Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali merosot pada perdagangan Sabtu, (31/10/2026). Koreksi harga perak Antam hari ini terjadi di tengah harga emas Antam yang tertekan dan harga perak dunia merosot.
Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam hari ini terpangkas Rp 2.000 menjadi Rp 33.650 per gram. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam hari ini ditetapkan Rp 35.650 per kg.
Antam menawarkan perak batangan 250 gram dan 500 gram. Harga perak Antam ukuran 250 gram dibanderol Rp 8.812.500 dan perak batangan 500 gram ditetapkan Rp 16.825.000. Namun, stok dua ukuran perak Antam itu habis.
Advertisement
Mengutip tradingeconomics.com, harga perak dunia merosot 6,22% menjadi US$ 48,90.
Harga perak anjlok ke bawah US$ 50 per ons untuk pertama kalinya sejak November 2025, seiring dengan meningkatnya biaya energi dan kekhawatiran inflasi yang terus berlanjut. Hal itu memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga Amerika Serikat (AS) akan tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
Bank-bank sentral utama, termasuk Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa, mempertahankan suku bunga tidak berubah minggu ini, tetapi memperingatkan perjuangan melawan inflasi belum usai, seraya menyoroti tekanan harga baru yang muncul akibat lonjakan biaya energi.
Sementara itu, data AS yang dirilis pada Kamis menunjukkan percepatan inflasi pada September, dengan pertumbuhan harga inti yang juga meningkat, sehingga memperkuat ekspektasi akan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh The Fed pada Desember.
Logam mulia juga tertekan oleh aksi jual besar-besaran pada saham-saham teknologi yang dipicu oleh kekhawatiran mengenai peningkatan pengeluaran terkait kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang kemungkinan memicu likuidasi paksa dan margin call di berbagai pasar. Pada saat yang sama, harga minyak mengalami kenaikan di tengah kekhawatiran akan eskalasi konflik di Timur Tengah, yang semakin menambah kekhawatiran terkait inflasi.
Harga Emas Dunia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
Sebelumnya, harga emas dunia jatuh ke level terendah dalam satu tahun pada Jumat, 30 Oktober 2026 (Sabtu pagi Jakarta). Sementara itu, harga perak merosot ke bawah US$ 50 per ons untuk pertama kali sejak November 2025. Kenaikan harga energi dan kekhawatiran yang terus berlanjut mengenai inflasi telah memperkuat harapan kalau suku bunga Amerika Serikat (AS) akan tetap tinggi.
Mengutip CNBC, Sabtu (31/10/2026), harga emas di pasar spot turun 2,7% menjadi US$ 3.910,53 per ons, level terendah sejak Oktober 2025. Kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Desember turun 2,8% menjadi US$ 3.919,60 per ons.
Harga logam mulia ini tercatat mengalami penurunan bulanan selama dua bulan berturut-turut, dengan akumulasi penurunan 5,9% sepanjang Oktober.
Harga perak di pasar spot turun 5,8% menjadi US$ 49,34 per ons, level terendah sejak November 2025.
"Kekhawatiran yang terus berlanjut mengenai inflasi membuat sejumlah bank sentral tetap mempertahankan sikap hawkish (cenderung menaikkan atau menahan suku bunga tinggi)," ujar wakil presiden sekaligus pakar strategi logam senior di Zaner Metals, Peter Grant.
Advertisement
Sentimen Harga Emas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826293/original/061766900_1715176240-fotor-ai-20240508204951.jpg)
Ia menuturkan, meskipun bank-bank sentral utama memutuskan untuk menahan suku bunga minggu ini, sinyal yang diberikan menunjukkan kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama masih akan berlanjut. “Hal ini menekan harga logam mulia,” ujar dia.
Bank-bank sentral utama memang menghentikan kenaikan suku bunga minggu ini, tetapi menegaskan siklus pengetatan kebijakan moneter belum berakhir. Bank Sentral AS (Federal Reserve) dan Bank Sentral Eropa (European Central Bank) sama-sama menyoroti risiko inflasi yang dipicu oleh lonjakan biaya energi.
Data yang dirilis pada Kamis menunjukkan inflasi AS meningkat pada September seiring dengan naiknya harga bensin dan barang-barang lainnya, yang memperkuat ekspektasi para ekonom akan adanya kenaikan suku bunga pada Desember.
Analis di Commerzbank mencatat faktor lain di balik penurunan harga ini adalah anjloknya harga saham sektor teknologi, yang kemungkinan memicu aksi jual paksa (forced selling) dan margin call.
"Kami menilai penurunan harga logam mulia ini berlebihan dan tetap memperkirakan akan terjadi pemulihan," ujar analis Commerzbank.
Harga Minyak Naik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540888/original/091837400_1774840995-5.jpg)
Indeks Nasdaq yang didominasi oleh saham teknologi diperkirakan mengalami penurunan tajam pada pembukaan perdagangan Jumat, dipicu oleh kekhawatiran terkait pengeluaran di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Sementara itu, harga minyak justru naik dan mencatatkan kenaikan bulanan untuk bulan keempat berturut-turut. Harga energi yang lebih tinggi memperkuat ekspektasi akan periode suku bunga tinggi yang berkepanjangan, sehingga membuat aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik.
Di sisi lain, permintaan emas fisik di pasar-pasar utama Asia tetap lemah minggu ini; para pembeli di India menunda pembelian karena mengantisipasi penurunan harga lebih lanjut, sementara permintaan di China konsumen emas terbesar juga tetap lesu.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360712/original/030827900_1790662146-cek_fakta_--_BLT_UMKM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490698/original/095003200_1770021594-bea_cukai_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4949090/original/063678200_1726832428-Apel1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/976575/original/043509500_1441279137-harga-emas-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318562/original/011507200_1786104106-693127e6dc59c_20251204131918-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352149/original/042458700_1610959708-20210118-Emas-Antam-3.jpg)