Harga Emas Pegadaian Hari Ini 28 Oktober 2026: Galeri24, Antam dan UBS Melesat

Berikut daftar lengkap harga emas buatan Galeri24, Antam dan UBS di Pegadaian pada Rabu, (28/10/2026).

Diterbitkan 28 Oktober 2026, 11:16 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas buatan Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian kompak menguat pada perdagangan Rabu, (28/10/2026). Namun, di antara tiga produk logam mulia itu, harga emas Antam masih tertinggi.

Mengutip laman Pegadaian, saat dipantau pukul 11.02 WIB, harga emas Galeri24 dipatok Rp 2.499.000 per gram. Harga emas Galeri24 ini alami kenaikan dari perdagangan kemarin di Rp 2.478.000 per gram.

Harga emas Antam juga naik menjadi Rp 2.609.000 per gram. Pada perdagangan kemarin, harga emas Antam ditetapkan Rp 2.589.000 per gram.

Selain itu, harga emas UBS dipatok Rp 2.524.000 per gram dari perdagangan kemarin di Rp 2.501.000 per gram. Seiring hal itu, harga emas Antam masih tertinggi di antara tiga produk logam mulia di Pegadaian.

Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan yang dilakukan Pegadaian.

Tiga produk emas batangan di Pegadaian tersedia dalam berbagai pilihan berat. Galeri24 menyediakan emas mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram.

Sementara itu, emas UBS terdiri dari ukuran 0,5 gram hingga 500 gram, sedangkan Antam menyediakan mulai 0,5 gram hingga 100 gram.

Perbedaan ukuran memberikan pilihan bagi masyarakat yang ingin membeli emas sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran.

Berikut daftar lengkap harga emas Pegadaian pada Rabu (28/10/2026):

Harga Emas Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.311.000
  • 1 gram: Rp 2.499.000
  • 2 gram: Rp 4.938.000
  • 5 gram: Rp 12.254.000
  • 10 gram: Rp 24.443.000
  • 25 gram: Rp 60.778.000
  • 50 gram: Rp 121.460.000
  • 100 gram: Rp 242.799.000
  • 250 gram: Rp 605.507.000
  • 500 gram: Rp 1.211.014.000
  • 1.000 gram: Rp 2.422.026.000

 

Harga Emas Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.356.000
  • 1 gram: Rp 2.609.000
  • 2 gram: Rp 5.157.000
  • 3 gram: Rp 7.709.000
  • 5 gram: Rp 12.815.000
  • 10 gram: Rp 25.573.000
  • 25 gram: Rp 63.805.000
  • 50 gram: Rp 127.530.000
  • 100 gram: Rp 254.981.000

 

Harga Emas UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.364.000
  • 1 gram: Rp 2.524.000
  • 2 gram: Rp 5.008.000
  • 5 gram: Rp 12.374.000
  • 10 gram: Rp 24.618.000
  • 25 gram: Rp 61.424.000
  • 50 gram: Rp 122.595.000
  • 100 gram: Rp 245.091.000
  • 250 gram: Rp 612.548.000
  • 500 gram: Rp 1.223.658.000.

Harga Emas Dunia

Sebelumnya, harga emas menguat sekitar 1% pada perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026 (Rabu pagi Jakarta). Kenaikan harga emas dunia ditopang koreksi harga minyak. Di sisi lain, pelaku pasar menantikan pertemuan kebijakan the Federal Reserve (the Fed) untuk mendapatkan sinyal mengenai arah suku bunga Amerika Serikat (AS) pada masa depan.

Mengutip CNBC, Rabu (28/10/2026), harga emas di pasar spot naik 0,9% menjadi US$ 4.051,78 per ons, setelah sempat turun ke level terendah di US$ 3.987,14 pada sesi yang sama. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember menguat 0,69% menjadi US$ 4.066,40 per ons.

"Harga minyak yang lebih rendah kemungkinan akan memberikan dorongan bagi emas karena meredakan kekhawatiran inflasi dan, bisa dibilang, sedikit melunakkan sikap agresif (hawkish) Federal Reserve," ujar Vice President and Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant.

"Menurut saya, saat ini pasar hanya bereaksi terhadap berita utama dari Timur Tengah dan negosiasi yang sedang berlangsung," ia menambahkan.

Kontrak berjangka minyak turun lebih dari 1% pada Selasa seiring dengan beralihnya perhatian ke pembicaraan damai di Timur Tengah. Meski demikian, harga minyak masih berada di dekat level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir di tengah konflik antara kelompok Houthi dan Arab Saudi, serta potensi serangan baru yang melibatkan AS dan Israel.

Namun, Analis American Gold Exchange, Jim Wyckoff memperingatkan, jika harga minyak mentah terus naik, hal itu akan memicu inflasi yang bermasalah, yang pada gilirannya akan mendorong bank sentral untuk memperketat kebijakan moneter mereka. “Kondisi ini bersifat negatif (bearish) bagi emas,” ujar dia.

 

Sentimen The Fed

Para pengambil kebijakan di Federal Reserve telah mengisyaratkan kalau tidak akan menaikkan suku bunga jangka pendek AS minggu ini. Akan tetapi, karena kekhawatiran inflasi masih menjadi perhatian utama, para investor meyakini jeda kenaikan suku bunga ini tidak akan berlangsung lama.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) dalam memegang emas, yang merupakan aset tanpa imbal hasil.

Berdasarkan perangkat FedWatch dari CME, para pedagang saat ini memperkirakan adanya peluang sebesar 83% untuk kenaikan suku bunga AS pada bulan Desember. Para investor juga menantikan data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS yang akan dirilis pada Kamis. Data ini merupakan tolok ukur yang paling dicermati oleh The Fed dalam upayanya mencapai target inflasi 2%.

Survei Reuters menunjukkan para analis menurunkan prakiraan harga emas untuk tahun 2026 selama dua kuartal berturut-turut. Penurunan ini dipicu oleh tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury yields), kuatnya nilai tukar dolar AS, serta ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. Meski demikian, para analis tetap memprediksi adanya pemulihan pada 2027.

Di antara logam lainnya, harga perak di pasar spot naik 0,8% menjadi US$ 54,37 per ons setelah sempat menyentuh level terendahnya dalam hampir setahun. Harga platinum naik tipis 0,3% menjadi US$ 1.531,95 setelah sempat jatuh ke level terendah sejak akhir November 2025, sementara harga paladium turun 1,4% menjadi US$ 1.035,00 setelah sempat merosot ke level terendah sejak Juni 2025 pada sesi perdagangan sebelumnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6