Liputan6.com, Jakarta - Niat dan tata cara sholat tahajud penting dipahami untuk menghidupkan malam dengan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini memiliki kedudukan yang sangat istimewa karena dikerjakan di saat mayoritas manusia terlelap, menandakan kesungguhan seorang hamba dalam mencari ridha dan pertolongan Allah SWT.
Sholat tahajud adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah tidur, sekalipun tidurnya hanya sebentar. Waktu pelaksanaan sholat tahajud yang paling utama adalah pada sepertiga malam yang terakhir, yaitu sekitar pukul 01.00 dini hari hingga menjelang waktu Subuh.
Pada waktu inilah Allah SWT turun ke langit dunia dan menyeru hamba-hamba-Nya dengan janji pengabulan bagi siapa yang berdoa dan memohon ampunan. Allah SWT berfirman yang artinya:
Advertisement
"Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat Tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS. Al-Isra: 79).
Momentum ini menjadikan sholat tahajud sebagai salah satu ibadah yang paling mustajab dan berpeluang besar untuk segera dikabulkan doanya. Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah bacaan niat, tata cara dan keutamaan sholat tahajud.
Niat Sholat Tahajud
Niat merupakan syarat sah dalam pelaksanaan ibadah, termasuk sholat tahajud. Niat diucapkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Berikut adalah bacaan niat sholat tahajud yang dikutip dari Kementerian Agama Republik Indonesia:
Arab: أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatat tahajjudi rak‘ataini lillahi ta‘ala
Artinya: "Aku niat sholat sunnah tahajud dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa niat harus dihadirkan dalam hati pada saat takbiratul ihram, dan tidak disyaratkan melafalkan niat secara lisan. Namun, melafalkan niat dapat membantu menghadirkan niat dalam hati bagi sebagian orang.
Niat Sholat Tahajud Niat merupakan syarat sah dalam pelaksanaan ibadah, termasuk sholat tahajud. Niat diucapkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Berikut adalah bacaan niat sholat tahajud:
Arab: أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatat tahajjudi rak'ataini lillahi ta'ala
Artinya: "Aku menyengaja sholat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah ta'ala."
Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa niat harus dihadirkan dalam hati pada saat takbiratul ihram, dan tidak disyaratkan melafalkan niat secara lisan. Namun, melafalkan niat dapat membantu menghadirkan niat dalam hati bagi sebagian orang.
Tata Cara Sholat Tahajud Lengkap
Tata cara sholat tahajud pada dasarnya sama dengan shalat sunnah lainnya, dengan perbedaan pada niat dan waktu pelaksanaannya. Berdasarkan penjelasan yang terdapat dalam kitab Hasyiyyah I'anatuth Thalibin karya Al-Bakri bin as-Sayyid Muhammad Syattha ad-Dimyathi (juz I, halaman 267) dan kitab al-Iqna' fi Halli Alfazhi Abi Syuja' karya Muhammad as-Syirbini al-Khatib (jilid I, halaman 116), berikut adalah langkah-langkahnya.
1. Bangun dari Tidur
Sholat tahajud dikerjakan pada malam hari setelah tidur, meskipun tidurnya hanya sebentar. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam buku Tuntunan Shalat Tahajud karya H. Sayuti, bahwa shalat tahajud adalah shalat yang dikerjakan pada waktu malam dan sesudah tidur.
Apabila sebelumnya dilakukan tanpa tidur, maka tidak dinamakan shalat tahajud, melainkan shalat sunnah biasa seperti witir dan shalat-shalat sunnah yang lain.
2. Berwudhu
Sebelum melaksanakan sholat tahajud, seseorang harus berwudhu terlebih dahulu untuk memastikan diri suci dari hadas kecil. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Hasyiyyah I'anatuth Thalibin karya Al-Bakri bin as-Sayyid Muhammad Syattha ad-Dimyathi.
3. Membaca Niat dan Takbiratul Ihram
Setelah berwudhu, seseorang berdiri menghadap kiblat, kemudian membaca niat sholat tahajud di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Takbiratul ihram dilakukan dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan daun telinga sambil mengucapkan "Allahu Akbar".
4. Membaca Doa Iftitah
Setelah takbiratul ihram, dianjurkan untuk membaca doa iftitah. Berikut adalah salah satu versi doa iftitah yang dapat dibaca:
Arab: اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Latin: Allaahu akbar Kabiroo Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa'ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil 'Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.
