Pria Thailand Ditangkap Usai Jadikan Ikan Koi Pelampiasan Hasrat Seksual

Ini bukan kali pertama pria paruh baya itu menyalurkan hasrat seksualnya terhadap binatang.

Diterbitkan 11 September 2026, 15:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bangkok - Polisi di Bangkok, Thailand, menangkap seorang pria berusia 51 tahun yang diduga masuk ke kolam ikan milik warga dan memperlakukan ikan koi secara tidak senonoh untuk memuaskan hasrat seksualnya. Perbuatannya terungkap setelah pemilik kolam memeriksa rekaman CCTV.

Kepala Kantor Polisi Thung Song Hong, Kolonel Polisi Yutthasilp Karin, kemudian memerintahkan anggotanya melacak tersangka yang diketahui bernama Suchitchai alias Tong (51).

Polisi menyebut peristiwa itu terjadi di depan sebuah rumah di Soi Vibhavadi Rangsit 66 sekitar pukul 20.00 pada 7 September.

Seperti dilaporkan media Thailand, Khaosod, rekaman CCTV menunjukkan tersangka tiba dengan sepeda sekitar pukul 20.30 dan memarkirkannya di samping kolam. Ia kemudian berjalan di sekitar kolam dan mengeluarkan alat kelaminnya.

Sekitar pukul 20.38, tersangka diduga melepas seluruh pakaiannya, masuk ke dalam kolam, lalu menangkap seekor koi dan menggunakannya saat masturbasi sebelum mengembalikan ikan tersebut ke kolam.

Seorang asisten rumah tangga dan pemilik kolam kemudian memergokinya. Tersangka langsung kabur dengan sepeda saat pemilik kolam mengejar.

Pemilik kolam terjatuh saat mengejar dan mengalami luka. Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Kantor Polisi Thung Song Hong.

Penyidik menduga tersangka tinggal tidak jauh dari lokasi karena ia datang dan melarikan diri menggunakan sepeda.

Pada sore 10 September, polisi melihat tersangka berjalan di sekitar kawasan Siang Kong Lak Si. Saat itu, ia mengenakan pakaian yang sama dengan yang diduga dipakainya ketika kejadian berlangsung.

Begitu melihat polisi, tersangka berusaha melarikan diri. Petugas mengejarnya hingga akhirnya berhasil menangkapnya.

Saat diperiksa, Suchitchai diduga mengakui bahwa dirinya adalah pria yang terlihat dalam rekaman CCTV.

Kepada polisi, ia mengatakan awalnya datang ke kawasan tersebut untuk mandi. Namun, setelah melihat ikan koi berenang di kolam, ia mengaku terangsang lalu menangkap seekor ikan untuk digunakan saat masturbasi. Menurut pengakuannya, ia melakukan perbuatan itu dua kali.

Tersangka juga diduga mengaku pernah melakukan hal serupa dengan ikan lain. Menurut keterangannya, ia menghindari ikan sapu-sapu karena ikan tersebut memiliki duri, sedangkan ikan koi tidak terlalu membuatnya kesakitan.

Ia menuturkan kepada penyidik bahwa dirinya tidak mempunyai pasangan dan tidak mampu membayar jasa seks.

Menurut polisi, tersangka turut mengaku menggunakan narkoba. Ia mengatakan tidak mempunyai uang untuk membelinya dan hanya mengonsumsi narkoba yang kebetulan ia temukan.

Tersangka juga mengaku beberapa tahun lalu pernah melampiaskan hasrat seksualnya pada seekor anjing betina. Akibat perbuatannya, ia ditangkap polisi Bang Khen dan dipenjara.

Selain itu, ia mengaku pernah melakukan hal serupa dengan sebuah boneka yang ditemukannya di tempat pembuangan sampah.

Pemilik Mulai Curiga Setelah Ikan Koi Mati

Pemilik kolam yang memperkenalkan dirinya sebagai Bobby mengatakan kepada wartawan bahwa ia telah memelihara ikan-ikan koi tersebut selama sekitar tujuh hingga delapan tahun.

Menurut Bobby, tersangka sudah sering terlihat di kawasan itu dan kerap berjalan melewati rumahnya. Pria tersebut terkadang juga berhenti untuk mandi.

Bobby mengatakan sebelumnya tidak pernah menaruh curiga. Ia hanya beberapa kali melihat tanah di sekitar lokasi dalam keadaan basah dan tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang serius.

Kecurigaannya baru muncul ketika ikan-ikan koinya mulai mati, satu atau dua ekor dalam satu waktu. Ikan yang mati ditemukan dalam kondisi tubuh membengkok.

Awalnya, Bobby mengira kondisi itu terjadi karena ikan saling berkelahi atau membentur bagian kolam.

Rumah tersebut sebenarnya sudah lama dilengkapi kamera CCTV. Namun, Bobby mengaku jarang memeriksa rekamannya karena sebelumnya tidak ada alasan untuk melakukannya.

Pada sore 7 September, tersangka diduga melemparkan sebuah alat bantu seks di dekat kolam. Seorang asisten rumah tangga melihat benda itu lalu membuangnya.

Kejadian tersebut membuat Bobby mengubah posisi kamera CCTV agar area kolam terekam dengan jelas.

Pada malam harinya, rekaman CCTV memperlihatkan tersangka melakukan masturbasi di samping kolam. Dalam rekaman itu, ia juga terlihat menangkap seekor ikan koi.

Bobby mengatakan langsung berlari turun dan mengejar tersangka, tetapi pria itu berhasil kabur dengan sepeda.

Bobby terjatuh saat mengejar karena mengenakan sandal jepit dan mengalami luka.

Setelah membuat laporan polisi, Bobby mendapat informasi bahwa tersangka terlihat di sekitar kawasan Siang Kong Lak Si.

Ia kemudian melihat pria tersebut setelah menyeberang jalan untuk makan di sekitar Chaeng Watthana Soi 6. Bobby lalu menghubungi petugas patroli.

Tersangka kembali berlari menyeberangi jalan dan berhasil kabur. Saat melarikan diri, ia nyaris tertabrak kendaraan.

Bobby berterima kasih kepada polisi yang akhirnya berhasil melacak dan menangkap tersangka.

Ia mengaku khawatir tersangka dapat membahayakan orang lain, terutama perempuan dan anak-anak. Bobby juga mengklaim pria tersebut menggunakan narkoba dan membawa pisau.

Polisi masih memeriksa tersangka dan mengumpulkan bukti terkait kasus tersebut.

Penyidik tengah mempertimbangkan sejumlah dakwaan, termasuk kekejaman terhadap hewan, menyebabkan kerusakan pada barang milik orang lain, melakukan perbuatan tidak senonoh, serta masuk ke properti orang lain tanpa izin pada malam hari.