Aksi Mogok di Italia dan Spanyol, Wisatawan Perlu Antisipasi Perubahan Jadwal

Dua aksi mogok yang berlangsung pada akhir Oktober berpotensi mengganggu mobilitas wisatawan di Italia dan Spanyol.

Diterbitkan 28 Oktober 2026, 18:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aksi mogok pekerja transportasi di Italia dan Spanyol berpotensi mengganggu perjalanan wisatawan sepanjang pekan ini. Penumpang kereta api di Spanyol perlu mengantisipasi keterlambatan hingga pembatalan perjalanan mulai Kamis, 29 Oktober 2026.

Sementara itu, aksi mogok nasional di Italia pada Jumat, 30 Oktober, berpotensi memengaruhi operasional kereta api, penerbangan, dan sejumlah layanan transportasi lainnya. Di Spanyol, serikat masinis kereta api SEMAF menjadwalkan aksi mogok yang berdampak pada layanan Renfe, operator kereta api nasional.

Berdasarkan kalender aksi yang dirilis kementerian terkait, pemogokan berlangsung mulai Kamis pukul 21.00 hingga Jumat pukul 20.59 waktu setempat. Melansir Fox News, Rabu (28/10/2026), SEMAF menyebut persoalan keselamatan perkeretaapian, kondisi kerja, serta komitmen yang dinilai belum dipenuhi sebagai alasan di balik aksi tersebut.

Meski demikian, sebagian layanan kereta api tetap beroperasi selama pemogokan berlangsung. Pemerintah Spanyol menetapkan layanan minimum untuk membatasi dampak aksi terhadap mobilitas penumpang.

Menurut Renfe, sebanyak 73 persen layanan kereta berkecepatan tinggi dan jarak jauh, serta 65 persen kereta jarak menengah diwajibkan tetap beroperasi. Ketentuan tersebut memungkinkan sebagian penumpang melanjutkan perjalanan sesuai jadwal yang tersedia.

Di sisi lain, Renfe membantah sejumlah alasan yang dikemukakan serikat pekerja. Perusahaan itu menyatakan telah menyelesaikan langkah-langkah yang menjadi tanggung jawabnya berdasarkan kesepakatan Februari yang bertujuan meningkatkan sistem perkeretaapian Spanyol.

Wisatawan yang berencana bepergian dengan kereta api di Spanyol selama periode tersebut disarankan memeriksa jadwal keberangkatan dan status perjalanan melalui kanal resmi operator sebelum menuju stasiun.

Pemogokan Kereta Spanyol Berlanjut

Renfe menyatakan telah menambah perekrutan tenaga kerja dan meningkatkan pemeliharaan kereta api. Perusahaan itu juga menegaskan bahwa sejumlah persoalan yang disoroti serikat pekerja berada di bawah kewenangan lembaga pemerintah atau organisasi lain.

Meski menghormati hak pekerja untuk mogok, Renfe menyayangkan aksi tersebut karena berpotensi mengganggu perjalanan penumpang dan memengaruhi kelancaran operasional kereta api. Sementara itu, gangguan layanan kereta api di Spanyol diperkirakan berlanjut pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Menurut Business Travel News Europe, masinis Ouigo, operator kereta berkecepatan tinggi lainnya di Spanyol, berencana menggelar aksi mogok selama 24 jam untuk memprotes kondisi kerja. Aksi tersebut berpotensi menambah tantangan bagi wisatawan yang mengandalkan kereta api untuk bepergian antarkota.

Berdampak pada Gangguan Transportasi

Serikat pekerja USB di Italia menyebut kenaikan biaya hidup, persoalan upah, dan pensiun sebagai sejumlah alasan di balik aksi demo pada Jumat, 30 Oktober 2026. Mereka juga menyatakan penolakan terhadap peningkatan belanja militer sebagai bagian dari tuntutan yang disuarakan dalam pemogokan.

Rencana pemogokan ini berlangsung di tengah dinamika sosial di Italia. Sejumlah demonstrasi sebelumnya dilaporkan berujung bentrokan, sehingga pemerintah mengerahkan tambahan pasukan ke Milan untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum.

Wisatawan yang memiliki jadwal perjalanan pada periode tersebut disarankan memeriksa informasi terbaru dari operator transportasi, terutama terkait keberangkatan kereta api dan penerbangan yang berpotensi terdampak aksi pekerja.

Langkah ini membantu penumpang mengantisipasi perubahan jadwal serta menyesuaikan rencana perjalanan selama berada di Italia.

Potensi Dampak pada Penerbangan

Perjalanan udara di Italia juga berpotensi terdampak pada Jumat, 30 Oktober 2026. Berdasarkan jadwal pemerintah, pekerja layanan penanganan darat di Bandara Florence dan Pisa berencana menggelar aksi mogok terpisah selama 24 jam.

Rencana tersebut membuat sebagian wisatawan mempertimbangkan kembali jadwal perjalanan mereka. Dalam diskusi di Reddit, seorang pengguna mempertanyakan apakah perjalanan perlu dijadwalkan ulang untuk menghindari dampak pemogokan.

Sejumlah pengguna menyarankan wisatawan memeriksa status operasional transportasi sebelum mengubah rencana. Penumpang kereta api, misalnya, dapat memastikan apakah layanan yang akan digunakan termasuk dalam jadwal minimum yang tetap beroperasi.

Seorang komentator menilai aksi mogok tidak otomatis membahayakan wisatawan. Namun, sebagian pelancong memilih mengubah jadwal jika memungkinkan untuk mengantisipasi ketidakpastian dan mengurangi risiko keterlambatan selama perjalanan.