Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang Diperluas ke Darat

Tim SAR gabungan menyisir pesisir Bengkunat dengan pembagian empat sektor utama.

Diterbitkan 11 September 2026, 14:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Tim SAR memperluas pencarian 8 orang hilang di Selat Sunda pada hari keempat.
  • Pencarian dibagi empat sektor seluas 3.216 NM², melibatkan laut dan darat.
  • Belasan armada dan personel dikerahkan untuk penyisiran simultan dan terarah.

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki hari keempat, Jumat (11/9/2026), tim SAR gabungan memperluas pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Penyisiran tak hanya dilakukan di laut, tetapi juga menyasar kawasan pesisir Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat.

Kepala Basarnas Lampung, Deden Ridwansyah mengatakan, operasi pencarian hari keempat dibagi ke dalam empat sektor utama dengan total luas area mencapai 3.216 nautical mile persegi (NM²).

"Pencarian hari ini dibagi menjadi empat sektor, yakni Sektor A, B, C, dan D. Masing-masing unsur SAR melaksanakan penyisiran sesuai area yang telah ditentukan dalam rencana operasi," kata Deden, Jumat (11/9/2026).

Tak hanya mengandalkan armada laut, tujuh personel Pos SAR Tanggamus juga dikerahkan melakukan penyisiran melalui jalur darat di kawasan pesisir Bengkunat.

Penyisiran darat tersebut masuk dalam Sektor A dan dilakukan untuk memperluas kemungkinan lokasi yang dapat diperiksa oleh tim SAR gabungan.

"Selain pencarian melalui laut, personel juga melakukan penyisiran melalui jalur darat di sekitar pesisir Bengkunat. Semua unsur bergerak sesuai sektor pencarian yang telah ditetapkan," jelasnya.

Sementara itu, Kantor SAR Lampung mengerahkan KN SAR Basudewa dan RIB 02 untuk menyisir Sektor C di sekitar perairan Pantai Kapas Biru, Tanggamus.

Pencarian melalui jalur laut dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan melibatkan 24 personel Kantor SAR Lampung. Area pencarian berada pada koordinat 05°58’47”S - 105°01’42”E hingga 06°14’42”S - 105°01’42”E.

Dibagi Empat Sektor Pencarian

Dalam operasi hari keempat, tim SAR membagi perairan Selat Sunda ke dalam empat sektor pencarian agar penyisiran dapat dilakukan secara bersamaan oleh sejumlah armada.

Sektor A memiliki luas 1.026 NM² dan menjadi wilayah pencarian KRI Kerambit 627, KP Sanjaya, serta KAL Pahawang.

Kemudian Sektor B dengan luas 1.020 NM² disisir oleh KRI Leuser, KAL Anyer, dan TB Gunung Santri.

Sementara Sektor C memiliki luas 585 NM² dan menjadi area penyisiran KN SAR Basudewa serta RIB Lampung.

Adapun Sektor D juga memiliki luas 585 NM². Selain itu, tim SAR menetapkan sektor khusus seluas 27,7 NM² yang disisir menggunakan RIB 02 Banten dan KN SAR Tetuka.

"Pembagian sektor ini dilakukan agar pencarian dapat berlangsung lebih terarah dan setiap unsur SAR memiliki wilayah penyisiran masing-masing," kata Deden.

Belasan armada dikerahkan dalam operasi pencarian hari keempat. Di antaranya KRI Kerambit 627, KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KRI Leuser 924, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB Lampung, KAL Pahawang, KAL Anyer, RBB P Peucang, KP Hayabusa, TB Gunung Santri, hingga KRI Lepu.

Menurut Deden, luasnya wilayah pencarian yang mencapai ribuan nautical mile persegi membuat operasi harus dilakukan secara simultan dengan melibatkan berbagai unsur SAR dari laut maupun darat.

"Operasi dilakukan secara simultan dengan mengerahkan unsur laut dan darat. Penyisiran terus dilakukan berdasarkan area yang telah ditentukan dalam rencana operasi," tandasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6