2 Kepala Daerah Kutuk Penembakan Warga oleh KKB, Minta Negara Tegas

Gubernur NTT dan Bupati Sikka meminta penegak hukum segera tangkap pelaku.

Diterbitkan 11 September 2026, 09:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, mengecam keras kasus penembakan terhadap dua pegawai negeri asal NTT yang menjadi korban Kelompok Bersenjata (KKB) di Papua. Menurutnya, peristiwa tersebut melukai kemanusiaan dan kebangsaan sebagai warga negara Indonesia.

"Pemerintah Provinsi NTT mengutuk keras kasus penembakan terhadap tiga anak bangsa. Ini melukai kemanusiaan dan kebangsaan kita. Apa pun alasan KKB, hal itu tidak bisa dibenarkan. Apalagi anak-anak kita sedang menjalankan tugas kemanusiaan untuk membantu rakyat Papua," tegas Melki Laka Lena.

Gubernur meminta aparat keamanan segera menangkap pelaku dan mencari cara agar kasus serupa tidak lagi terjadi di masa mendatang.

"Kami mengutuk keras dan meminta aparat segera menangkap pelaku serta mencari cara agar kasus penembakan tidak lagi terjadi," katanya.

Atas nama Pemerintah Provinsi NTT, Gubernur menyampaikan duka mendalam atas gugurnya dua anak NTT dalam menjalankan misi kemanusiaan di tanah Papua.

"Atas nama pemerintah provinsi NTT, saya mengucapkan duka mendalam atas gugurnya dua anak NTT yang gugur dalam misi kemanusiaan," ujar Melki.

Ia menegaskan bahwa warga sipil yang datang mengabdi harus dilindungi, bukan diintimidasi apalagi dibunuh.

"Mereka tidak boleh diintimidasi, mereka harus dilindungi. Saya minta aparat segera proses tuntas perkara ini," tegasnya.

 

Mengabdi di Tempat Rawan dengan Ikhlas

Gubernur juga memuji pengabdian kedua anak muda asal NTT tersebut. Meski tahu bertugas di wilayah yang rawan, mereka tetap memilih untuk mengabdi dan bekerja dengan baik.

"Dua anak muda ini bekerja dengan baik. Memilih tempat yang rawan, tetapi mereka menunjukkan sikap pengabdian dengan ikhlas," tandas Melki Laka Lena.

 

Respons Bupati Sikka

Selain Gubernur NTT, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, juga mengutuk keras insiden penembakan yang menimpa tiga pegawai Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Dua di antara tiga korban penembakan KKB itu merupakan warga NTT. Wili Mbuik (24) asal Kabupaten Rote Ndao dan Alfonsius Albinus Mehan (35) asal Kabupaten Sikka. Ia merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengabdi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

Bupati Sikka menuntut negara untuk hadir mengambil tanggung jawab dan mengusut tuntas perkara yang telah menewaskan warganya tersebut.

"Sebagai pemerintah daerah, Pemerintah Kabupaten Sikka, kami turut berduka cita dan mengecam keras pelaku dan menuntut negara untuk bertanggung jawab terhadap penyelesaian kasus ini," ungkapnya.

Ia juga mendesak agar negara menunjukkan ketegasannya. Ia meminta aparat penegak hukum tidak gentar sedikit pun dalam menindak para pelaku di balik aksi separatisme yang terus menelan korban jiwa ini.

"Negara tidak boleh takut terhadap teroris. Atau negara tidak boleh takut terhadap kaum separatis. Saya pikir demikian," kecamnya.

Selain menuntut keadilan, Bupati Sikka juga mendesak adanya jaminan perlindungan dan pengamanan ekstra dari pemerintah daerah setempat maupun pemerintah pusat. Langkah preventif ini dinilai sangat krusial bagi warga Sikka lainnya yang saat ini masih mengadu nasib dan bekerja di wilayah rawan konflik tersebut.

"Kami mohon perlindungan ke pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Mereka menjadi warga diaspora kami yg sudah membaktikan diri. Perlu ada pengamanan ekstra untk memastikan keselataman mereka semua. Negara jangan takut dgn OPM," ungkapnya.

Ia juga menghaturkan rasa belasungkawa yang teramat dalam kepada keluarga korban. Simpati itu ia sampaikan baik atas nama pribadi maupun mewakili jajaran Pemerintahan Daerah Kabupaten Sikka.

"Kami sampaikan turut berduka. Semoga diberi kekuatan dan ketabahan," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6