7 Kebiasaan yang Bisa Dilakukan agar Fokus Tidak Mudah Hilang, Sederhana tapi Berdampak

Kebiasaan yang bisa dilakukan agar fokus tidak mudah hilang dan membantu pekerjaan tetap terarah setiap hari.

Diterbitkan 11 September 2026, 14:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah rutinitas yang padat, perhatian sering kali harus berhadapan dengan banyak gangguan sekaligus. Baru hendak menyelesaikan satu pekerjaan, pikiran bisa beralih pada pesan yang belum dibalas, notifikasi yang masuk, media sosial, atau tugas lain yang masih menunggu.

Padahal, kemampuan berkonsentrasi dibutuhkan agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih terarah dan efisien. Fokus memang tidak selalu berada pada kondisi yang sama, tetapi kebiasaan tertentu dapat membantu menjaga perhatian sekaligus mengurangi hal-hal yang berpotensi mengganggu.

Lantas, apa saja kebiasaan yang bisa dilakukan agar fokus tidak mudah hilang? Berikut informasi lengkapnya, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (11/9).

1. Jangan Mulai Hari dengan Terlalu Banyak Informasi

Cara memulai pagi dapat memengaruhi bagaimana kita menjalani aktivitas berikutnya. Jika baru bangun langsung membuka media sosial, membaca banyak berita, membalas pesan, atau berpindah-pindah informasi, perhatian sudah terbagi sebelum pekerjaan utama dimulai.

Menurut World Health Organization (WHO), membatasi paparan terhadap informasi yang membuat stres dapat membantu seseorang mengelola tekanan dan menjaga kondisi mental. Karena itu, cobalah memberi jeda sebelum menerima terlalu banyak informasi, terutama jika berbagai kabar yang masuk justru membuat pikiran terasa penuh.

Gunakan waktu di awal hari untuk menyiapkan diri, menentukan prioritas, atau menyelesaikan rutinitas pagi tanpa terus-menerus mengecek layar. Bukan berarti kamu harus sepenuhnya menghindari informasi pada pagi hari, melainkan memberi kesempatan kepada pikiran untuk menentukan arah sebelum dipenuhi berbagai hal dari luar.

2. Berhenti Menunda Pekerjaan yang Paling Berat

Pekerjaan yang terasa sulit sering kali justru menjadi tugas yang paling lama dihindari. Kita mungkin memilih mengerjakan hal-hal kecil terlebih dahulu karena terasa lebih mudah, tetapi tugas utama tetap berada di pikiran dan bisa membuat konsentrasi terpecah.

Cobalah mengerjakan tugas yang paling berat ketika energi dan perhatian masih cukup baik. Kamu tidak harus langsung menyelesaikannya sekaligus. Memulai dari bagian yang paling jelas atau membaginya menjadi beberapa langkah kecil juga bisa membuat pekerjaan terasa lebih ringan.

Ketika satu pekerjaan besar sudah mulai ditangani, pikiran biasanya tidak perlu terus mengingat bahwa tugas tersebut masih menunggu. Dengan begitu, perhatian dapat diarahkan pada pekerjaan yang sedang dikerjakan.

3. Kurangi Kebiasaan Buka Medsos Setiap Kali Merasa Bosan

Rasa bosan saat bekerja sering membuat tangan otomatis mengambil ponsel dan membuka media sosial. Awalnya mungkin hanya ingin melihat satu atau dua unggahan, tetapi tanpa terasa waktu berlalu dan perhatian semakin jauh dari pekerjaan.

Kebiasaan tersebut bisa dikurangi dengan membuat aturan sederhana untuk diri sendiri. Misalnya, jangan membuka media sosial setiap kali merasa jenuh dan tentukan waktu tertentu untuk mengeceknya.

Ketika mulai kehilangan fokus, kamu juga bisa mengambil jeda singkat tanpa langsung beralih ke media sosial. Berdiri dari kursi, minum air, berjalan sebentar, atau sekadar mengistirahatkan mata dapat menjadi pilihan agar pikiran kembali segar tanpa terjebak dalam scrolling.

4. Berhenti Kerjakan Banyak Hal Sekaligus

Multitasking memang terlihat seperti cara cepat untuk menyelesaikan banyak pekerjaan. Namun, berpindah-pindah perhatian dari satu tugas ke tugas lain justru dapat membuat kita tidak benar-benar memberikan konsentrasi penuh pada salah satunya.

Dikutip dari American Psychological Association (APA), multitasking dapat membuat seseorang kehilangan waktu karena otak membutuhkan waktu untuk berpindah dari satu tugas ke tugas lainnya. Artinya, meski terlihat sedang mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus, proses tersebut justru dapat membuat penyelesaian tugas menjadi kurang efisien.

Daripada mengerjakan beberapa hal secara bersamaan, cobalah menentukan satu pekerjaan sebagai fokus utama. Selesaikan bagian yang sedang dikerjakan sebelum beralih ke tugas berikutnya jika memungkinkan. Cara ini juga membuat alur kerja lebih jelas karena kamu tidak perlu terus-menerus mengingat kembali apa yang sedang dikerjakan setiap kali berpindah tugas.

