Ibu Menyusui Dapat MBG Berisi Salak Busuk Berulat

Polsek Bontosikuyu memeriksa laporan ibu menyusui menerima salak busuk berulat dalam paket MBG di Posyandu Laiyolo; SPPG dan yayasan minta maaf.

Diterbitkan 11 September 2026, 14:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polisi menelusuri beredarnya video temuan ulat pada buah salak dalam paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kapolsek Bontosikuyu Inspektur Satu Jajang Solehuddin menyebut tim sudah mengecek ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat dan menindaklanjuti unggahan tersebut.

Selain memeriksa layanan gizi, petugas juga mendatangi kediaman penerima manfaat yang mengunggah video untuk meminta keterangan secara langsung. Langkah ini dilakukan guna memastikan kronologi dan kondisi paket saat diterima.

"Dari hasil pengumpulan bahan keterangan, penerima manfaat adalah seorang ibu menyusui. Si penerima manfaat membenarkan menerima paket MBG yang di dalamnya terdapat buah salak dalam kondisi rusak atau busuk dan ditemukan ulat," kata Jajang melalui keterangan tertulis, Jumat (11/9/2026).

Berdasarkan penjelasan penerima, peristiwa itu terjadi pada Kamis (27/9/2026) ketika ia menerima paket MBG di Posyandu Desa Laiyolo. Melihat kondisi buah yang tidak layak, ia tidak mengonsumsinya dan kemudian mengunggah temuan tersebut ke media sosial TikTok.

"Pihak SPPG bersama perwakilan yayasan sudah bertemu dengan penerima manfaat. Di situ SPPG dan yayasan menyampaikan permohonan maaf atas adanya buah salak yang diterima dalam kondisi tidak layak konsumsi," kata Jajang.

Di sisi lain, Kepala Kepolisian Resor Kepulauan Selayar Ajun Komisaris Besar Didid Imawan menekankan pentingnya verifikasi setiap informasi terkait pelaksanaan program.

"Setiap informasi, khususnya yang berkaitan dengan MBG, harus kita teliti dan pastikan kebenarannya. Tujuannya agar setiap kelalaian dapat diketahui dan tidak berulang, karena apabila menyangkut makanan dan kesehatan masyarakat,," tegas Didid Imawan.

Ia menambahkan, pengawasan atas pendistribusian paket MBG merupakan tanggung jawab bersama. Hal itu termasuk memastikan setiap makanan yang dibagikan berada dalam kondisi layak dan aman dikonsumsi penerima manfaat.

"Ini merupakan bentuk komitmen Polres Kepulauan Selayar untuk mengawal program nasional ini agar berjalan sebagaimana mestinya. Kita ingin program MBG benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat, sehingga kualitas dan kelayakan makanan harus menjadi perhatian serius seluruh pihak yang terlibat," pungkasnya.