Artinya: "Allah Mahabesar, Mahasempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah, pujian yang sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan petang. Aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dalam keadaan tunduk dan berserah diri, dan aku bukanlah termasuk golongan orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku semata-mata hanyalah untuk Allah, Tuhan Semesta Alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (kepada-Nya)."
5. Membaca Surat Al-Fatihah
Setelah doa iftitah, membaca surat Al-Fatihah pada setiap rakaat. Surat Al-Fatihah merupakan rukun shalat yang wajib dibaca pada setiap rakaat.
6. Membaca Surat atau Ayat Al-Qur'an
Setelah Al-Fatihah, dianjurkan untuk membaca surat atau ayat Al-Qur'an. Adapun bacaan surat setelah Al-Fatihah dapat memilih surat mana saja dalam Al-Qur'an, baik surat pendek maupun surat panjang.
Dalam beberapa riwayat, pada rakaat pertama dianjurkan membaca surat Al-Kafirun, sedangkan pada rakaat kedua dianjurkan membaca surat Al-Ikhlas. Selain itu, membaca QS. Al-Anbiya' ayat 89 juga menjadi amalan yang dianjurkan bagi mereka yang memiliki hajat tertentu, sebagaimana dijelaskan dalam skripsi Amalan Doa untuk Lancar Jodoh (Kajian Living Qur'an QS. Al-Anbiya' [21]: 89) karya Atiya Mumtaza.
7. Ruku'
Setelah selesai membaca surat, kemudian melakukan ruku' dengan membaca tasbih:
Arab: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
Latin: Subhaana Rabbiyal 'Adhiimi wa bihamdih (dibaca 3 kali)
Artinya: "Maha Suci Allah, Tuhanku Yang Maha Agung dan aku memuji kepada-Nya."
8. I'tidal
Bangkit dari ruku' dengan mengangkat kedua tangan untuk i'tidal, disertai membaca:
Arab: سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Latin: Sami'allaahu liman hamidah
Artinya: "Allah mendengar orang yang memuji-Nya."
Kemudian membaca:
Arab: رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّمَوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
Latin: Rabbanaa lakal hamdu mil'us samawaati wa mil'ul ardhi wa mil'u maa syi'ta min syai-in ba'du
Artinya: "Ya Allah, Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang Engkau kehendaki sesudah itu."
9. Sujud
Setelah i'tidal, melakukan sujud dengan membaca:
Arab: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Latin: Subhaana Rabbiyal A'laa wa bihamdih (dibaca 3 kali)
Artinya: "Maha Suci Allah, Tuhanku Yang Maha Tinggi dan aku memuji kepada-Nya."
10. Duduk di Antara Dua Sujud
Setelah sujud pertama, duduk di antara dua sujud dengan membaca:
Arab: رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي
Latin: Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa 'aafinii wa'fu 'annii
Artinya: "Wahai Tuhanku, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupilah kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, berilah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku."
11. Sujud Kedua
Kemudian melakukan sujud kedua dengan bacaan yang sama seperti sujud pertama.
12. Berdiri untuk Rakaat Kedua
Setelah sujud kedua, berdiri lagi untuk melaksanakan rakaat kedua. Pada rakaat kedua, membaca Al-Fatihah dan surat pendek, kemudian melakukan gerakan yang sama seperti rakaat pertama hingga sujud kedua.
13. Duduk Tasyahud Akhir
Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, duduk tasyahud akhir dengan membaca:
Arab: اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلّٰهِ. اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ. اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ مُحَمَّدٍ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ اِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ مُحَمَّدٍ. كَمَا بَارَكْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ اِبْرَاهِيْمَ. فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Latin: Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh. Assalaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu an laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah. Allaahumma shalli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad. Kamaa shallaita 'alaa Ibraahiim wa 'alaa aali Ibraahiim. Wa baarik 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad. Kamaa baarakta 'alaa Ibraahiim wa 'alaa aali Ibraahiim. Fil 'aalamiina innaka hamiidum majiid.
