Rekaman Suara Masinis Ungkap Detik-detik Sebelum Tabrakan Kereta Spanyol

Rekaman suara masinis mengungkap detik-detik krusial sebelum tabrakan kereta di Spanyol yang menewaskan 69 orang.

Diterbitkan 30 Oktober 2026, 13:30 WIB
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Madrid - Rekaman audio yang bocor dan dipublikasikan sejumlah media Spanyol mengungkap percakapan antara masinis kereta dan pusat kendali beberapa menit sebelum kecelakaan maut pada Rabu pagi yang menewaskan 69 orang.

Rekaman tersebut memperlihatkan adanya komunikasi terkait pergerakan kereta di tengah gangguan sistem yang menyebabkan sejumlah kereta harus berhenti.

Dikutip dari BBC, Jumat (30/10/2026), pihak berwenang kini menyelidiki penyebab bencana tersebut. Kecelakaan terjadi ketika kereta yang melaju dari Madrid menuju Sevilla menabrak kereta yang sedang berhenti di dekat Urda.

Tiga rekaman percakapan antara pusat kendali di Madrid dan dua masinis tampaknya menunjukkan bahwa sebuah kereta berkecepatan tinggi mendapat izin untuk kembali berjalan, meskipun kereta lain masih berhenti di jalur sekitar 25 kilometer di depannya.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez berjanji bahwa pihak berwenang akan mengusut seluruh detail kecelakaan tersebut.

“Kami akan mengungkap setiap detail terakhir dari tragedi ini,” kata Sánchez.

Puluhan orang lainnya terluka dalam kecelakaan itu. Para penyintas menceritakan suasana mencekam di dalam kereta, mulai dari penumpang yang menangis dan berlumuran darah, penumpang yang terjebak di kursi, korban yang kehilangan anggota tubuh, hingga asap yang memenuhi gerbong. Salah satu gerbong bahkan terbakar.

Pada Kamis, Raja Spanyol Felipe VI dan Ratu Letizia mengunjungi sejumlah penumpang yang terluka di sebuah rumah sakit di Toledo.

Felipe VI kemudian menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia berjanji penyelidikan akan menentukan penyebab kecelakaan sekaligus mengidentifikasi langkah-langkah yang perlu diambil agar tragedi serupa tidak terulang.

Kecelakaan ini menjadi salah satu bencana perkeretaapian terburuk dalam sejarah modern Eropa dan kecelakaan kereta paling mematikan di Spanyol sejak 2013. Pada Kamis, Spanyol memulai tiga hari berkabung nasional.

Rekaman Ungkap Komunikasi Pusat Kendali dan Masinis

Kereta yang bergerak dioperasikan oleh perusahaan milik negara, Renfe, dengan membawa 397 penumpang. Sementara itu, kereta yang berhenti dioperasikan perusahaan swasta Iryo dan mengangkut 147 penumpang.

Gangguan pada sistem persinyalan otomatis, yang dilaporkan disebabkan kegagalan komputer, memaksa seluruh kereta berhenti di jalur yang terdampak.

Namun, Menteri Transportasi Spanyol Óscar Puente mengatakan kereta Renfe kemudian diperintahkan untuk kembali berjalan akibat suatu “kesalahan”.

Rekaman percakapan tersebut dipublikasikan sejumlah media Spanyol, termasuk El País dan RTVE.

Dalam salah satu rekaman, operator pusat kendali terdengar berbicara dengan masinis kereta Renfe yang mengalami sejumlah masalah teknis.

Setelah beberapa kali bertukar informasi, operator meminta masinis melanjutkan perjalanan dengan menggunakan sistem persinyalan alternatif.

“Lanjutkan perjalanan Anda, kemudian berjalanlah menggunakan [Lateral Signalling Block], dengan kecepatan normal dan operasi normal,” kata operator pusat kendali.

Masinis kemudian memastikan instruksi tersebut.

“Dengan kecepatan normal?”

Operator menjawab, “Ya.”

Lateral Signalling Block merupakan sistem alternatif atau cadangan yang digunakan ketika sistem persinyalan otomatis atau transmisi data mengalami kegagalan.

Dalam rekaman lain, masinis kereta Iryo yang berhenti melaporkan bahwa komunikasi dengan sistem kendali kereta terputus dan keretanya tidak dapat bergerak.

“Kereta berhenti di depan sinyal masuk di Urda,” kata masinis tersebut kepada operator pusat kendali.

Setelah serangkaian percakapan, masinis kemudian diperintahkan untuk melanjutkan perjalanan seperti biasa.

Namun, dalam rekaman berikutnya, masinis Iryo kembali menghubungi pusat kendali dan mengatakan keretanya tidak dapat dijalankan.

