Liputan6.com, Jakarta - Rutinitas kecantikan Jepang selalu menarik perhatian, termasuk cara merawat rambut dari akar hingga ujung. Salah satu kebiasaan tersebut dikenal sebagai keramas ala Jepang, di mana berfokus pada kebersihan kulit kepala melalui tahapan lebih teliti. Metode ini mulai banyak dilirik berkat pendekatan sederhana dan perhatian khusus terhadap kesehatan rambut.
Selama ini, keramas sering dipahami sebatas aktivitas membersihkan minyak, keringat dan debu setelah beraktivitas. Konsep keramas ala Jepang membawa sudut pandang berbeda lewat pijatan kulit kepala, pemakaian sikat khusus, hingga proses pembilasan secara menyeluruh. Setiap tahap dilakukan secara lembut agar kulit kepala tetap terasa nyaman.
Perawatan rambut dari Jepang juga menempatkan kulit kepala sebagai bagian penting dalam menjaga penampilan rambut. Keramas ala Jepang menjadi pilihan, bagi mereka yang ingin membangun kebiasaan perawatan lebih teratur di rumah. Tekniknya relatif sederhana sehingga mudah dimasukkan ke dalam rutinitas mandi harian. Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (10/9/2026).
Advertisement
1. Sisir Rambut Sebelum Keramas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226147/original/087103400_1747727331-medium-shot-woman-giving-herself-scalp-massage__1_.jpg)
Langkah pertama dalam keramas ala Jepang dapat dimulai sebelum rambut terkena air. Sisir rambut secara perlahan untuk membantu mengurai bagian kusut sekaligus mengangkat sebagian kotoran dari permukaan rambut dan kulit kepala.
Gunakan paddle brush atau sisir bergigi sesuai kondisi rambut. Hindari menarik rambut secara paksa ketika menemukan bagian kusut. Mulailah dari ujung rambut, kemudian perlahan bergerak menuju bagian atas.
Menyisir secara lembut juga dapat membantu membuat proses keramas terasa lebih nyaman. Bagi pemilik rambut panjang atau mudah kusut, langkah ini cukup penting untuk mengurangi tarikan berlebihan saat rambut terkena air.
2. Basahi Rambut secara Menyeluruh
Setelah rambut terurai, basahi seluruh bagian rambut menggunakan air. Pastikan air mengenai kulit kepala, termasuk bagian belakang kepala, area sekitar telinga, dan ubun-ubun.
Tahap membasahi rambut sering kali dilakukan terlalu singkat. Padahal, air dapat membantu meluruhkan kotoran dan minyak sebelum sampo digunakan.
Dalam keramas ala Jepang, proses awal ini sebaiknya dilakukan secara teliti. Tidak perlu menggunakan air sangat panas. Air dengan suhu nyaman dapat menjadi pilihan agar kulit kepala tidak terasa kering atau mudah mengalami iritasi.
3. Fokus Membersihkan Kulit Kepala
Salah satu hal utama dalam keramas ala Jepang adalah memberikan perhatian lebih pada kulit kepala. Sampo sebaiknya diaplikasikan terutama pada area kulit kepala, bukan sekadar digosok pada seluruh batang rambut.
Tuangkan sampo secukupnya pada telapak tangan, kemudian ratakan sebelum mengaplikasikannya. Setelah itu, pijat kulit kepala menggunakan ujung jari secara perlahan.
Hindari menggunakan kuku ketika menggosok kepala. Gerakan menggunakan ujung jari dengan tekanan ringan dapat membantu membersihkan kulit kepala tanpa memberikan gesekan berlebihan.
Advertisement
4. Pijat Kulit Kepala secara Perlahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5270057/original/030223800_1751375248-Keramas.jpg)
Pijatan menjadi salah satu bagian menarik dari keramas ala Jepang. Gerakan memijat dapat memberikan sensasi rileks sekaligus membantu proses pembersihan kulit kepala.
Mulailah dari bagian belakang kepala, lalu bergerak menuju bagian atas. Gunakan gerakan melingkar secara perlahan dan berikan perhatian pada area ubun-ubun.