5. Hindari Penggunaan Handphone Ketika Bekerja

Ponsel merupakan salah satu sumber gangguan yang paling mudah dijangkau. Bahkan ketika tidak sedang menggunakannya, notifikasi yang muncul dapat membuat perhatian teralihkan dari pekerjaan.

Saat membutuhkan fokus, cobalah meletakkan handphone di luar jangkauan atau mengaktifkan mode yang membatasi notifikasi. Jika ponsel memang diperlukan untuk pekerjaan, kamu bisa menutup aplikasi yang tidak berkaitan dengan tugas tersebut.

Semakin sedikit kesempatan untuk mengecek ponsel secara spontan, semakin mudah mempertahankan perhatian pada pekerjaan. Cara ini terutama berguna ketika kamu sedang mengerjakan tugas yang membutuhkan konsentrasi cukup lama.

6. Berhenti Terlalu Memikirkan Banyak Hal

Fokus tidak hanya terganggu oleh hal-hal yang ada di sekitar kita. Pikiran sendiri juga bisa menjadi sumber distraksi ketika terlalu banyak hal dipikirkan dalam waktu bersamaan.

Misalnya, saat sedang bekerja, kamu mulai memikirkan pekerjaan lain, rencana besok, pesan yang belum dibalas, atau berbagai kemungkinan yang belum tentu terjadi. Akibatnya, tubuh memang berada di depan meja kerja, tetapi pikiran sudah ke mana-mana.

Untuk mengatasinya, kamu bisa mencatat hal-hal yang muncul di pikiran agar tidak perlu terus mengingatnya. Setelah itu, kembalikan perhatian pada satu tugas yang sedang dikerjakan. Jika pikiran terasa terlalu penuh, mengambil jeda singkat juga dapat membantu menyegarkan konsentrasi sebelum kembali bekerja.

7. Dengarkan Musik Instrumental dengan Volume Rendah

Salah satu cara yang bisa dicoba untuk membantu menjaga konsentrasi adalah menggunakan musik sebagai suara latar. Mengutip laman Healthline, musik dapat membantu meningkatkan konsentrasi bagi sebagian orang, meski efeknya tidak selalu sama pada setiap individu.

Jika ingin mencobanya, pilih musik instrumental tanpa lirik dengan volume yang tetap rendah. Musik yang terlalu menarik perhatian, terlalu keras, atau justru membuat kamu ingin ikut bernyanyi berpotensi menjadi distraksi baru.

Kamu juga bisa memilih musik yang terasa netral dan tidak terlalu emosional. Jika ternyata musik membuat pekerjaan semakin sulit dilakukan, tidak perlu memaksakannya karena setiap orang dapat memiliki respons yang berbeda terhadap suara saat bekerja.

Fokus Bisa Dilatih dari Kebiasaan Sederhana

Menjaga fokus bukan berarti harus mampu berkonsentrasi tanpa gangguan sepanjang hari. Justru, yang lebih penting adalah mengenali kebiasaan yang sering membuat perhatian terpecah lalu perlahan menguranginya.

Mulai dari tidak langsung membanjiri diri dengan informasi di pagi hari, menyelesaikan pekerjaan berat, membatasi media sosial, hingga menjauhkan handphone saat bekerja. Jika dilakukan secara konsisten, langkah-langkah sederhana tersebut dapat membantu menciptakan pola kerja yang lebih tenang dan terarah.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kebiasaan yang Bisa Dilakukan agar Fokus Tidak Mudah Hilang

1. Apa yang bisa dilakukan agar fokus tidak mudah hilang?

Kamu bisa membatasi distraksi, menghindari multitasking, menjauhkan handphone saat bekerja, serta menyelesaikan pekerjaan yang paling berat terlebih dahulu.

2. Mengapa membuka media sosial saat bosan bisa mengganggu fokus?

Membuka media sosial dapat membuat perhatian beralih dari pekerjaan. Kebiasaan scrolling juga bisa membuat waktu istirahat menjadi lebih lama dari yang direncanakan.

3. Apakah multitasking dapat membuat fokus lebih mudah hilang?

Ya. Berpindah-pindah tugas membuat perhatian terbagi sehingga kamu mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali berkonsentrasi pada pekerjaan sebelumnya.

4. Apakah mendengarkan musik bisa membantu meningkatkan fokus?

Musik dapat membantu konsentrasi bagi sebagian orang. Musik instrumental dengan volume rendah bisa dicoba sebagai suara latar, tetapi respons setiap orang dapat berbeda.

5. Bagaimana cara mengurangi pikiran yang mengganggu saat sedang bekerja?

Cobalah mencatat hal-hal yang tiba-tiba terpikir agar tidak perlu terus mengingatnya. Setelah itu, arahkan kembali perhatian pada satu pekerjaan yang sedang kamu kerjakan.