​ Kondisi Terkini Kebakaran Bukit Teletubbies Bromo

Tiupan angin di lokasi kebakaran masih kencang.

Diterbitkan 11 September 2026, 13:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Hingga saat ini, kobaran api belum berhasil dipadamkan dan terus mengancam ekosistem sekitar akibat tiupan angin kencang di kawasan pegunungan tersebut.

​Kepala Bagian Tata Usaha BBTNBTS, Bambang Suriyono, mengonfirmasi bahwa konsentrasi titik api saat ini berada di Gunung Watangan, wilayah yang juga dikenal sebagai Bukit Teletubbies secara geografis masuk dalam wilayah Desa Sukapura, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

​"Masih terbakar, titik api berpusat di Gunung Watangan," ujar Bambang, Jumat (11/9/2026).

​Risiko meluasnya kebakaran makin tinggi mengingat embusan angin di sekitar kawasan Gunung Bromo sangat kuat. Situasi ini diperparah dengan telah berakhirnya operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk memicu hujan di wilayah Jawa Timur sejak Rabu (9/9/2026).

​Kondisi cuaca pun kurang berpihak pada upaya pemadaman. Prakirawan BMKG Karangploso, Retno Wulandari, menjelaskan bahwa peluang pembentukan awan hujan di kawasan Bromo sangat tipis dalam beberapa hari ke depan.

​"Potensi pertumbuhan awan dan curah hujan di kawasan Bromo sampai hari ini masih sangat kecil," kata Retno.

​Kebakaran ini pertama kali terdeteksi pada Kamis (10/9/2026) malam, berawal dari munculnya titik api di area Savana Pengol sebelum akhirnya merembet cepat ke kawasan Gunung Watangan.

​Merespons situasi darurat ini, Balai Besar TNBTS mengambil langkah tegas dengan menutup pintu masuk Jemplang (Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang) untuk seluruh aktivitas wisata.

​Kendati demikian, kawasan Bromo tidak ditutup sepenuhnya. Wisatawan masih dapat berkunjung melalui, pintu masuk Wonokitri di Kabupaten Pasuruan,  pintu masuk Cemoro Lawang Kabupaten Probolinggo

​Akses wisatawan dari kedua pintu tersebut dibatasi ketat hanya sampai kawasan Lautan Pasir.

"Seluruh area Savana Lembah Watangan ditutup total demi keselamatan pengunjung serta kelancaran proses pemadaman," tegasnya.