Liputan6.com, Madrid - Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente menegaskan tidak akan mengundurkan diri menyusul tabrakan kereta cepat yang menewaskan sedikitnya 69 orang. Ia menyatakan tidak memiliki sesuatu untuk disembunyikan dan berjanji mengungkap penyebab bencana tersebut.
Dikutip dari BBC, Sabtu (31/10/2026), dalam konferensi pers di Madrid, Puente kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk mengusut tuntas kecelakaan itu. Menurutnya, masih banyak pertanyaan yang harus dijawab.
“Tugas saya saat ini bukan membicarakan apakah saya harus tetap menjabat atau tidak, melainkan menyelesaikan masalah ini,” kata Puente.
Advertisement
Sejak kecelakaan terjadi, Puente menghadapi desakan untuk mundur dari jabatannya. Tekanan datang dari sejumlah rival politik, serikat pekerja, hingga demonstran yang menggelar aksi di luar kantor Kementerian Transportasi pada Rabu malam.
Kecelakaan terjadi pada Rabu pagi di dekat kota Urda, Provinsi Toledo, Spanyol bagian tengah. Kereta cepat Renfe yang dioperasikan negara menabrak bagian belakang kereta lain yang sedang berhenti, milik perusahaan Iryo. Sedikitnya 69 orang tewas dan banyak lainnya mengalami luka-luka.
Laporan awal yang dirilis penyelidik transportasi pada Kamis malam menunjukkan kereta Renfe melaju dengan kecepatan antara 160 kilometer per jam hingga 200 kilometer per jam ketika tabrakan terjadi. Benturan tersebut menyebabkan gerbong depan kereta Renfe tertancap pada bagian belakang kereta yang berhenti.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez sebelumnya mengatakan pada Jumat bahwa kepercayaan publik terhadap jaringan kereta cepat Spanyol telah runtuh. Ia juga kembali menyebut tidak dapat diterima bahwa dua tragedi serupa terjadi dalam kurun waktu satu tahun.
Pada Januari, tabrakan di jalur Madrid-Seville yang sama menewaskan 46 orang di Adamuz, Spanyol selatan.
Tragedi pada Rabu itu menjadi salah satu kecelakaan kereta paling mematikan dalam sejarah modern Eropa sekaligus kecelakaan kereta terburuk di Spanyol sejak 2013.
Investigasi Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385728/original/004375800_1793265923-AP26302269628796.jpg)
Pada Rabu, Puente mengatakan gangguan komputer sekitar pukul 08.30 menyebabkan enam kereta yang sedang bergerak berhenti pada awalnya. Dua di antaranya adalah kereta yang kemudian bertabrakan.
Rekaman audio yang bocor dan dipublikasikan media Spanyol mengungkap percakapan antara masinis dan pusat kendali hanya beberapa menit sebelum kecelakaan.
Tiga rekaman percakapan antara pusat kendali di Madrid dan dua masinis itu tampaknya menunjukkan bahwa satu kereta cepat mendapat izin untuk kembali bergerak, meskipun kereta lain berhenti di jalur sekitar 25 kilometer di depannya.
Puente sebelumnya menyebut keputusan untuk memerintahkan kereta kembali bergerak tanpa pembatasan kecepatan sebagai sesuatu yang “tidak dapat dijelaskan”.
Bocornya rekaman percakapan tersebut menuai kritik dari sejumlah politikus Spanyol. Alberto Ibáñez, anggota Kongres dari platform politik sayap kiri Sumar, menulis di X bahwa tindakan membocorkan rekaman itu “tercela”.
Sementara itu, Irene Montero, kandidat perdana menteri dari partai sayap kiri Podemos, mengatakan tanggung jawab atas kecelakaan tersebut tidak seharusnya dibebankan kepada satu pekerja. Ia menambahkan, masinis dan para ahli telah memperingatkan risiko liberalisasi sektor perkeretaapian selama bertahun-tahun.
Pada Jumat, Puente menegaskan dirinya tidak akan menjadikan pekerja sebagai tameng untuk melindungi pihak lain dari tanggung jawab.
“Saya tidak akan menggunakan pekerja mana pun sebagai tameng,” katanya.
Ia mengakui tragedi tersebut memunculkan banyak pertanyaan yang perlu ditelusuri satu per satu. Puente juga menyatakan pemerintah akan mengambil tindakan jika hasil penyelidikan membuktikan adanya kesalahan manusia.
“Jika penyelidikan menunjukkan adanya kesalahan manusia, kami akan mengambil tindakan sesuai dengan hasil tersebut,” ujarnya.
Partai konservatif Partai Rakyat (People’s Party) turut mendesak Puente mengundurkan diri, menyusul seruan serupa dari serikat pekerja CSIF pada awal pekan ini.
Namun, Puente menegaskan tidak akan meninggalkan jabatannya.
“Hal termudah bagi saya adalah pergi. Namun, itu bukan karakter saya dan bukan pula yang diminta Perdana Menteri kepada saya,” katanya.
Ia mengaku sangat berduka atas para korban dan keluarga mereka. Meski demikian, Puente mengatakan kesedihan tersebut tidak boleh membuatnya berhenti mencari jalan keluar.
“Saya merasakan rasa sakit dan kesedihan yang luar biasa bagi para korban dan keluarga mereka. Namun, saya tidak bisa membiarkan rasa sakit ini melumpuhkan saya. Kita harus menemukan solusi untuk masalah ini,” ujarnya.
Advertisement
Keluarga Korban Masih Menunggu Kepastian
Spanyol kini menjalani tiga hari berkabung nasional. Di tengah suasana duka, keluarga korban dan para penyintas masih berusaha memahami bagaimana kecelakaan itu bisa terjadi.
Seorang atlet berusia 24 tahun dan mantan menteri pemerintahan termasuk di antara korban tragedi tersebut. Namun, sejumlah keluarga masih menunggu informasi dari pihak berwenang mengenai nasib orang-orang terkasih mereka.
Esther San Emeterio, yang saudara laki-lakinya, Pepe, berusia 54 tahun, masih dinyatakan hilang, mengatakan kepada wartawan di Toledo, dekat Urda, bahwa keluarga korban dipaksa menunggu dalam ketidakpastian.
“Kami pergi tidur sambil menangis, dipenuhi kemarahan dan rasa malu,” katanya.
“Kami putus asa dan saya ingin seluruh Spanyol tahu. Bagaimana mereka bisa membiarkan kami berada dalam situasi seperti ini?” ujarnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490698/original/095003200_1770021594-bea_cukai_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4949090/original/063678200_1726832428-Apel1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558081/original/096705700_1776405688-cek_fakta_-_dana_bantuan_hindu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385054/original/048696800_1793231294-kereta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385723/original/079913300_1793265922-AP26301421266867.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385186/original/015969500_1793245143-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385058/original/056230100_1793233208-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3655068/original/003051600_1638858233-AP21340407450770.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476531/original/069494900_1768788179-000_936V2NU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479481/original/046549400_1768979490-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383006/original/042155200_1793060045-yamal_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5055071/original/025977100_1734436691-kelly-sikkema-M98NRBuzbpc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371948/original/088475700_1791858298-Sanjaya-Hutagaol.jpg)