Liputan6.com, Jakarta - Ratusan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar aksi di depan gedung rektorat kampus, Kamis (10/9/2026). Mereka menyuarakan keresahan terkait dugaan korupsi yang diduga melibatkan pejabat kampus pada periode sebelumnya.
Mengenakan almamater dan membawa sejumlah spanduk tuntutan, mahasiswa meminta bertemu langsung dengan rektor untuk mendapat penjelasan mengenai dugaan tersebut.
Mereka sempat mencoba masuk ke gedung rektorat. Namun, tak lama kemudian perwakilan rektor keluar menemui mahasiswa dan menerima sejumlah perwakilan untuk mengikuti audiensi.
Advertisement
Ketua DEMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Achmad Hafizh, mengatakan aksi tersebut digelar untuk menguak informasi mengenai dugaan korupsi yang selama ini menjadi perbincangan di lingkungan kampus.
Menurutnya, mahasiswa perlu mengetahui persoalan tersebut, terutama jika dugaan korupsi berkaitan dengan pengelolaan kampus. Sebab, persoalan itu dikhawatirkan berdampak terhadap sivitas akademika, termasuk mahasiswa.
"Per hari ini kita coba untuk menguak semua hal-hal yang memang merugikan," tegas Hafizh.
Saat audiensi, mahasiswa juga menyoroti sejumlah persoalan kampus, termasuk tingginya Uang Kuliah Tunggal (UKT), fasilitas, dan optimalisasi aset. Menurutnya, pengelolaan dan optimalisasi aset kampus perlu dilakukan secara maksimal sehingga manfaatnya dapat kembali dirasakan sivitas akademika.
Meski demikian, Hafizh menegaskan mahasiswa masih menempatkan perkara tersebut sebagai dugaan. Mahasiswa, kata dia, tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum proses hukum memberikan kejelasan.
"Kita menilai bahwa per hari ini kasus dugaan korupsi tersebut menjadi salah satu mungkin bagian daripada kerugian yang kita dapatkan. Tapi ini saya sampaikan masih dugaan," ujarnya.
Minta Dugaan Korupsi Tak Dibiarkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345746/original/019013300_1789086766-IMG-20260910-WA0043.jpg)
Hafizh mengatakan, mahasiswa menyerahkan proses tindak lanjut dugaan perkara tersebut kepada pihak rektorat. Dalam audiensi tersebut, sejumlah mahasiswa juga meminta pihak kampus tidak membiarkan persoalan dugaan korupsi berlarut-larut.
Mahasiswa mempertanyakan langkah konkret yang akan dilakukan kampus terhadap dugaan perkara tersebut.
"Apabila proses hukum nantinya membuktikan adanya kerugian yang berkaitan dengan pengelolaan aset atau keuangan, upaya pemulihan dapat memberikan manfaat bagi institusi dan sivitas akademika,"ujarnya.
Sementara di lain pihak, tim hukum UIN Jakarta menyatakan perkara dugaan korupsi tersebut masih dalam proses pendalaman oleh Kejaksaan Tinggi Banten.
Perwakilan tim hukum UIN Jakarta, Alwanih, mengatakan perkara tersebut berkaitan dengan pejabat pada periode 2015-2019.
"Kejaksaan Tinggi Banten ini sedang mendalami dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh pejabat di masa lalu, yaitu pejabat pada era 2015 sampai dengan 2019," ujar Alwanih.
Tim hukum UIN Jakarta mendukung proses hukum yang sedang berjalan. Kampus menyerahkan pengungkapan pihak-pihak yang diduga terlibat kepada penyidik Kejati Banten.
"Upaya-upaya dari tim hukum UIN Jakarta terhadap proses hukum yang sedang berjalan, kami sudah mendukung apa yang dilakukan oleh penyidik di Kejaksaan Tinggi Banten untuk diungkapkan siapa pelaku," katanya.
Alwanih menilai dugaan korupsi tersebut perlu ditangani secara serius karena jika nantinya terbukti, persoalan tersebut dapat berdampak terhadap pengelolaan dan kepentingan institusi.
Karena itu, tim hukum UIN Jakarta memilih mendukung proses hukum yang dilakukan Kejati Banten hingga perkara tersebut memperoleh kejelasan berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495483/original/029586100_1770372285-sherly_tjoanda_klaim_giveaway.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9134026/original/050942300_1783073986-lestikejora_0307-HLL6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3240979/original/034838700_1600333608-cek_fakta_dunkin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325839/original/017388300_1786941962-SaveClip.App_774018427_18654331219062582_8550405466413949350_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345745/original/072840100_1789086765-IMG-20260910-WA0040.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3483161/original/088606400_1623749024-arnaud-mesureur-7EqQ1s3wIAI-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341193/original/070615900_1788587329-photo_6116408067076329990_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341187/original/034872500_1788587080-photo_6116408067076329991_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339398/original/071195200_1788414214-1000851136.jpg.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7750180/original/000394600_1780558306-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335175/original/002603900_1787916904-WhatsApp_Image_2026-08-28_at_12.31.39_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333784/original/020979700_1787807052-ChatGPT_Image_27_Agu_2026__11.59.05.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345739/original/097030300_1789084456-424601.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336112/original/009495600_1788132390-WhatsApp-Image-2026-08-30-at-17.46.29-1.jpeg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5102724/original/068820500_1737446861-1737445502460_cara-sholat-taubat-untuk-perempuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345737/original/050354000_1789081005-1124126.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5165509/original/009073500_1742184236-535f032ee6b6e3beccec5dfc251f3802.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345693/original/020776400_1789051091-453736.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345718/original/058539800_1789057701-IMG_20260909_130029.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345697/original/067235300_1789053010-WhatsApp-Image-2026-09-10-at-8.52.41-PM-768x484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344952/original/032506300_1789013269-1000133040.jpg)