi bahwa selama bertahun-tahun tinggal di Peru, ia menggunakan hak pilihnya setiap kali memenuhi syarat untuk melakukannya,” demikian pernyataan Vatikan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360712/original/030827900_1790662146-cek_fakta_--_BLT_UMKM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490698/original/095003200_1770021594-bea_cukai_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4949090/original/063678200_1726832428-Apel1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5215146/original/082316400_1746794162-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243772/original/016474600_1749113274-WhatsApp_Image_2025-06-05_at_3.46.49_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4991280/original/076615400_1730769791-20241105-Pemilu_AS-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4710013/original/000820500_1704772410-Ilustrasi_kebersamaan_keluarga__keluarga_bermain_bersama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385433/original/078194700_1793257868-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349927/original/093879500_1757942338-AP25248769598975.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4992447/original/037405900_1730855125-20241106-Pilpres_AS_2024-AFP_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385032/original/012828900_1793212958-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540885/original/052380600_1774840984-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490104/original/053721500_1769996978-Untitled.jpg)