Tekanan tidak perlu terlalu kuat. Kulit kepala tidak akan menjadi lebih bersih hanya dengan menggosoknya secara keras. Sebaliknya, gesekan berlebihan dapat membuat kulit kepala terasa tidak nyaman.
5. Gunakan Sikat Pijat Silikon jika Diperlukan
Selain ujung jari, keramas ala Jepang juga dapat dilakukan menggunakan sikat pijat kulit kepala berbahan silikon. Alat ini dirancang untuk membantu memberikan pijatan ketika sampo digunakan.
Cara menggunakannya cukup sederhana. Setelah sampo berada pada kulit kepala, gerakkan sikat secara perlahan dari satu area ke area lain. Jangan menekan terlalu kuat atau menggosok pada satu titik dalam waktu lama.
Sikat silikon bukan kebutuhan wajib. Jika kulit kepala sensitif atau mudah mengalami iritasi, penggunaan ujung jari secara lembut sudah dapat menjadi pilihan.
6. Bilas Sampo hingga Benar-Benar Bersih
Membilas secara menyeluruh merupakan tahap penting dalam keramas ala Jepang. Sisa sampo dapat membuat rambut terasa berat atau kulit kepala terasa kurang nyaman.
Arahkan air ke seluruh permukaan kepala sambil memastikan tidak ada bagian tertentu terlewat. Perhatikan area belakang kepala dan dekat garis rambut sebab bagian tersebut terkadang masih menyisakan produk.
Pastikan rambut terasa bersih setelah dibilas. Jika menggunakan sampo dalam jumlah terlalu banyak, proses pembilasan biasanya membutuhkan waktu lebih lama.
7. Gunakan Kondisioner pada Batang Rambut
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5262961/original/092508100_1750758591-side-view-woman-hair-slugging-night-routine.jpg)
Setelah sampo dibilas, lanjutkan perawatan sesuai kebutuhan rambut. Kondisioner umumnya diaplikasikan pada bagian tengah hingga ujung rambut.
Hindari mengoleskan kondisioner terlalu banyak pada kulit kepala jika produk tersebut memang ditujukan untuk batang rambut. Diamkan sesuai petunjuk pada kemasan, kemudian bilas sampai bersih.
Tahap ini membantu memberikan kelembapan pada rambut, terutama bagi pemilik rambut kering, kasar, atau sering terpapar alat penata rambut.
8. Keringkan Rambut secara Lembut
Tahapan keramas ala Jepang tidak berhenti setelah rambut dibilas. Cara mengeringkan rambut juga perlu diperhatikan agar helaian tidak mengalami gesekan berlebihan.
Jangan menggosok rambut menggunakan handuk secara kasar. Sebaiknya tekan atau tepuk perlahan untuk menyerap kelebihan air.
Jika menggunakan pengering rambut, pilih suhu yang nyaman dan hindari mengarahkan udara panas terlalu lama pada satu area. Berikan jarak antara alat dan rambut agar paparan panas tidak berlebihan.
9. Jangan Terlalu Sering Menggosok Kulit Kepala
Meskipun membersihkan kulit kepala merupakan bagian penting dari keramas ala Jepang, bukan berarti semakin kuat menggosok maka hasilnya semakin baik.
Kulit kepala memiliki lapisan pelindung alami. Penggunaan tekanan berlebihan, kuku, atau gerakan terlalu kasar dapat menyebabkan rasa perih dan iritasi.
Fokuslah pada gerakan lembut tetapi menyeluruh. Konsistensi dalam menjaga kebersihan kulit kepala lebih penting daripada memberikan tekanan kuat selama proses keramas.
Advertisement
Apakah Keramas ala Jepang Bisa Membuat Rambut Cepat Panjang?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5227211/original/075993600_1747806103-menci_rambut.jpg)
Pertanyaan tentang kemampuan keramas ala Jepang dalam mempercepat pertumbuhan rambut cukup sering muncul. Rutinitas ini memang memberikan perhatian lebih pada kebersihan dan kesehatan kulit kepala, tetapi belum ada bukti bahwa teknik keramas tertentu dapat membuat rambut tumbuh jauh lebih cepat.