“Kereta tidak mengizinkan saya mengendalikan sistem [keamanan]. Itulah sebabnya saya masih berhenti di depan sinyal masuk,” katanya.

Rekaman terakhir tersebut mengindikasikan bahwa operator pusat kendali telah diberi tahu bahwa kereta Iryo masih berhenti ketika kereta Renfe mendekat.

Pihak Iryo menyatakan gerbong keretanya “ditabrak dari belakang” oleh kereta lainnya.

Menteri Transportasi Óscar Puente mengatakan pada Rabu bahwa keputusan untuk memerintahkan kereta kembali berjalan tanpa pembatasan kecepatan merupakan sesuatu yang “tidak dapat dijelaskan”.

 

Rekaman Bocor Picu Kritik, Pemerintah Didesak Bertanggung Jawab

Bocornya rekaman komunikasi tersebut menuai kritik dari sejumlah politikus Spanyol.

Alberto Ibáñez, anggota parlemen dari platform politik kiri Sumar, menulis di media sosial X bahwa penyebaran rekaman tersebut merupakan tindakan yang “tercela”.

Sementara itu, Irene Montero, kandidat perdana menteri dari partai kiri Podemos, mengatakan tanggung jawab atas kecelakaan tersebut tidak seharusnya dibebankan kepada satu pekerja saja.

Ia menambahkan bahwa masinis kereta dan para ahli telah memperingatkan selama bertahun-tahun mengenai liberalisasi sektor perkeretaapian.

Dari lokasi kecelakaan, Sánchez mengatakan pemerintah bekerja sepanjang siang dan malam untuk membantu keluarga korban sekaligus memastikan seluruh penyebab tragedi terungkap.

“Kami bekerja siang dan malam bukan hanya untuk mendukung keluarga korban, tetapi juga untuk mengetahui setiap detail terakhir dari tragedi ini dan memperkuat langkah-langkah keselamatan agar kejadian serupa tidak pernah terulang,” ujar Sánchez.

Sebagian besar politikus Spanyol membatalkan seluruh agenda publik dan menghentikan kegiatan kampanye menjelang pemilihan umum dini pada 29 November.

Pengecualian datang dari partai sayap kanan Vox. Pemimpinnya, Santiago Abascal, mengatakan partainya tidak akan ikut serta dalam upaya yang menurutnya bertujuan “memanfaatkan masa berkabung untuk membungkam kritik” terhadap infrastruktur perkeretaapian negara tersebut.

Pada malam hari, sekitar 1.500 orang berkumpul di luar gedung Kementerian Transportasi Spanyol di ibu kota, menurut laporan stasiun penyiaran TVE. Para demonstran sebagian besar menyerukan pengunduran diri Sánchez dan Puente.

Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa setelah para demonstran melemparkan botol dan suar. Tidak ada laporan mengenai korban luka maupun penangkapan.

Di tengah situasi tersebut, para masinis kereta tetap melanjutkan aksi mogok yang telah direncanakan pada Kamis. Serikat Masinis Kereta Api Spanyol (Semaf) mengatakan aksi itu dilakukan “demi membela keselamatan perkeretaapian”.

Pemimpin Partai Rakyat (PP), partai oposisi utama Spanyol, Alberto Núñez Feijóo, turut mendesak keterbukaan mengenai kondisi infrastruktur negara.

“Spanyol berhak mengetahui apa yang sedang terjadi dengan infrastrukturnya,” kata Feijóo.

Lebih dari 900 Personel Dikerahkan Cari dan Identifikasi Korban

Sementara penyelidikan berlangsung, tim penyelamat terus bekerja di lokasi kecelakaan untuk mencari korban dan mengevakuasi jenazah.

Sepanjang malam, petugas menggunakan lampu sorot berkekuatan tinggi untuk memotong badan gerbong logam. Hingga kini, identitas banyak korban meninggal dunia masih belum diketahui.

Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengatakan ratusan personel telah dikerahkan ke lokasi bencana untuk membantu proses evakuasi dan pemulihan. Drone dan helikopter juga digunakan untuk mencari korban serta menyingkirkan puing-puing.

Seorang juru bicara Garda Sipil Spanyol mengatakan kepada BBC bahwa lebih dari 900 personel dari berbagai unit khusus telah diterjunkan.

Prioritas utama petugas saat ini adalah mengidentifikasi para korban meninggal dunia.

Juru bicara tersebut mengatakan pihaknya belum mengetahui berapa lama proses identifikasi akan berlangsung. Namun, keluarga yang kehilangan anggota keluarganya diminta mendatangi salah satu pusat layanan setempat yang telah disiapkan untuk memberikan sampel DNA.