Artinya: "Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan tetap dilimpahkan kepadamu wahai Nabi Muhammad, teriring rahmat dan berkah-Nya. Semoga pula keselamatan atas kita dan atas hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi, bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi, bahwa Nabi Muhammad itu utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad. Dan berilah rahmat kepada keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberi rahmat kepada junjungan kami nabi Ibrahim dan keluarga. Dan limpahkanlah berkat atas Nabi Muhammad beserta keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam, Engkaulah yang terpuji dan Maha Mulia."
14. Salam
Untuk mengakhiri shalat, melakukan salam dengan menoleh ke kanan dan ke kiri sambil membaca:
Arab: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
Latin: Assalaamu 'alaikum wa rahmatullaah
Artinya: "Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian."
Waktu Terbaik Sholat Tahajud
Waktu sholat tahajud dimulai setelah selesainya shalat Isya hingga sebelum masuknya waktu Subuh. Para ulama membagi malam menjadi tiga bagian untuk menunaikan shalat tahajud.
• Sepertiga malam pertama dimulai setelah shalat Isya hingga sekitar pukul 22.00, yang merupakan waktu utama.
• Sepertiga malam kedua sekitar pukul 22.00 hingga 01.00 dini hari, yang merupakan waktu lebih utama.
• Sepertiga malam terakhir dimulai pada pukul 01.00 dini hari hingga menjelang Subuh, yang merupakan waktu paling utama.
Ibnu Qudamah dalam kitab al-Mughni menjelaskan bahwa sepertiga malam terakhir adalah waktu yang paling utama melaksanakan shalat tahajud. Beliau berkata: "Dan yang paling utama dalam salat tahajud adalah di sepertiga malam terakhir. Sebagaimana diriwayatkan dari Amr bin 'Absa, ia berkata: 'Aku bertanya, "Ya Rasulullah, malam yang mana yang paling utama?" Beliau menjawab: "Sepertiga malam terakhir, salatlah sebanyak yang engkau mampu."'" (HR. Abu Dawud).
Pada waktu ini, Allah SWT menurunkan rahmat-Nya dan doa hamba lebih mudah dikabulkan. Dalam hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa pada waktu ini Allah turun ke langit dunia dan membuka pintu ampunan serta mengabulkan doa-doa yang dipanjatkan.
Doa Setelah Sholat Tahajud
Doa setelah shalat tahajud yang diajarkan Rasulullah SAW diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, dan dicantumkan dalam kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi pada halaman 25. Berikut adalah bacaan lengkapnya:
Arab: اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ
Latin: Allahumma rabbana lakal hamdu anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa'dukal haq. Wa liqa'uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan naru haq. Wan nabiyyuna haq. Wa Muhammadun shallallahu 'alaihi wasallama haq. Was sa'atu haq. Allahumma laka aslamtu. Wa bika amantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khashamtu. Wa ilaika hakamtu. Faghfirli ma qaddamtu, wa ma akhkhartu, wa ma asrartu, wa ma a'lantu, wa ma anta a'lamu bihi minni. Antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru. La ilaha illa anta. Wa la haula, wa la quwwata illa billah.
Artinya: "Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Mahaterdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah." (HR Bukhari dan Muslim)
Keutamaan Sholat Tahajud
Sholat tahajud memiliki banyak keutamaan yang telah dijelaskan dalam Al-Qur'an, hadits, serta kitab-kitab para ulama.
1. Meninggikan Derajat
Dalam QS. Al-Isra ayat 79, Allah SWT berfirman: "Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; semoga Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang melaksanakan shalat tahajud akan diberikan derajat yang tinggi dan ditempatkan di posisi yang terpuji di sisi Allah SWT.
2. Membuka Pintu Rezeki
Dari Jabir bin 'Abdillah Radhiyallahu anhu ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya di dalam malam itu ada satu waktu, jika seorang Muslim memohon kepada Allah kebaikan dunia dan akhirat, niscaya Allah akan mengabulkannya. Dan itu berlaku setiap malam." (HR Bukhari dan Muslim). Hal ini menunjukkan bahwa shalat tahajud menjadi salah satu sarana untuk membuka pintu rezeki dan mendatangkan keberkahan dalam kehidupan.
3. Mendekatkan Diri kepada Allah
Shalat tahajud adalah momen yang penuh keheningan di mana seorang hamba bisa lebih khusyuk dalam beribadah dan berkomunikasi dengan Allah SWT. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: "Allah turun ke langit dunia ketika sepertiga malam terakhir dan berkata: 'Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya, siapa yang meminta kepada-Ku, Aku akan memberinya, dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, Aku akan mengampuninya.'"
