5 Tanda Charger Laptop Sudah Tidak Aman Digunakan, Jangan Diabaikan

Tanda charger laptop sudah tidak aman digunakan dapat menyebabkan kebakaran, sengatan listrik, dan kerusakan perangkat.

Diterbitkan 11 September 2026, 14:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tanda charger laptop sudah tidak aman digunakan perlu dikenali agar proses pengisian daya tetap aman. Kondisi kabel, adaptor, dan konektor yang rusak dapat menimbulkan risiko seperti korsleting, sengatan listrik, hingga kebakaran.

Kerusakan fisik, bau terbakar, suara aneh, panas berlebihan, atau pengisian yang melambat bisa menjadi tanda adanya masalah. Karena itu, tanda charger laptop sudah tidak aman digunakan sebaiknya tidak diabaikan.

Pemeriksaan sederhana dapat dilakukan sebelum charger kembali dipakai. Dengan memahami tanda charger laptop sudah tidak aman digunakan, pemakaian bisa segera dihentikan jika ditemukan kondisi yang berisiko.

Berikut Liputan6.com merangkum dari Yahoo Tech tentang tanda charger laptop sudah tidak aman digunakan, Jumat (11/9/2026).

1. Kabel atau Adaptor Mengalami Kerusakan Fisik

Kerusakan fisik menjadi salah satu tanda paling mudah dikenali ketika memeriksa charger laptop. Perhatikan apakah terdapat bagian kabel yang terkelupas, retak, berubah warna, atau memperlihatkan kawat di dalamnya. Bagian plastik adaptor yang pecah, longgar, atau penyok serta pin konektor yang bengkok juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi keamanan saat digunakan.

Kondisi tersebut tidak hanya membuat charger terlihat rusak, tetapi juga dapat meningkatkan risiko sengatan listrik, korsleting, kebakaran, atau gangguan pada komponen laptop. Kerusakan bagian dalam juga bisa terjadi tanpa terlihat dari luar, misalnya setelah adaptor terkena air, kelembapan, terbentur, atau jatuh dari tempat yang cukup tinggi. Karena itu, charger yang menunjukkan kerusakan fisik sebaiknya tidak dipaksakan untuk tetap digunakan.

2. Muncul Bau Terbakar, Asap, atau Suara Aneh

Bau seperti plastik atau komponen elektronik terbakar merupakan tanda yang sebaiknya tidak diabaikan. Jika charger mengeluarkan asap, segera hentikan penggunaan dan cabut dari sumber listrik dengan aman. Kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya panas berlebih, komponen yang rusak, atau gangguan pada bagian dalam adaptor yang berpotensi menimbulkan masalah lebih serius.

Charger memang terkadang mengeluarkan suara dengung atau dengungan listrik yang sangat pelan ketika bekerja. Namun, suara berderak, mendesis, atau seperti ada percikan di dalam adaptor perlu diwaspadai, terutama jika suara tersebut semakin keras, sering muncul, atau disertai bau terbakar. Hentikan penggunaan jika gejala seperti ini terus terjadi agar risiko kerusakan dan bahaya kelistrikan dapat diminimalkan.

3. Pengisian Daya Menjadi Sangat Lambat

Perubahan waktu pengisian juga bisa menjadi petunjuk adanya masalah pada charger. Jika biasanya laptop dapat mengisi daya dalam waktu tertentu tetapi tiba-tiba membutuhkan waktu jauh lebih lama, kabel atau adaptor mungkin tidak lagi menyalurkan listrik secara optimal. Kondisi ini semakin patut dicurigai jika kecepatan pengisian berubah setelah kabel mengalami kerusakan atau sering digunakan dalam posisi tertekuk.

