Gubernur Banten Ikut Sisir Perairan Selat Sunda Cari 5 Jurnalis Hilang Kontak

Sejumlah lokasi perairan dan pulau yang pencariannya belum maksimal akan kembali disisir.

Diterbitkan 11 September 2026, 10:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Banten Andra Soni ikut menyisir perairan Selat Sunda untuk mencari lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Pencarian ini memasuki hari keempat.

"Pemprov Banten akan terus mendukung sesuai dengan kewenangan dan kemampuan yang kami miliki. Kami ingin keluarga, tim SAR, relawan, dan teman-teman jurnalis yang bertugas di lapangan mendapatkan dukungan penuh," ujar Andra Soni, Jumat, (11/09/2026).

Sejumlah lokasi perairan dan pulau yang pencariannya belum maksimal akan kembali disisir. Seperti Pulau Sertung, Panjang, Sebesi, Sebuku, hingga Legon Cabe.

"Memasuki hari keempat, kami memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, termasuk sektor khusus di sekitar lokasi yang menjadi perhatian," kata Kepala Basarnas Banten, Al Amrad.

Pada Operasi SAR hari ini, area pencarian diperluas menjadi empat sektor utama dan satu sektor khusus, dengan total luas sekitar 3.243,7 nautical mile persegi. Pencarian mencakup wilayah perairan yang lebih luas di sekitar Selat Sunda dengan melibatkan sejumlah kapal dan sarana SAR.

Kondisi cuaca di wilayah operasi diperkirakan cerah berawan hingga berawan, dengan angin dari arah tenggara hingga selatan berkecepatan 10 - 20 knot dan tinggi gelombang berkisar 0,5 meter hingga 2,5 meter.

"Kami berharap perluasan area dan penambahan kekuatan unsur pencarian ini dapat memberikan titik terang," jelasnya.

Lima Jurnalis Hilang Kontak

Lima pewarta foto dan tiga kru kapal sebelumnya berangkat untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di kawasan perairan Selat Sunda.

Mereka terdiri atas pewarta foto ANTARA Muhammad Bagus Khoirunas, Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni yang merupakan fotografer lepas, Yudhistira dari iNews, serta Daus dari Anadolu.

Sementara tiga kru kapal adalah Warta sebagai kapten kapal, Surakman anak buah kapal, dan Heriyanto pemandu atau guide. Mereka dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026).