Pertumbuhan rambut pada dasarnya dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari genetik, usia, hormon, asupan nutrisi, kondisi kesehatan, hingga siklus alami pertumbuhan rambut. Oleh sebab itu, keramas ala Jepang sebaiknya dipandang sebagai salah satu bagian dari rutinitas perawatan rambut, bukan sebagai metode khusus untuk memanjangkan rambut secara instan.
Meski tidak secara langsung mempercepat pertumbuhan, menjaga kulit kepala tetap bersih dan nyaman tetap penting bagi kesehatan rambut. Pijatan lembut saat keramas juga dapat memberikan sensasi rileks, sementara teknik mencuci dan mengeringkan rambut secara tepat dapat membantu mengurangi risiko kerusakan akibat perawatan kasar.
Jika rambut mengalami kerontokan berlebihan, penipisan secara tiba-tiba, atau muncul area tanpa rambut, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter kulit. Pemeriksaan profesional dapat membantu mengetahui penyebabnya dan menentukan perawatan sesuai kebutuhan.
Â
Â
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Keramas ala Jepang
Apa yang dimaksud dengan keramas ala Jepang?
Keramas ala Jepang merupakan pendekatan perawatan rambut berfokus pada kebersihan dan kesehatan kulit kepala. Prosesnya dapat mencakup penyisiran sebelum mandi, pijatan lembut, penggunaan sikat kulit kepala, pembilasan menyeluruh, hingga pengeringan secara hati-hati.
Apa perbedaan keramas ala Jepang dan cara keramas biasa?
Perbedaan utamanya terletak pada perhatian terhadap kulit kepala. Keramas ala Jepang tidak hanya berfokus menghilangkan kotoran dari rambut, tetapi juga memberikan perhatian pada proses pijat, pembersihan, dan perawatan kulit kepala.
Mengapa kulit kepala menjadi fokus dalam keramas ala Jepang?
Kulit kepala merupakan tempat tumbuhnya rambut sehingga kondisinya penting dalam rutinitas perawatan. Menjaga kebersihan kulit kepala dapat membantu menciptakan lingkungan lebih nyaman bagi rambut.
Apakah harus menyisir rambut sebelum keramas ala Jepang?
Menyisir sebelum keramas dapat membantu mengurai rambut kusut dan mengangkat sebagian kotoran dari permukaan rambut. Langkah ini tidak wajib, tetapi bisa menjadi bagian dari rutinitas jika rambut mudah kusut.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260845/original/013183500_1781665170-Wapres_Gibran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5403043/original/060099800_1762315300-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-05T105827.468.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344863/original/068290600_1789009948-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-10T101118.035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5122486/original/032113500_1738741293-lady-using-shampoo-wash-clean-her-hair-bathroom-with-splash-shower-spray-water.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3483161/original/088606400_1623749024-arnaud-mesureur-7EqQ1s3wIAI-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341193/original/070615900_1788587329-photo_6116408067076329990_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341187/original/034872500_1788587080-photo_6116408067076329991_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339398/original/071195200_1788414214-1000851136.jpg.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7750180/original/000394600_1780558306-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335175/original/002603900_1787916904-WhatsApp_Image_2026-08-28_at_12.31.39_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333784/original/020979700_1787807052-ChatGPT_Image_27_Agu_2026__11.59.05.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302961/original/088608700_1784614981-teenager-taking-shower-reduce-hangover-effect__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5111720/original/036209000_1738056771-pexels-karolina-grabowska-5241037.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3129117/original/013664000_1589524975-Landscape_View_Of_Hagia_Sophia_In_Istanbul__Turkey.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4629045/original/093251300_1698658584-woman-looking-phone-confused.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344923/original/063064200_1789012688-c7209ccb-64ac-48ca-bff7-6612fc6032c9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345008/original/098750000_1789015543-Liputan6Connect_x_Prasmul_8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344886/original/072502000_1789011310-stationary_lucu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5313243/original/095847800_1754989033-pexels-mart-production-7290081.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5751244/original/037596000_1778651848-asian-woman-dreaming-while-sleeping-bed-bedroom.jpg)