Kabel yang sering ditarik ketika mencabut charger, ditekuk terlalu tajam, atau dililit dengan kuat dapat mengalami kerusakan pada bagian dalam. Meski begitu, pengisian lambat tidak selalu disebabkan oleh charger. Debu pada port, koneksi yang kurang baik, penggunaan laptop saat mengisi daya, atau kondisi baterai yang sudah menurun juga dapat memberikan gejala serupa. Jadi, periksa beberapa kemungkinan sebelum memutuskan untuk mengganti adaptor.

4. Charger Terasa Sangat Panas atau Mengeluarkan Percikan

Adaptor biasanya terasa hangat selama digunakan, terutama ketika laptop sedang menjalankan pekerjaan yang membutuhkan banyak daya. Namun, charger yang menjadi sangat panas hingga sulit disentuh patut dicurigai mengalami masalah. Panas berlebihan yang muncul terus-menerus juga dapat menjadi tanda adanya gangguan pada adaptor atau aliran listrik yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Percikan kecil berwarna biru yang muncul sesaat ketika mencolokkan perangkat terkadang dapat terjadi. Berbeda halnya jika percikan muncul berulang kali, berwarna kuning atau oranye, disertai panas berlebihan, atau diikuti bau terbakar. Kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya gangguan listrik dan meningkatkan risiko kerusakan pada charger maupun perangkat yang terhubung. Jika gejala ini muncul, sebaiknya hentikan penggunaan dan periksa sumber masalahnya.

5. MCB atau Circuit Breaker Sering Turun Saat Mengisi Daya

Jika MCB atau circuit breaker rumah tiba-tiba turun setiap kali charger laptop digunakan, kondisi tersebut perlu diperhatikan. Circuit breaker memang dirancang untuk memutus aliran listrik ketika mendeteksi arus yang terlalu tinggi sebagai salah satu bentuk perlindungan dari bahaya kelistrikan. Namun, pemutusan listrik yang berulang ketika charger tertentu dipasang dapat menjadi tanda adanya masalah.

Masalah tidak selalu berasal dari charger karena penggunaan beberapa perangkat berdaya besar secara bersamaan juga dapat membuat listrik terputus. Namun, jika MCB berulang kali turun ketika charger tertentu digunakan, sebaiknya hentikan pemakaian charger tersebut dan lakukan pemeriksaan. Mengganti charger dengan unit yang sesuai spesifikasi laptop dapat menjadi pilihan yang lebih aman setelah sumber masalah dipastikan.

Pertanyaan Seputar Tanda Charger Laptop Sudah Tidak Aman Digunakan

Apa saja tanda-tanda charger laptop tidak aman untuk digunakan?

Tanda-tanda charger laptop tidak aman meliputi kerusakan fisik seperti kabel retak atau terbuka, bau terbakar atau asap, suara dengungan atau desisan intens, pengisian daya yang lambat atau tidak mengisi, panas berlebihan, percikan api kuning/oranye, atau pemutus sirkuit listrik yang trip saat charger digunakan.

Mengapa penting untuk segera mengganti charger laptop yang rusak?

Charger laptop yang rusak dapat meningkatkan risiko kebakaran, sengatan listrik, dan kerusakan permanen pada laptop Anda. Penggantian segera adalah pilihan teraman untuk menghindari bahaya tersebut.

Apakah percikan api saat mencolokkan charger itu normal?

Percikan biru singkat saat mencolokkan charger ke stopkontak bisa jadi normal. Namun, jika percikan berwarna kuning atau oranye, atau terjadi secara berulang selama pengoperasian, ini mengindikasikan adanya busur listrik internal dan meningkatkan risiko kebakaran.

Apa yang harus dilakukan jika charger laptop menyebabkan pemutus sirkuit trip?

Jika charger laptop menyebabkan pemutus sirkuit trip, ini bisa menjadi masalah kelistrikan yang signifikan. Anda disarankan untuk segera mengganti charger tersebut. Anda juga bisa mencoba mencolokkannya ke stopkontak lain yang terhubung ke pemutus sirkuit berbeda untuk memverifikasi masalahnya.