4. Menghapus Dosa
Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat at-Tirmidzi: "Kerjakanlah shalat malam, sebab hal itu merupakan kebiasaan orang-orang yang saleh sebelummu, dan suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhanmu, serta sebagai penebus kejelekan-kejelekanmu, pencegah dosa dan dapat menghalau penyakit dari badan."
5. Dicintai Allah dan Mendapat Kemuliaan
Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumuddin menyebutkan sembilan keutamaan sholat tahajud, di antaranya adalah akan dipelihara Allah SWT dari segala macam bencana, tanda ketaatannya akan tampak di mukanya, akan dicintai para hamba Allah yang saleh dan dicintai oleh semua manusia, serta lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.
Pertanyaan Seputar Sholat Tahajud
1. Apa bacaan niat sholat tahajud?
Bacaan niat sholat tahajud adalah: Ushalli sunnatat tahajjudi rak'ataini lillahi ta'ala, yang artinya "Aku niat sholat sunnah tahajud dua rakaat karena Allah Ta'ala." Niat diucapkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.
2. Berapa rakaat sholat tahajud?
Sholat tahajud minimal dilaksanakan 2 rakaat, dan jumlah rakaatnya tidak terbatas. Umumnya dilaksanakan 8 rakaat, kemudian ditutup dengan witir 3 rakaat. Setiap dua rakaat diakhiri dengan satu salam.
3. Jam berapa sholat tahajud yang paling utama?
Waktu yang paling utama untuk melaksanakan sholat tahajud adalah pada sepertiga malam terakhir, yaitu sekitar pukul 01.00 dini hari hingga menjelang Subuh. Pada waktu ini, Allah SWT turun ke langit dunia dan menjanjikan pengabulan bagi siapa yang berdoa.
4. Apakah sholat tahajud harus tidur dulu?
Ya, sholat tahajud adalah shalat sunnah malam hari yang dilakukan setelah tidur, meskipun tidurnya hanya sebentar. Jika dilakukan tanpa tidur terlebih dahulu, maka tidak dinamakan sholat tahajud, melainkan shalat sunnah biasa seperti witir dan shalat-shalat sunnah yang lain.
5. Apa doa setelah sholat tahajud?
Doa setelah sholat tahajud yang diajarkan Rasulullah SAW adalah: Allahumma rabbana lakal hamdu anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fii hinna... Doa ini berisi pujian kepada Allah, pengakuan akan kebenaran janji-janji-Nya, dan permohonan ampunan atas segala dosa.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495483/original/029586100_1770372285-sherly_tjoanda_klaim_giveaway.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9134026/original/050942300_1783073986-lestikejora_0307-HLL6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3240979/original/034838700_1600333608-cek_fakta_dunkin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325839/original/017388300_1786941962-SaveClip.App_774018427_18654331219062582_8550405466413949350_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5102744/original/034549900_1737446919-1737445609592_tata-cara-sholat-tahajud-2-rakaat.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3483161/original/088606400_1623749024-arnaud-mesureur-7EqQ1s3wIAI-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341193/original/070615900_1788587329-photo_6116408067076329990_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341187/original/034872500_1788587080-photo_6116408067076329991_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339398/original/071195200_1788414214-1000851136.jpg.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7750180/original/000394600_1780558306-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335175/original/002603900_1787916904-WhatsApp_Image_2026-08-28_at_12.31.39_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333784/original/020979700_1787807052-ChatGPT_Image_27_Agu_2026__11.59.05.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3449235/original/059554400_1620241444-000_99C2KT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345739/original/097030300_1789084456-424601.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336112/original/009495600_1788132390-WhatsApp-Image-2026-08-30-at-17.46.29-1.jpeg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5102724/original/068820500_1737446861-1737445502460_cara-sholat-taubat-untuk-perempuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345737/original/050354000_1789081005-1124126.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5165509/original/009073500_1742184236-535f032ee6b6e3beccec5dfc251f3802.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345693/original/020776400_1789051091-453736.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345718/original/058539800_1789057701-IMG_20260909_130029.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345697/original/067235300_1789053010-WhatsApp-Image-2026-09-10-at-8.52.41-PM-768x484.jpg)